Wednesday, May 10, 2006

Bus Kota Jakarta 80-an

Atas doa restu dan sedikit paksaan Master Q, pemilik pangkalan blog lapanpuluhan ini, akhirnya nulis lagi deh ... (klarifikasi dari Q selaku redaktur:.. eh, ane gak pernah maksa ya, ente sendiri yang berisik di milis cerita2 soal bus kota jaman 80-an, lalu menawarkan diri buat bikin posting disini... ya secara menurutku cerita2 itu cukup lucu buat diangkat disini ya aku restuilah... meskipun rada2 'jakarta centris', tapi kayaknya menarik untuk dibahas... tariiiik!!.. )

Bis Kota sudah, miring Ke Kiri
oleh sesaknya penumpang
Aku terjepit, di sela-sela
Ketiak para penumpang
Yang bergantungan ...
(Bus Kota, dinyanyiin oleh Franky Sahilatua)



Sebenernya, nulis ini awalnya terinspirasi dari game SimCity 4 Rush Hour, yang menuntut pemain mengatur manajemen transportasi kota - mengkombinasikan antara penggunaan transportasi bus - kereta api - monorel - subway - dll. Mestinya Gubernur DKI Jakarta ataupun pejabat PEMDA DKI Jakarta seharusnya bermain game ini sebelum dilantik menjabat tugasnya .... (red: Maen SimCity itu bisa jam-jaman selama berhari-hari... tolong dipertimbangkan lagi saran anda yang menyuruh para pejabat maen game ini, bisa2 kota ini terbengkalai gara2 pejabatnya sibuk maen game :D)

Tapi terlepas dari segala kebijakan para pejabat dalam urusan transportasi Jakarta, bukan hal ini yang akan mau dibahas. Tetapi ini mau bahas soal bus kota di Jakarta di masa2 keemasan kita bersama, jaman 80-an. Bukan maksud tulisan ini khusus buat anak2 80-an yang gedhe di Jakarta doang ya... Yang tinggal di daerah lain juga boleh baca kok. Anggap aja sebagai 'studi banding' ;)

Saya kenal bus kota di Jakarta dari jamannya pelajar bayarnya masih pake karcis (hebat gak? sekarang kemana ya sistem karcis ini?), terus bayar jigo (red: jigo gak pake 'ng'... artinya selawe repes.. eh maksudnya dua lima ... eh bukan yang merek alat KB yah :D), naik jadi gocap (red: limapuluh perak), terus cepek (red: kondekturnya pak ogah... cepek dulu dong). Tarip cepek ini sempat bertahan lamaaaaaaa banget. Belakangan naik jadi gopek. Terus terang, meskipun dari-dulu-sampai-sekarang ini pelayanan bus kota itu sangat memprihatinkan, mulai dari bus yang reyot, asep yang ngebul sampai copetnya yang aujubileh ... suka-tidak-suka, ini merupakan salah satu moda transportasi masal yang dicela-tapi-dibutuhkan oleh warga Jakarta.


Tapi teman2 tau gak, selain PPD yang merupakan Perusahaan Negara (kalo mau tau ceritanya, cari aja di Wikipedia), dan Mayasari Bakti yang sampe sekarang masih bertahan ... di tahun 80-an itu ada banyak perusahaan bus yang melayani berbagai trayek di Jakarta.

MENGENAI PPD

Tau kepanjangannya PPD? ...Perusahaan Pengangkutan Djakarta... yup, masih pake edjaan 'DJ'. Kalo ikut EYD kan mestinya berubah jadi PPJ... Kebayang kan betapa udzurnya perusahaan yang satu ini? Entah bagaimana nama dengan ejaan purba itu kok bisa lolos dari para polisi EYD dan bertahan hingga lebih 30 tahun.

Di tahun 1985, dengan semangat 'Bhinneka di-Tunggal Ika-kan', Menteri Perhubungan Kabinet Pembangunan IV, yakni Yang Terhormat Bapak Roesmin Noerjadin, mengeluarkan SK Menteri yang mengatur Perusahaan Otobis (sering disingkat "P.O.") di Jakarta.Surat Keputusan itu menetapkan perusahaan2 bis swasta yang melayani rute di dalam kota Jakarta dilebur menjadi satu di bawah naungan PPD (minus Mayasari Bakti... bandel juga ni anak :D)

  • PT Ajiwirya, PT Saudaranta: Unit I - pangkalannya di mana - lupa

  • PT Djakarta Transport, PT Arion: Unit III - pangkalannya di Klender jadi Depo F

  • PT Medal Sekarwangi: Unit V - pangkalannya di Cawang jadi Depo J

  • PT Merantama: Unit VIII - pangkalannya di Klender jadi Depo E

  • PT SMS: Unit A - pangkalannya di Kramat Jati / Pondok Gede jadi Depo H

  • PT Gamadi: Unit B - pangkalannya di Jelambar jadi Depo K

  • PT Pelita Mas Jaya: Unit C - pangkalannya di Halim jadi Depo G

Note: untuk pangkalan-nya please CMIIW, karena lupa-lupa inget :)

BTW, PT. Saudaranta masih sempat melayani rute Tanah Abang - Bogor via Petamburan - Slipi - Mayestik - Kebayoran Lama - Ciputat - Parung, sedang PT. Medal Sekarwangi (apakah itu sama atau tidak dengan yang diakuisisi PPD, nggak jelas), rutenya Jakarta - Sumedang, PP. Gamadi sempat melayani rute 46 (cililitan - grogol, berubah menjadi kampung rambutan - grogol, sampe sekarang masih ada), 20 (blok m - grogol, berubah menjadi blok m - kalideres, pake bus tingkat cap Leyland, dan tiba2 rutenya hilang) ... selanjutnya lupa :)

BIS yang Digunakan

PPD

Pada tahun 1974, sebagian besar bus kota di Jakarta diremajakan dengan penggunaan Dodge 600 dan Mercedes dengan karoseri Superior Coach (dulu pabriknya di Cawang, sebelahnya Parmadisiwi yang sekarang jadi kantor BNN). Selanjutnya di tahun 1980-an, sebagian armadanya diremajakan lagi dengan penggunaan Mercedes O306, dengan bangku konfigurasi 2-3 yang kalo kita naik dan gelantungan ... hebat kalo nyampe tiangnya . Di tahun 1985, armada PPD diremajakan lagi dengan pengunaan Mercedes O306, dengan bangku konfigurasi 2-2 yang memiliki pegangan tangan .... Selanjutnya, dalam perkembangannya, diremajakan lagi dengan penggunaan Mercedes O408 produksi Volgren yang lebih panjang.

