Sunday, October 16, 2005

OSHIN : Kisah Perempuan Yang ‘Tak Ada Matinya’



Ini teka-teki jaman baheula :
Apa bahasa Jepang gadis miskin penuh derita?

Anda benar! Jawabannya adalah Oshin Tanokura! Di era 80-an, siapa yang tak kenal gadis cilik berpipi merah yang hidupnya tak putus dirundung malang? Dari sandal jepit, baju, buku tulis (dahulu saya bahkan punya sepuluh buku tulis bergambar Oshin), jepit rambut, sampai nama bayi baru lahir pun tak lepas dari pengaruh popularitas Oshin. Di kampung saya, beberapa bayi perempuan yang kebetulan lahir berkulit putih dan (sedikit) sipit harus rela ditasbihkan sebagai Oshin. Tentu saja harapan Ayah Bunda mereka adalah bahwa bayi mereka akan secantik dan setegar Oshin (tapi tak boleh semenderita Oshin…).

Sekedar penyegar ingatan, Oshin adalah serial Jepang produksi NHK (Nihon Hoso Kyokai) bersama dengan Japan Foundation yang ditayangkan TVRI sepanjang tahun 80-an dan beroleh sukses besar. Dan tak cuma di Indonesia serial ini memukau penonton, Oshin ditayangkan di 59 negara dengan hasil yang sama : sukses menjaring pemirsa. Tak heran banyak yang beranggapan bahwa satu-satunya orang Jepang yang paling terkenal seluruh dunia adalah Oshin, bukan Hirohito, bukan Akira Kurosawa, bukan pula Koizumi. Popularitas yang sampai kini bergeming dan tak tersamai.

Di Sulawesi Selatan, jam tayang Oshin adalah setengah tujuh malam, mepet dengan jadwal shalat maghrib berjamaah di rumah kami. Jadilah kami (saya dan saudara-saudara) sepanjang shalat tak lepas-lepas melirik jam dinding, berharap Bapak tak membaca surah yang panjang-panjang, sehingga masih bisa menyaksikan ‘derita Oshin seutuhnya'… Tapi biasanya Bapak berlanjut dengan shalat sunnah dan wirid yang panjaaang banget. Kendati jemaah (dalam hal ini anak-anaknya) tak wajib ikut wirid, namun teve tetap tak boleh dinyalakan selama Bapak masih duduk di atas sajadah. Apa boleh buat. Saya harus kabur ke rumah tetangga, untuk menyaksikan pergulatan Oshin melawan nasib buruk yang tak henti-henti datangnya…

Di rumah tetangga (yang menjadi pusat tontonan anak-anak se-RT-RW berhubung teve masih jarang), tak jarang saya dapati anak-anak perempuan berlinang air mata (dan ingus) saat menyaksikan Oshin. Apalagi saat adegan Oshin ‘dianiaya’, ada yang sampai sesegukan…. Dimaklumi saja. Saya aja sampai berkaca-kaca….



Belajar dari Oshin

Oshin juga mengajarkan banyak hal kepada saya. Di masa kecil Oshin, kita disuguhi tayangan tentang rumah Oshin yang sederhana dalam kepungan salju yang lebat. Sebelum Oshin datang mengetuk layar kaca, saya selalu membayangkan salju yang indah dan empuk bagai kapas, salju yang bisa dibentuk bola dan orang-orangan, salju yang jadi mainan. Tapi Oshin membuat saya sadar, salju dan musim dingin yang berkepanjangan bisa membawa lapar, panen yang gagal, dan dingin yang mematikan. Oshin pula yang membuat saya nyaris menangis (terpaksa mengaku deh) saat tahu bahwa dahulu beras pulen (tanpa campuran lobak) dianggap sebagai suatu kemewahan…

Di episode awal Oshin kita saksikan pergulatan keluarga Oshin menghadapi kemiskinan. Oshin harus rela bermandi peluh untuk menghidupi keluarga saat orang tuanya mulai sakit-sakitan. Kita ingat bagaimana Oshin diperlakukan semena-mena oleh para juragannya. Kita masih ingat saat Oshin kecil (tujuh tahun) dikirim oleh Shakuzo, ayahnya, bekerja di toko beras milik orang tua Kayo (yang menjadi ‘musuh’ Oshin kecil namun akhirnya menjadi sahabat Oshin), dan harus bekerja keras (mengasuh bayi bahkan saat ke sekolah, membersihkan rumah, mengepel, dan beragam pekerjaan lain, memunguti serakan bulir-bulir beras) semata untuk semangkuk dua mangkuk beras, agar keluarga tak kelaparan di kampung…

Lewat Oshin pula saya yang masih di bangku SD saat itu, beroleh paham kalau cinta pertama tak pernah terlupakan (ehm…). Tentu kita masih ingat kasus Oshin dan Kota (dan intrik cinta segitiga Oshin, Kayo dan Kota). Lewat Oshin saya menyaksikan perjuangan seorang perempuan yang pantang mundur dalam mewujudkan cita-cita yang sederhana, menjadi seorang penata rambut. Oshin yang sederhana dan jelata namun menguasai keterampilan ‘upacara minum teh’, keterampilan tingkat tinggi yang hanya dimiliki oleh ‘kalangan atas’. Juga tentang cinta ibu, cinta Fuji ibu Oshin, yang tiada batas. Perjuangan Oshin sebagai istri saat Ryuzo sang suami putus asa setelah gempa bumi Kanto mengguncang Tokyo dan memaksa mereka harus mengungsi ke kampung halaman suami, dan Oshin harus tinggal seatap dengan mertua dan ipar-ipar yang jahat tak terkira…Tapi Oshin tetap tabah dan tegar, kendati harus kehilangan bayi perempuan akibat kerja keras berlebihan.

