Saturday, January 27, 2007

Tenggelamnya Kapal Tampomas II

Tepat dua puluh enam tahun yang lalu, hari Selasa 27 Januari 1981 pada pukul 13.42 Waktu Indonesia Bagian Tengah, di perairan dekat kepulauan Masalembu, KMP TAMPOMAS II milik Pelni yang mengangkut ratusan penumpang perlahan-lahan lenyap ditelan lautan yang sedang bergolak. Tenggelam untuk selama-lamanya.

Musibah ini terasa begitu menyayat hati karena terjadi secara perlahan-lahan, di hadapan banyak mata yang telah berjuang keras namun tidak bisa berbuat cukup banyak.

KM. Tampomas II (dari tempointeraktif.com)


Hari yang Naas Itu

Tampomas II berangkat dari pelabuhan Tanjung Priok Jakarta pada hari Sabtu 24 Januari pukul 19.00 WIB. Dijadwalkan sampai di Ujung Pandang pada hari Senin pukul 10.00 pagi. Data yang ada menyebutkan ada 1054 penumpang, 191 mobil dan sekitar 200-an motor yang berada di atas kapal tersebut.

Hari Minggu malam tanggal 25 Januari sekitar pukul 23.00 WITa Syahbandar Ujung Pandang menerima berita dari KM Wayabula, bahwa KM Tampomas II terbakar di perairan kepulauan Masalembu sekitar 220 mil dari Ujung Pandang. KM Wayabula sendiri mendapat berita dari KM Sangihe yang saat itu tengah berusaha mengevakuasi penumpang Tampomas II.

Namun cuaca bulan Januari memang tidak pernah bersahabat. Ombak besar setinggi 7 hingga 10 meter, disertai angin kencang 10 hingga 15 knot yang terus menderu, menghambat usaha penyelamatan. Sehari semalam KM Sangihe hanya mampu memindahkan 149 penumpang Tampomas II ke kapalnya.

Senin malam itu, Sekditjen Perhubungan Laut dalam siaran televisi menyatakan bahwa KM Tampomas II mengalami kerusakan mesin sehingga harus lego jangkar di perairan tersebut. Disebutkan juga bahwa sempat terjadi kebakaran, tapi semuanya sudah bisa diatasi. Kapal masih terapung dan para penumpang juga sudah tenang menunggu di dek.

Namun nyatanya, pada hari Selasa pagi tampak masih ada asap tipis mengepul di bagian belakang kapal. Dan siang harinya api membesar kembali. KM Tampomas II akhirnya miring dan tenggelam dengan cepat di posisi 114°25′60″BT — 5°30′0″LS.

KM. Tampomas II

Kapal-kapal lain yang berada di sekitar lokasi, KM Sangihe, KM Adiguna Kurnia, KM Istana VI, KM Ilmamui, KM Niaga XXIX, dan beberapa kapal lain berusaha semampunya untuk menyelamatkan penumpang Tampomas II yang terapung-apung di laut setelah melompat dari kapal.

Kapal Bekas yang Kurang Terawat

KM Tampomas II milik Pelni ini baru melakukan pelayaran perdananya pada bulan Mei 1980. Tapi bukan berarti ini kapal baru. KM Tampomas II dengan bobot mati 2420 ton dan mampu mengangkut penumpang 1250 sampai 1500 orang ini adalah kapal bekas yang dibeli oleh PT. PANN (Pengembangan Armada Niaga Nasional, BUMN) dari Komodo Marine Jepang. Dan PT. Pelni membeli secara mengangsur selama sepuluh tahun kepada PT. PANN. Kapal ini sebelumnya bernama MV. Great Emerald dibuat di Jepang tahun 1971. Dibeli dengan harga 8.3 juta dollar AS, yang menurut beberapa pihak terlalu mahal untuk sebuah kapal bekas yang sudah berusia sepuluh tahun.

Begitu dioperasikan, kapal penumpang ini langsung digeber abis untuk melayani jalur Jakarta-Padang dan Jakarta-Ujung Pandang yang memang padat. Setiap selesai pelayaran, kabarnya kapal ini hanya diberi waktu istirahat 4 jam saja dan harus siap untuk pelayaran berikutnya. Perbaikan dan perawatan rutin terhadap mesin dan perlengkapan kapal pun cuma bisa dilaksanakan sekedarnya, padahal mengingat usianya kapal ini butuh perawatan yang jauh lebih cermat.