PPD juga pernah memiliki armada Bus Tingkat ... dan bus yang dipergunakan adalah Leyland Atlantean dan Volvo Olympian. Entah karena kurang perawatan atau gimana, Leyland Atlantean lebih sering terbakar dibandingkan Volvo Olympian. Umumnya sekarang bus tingkat ini sudah menjadi besi tua, dan beberapa unit dijadikan restoran (hebat gak?), di Kafe Tenda Semanggi (kalo gak salah namanya: Kafe Bis Tingkat).

Mayasari Bakti

Sama dengan PPD, Mayasari Bakti dulunya menggunakan Dodge 600 dan Mercedes dengan karoseri Superior Coach, yang kemudian diremajakan.

NOMOR BIS

sekedar clue ... dulu rute2 bus besar (PPD / Mayasari Bakti) itu bisa dikenali dengan nomornya ...

nomor 1x dan 1xx (mis 10, 11, 101, 105) = startnya dari terminal Blok M
nomor 2x dan 2xx (mis 20, 28, 203, 213) = startnya dari terminal Grogol / Kalideres
nomor 3x dan 3xx (mis 30A, 32, 34, 300) = startnya dari terminal Rawamangun
nomor 4x dan 4xx (mis 40, 41A, 406, 402) = startnya dari terminal Cililitan / Kampung Rambutan
nomor 5x dan 5xx (mis 50, 51, 504, 507) = startnya dari terminal Pulo Gadung
nomor 6x dan 6xx (mis. 60, 68, 602) = startnya dari terminal Tanjung Priok
nomor 7x dan 7xx (mis. 70, 77, 78) = startnya dari terminal Kota
nomor 8x dan 8xx (mis. 82, 802, 806) = startnya dari terminal Senen
nomor 9x dan 9xx (mis. 92, 900, 906) = startnya dari terminal lainnya (Manggarai, Kampung Melayu, Depok, Tanah Abang, dll).
nomor Px dan Pxx (mis. P (atau Patas) 2, P5) = Patas

sedang untuk Metro Mini, dibedakan dengan tulisan huruf di depan nomor, misalnya T = Timur, B = Barat, U = Utara, P = Pusat, S = Selatan).

RUTE-RUTE TERKENAL

rute2 yang terkenal dari PPD (beberapa diantaranya) yang sudah almarhum:

PPD 40 rute Cililitan - Lapangan Banteng via Dewi Sartika - Otista - Salemba - Kramat, berubah menjadi Cililitan - Pasar Baru, dan terakhir menjadi Kampung Rambutan - Pasar Baru. Rute ini terkenal banget, sampei di anak2 SMA 1 ada geng Boedoet 40 ... busnya mulai dari Dodge dengan moncong panjang yang dioperasikan oleh Pelita Mas Jaya warna hijau tua, terus diremajakan pake Mercedes OF 306.

PPD 14A rute Blok M - Lapangan Banteng via Sisingamangaraja - Sudirman - Diponegoro - Kramat, berubah menjadi Blok M - Pasar Senen .... busnya menggunakan bis tingkat Leyland ... beberapa unit terbakar di jalan (bukan dibakar) karena maintenance yang buruk, jalannya lelet banget ... belakangan busnya berubah menjadi Mercedes ....

PPD 700 rute Cililitan - Kota via Manggarai - Menteng - Harmoni - Gajah Mada, berubah menjadi Kampung Rambutan- Kota. Bayangkan dengan Rp 100 perak (pelajar) atau Rp 250 perak (umum/dewasa) ... rute sejauh hampir 40 km ditempuh ... biasanya si supir kalo gak muter di tugu Pancoran, muternya di tugu Tani ... jauh + macet boookkk ....

PPD 900 rute Depok - Senen via Raya Bogor - Bypass - Pramuka - Kramat ... salah satu bus favorit mahasiswa yang menghubungkan kampus UI Salemba dengan kampus UI Depok ... alternatif angkutan ke Depok selain kereta api. Populer banget, kalo naek di sore hari, dijamin desek2an ....

Mayasari Bakti 107 rute Blok M - Kampung Melayu via Mampang - Otista. Favorit ane dulu, dari jaman masih menggunakan bus Dodge, ganti dengan Mercedes (sampai sekarang) ... sampai sekarang masih ada, meskipun bisa dihitung pakai jari armadanya ... terkenal kalo lewat Otista menjelang terminal Kampung Melayu, gak pernah pelaaan ...

Mayasari Bakti 402 rute Cililitan - Kebayoran Lama via Mampang, Mayestik, Velbak ... satu2nya bus yang mendarat di Pasar Kebayoran Lama.

Mayasari Bakti 905 rute Bekasi - Senen, kemudian diperpanjang jadi Bekasi - Kota via Mangga Dua, meskipun ujung2nya gak pernah lagi sampai terminal Kota, karena langsung muter di depan ITC Mangga Dua. Ini bus favorit waktu SMA kalo mau ke Mangga Dua ...

PATAS

Pada taon 1980-an muncul bis Patas yang merupakan akronim dari cePAT dan terbaTAS, dengan kursi berbantalan busa (kalo PPD / Mayasari Reguler, kursinya dari fiber yang kerasnya minta ampun), dengan kewajiban setiap penumpangnya harus dapat tempat duduk. Mula2 tarifnya Rp 550, terus berkembang ... berkembang ... sampe sekarang gak tau berapa tarifnya ...

Dalam perkembangannya Patas ini berubah menjadi akronim tanPA baTAS, alias gak ada bedanya dengan bus reguler di mana penumpangnya dijejali sampai penuh dan jalannya pun lelet banget ...

Rute PATAS yang terkenal:

Patas 1 = Blok M - Kota via Sisingamangaraja - Sudirman - Thamrin - Harmoni - Gajah Mada. Rutenya sama persis dengan bus reguler PPD 70, cuma ini lebih kenceng aja ... Dalam perjalanannya, Patas 1 ini kemudian berubah bentuk menjadi Patas AC 01, dan kemudian hilang dan digantikan Busway Koridor 1

Patas 2 = Cililitan - Kota via Dewi Sartika - Otista - Salemba - Kramat - Harmoni - Gajah Mada. kemudian sejak dibuka terminal Kampung Rambutan, rutenya jadi tambah panjang sekitar 10 km. Rutenya bersinggungan dengan bus reguler PPD 40. Belakangan rute bus ini (sempat) hilang, kemudian digantikan dengan bus Steady Safe, dengan Patas seratus-berapa dengan rute yang sama persis.

Patas 6 (Mayasari Bakti) = Cililitan - Grogol via Gatot Subroto - Slipi ... rutenya sama persis dengan PPD 46. Sampai sekarang masih ada.