Ngomong-ngomong tentang mertua, seorang tetangga saya yang juga tinggal serumah dengan mertua, sering mengeluh tentang mertuanya yang perkataannya kerap menyakitkan (si mertua telah renta mendekati pikun). Berkat Oshin, tetangga saya akhirnya bisa rukun dengan mertuanya, memahami keadaan si mertua yang hampir dementia, bersyukur tak punya ipar, dan si mertua, kendati bawel dan linglung, tak sejahat mertua Oshin di teve…..



‘Cengeng’ Membawa Hikmah

Meski menguras air mata, Oshin tak bisa dikatakan cengeng. Cengeng dalam arti hanya membuat kita larut dalam sedih dan haru yang berlarat-larat. Oshin boleh jadi membuat banyak orang (bukan saya!) diam-diam terisak , tapi Oshin juga mengajarkan hikmah. Sepanjang penderitaannya, Oshin tak pernah mengambil kesempatan untuk membalas dendam. Di salah satu episode Oshin kecil menyelamatkan Kayo yang sebelumnya selalu berupaya mengancam dan menyusahkan Oshin. Juga keteguhan Oshin saat ditinggal Ryuzo (dalam dua fase, yakni saat Ryuzo depresi karena bisnisnya yang kolaps dan saat Ryzo mati bunuh diri), ketegarannya mencari nafkah untuk keluarganya. Oshin mengajarkan hikmah hidup yang lurus, kemandirian, tekad yang kuat, dan tentu saja feminisme tanpa perlu menjadi radikal. Kisah Oshin adalah kisah tentang perempuan mandiri dan kuat yang ‘tak ada matinya’…

Dari hasil telusuran internet, kesaksian seorang warga Australia mengungkapkan sikap apriorinya terhadap Jepang sehubungan dengan pendudukan Jepang di Perang Dunia II. Namun sikapnya berubah saat menyaksikan Oshin. Sebab seperti banyak orang di negeri yang termasuk wilayah pendudukan Jepang, Oshin dan penduduk Jepang lainnya juga menjadi korban perang, terlepas dari kenyataan bahwa Jepang-lah yang melakukan ekspansi di PD II. Anak sulung Oshin, Takeshi (jika tak keliru), menjadi ‘korban’ wajib militer dan hilang di Filipina saat perang. Takeshi menjadi pilot pesawat tempur Jepang (kamikaze) dan tak pernah kembali…

Menyaksikan Oshin bagai menyaksikan kisah bangsa Jepang. Menyaksikan kisah hidup Oshin adalah pelajaran dan teladan. Banyak hikmah yang dipetik dari Oshin. Meski kita diharu biru oleh perjalanan hidup yang pahit getir, melodrama yang mungkin membuat kita menyusut air mata (sembunyi-sembunyi), tak dapat dibantah serangkaian pelajaran berharga tentang hidup terekam saat menyaksikan kisah diri Oshin Tanokura……

Trivias about Oshin

1. Oshin diadaptasi dari kisah hidup Kazuo Wada, pendiri Yaohan sebuah bisnis supermaket Jepang. Di tahun 90-an Yaohan mencapai puncak dengan 450 outlet di 16 negara, meski akhirnya bangkrut dan harus dijual. Kebangkrutan Yaohan merupakan kebangkrutan terbesar dalam dunia bisnis ritel Jepang pasca perang.

2. Aslinya, Oshin berdurasi 15 menit per episode (tanpa iklan) dengan jumlah episode 297. Setelah popularitasnya menjulang, Oshin difilm(kartun)kan, dibonekakan, dijadikan souvenir, diteaterkan, dibikinkan lagu, dan sebagainya. Untung Oshin tak berada di Indonesia. Kalau di Indonesia, bakalan ada Oshin 2, Oshin 3, 4 dst (seperti Tersanjung itu lho)….

3. Di Iran, konon, saat seorang muslimah ditanya oleh seorang reporter radio – “Menurut Anda Siapa simbol keperempuanan Islam?” “Oshin,” jawabnya. Jawabannya ini mengejutkan pemimpin relijius Iran Ayatollah Khomeini yang langsung memerintahkan penangkapan 4 orang dari stasiun TV yang menyiarkan Oshin.

4. Ada yang tahu setelah Oshin, serial Jepang apa lagi yang diputar TVRI? Ya, Rin. Serial tentang biografi Rin Tachibana wartawati pertama Jepang….

5. Hingga kini tak ada DVD resmi Oshin yang beredar dengan english subtitle, apatah lagi dengan Indonesian subtitle. Harusnya ada yang ramai-ramai bikin petisi, mengirimkannya ke NHK, menuntut produksi DVD/VCD Oshin bersubtitle..….

6. Ayako Kobayashi (pemeran Oshin Kecil) pernah datang berkunjung ke Indonesia dan menjadi bintang iklan ajinomoto (predictable banget ya?)…

7. Mantan presiden Ibu Mega menjadikan Oshin sebagai salah satu pokok pembicaraan (rumpian) dengan perdana menteri Jepang Junichiro Koizumi saat PM Jepang itu menjamu para pemimpin Asean (Desember 2003 di Jepanf). Saat itu Ayako Kobayashi juga menjadi salah satu penjemput tamu… Berani taruhan, Ibu Mega pasti berkaca-kaca juga (mungkin malah sampai ‘basah’) saat menyaksikan Oshin… Nah, kalau (calon) presiden aja nangis, apalagi kita ya?