Pada saat pelayaran percobaannya pun, beberapa anggota DPR yang mengikutinya sempat menyaksikan sendiri dan mempertanyakan mesin kapal yang sering rusak.

Keselamatan Entah Nomer Berapa

KM. Tampomas II

Dari data terakhir disebutkan bahwa 753 orang penumpang KM Tampomas II berhasil diselamatkan termasuk awak kapal. Ditemukan 143 jenazah. Berapa sisanya yang tidak ditemukan masih menjadi tanda tanya. Penumpang yang terdaftar ada 1054 orang, namun sudah menjadi kebiasaan dan rahasia umum bahwa penumpang gelap yang naik bisa mencapai ratusan orang. Beberapa sumber menyatakan jumlah penumpang KM Tampomas II sebenarnya berjumlah 1442 orang. Bahkan koki kapal yang selamat mengaku diperintahkan atasannya agar memasak untuk 2000 orang.

Penyebab kebakaran masih simpang siur, ada yang mengatakan akibat puntung rokok di ruang mesin, namun beberapa saksi mengatakan api berkobar pertama kali di geladak kendaraan. Bahan bakar yang terdapat di setiap tanki kendaraan menyebabkan api segera membesar dan merembet ke semua dek dengan cepat.

Dan pada saat terjadi kebakaran para penumpang yang selamat mengatakan tidak ada alarm atau sirene tanda bahaya yang berbunyi untuk mengingatkan penumpang. Yang ada hanya pemberitahuan melalui pengeras suara agar seluruh penumpang naik ke bagian atas kapal.

Begitu berada di bagian geladak terbuka, mereka dibiarkan mencari selamat sendiri2 tidak ada ABK yang membimbing. Bahkan beberapa ABK langsung mencari selamat sendiri dengan meluncurkan sekoci, diantaranya Mualim II dan Markonis II. Dari enam sekoci yang ada, yang masing2 berkapasitas 50 orang (!?), hanya dua buah (!!?) yang berhasil diturunkan.

Yang mengherankan, dalam keadaan darurat seperti itu, KM Tampomas II sama sekali tidak melakukan kontak radio. Dibilang bahwa semua radio rusak! termasuk yang cadangan. KM Tampomas II juga tidak menyalakan lampu bahaya atau menembakkan peluru suar untuk meminta pertolongan kepada kapal2 yang ada disekitarnya. KM Sangihe yang pertama menemukan KM Tampomas II, baru mengetahui ada bahaya ketika mendengar bunyi ledakan di Tampomas II yang awalnya tidak dikenali karena tidak memberikan sapaan lewat radio. Lalu ada apa pula sampai nahkoda kapal Tampomas II sempat berteriak bahwa telah terjadi sabotase di atas kapal?

Banyak pula muncul pertanyaan, mengapa kru kapal dalam pelayaran itu tidak lengkap? Hanya ada Kapten, Mualim II dan Markonis II. Mualim I dan Markonis I sedang cuti dan tidak dicarikan pengganti. Lebih parah lagi Mualim II dan Markonis II langsung kabur sendiri dengan sekoci hanya satu jam setelah terjadi kebakaran. Bahkan Markonis II dengan egoisnya membawa radio portabel ke dalam sekoci tanpa memikirkan bahwa lebih banyak penumpang di kapal yang membutuhkan pertolongan dari para penyelamat. Saksi bahkan sempat mendengar kemarahan Nahkoda Capt. Abdul Rivai yang berteriak "Kalau ketemu, saya cekik dia!".

ABK lain yang selamat mengaku kalau mereka tidak tahu cara menurunkan sekoci, karena selama ini latihan penyelamatan yang ada tidak pernah benar2 dilakukan dengan lengkap. Hanya formalitas untuk mengisi daftar hadir.

Sementara itu ada lagi pengakuan dari perwakilan pelni di Ujung Pandang bahwa saat Tampomas II baru terbakar ia sempat mendapatkan instruksi dari Jakarta agar memberikan keterangan bahwa kebakaran yang terjadi di Tampomas II tidak membahayakan. Keterangan2 menyesatkan itu menyebabkan beberapa pihak yang hendak membantu proses penyelamatan mengurungkan niatnya.