Patas 7 (Mayasari Bakti) = Pulo Gadung - Grogol via Perintis Kemerdekaan - Cempaka Putih - Harmoni - Roxy, kemudian sejak terminal Kalideres dibuka ... muncul bus baru Patas 7A . Rutenya hampir sama persis dengan bus reguler PPD 504, perbedaannya PPD 504 itu lewat Tomang Raya.

Patas 27 (Mayasari Bakti)= Blok m - Bekasi ... booming kota satelit, ternyata merambah juga ke trayek bus. Bus Patas ini merupakan patas rute jauh, yang selalu ada extra charge buat ongkos tol, hehehehe ...

Terminal

Terminal Lapangan Banteng
Sisi selatan yang berhadapan dengan Hotel Borobudur dijadikan terminal bus. Ditutup pada taon 1985, sekarang jadi bursa tanaman holtikultura ... Yang pasti, kalo mau tahu kenapa Patung Pembebasan Irian Barat itu warnanya hitam dan bentuknya seperti orang berteriak ... itu karena efek dari asep solar Lapangan Banteng ... hehehehe ....

Terminal Blok M
terminal yang telah direnovasi dan menjadi proyek percontohan. Ada mal di bawah tanahnya, cuma dari pertama buka sampai sekarang saya gak pernah masuk ... Sempat menjadi terminal antar kota untuk rute selatan (Depok, Bogor via Parung) di tahun 80-an, sebelum akhirnya terminal untuk bus antar kota direlokasi ke Lebak Bulus, tetanggaan dengan stadion Lebak Bulus.

Terminal Grogol / Kalideres
Sewaktu pembangunan jalan layang Grogol, terminal ini termasuk yang sempat ditutup dan direlokasi ke Kalideres, yang berjarak kurang lebih sekitar 20 km ke arah Barat. Di tahun 80-an, terminal ini menjadi terminal antar kota untuk bus-bus jurusan Tangerang - Merak bahkan sampai ke Sumatera. Belakangan terminal ini dibuka kembali, tetapi sebagai terminal transit saja.

Terminal Rawamangun
Cuma 1x - 2x mampir, jadi susah untuk diceritakan. Tetapi belakangan terminal ini dijadikan terminal untuk bus-bus antar kota rute Lintas Sumatera.

Terminal Cililitan / Kampung Rambutan
Sudah direlokasi ke Kampung Rambutan, dan sekarang udah menjadi PGC (Pasar Grosir Cililitan). Dulunya terminal ini merupakan terminal yang melayani rute dalam kota maupun luar kota, khususnya ke jalur selatan (Bandung, Sumedang, Bogor via Jagorawi, Sukabumi, Purwokerto, dll.)

Terminal Pulo Gadung
Rencananya akan direlokasi ke Pulo Gebang, BTW terminal ini termasuk salah satu terminal tertua di Jakarta. Melayani rute dalam kota maupun luar kota, khususnya rute Pantura. Termasuk rawan, karena kasus pembiusan sering terjadi di tempat ini.

Terminal Tanjung Priok
SA-DI-BA ... salah dikit bacok. Terminal paling rawan ya di sini ... sampai sekarang. Entah karena memang dekat dengan pelabuhan sehingga mengakibatkan penghuni-nya jadi cepat panasan ... entah :) Tapi kalo mau naik kapal laut, naik bis sampai terminal ini, selanjutnya tinggal naik ojek pelabuhan, cepat - murah (tapi soal keamanan, tidak janji lho!)

Terminal Kota
Terminal kota yang asli adanya di kawasan kota tua, di Jalan Kali Besar Barat. Masih digunakan untuk terminal angkot (mikrolet, APB, KWK). Sedang terminal yang baru adalah terminal busway yang terletak di depan stasiun Kota. sekarang lagi dibangun terowongan, sehingga lebih terintegrasi.

Terminal Pasar Senen
hmmm ... ini adalah salah satu terminal utama di pusat kota Jakarta. Terintegrasi dengan Pasar Inpres Senen dan belakangan dengan Atrium Senen, konon merupakan terminal yang paling banyak copetnya ... yang tidak pernah terlupakan dari Terminal ini adalah bursa majalah / koran / buku bekas yang ada sampai sekarang .... dan kalo kita masuk ke dalam kawasan bursa itu, hmmm ... pasti ditawari buku macam2 mulai dari yang halal hingga yang haram ... (termasuk stensilan)

Terminal Kampung Melayu
hmmm ... nantinya di sini akan dibangun menjadi terminal untuk Monorel Jalur Biru ... tapi entah kapan. Terletak di kolong jembatan layang Kampung Melayu, lapo tuak-nya yang terletak di terminal ini lumayan cukup enak (he he he :))

Terminal Tanah Abang
salah satu terminal termacet di Jakarta, belakangan terminalnya dihapuskan dan dijadikan pasar. Harusnya terminal ini terintegrasi dengan Pasar Tanah Abang dan Stasiun KA Tanah Abang .... tapi entah bagaimana, koq malah jadi tambah macet yaaaaa ....

Terminal Manggarai
terletak di depan Pasaraya Manggarai, terminal ini masih digunakan .... cukup crowded dan macet.


Oleh: JAMES, bukan bekas temer atau bekas kenek ppd ... (red: tapi supir.. :D)

62 Comments:

At 10.5.06, Anonymous anddank said...

Jaman sekolah sd/smp dulu, paling sering bolos sekolah ke blok m atau lapangan banteng. Naik bis dari halte setia budi/karet, naiknya rombongan 5-7 orang, pas ditagih ongkos sama kondektur, bilang "..belakang bang" (maksudnya yg bayar di belakang), yg di belakang bilang gitu juga..dst..dst.. pas yg paling belakang cuma bayar..buat sendiri... kondekturnya ngedumel. "..bilang aja numpang". Kalo inget sekarang...kasihan juga tuh...kondektur..

 
At 15.5.06, Anonymous Anonymous said...

gw baru ngeh.. kalo d metro ada huruf B,P,U itu nandain tRAyek kotamadya yg bersangkutan tohhh..
TOblah yang Nulis...

 
At 16.5.06, Blogger guario said...

Secara SD sama SMP gue deket rumah, gue hampir nggak pernah naek bus, paling jalan, naek sepeda ato becak.

Dan secara gue tinggal di daerah Klender yang banyak pangkalan busnya itu, ketua RW gue adalah salah satu direktur PT Mayasari Bhakti, hehe... Anaknya temen SMP gue tapi teteup aja nggak pernah bisa gratisan.

Gue suka banget sama bus bermoncong dan bus tingkat. Gue inget bus tingkat nomor 55 kalo nggak salah yang jadi andalan gue kalo mau ke Gunung Agung Kwitang sebelom pindah ke samping kali deket Tugu Pak Tani, ato ke Gramedia Pasar Baru, kalo lagi bosen naek T46 ke Gramedia Matraman.