8. Talking about Yuko Tanaka (Oshin dewasa). Adakah yang memperhatikan kalau mata Yuko Tanaka agak-agak, maaf, jereng?

9. Di kampung saya, gaya menggendong bayi di punggung pun dinamakan gendong Oshin. Padahal dulu cara gendong seperti ini malah disebut ‘gendong Jawa’…



Tulisan ini kembali dikirim oleh temanmu dari Watampone, Sulawesi Selatan: EssoWenni. Bagus!!

85 Comments:

At 17.10.05, Blogger eyi said...

Ooooh... I love OSHIN & Orin! They're both fantastic!

Gue ingat, waktu jaman SMP dulu, gue rela jalan kaki dari sekolah ke rumah (mayan, sekitar 3 km) buat ngejar Orin. Soalnya sore2 gt, mikrolet ga ada yg mau ngangkut anak sekolah. :)

Btw, thank u ya essowenni. memang BAGUS! tulisannya ;)

 
At 17.10.05, Anonymous EssoWenni said...

tiga kilo, yi?! bujubune... eniwei, jadi ingat tokoh Opa di joke2 lokal sulawesi...
Opa (sambil ngisep cangklong): anak muda jaman sekarang, maunya yang enak2 melulu. minta motorlah, mobillah. ke mana-mana slalu naik kendaraan. dulu opa ke sekolah pergi pulang jalan kaki sepuluh kilo! toh hasilnya bisa diliat sekarang...(nada bangga on)
Cucu : emang hasilnya apa, opah?
Opah : hasilnya... yaaah, gini neh... Opa lumpuh!!!

 
At 18.10.05, Blogger deltakirana said...

gw sukaaaa... musiknyaaa...
jadi inget waktu gw ketjil, ngaji di rmh pak ustadz, tp kalo pas Oshin tayang, ngajinya break dulu, secara ustadznya ngefans banget ma kisah Oshin...pantesan ngaji gw gak lancar2...hiks...

 
At 19.10.05, Blogger Sunny said said...

Oh OShin! Ini serial TV favorit gue, menyusul kemudian Santa Barbara dan Little Missy, huhuhu.

Waktu Oshin tayang, kayaknya gue masih SD deh, masih dungu. Dengan lugunya gue berusaha memecahkan misteri gimana suara Oshin bisa keluar tapi nggak kompak sama gerakan mulutnya. Manalah gue tau saat itu ada sistem dubbing. Mana gue sempet kagum banget lagi kalau Bahasa Indonesia itu begitu ngetopnya sampe bintang2 film Jepang bisa ngomong Indonesia. Yang ada gue kecewa berat waktu si pemeran Oshin kecil itu dateng ke Indonesia tapi gak bisa sama sekali ngomong Indonesia.

 
At 19.10.05, Blogger deltakirana said...

whua3... gile ye "a girl"... mentang2 masih SD (gw juga sih) tp kayaknya dunguan jij deh...wakakak...

 
At 19.10.05, Anonymous Q said...

Aku udah nggak ingat lagi jalan ceritanya Oshin. Nggak ingat nama2 pemain yang lain kalo nggak baca tulisan ini.

Yang paling aku inget cuma terompah/bakiak jepang yang "aneh" itu, terus bantal kecil yang ditaruh di leher, terus nasi kepal.

Adegan yang paling inget waktu Oshin lagi nggendong adiknya belajar meneriakkan kata-kata yang baru dipelajarinya dari sembunyi2 ikut mengikuti pelajaran di sekolah :( ...

 
At 23.10.05, Blogger Nauval! said...

eh perasaan oshin ini pertama kali tayang waktu malam minggu masih pake bahasa inggris, jadi kita baca teks terjemahan (subtitle) bahasa indonesia nya di tipi. trus abis itu rame-rame serial tipi di dub ke bahasa indonesia, baru deh, either itu episode2 akhir ato waktu tayang ulang, oshin ini juga ikutan di dub.
tapi kalo 'rin' emang dari awal udah di dub.

essowenni, anda hebaaaattttt! *acung dua jempol* :D

 
At 28.10.05, Anonymous Imponk said...

Aku lahir tahun 83. Dulu juga salah satu penggemar serial ini. Namun sayang, ingatanku nggak sehebat komputer, jadinya sudah lupa semuanya. Tak satupun yang aku ingat :(

 
At 31.10.05, Anonymous Anonymous said...

Jangankan kamu yang lahir 83, aku aja yang lahir 77 tak satupun yang aku ingat dari film ini. wakakaka...

 
At 31.10.05, Blogger Ardi said...

Sedikit berkaca-kaca juga baca ulasan Oshin nan nostalgis ini. Aihhh... Haru banget emang ceritanya. Tapi nggak cengeng. Bagus bangat dah. Tapi curang juga sih, soalnya itu kan ceritanya tuh flashback gitu ya, jadi kan udah bisa kebayang endingnya bahwa si Oshin bakalan baik-baik aja (malahan jadi kaya-raya). Hehehe...

 
At 2.11.05, Blogger [bryan!] said...

bener-bener ulasan yang patut diacungi dua jempol!! :D

gw masih esde waktu nonton Oshin. lagu pengiringnya selalu membuat hati tergetar dan gw jd merinding...

hm, ada ulasan Friday the 13th. ga? ;) >:)

 
At 12.11.05, Blogger gory said...

jadi inget temen kantor gua yg kaya oshin. anak udah dua tapi tampangnya masih lucu gitu, pipinya merah merona pula.

you go girl!!! hehehe...

 
At 14.11.05, Blogger adcornelia said...

wah gw ngefans benerr dulu sama oshin!! masih SD kayaknya... sampe suka kemimpi-mimpi pengen ke Jepang (belom kesampean niy mimpinya ;p)... dulu sangking ngefansnya gw minta dibawain TV pas mau mudik pulang kampung, biar ga ketinggalan nonton oshin!! huahahha.. itu ngefans apa geblek yah hehehe ;p.