Tragis dan Menyedihkan

Berbagai cerita tragis dari penumpang yang selamat pun dituturkan. Ada seorang ibu yang terjun ke laut dengan anaknya yang masih bayi. Ketika tahu bayinya tak bernyawa lagi, ia pun tidak berusaha mengapung lagi membiarkan dirinya tenggelam. Tapi ketika ingat anaknya yang lebih besar masih hidup, ia tersadar dan berusaha tetap hidup.

Lantai geladak luar kapal yang hanya terbuat dari plat baja tanpa pelapis kayu juga banyak memakan korban. Banyak penumpang panik yang tidak memakai alas kaki menjadi korban plat panas yang sedang terbakar itu.

KM. Tampomas II

Proses penyelamatan yang lambat dan berlangsung selama 37 jam hingga kapal tenggelam membuat penumpang yang bertahan di geladak kapal harus bertahan tanpa makanan dan minuman. Dropping makanan dari udara tidak semuanya tepat pada lokasi penumpang.

Terlepas dari kepengecutannya karena lari dari tanggung jawab, Mualim II dan Markonis II yang langsung menurunkan sekoci begitu mengetahui ada kebakaran ternyata juga harus menjalani penderitaan. Selama 5 hari mereka terapung2 di lautan di atas sekoci bersama sekitar 80-100 orang lainnya tanpa makanan. Sekoci yang kelebihan muatan itu bahkan sempat terbalik. Ketika berhasil dikembalikan ke posisi semula hanya tersisa 70 orang. Pada hari kelima barulah mereka menemukan daratan yaitu pulau Doang-doangan Sulawesi Selatan. Sesampai di darat 2 orang menghembuskan nafas terakhir.

Capt. Abdul Rivai Sang Patriot

Mungkin yang paling patut dipuji bahkan dijadikan pahlawan adalah Kapten Kapal Tampomas II ini sendiri. Capt. Abdul Rivai. Komitmen dan dedikasinya sungguh sangat menggetarkan. Dalam keterbatasannya, dialah yang paling sibuk menyelamatkan penumpang lain tanpa memikirkan keselamatan dirinya sendiri, saat ABK lain malah melarikan diri pada saat-saat awal.

Saat kapal sudah mulai miring, Capt. Abdul Rivai masih tampak sibuk membagikan pelampung ke para penumpang yang tidak berani terjun ke laut.

Bahkan di detik2 terakhir... saat kapal mulai tenggelam.. Capt. Abdul Rivai masih terlihat berada di anjungan kapal sambil berpegangan pada kusen jendela...

Benar2 seorang kapten kapal yang memegang teguh janjinya untuk menjadi orang terakhir yang meninggalkan kapal saat terjadi bencana.

Capt. Abdul RivaiNamun malangnya, jenazah Capt Abdul Rivai sempat dikuburkan sebagai orang tak dikenal. Untunglah dari tim penyelamat ada yang teringat akan cincin bertuliskan nama Hasanah, istri Capt. Abdul Rivai, yang dikenakan salah satu jenazah tak dikenal. Jasad Capt. Abdul Rivai akhirnya dimakamkan kembali di taman makam pahlawan Kalibata Jakarta.

Aksi heroik Capt. Abdul Rivai memberikan inspirasi kepada penyanyi dan penulis lagu terkenal Ebiet G. Ade untuk menulis sebuah lagu yang didedikasikan kepada sang Kapten. Di kemas dalam album kelima Ebiet yang diluncurkan di tahun 1982 bertajuk "Langkah Berikutnya". Lagu itu berjudul "Sebuah Tragedi 1981"


Dia nampak tegah berdiri, gagah perkasa
Berteriak tegas dan lantang, ia nakhoda
Sebentar gelap hendak turun
Asap tebal rapat mengurung
Jeritan yang panjang, rintihan yang dalam,
derak yang terbakar, dia tak diam
du du du du du du du du du du du du

Dia nampak sigap bergerak di balik api
Seperti ada yang berbisik, ia tersenyum
Bila bersandar kepadaNya
terasa ada tangan yang terulur
Bibirnya yang kering serentak membasah
Tangannya yang jantan tak kenal diam