Dan gue heran ya, kenapa kebijakan yang udah bagus dari zaman dulu itu nggak diterapin lagi zaman sekarang kayak karcis buat anak sekolah. Kan nolong tuh kalo setiap anak sekolah dikasih karcis yang disubsidi jadi nggak ngerugiin perusahaan.

Halah, gue ngayal.

 
At 16.5.06, Blogger masdhiet said...

Bisss Kotaaaa !!!! Huaaaaa !!!!!
Gwe punya sodara sepupu tinggal di Condet .... kita semua saking akrabnya sampe kalo mau maen ke rumah mereka yang diCondet atau ke rumah di Pulomas selalu pake KOPAJA T 501 jurusan Pulogadung- Cililitan ... kalo gak salah jaman2 itu KOPAJA baru beberapa deh en bisnya jarang ada yang bagus ... Kalo kita kita pengen jalan ke Sukabumi ke tempatnya Eyang Kakung -Putri, pasti kumpul dulu di Condet en baru deh Bulik (Almarhumah) bawa kita-kita ke Cililitan en ke Sukabumi ...
Gwe kuliah di Bintaro ... jaman dulu pas lagi semester2 awal inget banget ada Bis Tingkat 508 jurusan Pulogadung-Blok M ... kalo nyegat di deket rumah agak siangan dikit pasti udah penuuhh bgt ... tapinya gwe seneng aja soalnya yang naek banyak mbak2 yang kerja kantoran ... pake stelan blazer .. cantik2 en wangi ... hmmmm
Itu 508 jalannya ... haduuhhh ... pelannyaaaa .... mangkanya gwe pasti kira2 kalo males ikut kuliah di jam2 pertama pasti naek 508 sekalian liat2 jalan dari tingkat paling atas ... asal jangan kebakar aja ... soalnya gwe pernah kejadian lagi tidur ... tau2 di deket LIA Pramuka semua penumpang pada panik en rebutan turun gara2 ada asap ... gak taunya cuman mesin aja yang panas ....
Akhirnya 508 udah gak ada diganti pake Patas 36 en gak lama ada PATAS AC 08 ....
How time goes by ....

 
At 16.5.06, Blogger idarmadi said...

Taon 86-88, gw sekolah di SMAK III Gunsa tinggal di kota, naik bus regular Rp.100,- HAHAHAHAHHAAHAHAHAH Kalo Patas yah Rp.100 juga soalnya khan pelajar. :P

Kalo males naik bus, gw naik Mikrolet Senen-Kota bayar Rp.200,-

Opex gw per hari Rp.1.000,- Rp.500 untuk transport, Rp.500 untuk makan dikantin.

Taon 88an gw dibeliin motor bebek Honda. Rp.1.000,- bisa beli bensin untuk transport 1 minggu..... asik coi!!! hahahahahhaa

Gelo sekarang gw pake boil 1 bulan BBM tembus Rp.1 jeti.... duh!!!!

 
At 17.5.06, Anonymous Anonymous said...

ajrit !!! ini yg nulis rajin buat diary kali yak?? lengkap benerrrrrrrrrr ???

sembah sujud buat yg nulis, hehehe

 
At 19.5.06, Anonymous Bebek Kasian said...

nomer bis kepala 8 itu aslinya dari lapangan banteng, setelah terminal banteng bubaran baru pindah ke terminal senen...
Tambahan lagi buat nomer trayek metro mini...P0X dan P1X, U2X dan U3X, T4X dan T5X, S6X dan S7X, B8X dan B9X...contoh:
S75 Blok M - Ps Minggu
S610 Blok M - Pd Labu
P08 Senen - Rajawali
dll...

 
At 19.5.06, Blogger Yuanz said...

Buset Oj !!!

klo emang bukan temer ato kenek.. knapa sgitu apal??.. jgn2 mantan petugas ddlajr !!! ekekekeeekek

hebadddzzz Hebaddddzzzzz....

** Salutz **

- Makan yuuukkzz .. Laper -

 
At 19.5.06, Blogger Anca Syah said...

Eh dulu waktu pertama kali ke Jakarta, gw kan niat banget pengen naik bus tingkat.
dic ari cari..kok gak ada lage sehhhh

Adanya juga nemuin ex bus tingkat di terminal Blok M

Cincaiiiii
Tapi suseh kali ya kalo ada bus tingkat di jakarta

Akhirnya nemu bus tingkat tapi gw nemunya di Singapura.
Akhirnya hajatpun kesampaian

 
At 24.5.06, Anonymous Anonymous said...

Terminal Rawamangun sekarang jadi terminal alternatif utk yg mau ke Sumatera dan Jawa tapi ogah ke Pulogadung :p

 
At 26.5.06, Blogger ARS CooL said...

Bener2 tempat nostalgia disini! Baru kali ini bisa liat bus tingkat lagi, setelah sekian lama... xixixi

 
At 30.5.06, Anonymous Anonymous said...

bis tingkat yg merah di foto ini, masih ada yg bagus kondisinya, bisa diliat di halamannya kantor DHL di daerah tomang-slipi.. :) tapi warnanya udah jadi kuning, nggak merah lagi

-donces-

 
At 2.7.06, Blogger v1rzh4 said...

baydewey... mo ngasih tau aja...
exact number untuk jumlah armada 107 itu cuma ada 5!!!
Secara setiap hari naik bus ini, mau gak mau antara kenek dan aku udh punya ikatan batin, dia hafal banget tempat turun aku :-P

 
At 13.7.06, Blogger Nabiha said...

Waddduh jadi flash back neeeh...
Langganan bis 34 dari tenabang ke rawamangun. pan rumah dulu di gondangdia dan sekolah kite di pegangsaan. brenti depan megaria... tuh jaman smp. Pas sma langganannye bis 101, ke gambir. Kuliah tetep pake 101 sampai bubaran tuh trayek...

 
At 13.7.06, Blogger krupuk said...

Wah, seru!! Kenapa baru sekarang taunya, coba 3 tahun lalu pas kita lagi membuat dokumenter Bus Kota di Jakarta hehehe...

Nice blog!

 
At 17.7.06, Anonymous Anonymous said...

jadi pengen naik bus ppd 14 a blok m - sutomo lagi. naik di atas paling depan. dari blok m ke senen bisa 1 jam lebih. tapi asik banget.

 
At 19.7.06, Anonymous Avante said...

gw kangen naik bus tingkat di Jakarta... belum pernah naik ke lantai 2 nya nih T_T

 
At 19.7.06, Blogger Lili said...