 
At 16.11.05, Blogger iway said...

kayaknya ada yang namanya madam hashegawa yaa??? itu tuh yang punya salon tempat oshin kerja heheehe (bener ga sih), yang gw sayangkan, kenapa yang dateng ke indonesia oshin kecil, bukan oshin remaja, soale oshin remaja ***imut*** pisan hehehheheeh, dari film ini baru gw tau ada sayuran yang namanya lobak **srius mode**
nice article ;P

 
At 19.11.05, Anonymous icha said...

oshin kelamaan serinya ampe ngga tau akhir ceritanya gimana..

akhirnya emang gimana ya?.. jadi si oshin tua itu sebenernya ngapain sih ngabur dari rumah sampe disusulin ama cucunya (dia khan flash back gitu khan ceritanya)

makasih lho kalo ada yg mo ceritain ke gw, hehehe

 
At 20.11.05, Blogger DeLaKeke said...

Mantap ces, uraiannya tentang Oshin, soalnya waktu itu saya tidak lengkap nontonnya, dirumah ngga ada tv, jadi paling nontonnya di rumah tetangga, itupun bareng ibu saya yang ngefans ama Oshin

 
At 20.11.05, Anonymous EssoWenni said...

Icha, seingat saya Oshin meninggalkan rumah karena tak setuju dengan cara anaknya mengelola bisnis supermarketnya. Oshin berpandangan konservatif, sementara sang anak berkehendak menjadikan bisnis supermarket mereka sebagai bisnis yang progresif. Bentrok dalam cara pengelolaan (dan perasaan Oshin sebagai generasi ' masa lalu' yang tersisihkan) membuat Oshin meninggalkan rumah dan memulai kisah dirinya lewat penceritaannya kepada cucu lelakinya yang berhasil menemukannya di kampung halaman Oshin...
CMIIW anyone....

 
At 7.12.05, Anonymous Anonymous said...

Hihi...iya nih, seru bgt ceritanya sampe nangis2 walo gw juga udha ga inget endingnya gimana. Dulu kan masih SD, masih suka liat gambar doang. Wakakaka....

Lagunya keren yah? yg punya mp3nya bagi dounk....

 
At 13.12.05, Anonymous SyL said...

senang baca tulisan lapanpuluhannya, seru. saya ikut kontribut di postingan oshin nya, karena photo yang dipajang hasil jepretan saya di mandalay, myanmar ;), tepatnya di diamond supermarket - pernah dimuat di blog saya yang lama.
salam.

 
At 14.12.05, Blogger Lili said...

cinta pertama tumbuh nonton DORAMA..ya gara2 pilem OSHIN....
Metro TV yg tayang ulang...kok cuman segituh yah?????
metro tv mana janjimu...

 
At 23.12.05, Blogger harya said...

saat Oshin begitu digilai segala kalangan dari tua dan muda, tidak kenal gender, hal ini tidak disia-siakan oleh para businessman/pengusaha yang mencium peluang pasar,banyaklah produk2 yang memvisualkan Oshin sebagai daya tarik para konsumen (terutama Ibu-ibu fanz Oshin). Banyak kaos2 bergambar Oshin, barang plastik bersticker Oshin, sampai sandal jepit dengan Oshin berpayung kayu,...hmmm Saya punya kaos oblong Oshin juga. Hehe..sepertinya di era 80-an masalah hak cipta masih di awang2...jadi hantam aja Bleh! biar gambar Oshinnya kadang sudah terdistorsi menjadi aneh, tapi tetap bisa doanggap'Oshin' selagi ada wanita bersanggul dan berkimono, berpayung dan sandal kayu tentu saja dengan logo tulisan kejepangan 'Oshin' orang masih anggap itu Oshin.....duh!!

 
At 29.12.05, Anonymous Anonymous said...

oshin emang gak ada matinya.....
trus ada lagi yang namanya Rin Hanikoma yang rambutnya pajang ampe bisa buat ngepel lantai, tapi gue lupa jalan idupnye...

 
At 29.12.05, Anonymous Anonymous said...

ha....ha....
gue demen bgt ama cewe atu ini
tapi gue lupa ama penderitaannya....
yang gue inget cuma bakiaknya, kimono abu-abu yang jelek banget, trus adegan oshin gendong adeknya plus waktu oshin dimarahin.....
tapi masa iya matanya jereng/juling????

 
At 16.2.06, Anonymous widya said...

sampai saat ini yang masih wira wiri di tv jepun cuman si "pinko" yang jadi ibunya oshin itu (fuji) yang lainnya udah ilang ditelan bumi. Top banget deh si oshin itu, sayang dvdnya mahal juga tuh!

 
At 22.3.06, Anonymous dans said...

cucunya oshin yang nyusul itu kei ya namanya? anak dari anak angkatnya oshin, yang seumuran ma takeshi. dulu kirain oshin bakalan buka salon, mengingat dia top banget nata sanggulnya. inget deh pas pelanggan pertamanya ditata rambutnya ma oshin dengan model sanggul modern, dia marah-marah. tapi terus balik lagi karena sanggulnya dipuji orang-orang.

 
At 27.4.06, Anonymous Anonymous said...

Kalo inget Oshin dulu...gue juga jadi inget sama Mayumi Itsuwa dengan lagunya yang sempet heboh..."Kokorono tomo"....Anata Kara Kurushi Mio, Ubaeta Sono toki.....Watashi Nime Ikite yuku...Yukinga waitte kuru.....
Alamakjan...ini Blog bikin gue punya ide buat bikin Blog sejenis tentang jaman jahiliyah gue di era jadul....

 
At 19.6.06, Anonymous Anonymous said...