Bertanya kepadaNya, "Mesti apalagi?"
Semua telah dikerjakan tak ada yang tertinggal
Geladak makin terbenam, ho harapan belum pudar
Masih ada yang ditunggu mukjizat dariNya
Atau bila segalanya harus selesai
Pasrah terserah kepadaNya

Dia nampak duduk terpekur tengah berdoa
Ia hadirkan semua putranya, ia pamitan
Tanggung jawab yang ia junjung dan rasa kemanusiaan
ia telah bersumpah selamatkan semua
ia rela berkorban jiwa dan raga
du du du du du du du du du du du du

Di tengah badai pusaran air tegak bendera
Ia t'lah gugur begitu jantan, ia pahlawan
Pengorbanannya patut dikenang, jasa-jasanya pantas dicatat
Taburkanlah kembang di atas kuburnya
Berbelasungkawa bagi pahlawan



Yang turut berduka: Q
Sumber: Kompas edisi Januari-Februari 1981

57 Comments:

At 28.1.07, Anonymous badrquest said...

pertama kah..???

jadi ingat kapal senopati nusantara yg baru tenggelam.

 
At 28.1.07, Blogger Yayi said...

duuhh... sedihnya.. kok ya kita (hah.. sapa neh?) ga pernah belajar dari kejadian masa lalu yah... *inget KM Senopati Nusantara*

 
At 28.1.07, Anonymous elda said...

Kenapa semua yg diamanahi tuk mengendalikan transportasi publik tidak pernah belajar dari masa lalu (apa mereka tdk takut dimintai pertanggung jawabannya nanti!!!)...sy juga jd ingat musibah KM Senopati Nusantara dan juga KM (lupa namanya) yg mau ke Pulau Bangka dari Palembang.

 
At 29.1.07, Anonymous Anonymous said...

sedih ya...
gimana ya rasanya mengetahui dan sadar ajal mo datang menjemput.
btw aku pernah dicritain temenku, dia baca di intisari.
pas tim penyelamat mencari korban, tiba2 ada bayi terangkat ke atas dari permukaan laut oleh sepasang tangan. lalu tangan itu langsung menghilang. diduga, tangan itu adalah tangan ibunya, dengan sisa tenaga terakhir menyelamatkan anaknya, sebelum akhirnya dia sendiri tenggelam. (pernah denger gak critanya?)
bayi itu sekarang segede apa yah:)
nb: ebiet kok gak pernah ninggalin dudududu nya seh:p

 
At 29.1.07, Anonymous saleh said...

Dari jaman jaksa agung ismail saleh sampe a.r. saleh belom ada yang bisa penjarain pejabat publik urusan transportasi. Mikul dhuwur mendem berok.

 
At 30.1.07, Anonymous pitik said...

aku taunya cuma dari lagu iwan fals.."tampomas..sebuah kapal bekas..tampomas..terbakar di laut lepas.."
jadi sedih kalo denger lagu itu, apalagi teringat KM senopati..

 
At 30.1.07, Blogger Niam said...

dan setelah 26 tahun, kita ga belajar juga dari pengalaman?

btw, itu mualim+markonis-nya ketemu ga? masih hidup ga? apa ya tenang sisa hidupnya?

 
At 31.1.07, Blogger Septian said...

sedih sekali mendengernya, tapi saya bangga ama kapten abdul rivai

 
At 31.1.07, Anonymous Anonymous said...

Celoteh Camar Tolol Dan Cemar
Iwan Fals ( Album Sumbang 1983 )

Api menjalar dari sebuah kapal
Jerit ketakutan
Keras melebihi gemuruh gelombang
Yang datang

Sejuta lumba lumba mengawasi cemas
Risau camar membawa kabar
Tampomas terbakar
Risau camar memberi salam
Tampomas Dua tenggelam

Asap kematian
Dan bau daging terbakar
Terus menggelepar dalam ingatan

Hatiku rasa
Bukan takdir tuhan
Karena aku yakin itu tak mungkin

Korbankan ratusan jiwa
Mereka yang belum tentu berdosa
Korbankan ratusan jiwa
Demi peringatan manusia

Korbankan ratusan jiwa
Mereka yang belum tentu berdosa
Korbankan ratusan jiwa
Demi peringatan manusia