Bus 68 tg priok, gue kecopetan dua kali..
dompet Esprit Palsu (ingetkan dulu ngesprit abiiis) gue kecolongan..ha.ha..rasain tuh copet...tapi teteb duit bablas..

sehingga turun ditengah jalan belum sempat bayar kenek...

jalan kaki ke rumah sodara terdekat, trus minta duit buat pulang...duh malu2in...dua kali lagi...sampe2 sodara gue kagak percaya gue kecopetan..habisnya dateng lagi ke situ minta duit lagi buat pulang...waaaaaa

 
At 21.7.06, Blogger AmmuR said...

hwwaaaakss..gue inget pengalaman nge-bete-in kalo naik bis waktu SMA..bis PPD 63 jurusan Senen-Tanjung Priok...naik dari Gunung Sahari sebrang Boedoet menuju ke Sunter Kodamar...weekkss...bis2 jaman dulu juga sering bgt nggak ngangkutin anak sekolah..sekalinya bulan puasa n pas sekolah pulang sore..dari skitar jam 5 nunggu bis sampe beduk puasa jam 6kurang masih nggak dapet2...dari masih rame banget anak2 pulang sekolah sampe udah sepiiii bgt...udah pada buka...masih nungguuuuuuuu terus...PPD 63nya nggak mau brenti-brenti..mana bisnya jarang laggee. hiks...padahal perut laper mo buka puasa...hehehe kalau inget jadul jd nyengir2 sendiri..

salut utk James atas tulisan ttg bis2nya... :))

 
At 25.7.06, Blogger imgar said...

aku gak 'kenal' dengan bis di jakarta..karena gak pernah tinggal di sana..

tapi, seru juga kayanya ya..?

 
At 28.7.06, Anonymous Anonymous said...

saya kebetulan sedang nonton Trans TV di acara Good Morning (Jum'at 28 Jul 06) di salah satu segmennya mengulas masalah nasib buruk yg menimpa perum PPD, lantas saya browse lewat google search about PPD, kemudian muncul blog lapanpuluhan yg salah satu postingnya mengenai bus kota di jakarta (salah satunya PPD)...membaca tulisan sdr James saya jd sempat lupa akan nasib perum PPD yg memprihatinkan, abis saya malah senyum2 membaca tulisan dan desian web nya apalagi slogan MEMBLE tapi KECE, he he he lapan puluhan abisssssssss inget waktu saya masih di bangku SD...
kembali ke masalah PPD, kalo teman2 ada yg memperhatikan lewat berita di koran atau di TV,nasibnya sangat sungguh memprihatinkan, diluar kondisi bis nya yg sudah tdk layak alias reyot sana-sini, nasib pegawainya pun tak kalah "reyot"nya, sudah beberapa bulan ini mereka tidak mendapat gaji...(kelewatan kan??)untuk tempat tinggal pun ada yg memanfaatkan bis2 yg sudah tdk terpakai, karena mereka sudah tak sanggup utk menyewa/kontrak rumah..
saya sendiri sejak kecil sudah akarab dengan kendaraan umum, maklum wong cilik...
perlu KESADARAN dari pihak yang berwenang terhadap perum PPD supaya nasib pegawainya lebih diperhatikan...kami sebagai masyarakat biasa hanya bisa berdoa supaya gaji yg telat secepatnya dibayarkan dan kesejahteraan mereka lebih diperhatikan..dan bagi pengguna jasa angkutan umum bayarlah tarif sesuai dengan ketentuan..


best Regards
-HPR-

 
At 6.8.06, Anonymous Anonymous said...

Om, calah bukan Volvo Olympian tapi Volvo B55 tuch !

 
At 14.8.06, Anonymous Badrquest said...

Gw sih waktu kecil inget rute 58 yg ada hidungnya itu, kalo gak salah trayeknya dari pulo gadung pasar baru via jiung kemayoran, yg paling gw inget karna gw pernah ngomel ma sopirnya gara-gara doi nerabas pintu perlintasan kereta di daerah depan stasiun kemayoran,waktu itu umur gw masih 8 taonan (gile ye masih inget). serem banget soalnya gw dah liat kepala lokomotifnya deket banget, untung tuh sopir masih sempet neken gas....eh iya jaman entu, pintu perlintasannya masih berbentuk pagar dengan relling roda, kayak pintu pagar rumah, yang kalo ditutup pake acara dorong-dorong....gak kaya sekarang serba otomatis.

 
At 14.8.06, Anonymous Anonymous said...

Dulu sistem trayek bus sempet pake pasangan angka dan huruf kan yah?? (butuh pembenaran dari orang lain karena nggak yakin dengan memori diri sendiri)
Soalnya dulu kalo ke sekolah, oma bilang musti naik bis 30-C , kalo naiknya 30-A nanti munculnya di tempat lain... dan gak bisa pulang karena banyak penculik anak kecil berkeliaran di jalan...

Eh... ada yang tau nasibnya Bis Sekolah nggak sih???

 
At 1.9.06, Anonymous Anonymous said...

Bro james, ada yang kurang tuh! Trayek PPD 806 Pasar Minggu - Lapangan Banteng. Trayek spesial anak Boedoet Selatan :D:D:D, memory 80-an waktu sekolah. Lebih cepet dari PPD 700 tapi lebih penuh, coz isinya anak-anak Boedoet semua. Gak ada copet tapi sering tawuran di Gambir :) n kadang-kadang trayek berubah tanpa permisi (kalo gak mau tawuran).
Kalo bis sekolah masih ada di casablanca jurusan kampung melayu - tanah abang. Tambah ancur aja itu bis.
Btw waktu itu naik 806 masih bisa bayar gocap :D

Toge 806

 
At 7.9.06, Anonymous dzunir said...

Oh ya , coz sekedar mengingat aza , tahun 2006 ini semakin dikit aza trayek reguler bis kota di Jakarta , Mulai dari kepala 1 nyang artinya dari Blok M cuman Route 107 (Mayasari Blok M - Kp Melayu, Mercedes Benz Th 1978 - 1984), Route Kepala 2 ( Berawal dari terminal Jakarta Barat/ grogol or X deres) ada 213 (PPD Grogol - KP melayu, Mercedes Benz OH 408 Th 1991), Route kepala 3 (Berawal dari Rawamangun) ada 300 (Mayasari Blok M Rawamangun, Mercedes Benz Th 1978 - 1984) , Route kepala 4 (Berawal dari Cililitan) msh ada 41 a (PPD Cililitan - Ps Baru Mercedes Benz O 306 Th 1986 - 1989) 43 (PPD Cililitan - Tj Priuk Skr Bis second import dari Jepang Th 1993) 45 (PPD Cililitan - Blok M, sama Bis second import dari Jepang Th 1993) 46 (PPD Cililitan - Garogool , sama Bis second import dari Jepang Th 1993)Kepala 5 (Berawal dari P Gadung) msh ada 50 (Mayasari P Gadung - Priok , Mercedes benz Th 1978 - 1984) 51 (Mayasari P Gadung - Priok Lewat Pemuda , Mercedes Benz Th 1978 - 1984) 52 (PPD P Gadung - Ps Baru , Mercedes Benz 306 Th 1987-1989) 57 (Mayasari P Gadung - blok M , Mercedes Benz Th 1980-1983) 58 (PPD P Gadung - Harmoni , Mercedes Benz o306 Th 1987-1989)Kepala 6 (Berawal dari Priok ) 60 (PPD T Priok - Senen , Nisan Th 1997) Kepala 9 (model bebas) 926 (Mayasari blok M - Ps baru , Mercedes Benz Th 1985 - 1991) 937 (Steady Safe Cililitan - Tn abang, Bis Import 2'nd ex Jepang Th 1993)940 (Steady safe Tj Priok - Grogol, Nissan 1997) 948 (Steady safe Tj Priok - Kp Melayu, Nissan th 1997) 972 (Metro Mini Ps Minggu - Tn Abang , Hino Th 1996) 973 (Jasa Utama Rw Mangun - tn Abang , Hino Th 1997) 976 (Steady Safe Manggarai - Grogol , Nissan th 1997)