Yang pasti aku ingat sekali ama Yuko Tanaka (luar biasa cakep coy, biar kata matanya agak jereng). Tapi luar biasa susahnya nyari gambar2nya kalo di-Google.
Ehh benar gak sih, kok aku dengar selentingan kalo doi pernah maen pilem "xxx"??? mudah2an bo'ong yahh.

 
At 20.6.06, Anonymous cantiara said...

Hi,

saya juga suka seri ini. Tapi resminya tidak ada VCD/DVD Oshin dengan English/Indonesian subtitles. Saya cuma mau kasih informasi, kalau banyak yang mau DVD Oshin dengan English subtitles, tolong kirim email ke Mayumi Akane di:

akane-m@micojapan.com

Beliau adalah contact person-nya NHK (broadcast network yang menyiarkan Seri ini aslinya di Jepang). Siapa tahu dengan lebih banyak yang mengirimkan email, lebih besar kans-nya untuk DVD ini dengan english subtitles akan dipublikasikan.

 
At 23.8.06, Blogger nYam said...

duh telat banget tau blog ini.

kalo aku inget Oshin-Orin-sama satu algi lupa judulnya. tapi tokohnya tuh dokter gitu. ah iya, pas Orin, ada logat jawa keluar: monggo.....
dubbing oh dubbing

 
At 9.10.06, Blogger Arya Danuarta said...

Kenapa ya, saya telat tau blog ini..hehehe, skrg say abisa punya waktu banyak untuk baca sekaligus nostalgia....

Ngomongin Oshin...saya jadi ingat, waktu Ayako Kobayashi datang ke Indonesia, saya sempet-sempetnya mimpiin dia dan kita sekelas di SMA...alakjan hahahaha....

Dulu sempet Metro TV nyiarin Oshin, nah saya sempetin untuk nonton tapi terhenti setelah ada Tsunami di Aceh, bisa gak sih Metro nyiarin lagi....Kangen nih...

 
At 5.11.06, Anonymous Anonymous said...

Halo sodara2...pengumuman saya akhirnya berhasil menemukan OST Oshin...format mp3 ada yg minat?? email to : chandra_gmh104@yahoo.com

oshin...ilove u so much...huhuhuhuhuhuhuhu....

 
At 8.11.06, Anonymous beta said...

Trivias #4:
Yang bener itu wawancara TV apa radio?

 
At 20.11.06, Anonymous Anonymous said...

oshin..hmmm iya nih jadi pengen denger lagunya wah enak banget didengerin lamat2 sambil mikir2 jaman doeloe wahaha ada yang punya gak?kasih tau yaa kalo punyak arcapala5@yahoo.com

 
At 15.12.06, Anonymous Fernando said...

gak bisa komen banyak-banyak, langsung obrak-abrik google utk cari theme song-nya. dapet di sini nih http://images.marsandhy.multiply.com/song/1/177/full/U2FsdGVkX1,Z2PpL4nSO5NEDj8BnAQrJ7HxwdJWFUIzXIoPig.XYH5z,McU9u,e,/Oshin%28NHKDrama%29.mp3
thanks buat yang provide!!
serial yg bagus buat pelajaran hidup sampai saat ini. very inspiring.

 
At 9.2.07, Anonymous Anonymous said...

serial yang OK banget !!! gak kayak sinetron model skrg yg gak jelas en gak mendidik.

 
At 12.2.07, Blogger Maro said...

oshin ngetop sih dulu

tapi gue lebih suka benteng takeshi, sumpah kocak abis tu acara. gue ampe bela-belain tiap hari sabtu malam ke rumah kakek gue di bona indah cuma buat nonton (karena rumah gue dulu ga ada dekoder RCTI, maklum dulu rcti musti pake dekoder kalau mau nonton)

 
At 14.2.07, Anonymous Oshin said...

ketika Jepang perang, para lelaki keluar rumah untuk berperang, tugas mencari nafkah, mengurus anak dan semuanya tumpah ke tangan perempuan, tapi kemudian lelaki itu datang dengan membawa kekalahan (perang), maka ...(kebanyakan) lelaki jepang "tunduk" kepada perempuan. :D pernah memperhatikan enggak... suaminya Oshin jg takut sama Oshin...:D

 
At 29.3.07, Anonymous Anonymous said...

waduh yang nulis hapal banget nih ceritanya, kalo saya jadi inget nenek saya yang suka berebutan remot sama cucunya gara2 pengen nonton oshin.

 
At 1.4.07, Blogger Lily Multatuliana said...

ampe sekarang masih sering terdengar kalu dirumah gak ada pembantu pasti bilangnya "gw lagi jadi oshin niy"

 
At 18.5.07, Anonymous Anonymous said...

Salam ama Terumi Higazhi, Nobuko Otowa,
mmmm .... tapi herannya kalo orang jepang diajak ngobrol tentang Oshin mereka nggak tau. hiks hiks

 
At 5.9.07, Blogger vie said...

Iya niihh... DVD nya gak ada,boro2 original, bajakan aja gak ada. Gak kuat kali tuuh pembajaknya nge download 200-an episode lewat torrent. hehehe..

eniwiei hajemimashite, senang membaca postingannya.. org bugis atau makassar ki??

 
At 20.9.07, Anonymous fais said...

oshin ga da matinye... hik...hiks...hikss.....

 
At 24.10.07, Anonymous dddion84 said...

tontonan keluarga gw setiap minggu malam kalo gak salah.
rinduuuuuuuuu masa masa itu! especially I miss my granma, she was a big fans of this drama..

 
At 13.11.07, Anonymous Anonymous said...

saya pengin sekali nonton tuh drama, tapi kalo di tv pasti di dub dan jamnya pasti juga tidak pas dengan kita. yang ideal yah nonton DVD nya
mengapa ya kok ga ada produsen DVD yang bajakan sekalipun yang berminat memproduksinya? ada ga yang tau akses ke produser DVD di indonesia?
Ato mungkin ada yang punya akses ke kosulat Jepang?