Bukan bukan itu
Aku rasa kita pun tahu
Petaka terjadi
Karena salah kita sendiri

Datangnya pertolongan
Yang sangat diharapkan
Bagai rindukan bulan
Lamban engkau pahlawan
Celoteh sang camar

Bermacam alasan
Tak mau kami dengar
Di pelupuk mata hanya terlihat
Jilat api dan jerit penumpang kapal

Tampomas sebuah kapal bekas
Tampomas terbakar di laut lepas
Tampomas tuh penumpang terjun bebas
Tampomas beli lewat jalur culas
Tampomas hati siapa yang tak panas
Tampomas kasus ini wajib tuntas
Tampomas koran koran seperti amblas
Tampomas pahlawanmu kurang tangkas
Tampomas cukup tamat bilang naas

 
At 2.2.07, Anonymous donnie said...

tetangga gue waktu itu dia umur 25an, termasuk salah satu penumpang yang selamat. Gw masih terlalu kecil untuk mengingat detailnya (6 thn) tapi gw ingat nyokapnya menangis2 meluk anaknya yang udah disangka meninggal. Rumahnyapun jadi ramai sesak penuh orang, pengen denger cerita versi dia.

Inilah bukti bahwa kita (setidaknya pemimpin kita) adalah bangsa yang bodoh, bangsa yg tidak pernah mau belajar dari kesalahan, tidak ada bedanya dengan keledai.

 
At 9.2.07, Anonymous Anonymous said...

ibu temen gue juga salah satu yang selamat dari tampomas 2 ini, saat itu dia dah 5 hari terapung gak makan hanya makan kayu yang dijadikan tempat untuk biar ngapung. Dan saat itu dia ndenger panggilan bokapnya yang dah meninggal dan membimbing ke daratan, akhirnya dia tetep selamat dan kemudian dia sempet menjadi camat dan akhirnya sampai menjadi Kepala Dinas di Pemda Provinsi Gorontalo samapai pensiun skrg. nah waktu jadi kepala dinas itu, beliau sempet menjadi pembicara dan saat itu kita minta beliau cerita pengalamannya naik tampomas dan selamat. Saat itu saya sempet nyelutuk ama temen saya "duh serasa Kate Winslet yang cerita"...:P

 
At 10.2.07, Anonymous Awie said...

Bukannya ingin menari diatas kesusahan, rasanya kisah Tampomas ini bisa difilmkan (asal Pemerintah kita oke2 saja). Mungkin diambil dari sudut pandang kehidupan kapten Rivai. Seperti Titanic kan itu gabungan fiksi dan realita.. Thus semua efek visual bisa dikerjakan dengan Computer Graphic (org2 kita kan dah mulai jago tuh). Ada sutradara yang berminat?? Saya dukung 100%.
Peace out,

 
At 10.2.07, Blogger masdhiet said...

Yang gwe inget ... kejadian itu gwe masih SD en sampe cerita kejadiannya dibikin buku novel en bahkan ada kasetnya yang katanya isinya suara orang2 panik dan teriak (lumayan bikin kuduk berdiri )

Ibu Pertiwi emang gak pernah berhenti meneteskan air matanya ... setelah itu masih ada tragedi kecelakaan kereta api di Bintaro ... kenapa sih selalu masalah transportasi seperti ini selalu aja terjadi ... dari dulu sampe sekarang ...

Semoga bangsa ini selalu diberikan kekuatan dan rahmat dari semua kejadian ini ...

 
At 14.2.07, Anonymous Anonymous said...

Tampomas pernah masuk MetroFiles. Diceritain disitu itu kapal kan terbakar di mesin yah, jadi di bagian bawah ... Dan deknya itu kan dari besi yah ... padahal di bawahnya itu api membara besar sekali, bikin itu dek panas betul seperti setrikaan. Nah, penumpang yg pada panik lari ke sana kemari gak pakai sendal, waktu nginjek itu dek, namanya kulit kaki langsung nempel nggak bisa lepas dari panggangan raksasa itu. Begitu ambruk, kulit badan yang nyentuh dek serta merta juga nempel, jadi terpangganglah mereka itu. Korban banyak meninggal antara lain karena seperti itu ...
Itu yang diceritain di MetroFiles.