 
At 20.11.06, Anonymous Anonymous said...

Taon 80-an gue maseh SD, bis yg paling gue seneng naikin was bis tingkat jurusan cililitan-priok (no43)...ke rumah opung...1.5jam baru nyampe....gile lama betul..

 
At 27.11.06, Anonymous Anonymous said...

Waktu itu gw pernah disuruh ortu spy ngajak adik gw naik bis tingkat. Begitu naik, langsung gw ajak ke atas n duduk di bangku paling depan. Jadi kangen deh, pengen ngajak anak gw nyobain naik bis tingkat juga.

 
At 15.12.06, Anonymous Fernando said...

berenang ke bulungan dari pancoran naek bis tingkat nomer 46 bayar "gocap", langsung ke atas, serasa mobil sendiri. untung jaman dulu gak banyak tukang palak kayak skrg. :D

 
At 22.12.06, Anonymous basica.exe said...

Karcis bisnya ada 60 lembar per buku (30 hari pulang pergi) harga resminya Rp. 1.350,- (22,5 perak selembar) tapi di loket Blok M dicatut jadi Rp. 1.500,- Inang Inang Blok M (maap SARA) berani beli Rp.20,-. Itu karcis bis punya nilai intrinsik dan ekstrinsik ( ciehhhh.. ) ditambahin captun (Rp.10,-) bisa dapet Garfil (GudangGaram Filter) sebatang.
Naek bus tingkat warna merah dari Senen ke Kp. Melayu serasa di London, tangganya ada di belakang pantat bus. Copet-copet naek dari Slipi turun di Halim (cam mana kaw opung?).

"Zubit zubitan O oi zubit zubitan, Zenggol Zenggolan O oi zenggol zenggolan. Merantamaa O oi dengan Zaudarantak" - a tribute for Nanu 'rozali' WARKOP

 
At 21.5.07, Anonymous b0wo said...

mohon ijin mneggunakan foto ini di blog saya..trims

 
At 22.10.07, Blogger Orang said...

dodge mancung medal sekarwangi blok m-manggarai ongkosnya masih 15 perak.. dalemnya sepi kaya lapangan banteng kalo malem, masih bisa kejar-kejaran (jangan-jangan gw waktu itu masih kecil ya..?).. ngga perlu ac-ac an, angin cendela aja cukup melanturkan orang untuk pada kelupaan turun.. what a wonderful world.. akankah kembali..

maacih banget untuk "catetan seorang kondektur" yang dasyat ini..

 
At 4.12.07, Anonymous Anonymous said...

Inget banget pertama kali naek bis sendirian, kelas 3 SD, berdua temen gw karena ketinggalan jemputan. Sore2 penuh banget ama anak SMA, ngeri juga sih, he..x3 Gw bayar dua ratus buat berdua(gak tau tarip pelajar) eh tuh kenek cuek aja, untung ada anak SMA yang liat, di tereakin : "kembaliin Bang, pelajar tuh !" si kenek keder juga kali di tereakin anak2 SMA, he..x3 di balikin lah 100 perak. Anak SMA jaman dulu baek2 juga ya, walopun tongkrongannya lebih sangar, rambut gonjes, kancing di buka dua, lengan baju di gulung, he..x3 itu taun 83

 
At 19.12.07, Anonymous wuekero said...

Ya ampun... gue baru ingat bahwa dulu ada bus mayasari 402 mangkal di Pasar kebayoran Lama,jurusan Cililitan.
Gue pernah naik tuh busma bokap gue, kotor banget tuh bus, dia mangkal persis di depan bioskop Cahaya Pasar Kebayoran Lama.

Dulu orang2 namakan itu bus Benyamin, soalnya bus itukan masih muncul di film2nya Benyamin

 
At 24.3.08, Anonymous Anonymous said...

gwe inget,masih di SMP 48 1987-1989,wow,metromininya masih pendek S69,turun di pangkalan..pangkalan mayasari 402...dulu masih ada bemo petukangan-barito...hikssssss...wheres my friend now....

 
At 4.4.08, Anonymous wendy andhika said...

gw cr2 ko g ad tulisan ttg kehidupan 80-an d daerah2 y? yg gw temuin cuma kehidupan 80-an d jkt doank, kyk tulisan bis kota ini.

ad yg nulis dunx ttg kehidupan 80-an d daerah

 
At 4.4.08, Anonymous Anonymous said...

bis PPD 807
gambir-koja (CMIIW)
pokoknya lewat depan rumah gua di sampur
jalurnya : gambir-kwitang-senen-cemp putih-by pass-koja-sampur
arah baliknya sama kecuali pas di perempatan senen belok kanan lewat RSPAD trus gambir
inget banget dulu waktu sd jualin koran bekas dirumah bareng temen2...trus hasilnya buat ongkos jalan-jalan naek bis PPD 807 ini bolak balik...(soalnya ini bis gak pernah ngetem lama)

 
At 14.5.08, Blogger Iman dan Elwis said...

wah blog ini benar2 membangkitkan kenangan lalu saya. dulu bis kota dan oplet adalah favorit :-)

Mo tanya:
(1) Apa punya scan karcis2 bus zaman baheula ini, warna warni kan tuh.
(2) Apa triknya sehingga tulisan pada blog ini tidak dapat dimark/block (biar tak dpt di copy paste dgn mudah gitu)

Terima kasih.

 
At 24.5.08, Anonymous edratna said...

Duhh teringat kenangan manis masa lalu, tiap hari mengejar bis kota untuk berangkat ke kantor (awal masuk kerja).....pulangnya sering terus jalan-jalan, nonton.