 
At 21.11.07, Anonymous Anonymous said...

waduh, dah lupa euy ceritanya

yg gw inget cuma gaya ngepel maju oshin doang. dulu nyokap sempet marahin pembantu gw yg ngepelnya sok pake gaya oshin ^^

 
At 18.12.07, Anonymous Anonymous said...

Yg selalu bikin pusing tuh pas nenek cerita ( gw kaga ngerti apa yg di ceritain ) trus lari deh scene cerita nenek nya . Dan berulang2 mulu kaga ada abis2 nya. Harapin abis mau liat acara selanjutnya....

 
At 2.2.08, Blogger sovic said...

OSHIN.......

Dia adalah seorang wanita, ibu, dan nenek yang sangat "perkasa".

Dia berjuang membesarkan dan menghidupi anaknya hingga dewasa. Walaupun dalam situasi dan kondisi yang sangat menyedihkan, dia tetap berjuang untuk tetap hidup.

Seandainya sekarang ada seseorang seperti dia, mungkin dia akan diberi gelar "pahlawan".

 
At 10.4.08, Anonymous Anonymous said...

Gue gak bisa komentar lain kecuali semua ulasan, bahasan, komentar anda-anda membawa gue ke jaman yang selalu gue kangen2i.. wah, rasanya baru kemaren yah nonton Oshin tahu2 udah tuwek gini hehehe. Waktu Oshin pertama kali tayang (tahun 85 ya!) gue baru kelas 1 smp. tapi bener tuh Oshin berakhir mendadak, waktu itu gue pikir masih ada kelanjutannya ternyata gone forever. kecewa siih... btw, Oshin bener2 film keluarga. Kalo udah Oshin semua anggota keluarga gue pasti ngumpul dan gak boleh berisik karena fokus dan konsentrasi harus ke film biar gak ngegangguin yang lain hehe..
Film top punya, menggambarkan dan mengajarkan nilai2 kehidupan. Gue suka banget soundtracknya!

 
At 19.5.08, Anonymous Anonymous said...

Oshin...aku mau filmnya,dvd nya,vcdnya...kalo ada.japri aku ya d mexitavi@yahoo.com

 
At 30.6.08, OpenID jendelaku said...

ga gitu inget gimana ceritanya oshin, aaah jadi kangen, bener2 ga ada dvd nya yah?

 
At 9.8.08, Blogger Didik Suharmanto said...

http://www.4shared.com/get/45272565/f292875a/TV_Themes_-_Oshin.html

 
At 9.8.08, Blogger Didik Suharmanto said...

atau di sini: http://www.2shared.com/file/2750063/a6c167fa/Oshin.html

 
At 6.11.08, Blogger diah said...

baru tahu ternyata cerita oshin tu kyak gtu...
kmrn2 Q slalu berfikir n' mengklaim bahwa Q tu cwe perkasa (maksudny??? ^_^) yG kuat,tegar, n' pantang nyerah juga gX boLeh ceNgeng. V Abiz bCa bLog Ni, Q mKin yKin kLo Q maNg Hrz gtu.
Tw wHy???
Oshin tU pAnggilan Q dr kcl bgt... (mentang2 sipit kali Y,pdhl Q lhir thn 90'n)ampe2 sodara2 ma tetangga2nya bener2 dah lupa nama asliQ... hikz...
pengen dunk nonton filmnya...

 
At 2.12.08, Anonymous Pakacil said...

Senang sekali, Oshin sekarang tayang re-run di TVRI, mulai pukul 19.30 wib atau 20.30 wita.

saking senangnya dengan Oshin, hanya sepintas mendengarkan OST-nya saja sudah langsung teringat Oshin. Sangat membekas.

 
At 20.12.08, Anonymous Anonymous said...

Kira2 dimana yah nyari film Oshin untuk gw koleksi?Kalo MP3 OST oshin alhamdulillah gw udh punya....

Meskipun gw lahiran 84, tapi dikit2 masih berbekas tuh film oshin...

 
At 24.12.08, Anonymous Anonymous said...

senang sekali TVRI mau nayangin OSHIN, tetapi ada yang tahu tidak forum atau milis atau apalah yang membahas review oshin tiap serial per tanggal tayang, masalahnya jika kehilangan satu aja episode OSHIN ketika kita berhalangan waktu atau stasiun TVRI daerah punya program tayang lain pastilah kita ketinggalan cerita, please....infonya

thanks

 
At 25.12.08, Anonymous direct said...

Oshin..

bagus banget filmnya..

ada yg jual DVD nya ngga ya???

 
At 31.12.08, Anonymous Nendra Cung said...

film DVD / VCD OSHIN semestinya ada jual di Glodok,Kota [dengan catatan: pinter-pinter nyari dan sabar]. tapi mutu [fisik DVD/VDC] kayaknya kurang bagus, kalo diputar di player DVD suka error, patah-patah, dsb.kecuali DVD / VCD player kita bisa main semua jenis film bajakan. atau kalo mau yang 'asli tapi palsu' :), bisa beli di My Idol Shop. tokonya ada di Plaza Gajah Mada , jl. Gajah Mada Jakarta Pusat. toko cabangnya juga ada di CitraLand Mall. setahu aku di toko itu jual film-film Asia yang lama juga ada, tapi kayaknya mesti pesen dulu kalo mau. harga nya tentu saja berbeda dengan yang di Glodok. hehehhehe. ya,..paling lebih mahal dikit. yang penting puassss!!! bravo OSHIN !!