Duh ngeri deh. Naudzubillahi mindzalik.

 
At 14.2.07, Blogger Karmann Ghia said...

so sad...hiks...

 
At 6.3.07, Anonymous bellor said...

salah satu korbannya adalah kakak sepupu gw, waktu itu dia baru diwisuda dan mo balik ke ujung pandang (nama makassar dulu), sampe skarang jasadnya gak ditemukan, gimana mau nyelamatin km senopati, levina I dll. tampomas II aja yang kebakar dan terapung 37 jam "CUMA" diliatin doang (bukan ditolongin).
emang nih negeri udah amburadul... mo presidennya (di import dari negara lain/expatriate) juga gw rasa gak bisa beresin ni negeri, sebab smua birokratnya udah pada KARATAN, klo mo bener POTONG GENERASI (kasih yg muda2 yg belum terkontaminasi pimpin ni negeri), PENSIUNKAN generasi TUA (udah pd duduk manis aja dirumah masing2), jgn malah SOK MORALIS (gak puas/kalah di partai lama bikin partai baru)dan merasa paling bener!!!
oh..........INDONESIA-ku

 
At 10.3.07, Anonymous danny said...

so tragic...
Respect, loyal, honour for capt. Abdul Rivai.

Orang 0rang seperti beliau yang kita butuhkan sekarang, dengan semakin busuknya sikap dan sifat kita...manusia.

God bless Indonesia

 
At 12.3.07, Anonymous Anonymous said...

ahmad rivai, cinta sejati kami untuk pahlawan negeri ini. masih ada kaga ya nyang kaya beliau.. eh minta dong nama tu mualim ma markonisnya..
apa ratusan orang mati menegrikan perlahan pantas jadi tontonan ya.. gimana si tuh orang2 yg nonton, geblek bgt..
sedih..sumpeh..
transportasi indonesia=transportasi menuju akhirat

 
At 16.3.07, Blogger Nadirsyah Hosen said...

Capt. A. Rivai masih saudara gue. gue masih inget saat jenazahnya belum ditemukan keluarga besar sempat berharap beliau bisa survive, namun ternyata takdir berkata lain. Nenek gue sedih banget ketika mendengar berita wafatnya beliau. Namun yg jelas dia udah bikin kita semua bangga!

 
At 2.12.07, Anonymous Ophoeng said...

Hai, apakabar? Sudah makan?
Saya ingat, waktu kejadian Tampomas terbakar ini, saya pas sedang di Pontianak. Beritanya hampir tiap hari muncul, namun tidak secanggih sekarang, terutama teve-nya. Yang saya paling ingat, diceritakan ada satu orang yang berhasil ditolong, naik ke geladak kapal penolong. Hal pertama yang dia lakukan adalah..... ngisep rokok! Coba ya! Siapa itu orangnya ya. Mungkin bisa beliau ceritakan pengalamannya waktu itu, dan mengapa justru rokok-lah yang pertama beliau nikmati?

 
At 5.12.07, Blogger Mayaa said...

Ingat tampomas II gw inget bokap gw yang jadi salah satu perwiradi kapal perang angkatan laut jenis korvet-masih kinyis2 karena baru datang dari belanda-yg ikutan nolong korban...gw inget suatu malam tiba2 ditelepon utk berangkat malam itu juga,padahal-kalau gak salah-kabar tampomas udah tayang di tvri-telat banget!!-kt bokap gw padahal waktu itu plg gak ada 5 kapal perang baru yg dua diantaranya ada helipad lengkap dg helikopternya (termasuk 2 kapal jenis angkut tank yng moncongnya bisa dibuka itu) yg nongkrong di pelabuhan surabaya tapi gak ada perintah apa atau sinyal operasi apa2,walaupun sdh ada info via radio komunikasi dari bbrp kapal didekat lokasi...kt bokap pihak pelni telat minta bantuan ke angkatan laut karena prosedur internal di pelni dan dephub yg bertele-tele,pdhl kalau tuh kapal2 perang gas pol dari pelabuhan surabaya ke lokasi tampomas 'cuma' 2 jam pelayaran,nah pas kapal2 angkatan laut datang tampomas udah miring setelah sebelumnya di cek lewat udara oleh pesawat tni-au dan tni-al.....duhhhh,bokap gw yg pelaut aja miris lihat kejadian itu...