Ada yang punya foto Blok M tahun 70 an?...dulu di depan terminal nya dijual buku cerita Rp.10.000,- dapat 3 kadang 4...saya suka beli buku karangan Agatha Christie

 
At 18.7.08, Anonymous Anonymous said...

Woww, ada yg tinggal di Sampur juga? Gw jg tinggal di sampur dulu, jadi inget bis 807, emang enak banget tingal di Sampur jaman dulu, semua tersedia, dan yg paling keren tuh deket laut, sebelom pantai mutiara ada, sampur udah ada. Sampur just a memory now

 
At 19.10.08, Blogger Kamerad Yoyo said...

Melalui blog ini saya ingin memberitahukan bahwa saya telah kehilangan Laptop HP Presario V3908 no. produk : FK-596-PA no. seri : 2CE-8200-GDH pada tanggal 13 Oktober 2008 sekitar jam 01.00 – 02.00 WIB ketika dalam perjalanan naik bus ARMADA jurusan Kp.Rambutan – Merak.

Mohon bagi siapa saja yang mengetahui keberadaan laptop ini menghubungi saya.

Semoga musibah yang saya alami dapat meningkatkan kewasdaan kita dalam menumpang kendaraan umum.

Pastikan kendaraan umum yang anda tumpangi nyaman dan jauh dari pencuri. Selain itu pelayanan dari penyedia angkutan umum lebih baik dalam melindungi penumpangnya dari segala tindakan kejahatan.

Mohon membantu saya dengan menyebarkan email saya ke milist anda.

Marilah kita memerangi pencurian dalam kendaran umum.


Terima Kasih,


Yohanes SH

http://kameradyoyoisme.blogspot.com/

 
At 21.10.08, Anonymous Adhi_J22 said...

tahun 1982-an, gw masih ngerasain naik bis Pelita Mas Jaya, warnanya ijo tua, ada hidungnya, dan atapnya melengkung persis roti tawar. nomor trayeknya 89 Lapangan Banteng - Halim.P lewat Bypass,-Jatinegara-matraman-kramat raya-senen.
Tahun 1983 menjelang peristiwa Gerhana Matahari Total, gw naik bis itu lagi sama nyokap dari Lap.Banteng.Saat itu bentuk bisnya masih tetap, cuma warna dan namanya yang berubah : UNIT C di sisi atap dan warna biru keabu-abuan strip merah dgn gambar monas bertuliskan PPD pada badannya. Begitu turun di halte Penas, gw masih merhatiin bisnya, nggak nyangka itulah detik-detik terakhir gw masih bisa ngeliat bis yang sekarang tinggal sejarah....
Info: Pelita Mas Jaya yg gw tahu melayani 3 Trayek :
40 : Cilitan - Lapangan Banteng
89 : Lapangan Banteng - Halim. P
915 : Gandaria - Kampung Melayu

Poolnya di jalan D.I Panjaitan Seberang Apartemen Patria Park sekarang.

 
At 4.11.08, Anonymous danang said...

Salam,

Punten, saya danang, saya sedang mengkoleksi foto bis2 tua. dan menemukan tulisan mas yang cukup menarik. saya mohon ijin untuk mengkopi tulisannya, untuk saya tempelkan di MP saya, beserta link ke blog ini. hatur nuhun

 
At 9.1.09, Anonymous Anonymous said...

rumah gw di patal senayan, diujung patal senayan raya tuh pada mangkal bis SMS yg sering gw naikin kalo mau ke sodara di tanjung priok, ke lap banteng dulu tapi. sepanajang jalan asia afrika kan thn 80-an berjejer tuh rumah makan,, yg kemudian pindah ke sebelah hotel mulia.

 
At 30.10.09, Anonymous Anonymous said...

nice article...

Bali Page - Island of Bali
Indonesia Page - All About Indonesia

 
At 26.11.09, Blogger SaVoy TruffLe said...

makni berkurang neh,rute2 yg brejaya sejak th 80-an.
P2: Cililitan-Kota, terus jadi Cililitan-Harmony sekarang punah,diganti Transjakarta dgn rute sama

 
At 23.2.10, Anonymous Afandri Adya said...

Waktu esde gue sekolah di Rawamangun. Tiap pagi dan siang, pulang pergi naik PPD/Mayasari Bakti. Walaupun dari Gadung banyak bis yang lewat jalan Pemuda, 905 jurusan P.Gadung - Kota favorit gue. Cepet penuh, ngebut, dan jarang ngetem. Tapi yang paling seru ngerasain bis kota balap-balapan. Di jalan Pemuda waktu itu 905 vs bus tingkat 70 yang paling sering kebut-kebutan. Kebetulan dua bus ini memiliki rute dan jalur yang sama. Jadi mereka sering bersaing merebut penumpang.

Sampe pertengahan 1990-an, bus tingkat masih banyak dipakai PPD. Seingat gue ada :
- 70 P.Gadung - Kota
- 508 P.Gadung - Blok M
- 55 P.Gadung - Pasar Baru
- 59 P.Gadung - Tenabang
- 43 Cililitan - Priok
- 46 Cililitan - Grogol

 
At 23.3.10, Blogger alviary said...

gw nak stm boedoet poesat 806. gw sedih karna mobil idaman anak boedoet selatannya dah gak ada, w pngen banget ngerasain mobil 806. pas boedoet 100 tahun tuh mobil di datengin ke stm boedoet tapi gak tau dah tuh asli apa bkan.....

buat orang-orang yg bersangkutan soal transportasi umum gw mohon hidup kan lagi trayek 806 karna gw rindu akan hadirnya kembali mobil 806 itu.....

we love 806 bus.....

 
At 8.5.10, Anonymous lukmanul hakim said...

jam mantep tenan,bis kota.....


tetep bisa bersaing....
lukman.

 
At 8.5.10, Anonymous lukmanul hakim said...

aku akan KEMBALI KE JAKARTA...

 
At 12.5.10, Anonymous Anonymous said...

gw inget waktu pertama kali ada rute kopaja S-602 Pasar Minggu - Tn. Abang. ongkosnya waktu itu msh dualima perak. Jalurnya dr Ps.Minggu masuk - Kalibata Tengah - Buncit Raya - Mampang - Kuningan (lembaga riset apa ya dulu di situ yg katanya ada penelitian nuklir) - masuk jl. raya karet - kluar di sudirman deket bioskop kemuning - benhil tn. abang.

gw seringnya naek dr Gg. Langgar ke benhil.., niatnya mo beli kaset seharaga 750 perak... xixixixi... murah banget yak??

 
At 14.9.10, Anonymous Anonymous said...