 
At 5.2.09, Blogger Putu Myu said...

sepertinya saya sudah menonton Oshin sampai 3 kali tayang. Bahkan tahun ini tayang sekali lagi, berarti sudah 4 kali...ya?
saya setuju, kalau perjuangan Oshin ini bisa dijadikan teladan untuk semua orang saat ini....

btw, trus ulasan mengenai Orin/Rin, sendiri apa sudah ada?

 
At 9.3.09, Anonymous ayas said...

suka banget ma cerita oshin, apalagi lihat gaya berjalannya trus kimonony trus sanggulnya. weizz pokoknya suka semuanya apalgi jadian ma ryuzo, sayang ryuzonya gak tahan bantingan.. kalah ma oshin

 
At 29.6.09, Blogger satria120rubiru said...

oshin diputar di TVRI lagi, jam 19.30 wib, tp jarang nonton......ada yg punya cdnya lengkap dgn bahasa indonesianya nggak ya (tvri mesti jual tu kaset sptnya)

 
At 16.7.09, Anonymous Siapa Ya said...

Ayako Kobayashi (Oshin kecil) memang pernah datang ke Indonesia. Disponsori oleh Ajinomoto. Jumpa fans di Balai Sarbini (sekarang dikeliling i Plaza Semanggi) didampingi oleh Krisbiantoro dan seorang mc wanita -- gw lupa namanya. Gw punya kartu posnya dri teman almarhum bokap yang kerja di Ajinomoto. Sayangnya kartu pos itu entah dimana sekarang

 
At 29.1.10, Blogger ignast said...

Masterpiece nya melodrama Asia. Musik2 nya indah sekali. Naratornya suaranya mengawang-awang lembut, seperti istri saya kalo sedang bercerita...hehehe...

 
At 29.12.10, Anonymous lena said...

sayang gue masih smp ga terlalu suka film drama, tapi yang gue ingat ortu gua suka banget nih film, hehehe

 
At 21.7.12, Anonymous Anonymous said...

Takeshi, putranya oshin yg cakep itu dperankan aktor Norimasa Fuke yg sekarang (2012) usianya kira2 52 th. wajahnya lebih ganteng dari para personel boyband korea sekarang

 
At 27.12.12, Anonymous Anonymous said...

Film favoritku wkt SD, gak tau knp temen2 SD-ku menyebutku OSHIN.. Kt mereka.. Aq mirip OSHIN kecil (fisik) wkt itu..
Oshin adalah sebuah pelajaran yg gak ada di sinetron/drama seri jaman skr..
Setuju banget kl NHK mau memperbanyak dalam bentuk VCD/DVD, supaya generasi skr punya kesempatan melihat film yg punya "nilai" luar biasa..

 
At 1.5.13, Blogger Selvie said...

Tahu lokasi pembuatan Oshin di jepang di bagian mana yah..? mumpung di Jepang mau liat neh.. klo bisa ketemu oshin kecil pasti lebih seru ;) thank u ..

 
At 14.11.13, Blogger olive popeye said...

Inspire,

 
At 19.12.13, Blogger Ronald Diauon said...

http://www9.nhk.or.jp/asadora/info/031.html?TB_iframe=true

 
At 31.1.14, Anonymous Anonymous said...

Dulu pertama nonton di tvri , kemudian di tpi , saya yang cowok saja sempat nangis , apa lagi adegan oshin dipukuli. Terakhir tayang tahun 2006 di metro tv , itpun cuman sampai episode 10 habis itu putus. sekarang lagi berjuang mencari jejak oshin di toko dvd.

 
At 9.2.14, Blogger KIM said...

di youtube ada yg upload kok beserta english sub.
Baru setengah episode (100an) yg di sub.

 
At 20.2.14, Anonymous mukena bali said...

film yang inspirasi banget. tapi sayang sekarang sudah tidak tayang dan terakhir di metro tv. nyari dvdnya juga belum ketemu.

 
At 2.3.14, Blogger fitri meldiani said...

film ini favorite aku sejak smp. kalo di pekanbaru tahuun 2008 oshin masih tayang di TVRI sekitar jam setengah 1 siang. bela belain pulang cepet2 biar bisa nonton oshin. tiap kali nonton oshin pasti nangis. the legend bangedd.

 
At 30.6.14, Anonymous Anonymous said...

Gw baru semingguan ini nemu link lengkap episode Oshin.
Jadi membuka "luka lama" hehe..
Nggak lah, yang ada malah membangkitkan semangat perjuangan lagi :)

Semua episode ada subtitle bahasa Inggris. Awalnya gw nonton di Youtube tapi cuma ada sampai episode 176 kalo nggak salah. Cari aja "Oshin English" atau bisa coba klik ini http://www.youtube.com/channel/UCsfykn6SUc8xO6NmuDSVkkg/videos

Tapi katanya karena ngga ada izin dari NHK, sama orangnya dilanjutin di Facebook: https://www.facebook.com/OshinEng/videos

OK, selamamat menikmati & jangan lupa siapin tisu ;)

 
At 22.3.15, Blogger wiwi utami said...

Tak ada matinya nama oshin abadi sepanjang jaman, inspirasi wanita agar sekuat oshin menghadapi hidup, jempol banget dah , kisahnya dalem banget ampe air mata kering dipipi

 
At 29.4.15, Anonymous Anonymous said...

Jual DVD MP4 Oshin 285 episode. Bahasa Jepang, subtitle English. Format MP4, jadi bisa dimainkan diberbagai macam player (android, komputer, LCD/LED TV, DVD player dll). Hubungi 081548590174, BB 74BC4222.

 
At 21.8.15, Blogger Anton A said...