 
At 31.1.08, Blogger si mamat said...

Tanggal 27 Januari 1981 T2 tenggelam dengan ratusan korban jiwa. Salah satunya adalah Capt.A.Rivai yg saat ini terbujur di TMP.Kalibata.
Tanggal 27 Januari 2007 Presiden RI ke2 Bapak Suharto wafat.
Setahu saya keduanya pernah "bersama" saat operasi merebut Irian Barat, Trikora. Pak Harto sebagai Panglima sedangkan A.Rivai sebagai perwira muda wamil di KM. Sangihe. Kapal Sangihe ini jugalah yang menjadi saksi dan menghantar tengelamnya T2 serta gugurnya Capt. A.Rivai. Bless you all.

 
At 5.2.08, Anonymous Anonymous said...

Jadi inget tragedi konyol KMP Livina I yg terbakar 22 Feb 2007; tenggelam 25 Feb 2007.

umm, koreksi.. Bapak Pembangunan yang sering berdialog pada acara klompencapir itu wafatnya tanggal 27 January 2008 pkl. 13.10

 
At 13.2.08, Anonymous Anonymous said...

Duh, sedih banget.
Gw inget waktu kjadian tenggelemnya T2 gw masih SD kelas 1. Belom punya TV, jadi taunya ttangga pada rame2 ngumpul di rumah pak RT yang punya TV. Ngga lama bokap bawa novel dengan judul persis sama dg judul artikel ini, tapi gw lupa isinya gimana.
tapi gw inget banget hebohnya orang2 membicarakan musibah itu.

 
At 24.3.08, Anonymous Anonymous said...

Waktu itu aku masih SD, gara-gara denger tragedi ini tiap kali naik kapal jadi deg-degan mulu.... Tapi dasar anak kecil, aku dan sodaraku masih sempet bikin permainan dii kolam renang, namanya ''Tampomas-tampomasn"..Apalagi kalo bukan ngayal jadi penumpang yang tenggelam...... hiks..hiks...

 
At 28.4.08, Blogger resti said...

seingat saya (kelas 3 SD saat itu), ada pengadilan untuk kasus korupsi pembelian Tampomas II, karena rupanya kapal yang dibeli itu katanya seharga kapal baru tapi dikasih bekas.
sayang, kasusnya digulung begitu saja.

 
At 1.5.08, Anonymous mohoninfo said...

Masak di tag peristiwa 80an isinya cm tampomas tenggelam aja? Ada Galunggung meletus, abunya sampe ke Jakarta, Unyil aja ikut ngungsi (ada episode khususnya). Di Lebanon ada Amin Gemayel (Top quote Dunia Dalam Berita, ganteng jg), sama PLO di Palestina. Ada Yusuf Randy, Bos LPKIA yang kasihaan. Ada Pameran Produksi Indonesia (PPI), AirShow 1986, dbl.

 
At 4.6.08, Anonymous Anonymous said...

Memang sangat menyayat hati jika mengingat lagi peristiwa itu, saat itu aku masih SD, tapi sempet kumpul-kumpul sama tetangga buat dengerin tragedi ini lewat kasetnya, sampul kaset yang aku ingat bergambar kapal yang sedang terbakar dan orang-orang yang pada loncat. Menyayat hati ketika terdengar rintihan dan jeritan orang yang mati terbakar, serta terjun ke laut....just memory with tetangga

 
At 5.7.08, Anonymous Anonymous said...

thanks infonya tentang tampomas 2 dan kapten A.Rivai. aku lagi cari tak ttg tragedi tsb. Aku jadi tau tentang kapten rivai seperti apa. karena aku lahir 10 jan 81. kata nyokap namaku terinspirasi dari kepahlawanan kapt. rivai.

 
At 17.9.08, Blogger abu said...

capt. a.rivai menjadi contoh untuk kita semua.

 
At 23.9.08, Anonymous Anonymous said...

Dulu aku sempat mengidolakan kapt. Rivai ini. Masih terbayang foto di majalah Tempo punya bapakku yang menggambarkan jenazahnya terapung di laut dengan posisi telentang.
Ceritanya Tempo lagi membahas 'penemuan' jenazah kapt. Rivai ini yang udah sempat dikubur, tapi gara-gara cincin (klo gak salah) jadi tau bahwa itu adalah jenazahnya

 
At 20.11.08, Anonymous Anonymous said...