Gw dulu tinggal dikomplek AD-Pusdikes samping terminal cililitan, awalnya ciliitan pangkalan bis rusak, bus tua robur yg bentuknya kyak roti tawar.. trus jadi terminal, awalnya terminal dalam kota yg didepan , akhirnya dibelakang jadi terminal luar kota.. terminal penuh kenangan karena setiap hari sejak gw sd smpe sma pasti lewat terminal.. pelita mas jaya, merantama, medal sekarwangi, saudaranta, mayasari, ppd, arion dll.. ... dari jaman bis kayak roti tawar, berubah punya moncong ampe moncongnya ilang.. bloom lagi dateng model bis tingkat, gw inget pernah ada supir bis ngantuk , lupa kl bawa bis tingkat lewat matraman arah meester ,yg akhirnya nyangkut di jembatan kreta di ujung meester, my daily transportation saat itu biskota, oplet morris ampe mikrolet kijang tue trus ganti metromini or kopaja , bis favorit gw naik pelita mas jaya jurusan lap banteng and dari bis ini gw juga pernah jatuh di cililitan gara2 turun pake kaki kanan padahal bis masih jalan.. yg juga gw inget kl naek biskota baunya! ada bau minyak PPO, Cologne, ampe balsem hirup yg item warnanya.. and jangan heran ada bau muntah.. jaman itu masih sering mabok darat naik biskota.. dari SD, th 73 (gw lupa 73or71) terminal cililitan dibangun ampe gw kerja th 92an, hari-hari gw ga lepas dari bis kota yang warna warni, bau bahan bakar yang khas dan asep knalpot yang item.. waktu gw pindah cibubur, rute gw naik mikrolet ke kampung rambutan, dari kp rambutan naik patas 16 jrsn tanah abang turun depan sarinah, dr situ naik patas 1 jrsan kota turun di depan gedung arsip ..setiap hari selama2 tahun, bis kota bikin kangen banget.. ada ga bro yg punya foto_foto is jadul ? kl boleh dishare...

 
At 21.1.11, Blogger Dodit said...

mayaari 402 cililitan-kebayoran lama udah ilang....

 
At 8.4.11, Anonymous Anonymous said...

dulu bis kota belum ada yang pake AC, tapi oke-2 aja. sekarang dari sisi jumlah bertambah dan makin semrawut, jadi numpuk di jalan.

 
At 22.5.11, Blogger balog said...

sebelum ada ppd, saya pernah naik truck perusahaan bir di latumenten yg ngopreng dari harmoni ke grogol

 
At 23.9.11, Anonymous anik budiarti said...

what old days

saya bukan penduduk jakarta, saya org Semarang. Saat saya SD pernah naik bus tingkat, itupun ada misi yaitu minta bonggol karcis bis yang tidak dipakai. Dan itu buat mainan.. ayh bangga banget jaman SD, klo ngga salah warna karcisnya hijau. Segitu ngetopnya naik bis tingkat ampe tetangga saya berumur 3 tahun setiap ditanya cita citanya selalu menjawab "adek mau jadi kondektor bus tingkat" hahahahah.. idem akhirnya saya puas puasin naik bis tingkat di SIngapore jurusannya Harbour Front terminal ke Orchad road

 
At 23.10.11, Anonymous Anonymous said...

gue anak sunter Muara, yang sering gue naikan ya U24 Priok Senen, turun di (sekarang Sunter jaya)Bak air lanjut jalan. kejadian yg bikin gue malu ama cewek dan kondekturnye waktu turun bareng, nah tu cewek mau kasih uang utuk bayar trus ditolak karena gak ada kembaliannye, eh gue marah, gue suruh tuh kondektur kasih kembalian, padahal tuh cewek malah gak bayar gue langsung aje pergi, tenkshin gue,

 
At 19.9.12, Blogger Independent Soul said...

sekitar thn 1999-2000 saya masih ingat naik bis tingkat, berangkat dari Blok M tujuan Tjg Priok..

penumpangnya tak terlalu penuh.

mungkin itulah bis tingkat terakhir yg masih beroperasi.

waktu itu belum punya hp, apalagi hp berkamera, jadi gak sempat foto-foto.

 
At 27.5.13, Blogger Yose Thomas said...

Hahahaha...ini termasuk canggih yang nulis...gw hidup di akhir periode yg penulis tulis, but cukup untuk memunculkan memori2 gw waktu kecil...nice buat buat penulis

 
At 31.5.13, Anonymous Anonymous said...

Wkt kecil gw sering ikut bokap nyokap ke gereja di merdeka barat. Gereja bekas gedung belanda. Sekarang jadi gedung Indosat n sapta pesona. Haltenya masih ada sm jembatannya. Patung kuda wkt dibangun gw msh inget. Tiap minggu pagi jam 7 qta(gw nyokap bokap sm adik almarhum) berangkat naek bis P11 dt terminal cililitan pulangnya naik bis tingkat 408 volvo mesin depan. Perginya naik patas biar cepat maksudnya. Trus pulangnya naik bis tingkat krn gw sm alm adik pengen duduk di atas paling depan. Klo hari minggu bis ga begitu penuh. Nyokap sendirian duduk dibawah krn ga berani keatas. Gw sm alm adik berebutan duduk d atas paling dpn sblh kanan spy berasa smbil nyupir hehehe... Alm bokap cm senyam senyum aja ngeliatin gaya gw sm adik seakan-smbil nyetir.... Kadang2 jendela nabrak ranting2 pohon... Wooow memori ms keci gw...
Klo pulang naik Patas 11 di derah kuningan bis suka balap2an sm PPD 407 yg sm2 k cililitan. Gw seneng banget klo bis gw menang balapan. Namanya jg patas ya harus menang hahaha.... Kejadian ini sekitar taon 86-90an. Krn taon 92 gereja qta digusur krn dibangun Indosat... Tp memori gw sm bus tingkat 408 berkesan banget krn bnyk kenangannya... Thks bro James...

 
At 13.11.13, Blogger kojek kustanto said...

Mayasari 905 stau ğώ jurusan p.gadung-kota broow

 
At 28.1.14, Blogger suwanto said...

ah..mas Said kelihatanya seangkatan ama saya nich....dulu saya tinggal di Setia Budi Raya Gg sumbangsih II/24 sekarang udah di gusur dulu saya kalau sekolah naik saudaranta lin Setia budi -Sabang -Lap Banteng waktu sekolah di smpn 38 jln Batu ,itu thn 71 s.d 73 stl lulus masuk STM Kp Jawa naiknya Bus apa ya...PPD barangkali ya...jurusan Blok M - Kota turunnya di halte Kompas jln Hayam Wuruk sampai lulus thn 77, kenangan indah telah berlalu ,sekarang saya berdomisili di Sidoarjo Jawa Timur

 

Post a Comment

<< Home