DVD serial TV Oshin totalnya ada 297 episode.
Full Serial dari awal sampai terakhir, dijamin tidak akan membuat Anda penasaran.
Masing-masing episode +/- 15 menit.
Fomatnya MP4 (13 keping DVD) bisa dimainkan diberbagai macam player.

Hubungi : 085642937363
Email : ibencarter@gmail.com

 
At 7.12.15, Blogger tristan ryanto said...

Sdikit Koreksi, Nama anak Pertama Oshin adalah Yu, bukan Takeshi,,, anak kedua cewek bernama Ai, yg meninggal krn keguguran, anak ke 3 bernama Hitoshi dan anak ke 4 cewek namanya Tei,,, selain itu Oshin mengangkat anak dr Kayo yg bernama Nozomi yg dianggap sbg anaknya sdr serta Hatsuko, bocah perempuan 9 thn anak buruh tani yg sedianya akan dijual ke rumah bordil tp diangkat anak oleh Oshin krn Hatsuko sangat mirip akan dirinya saat masih kecil, selain lincah, tanggap, sopan, ingin belajar dan selalu nampak ceria walopun hidup menderita serta selalu mencari kesibukan dgn bekerja tanpa kenal lelah dan rasa perhitungan, yg merupakan karakter dr Oshin sdr, hal ini juga yg membuat Yu, anak tertua Oshin jatuh hati pdnya krn sgt miripnya dia dgn ibunya yg merupakan wanita idolanya, sehingga berniat menikahinya selepas mengikuti perang, namun apa daya Yu malah tewas di belantara Philipina akibat serangan Malaria dan bukan krn mjd Pilot Kamikaze, Hitoshi lah yg awalnya berniat melanjutkan ke sekolah pilot demi mjd pilot kamikaze, namun mentalnya belum teruji dan dia membatalkan niatnya serta berniat terjun ke dunia bisnis

Sebenarnya kegundahan Oshin thd rencana expansi supermarket oleh Hitoshi diakibatkan krn dia bersaing dgn Namiki Supermarket yg dipunyai oleh Kouta Takakura, lelaki yg merupakan cinta sejati dr Oshin,,, Oshin menginginkan bisnisnya tidak clash dgn bisnis saingan yg merupakan milik cinta sejatinya tsb yg walopun tidak bersatu tapi Kouta tetap dgn setia mensupport dan menolong oshin dikala masih muda saat Oshin jatuh bangun jatuh lg bangun lg menghadapi keganasan hidup

Oya pd thn 2013, Oshin sudah dilayar lebarkan yg hanya menceritakan masa kecil Oshin yg dibintangi oleh aktris cilik Kokone Hamada sbg Oshin, yg dipilih krn mempunyai sorot mata lugu namun tabah & tegar sama sperti milik Ayako Kobayashi dulu,,, sedangkan Ayako Kobayashi sdr berperan sbg Mino Yashiro, ibunda dr Kayo dan Pinko Izumi yg dulu mjd Fuji Tanimura, Ibunda tersayang Oshin skrn menjadi Kuni Yashiro Big Boss Kagaya, nenek dr kayo dan mertua dr Mino yg memberikan Oshin ilmu2 setingkat masyarakat elit dan berpendidikan, sehingga walopun Oshin berasal dr keluarga super miskin yg tidak punya kesempatan utk belajar & beretika laksana masyarakat atas, tapi Oshin dibekali dgn ilmu & etiket setingkat masyarakat elit, sehingga pd saat itu siapapun nyaris tidak percaya klo Oshin berasal dr keluarga super keblangsak,,, aktor ke 3 yg kembali ikut berpartisipasi adalah Guts Isumatsu yg dahulu berperan jd Ken-San, gembong Yakuza yg selalu menolong Oshin disaat sulit di Tokyo, di film Oshin 2013 ini dia berperan jd Matsuzou, ato dipanggil sbg Zunchan yg merupakan teman dr desertir Shunzaku

 
At 1.3.16, Blogger Siti Hafsah said...

Blm pernah nton. Tapi temen2 ibu wkt aku masih kcil suka dipanggil oshin..haaha
Bener apa kata mba.. bayi/anak kcl agak putih + agak sipit lngsung dipanggil oshin.😅
Penasaran sama filmnya.andai di youtube ada yah...

 
At 13.3.16, Blogger nani indrawati said...

Skr tayang di tv kabel waku waku japan.. tiap senin s/d sabtu jam 8 mlm.. baru sampai episode 12 , nyokap aj w sodorin film ini langsung seneng bgt, wlwpun w ga pernah nnt kr kelahiran 87 sih.. hehe.. tapi rada gergetan sm yg jahat2 itu tsune.. sm2 pembantu koq lagaknya ud ky majikannya aj

 
At 17.3.16, Blogger tiOmy b adi said...

Luv u esso wenny ulasannya mngingatkan saya pd (ingus yg selalu meler saat nonton si oshin..hahahaha..)nanti gua yang tanda tangan duluan dah kalo mmg ada yg ada mo rame bikin petisi buat NHK, kita tuntut produksi DVD/VCD Oshin Indonesian bersubtitle.hahahahaha GoodLuck wenni..

 
At 4.4.16, Blogger Lukman said...

Film oshin sdh diputar ulang di first media channel 340 hd atau 254 dan sdh memasuki episode 31. Mengenang filem yg melegenda

 
At 10.4.16, Anonymous syairko.com said...

Masih inget tentang Oshin. Waktu itu saya masih kelas satu SD...

 
At 12.9.16, Blogger hema fairus said...

Keren...makasih y

 
At 2.12.16, Anonymous Anonymous said...

Sekarang Oshin diputar ulang di Wakuwaku TV dr Jepang mmg hrs lewat kabel TV jam 20:00 utk 15mnt

 

Post a Comment

<< Home