Gilllaa.. serem banget ceritanya, tadinya gue iseng baca di wikipedia. Trus gue pengen tau gambarnya, ternyata ada ceritanya juga..

Serem nih kalo nyebrang ke bali. Pokoknya kemana-mana yang lewat laut gue mau bawa perahu karet kura-kura ponakan gue itu ah. Kalo di komplain egois, gue tinggal bilang "cuma cukup 1 orang"

Peace ya...

 
At 24.8.09, Blogger ervan said...

gw msih inget kejadian itu, sbb gw kelas V SD, cuma TVRI sj yg melaporkan, itu aja sdh telat..yg meninggal bnyk..gw baca koran sampe satu minggu kisah Tampomas II..

 
At 22.9.09, Anonymous morat said...

Terima kasih atas cerita Tampomas, ini dapat dijadikan sejarah yang tak terlupakan..:)

Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang | morat marit

 
At 31.10.09, Anonymous Anonymous said...

Salam Kenal...

Indonesia Page - All About Indonesia
The Adsense Site - Guide to Online Adsense Earning

 
At 22.11.09, Anonymous Ihsan Prawoto said...

teringat suatu perjalan saya dari jawa ke kalimantan dan sulawesi dengan KM kerinci. kapal raksasa yang begitu kencang larinya tiba-tiba di tengah lautjawa tpatnya siang hari.. tiba-tiba kapal berjalan pelan2 seolah2 mau berhenti…

bertanya gerangan apa yang terjadi….??

katanya awak kapal setiap melewati jalur itu mengenang dan menghormati kru dan penumpang KM tampomas II yang karam….

 
At 11.12.09, Anonymous Astaga.com Lifestyle on the net said...

Peristiwa ini menginspirasi Iwan Fals menciptakan lagu Tampomas
Astaga.com lifestyle on the net

 
At 11.12.09, Anonymous Anonymous said...

Ada satu orang lagi ABK Tampomas II yang cukup Heroik yaitu Alm. Hadi Wiyono, Mualim III.

 
At 22.1.10, Anonymous Anonymous said...

teriring doa untuk sang kapten...

 
At 23.1.10, Anonymous tian said...

pengennya buwat cerita tentang perjuangan keras pahlawan yang gagah berani di atas sebuah besi bekas

 
At 23.1.10, Anonymous dian said...

maav bukannya nyinggung bwat korban km tampomas II,tapi untuk mengingat kejadian ini ke anak cucu kita bagusnya nie di bwatin film dokumentasikan sapa taw bisa jadi salah satu film box office.titanic yang tenggelam di era 1912 aja bisa kita ingat hingga hari ini kenapa km tampomas yang tenggelam di era 80 an gak bisa di diingat oleh anak muda sekarang. dengan unsur keberanian seorang kapten kapal beserta keromantisan seorang suami/orang yang di sayangi mengalahkan unsur yang terkandung di film drama titanic apalagi di sini banyak unsur-unsur yang patut di contoh maupun tidak.semoga aja produser perfilman indonesia mau melirik kejadian ini,jangan film mesum ma film hatu terus donk yang di garap gak ada makna nya.sebenarnya saya pengen untuk menulis kisah ini dan pengen di jadikan sebuah novel tapi kurang wawasan dan penuturan orang yang korban langsung musibah ini salah-salah bisa di tuntut. untuk apa STIMIK di buat kalo gak bisa ngebantu pembuatan film drama clasikal "terbakarnya KM.TAMPOMAS ii"

 
At 19.5.10, Blogger dailami said...

gue ngga ngalemin kejadian itu karna gue kelahiran 83, tapi waktu SD gue punya buku tragedi tampomas dan waktu baca, serem juga sampe gue mimpi, suerrr!!! nah waktu gue tanya2 ke bokap, ternyata ada temannya yang jadi korban tampomas, sayangnya namanya ngga ada di daftar publikasi nama2 korban alias ngga teridentifikasi karena dia penumpang gelap. oh.....

 
At 12.8.10, Blogger inal said...

waktu itu saya baru kelas satu SD.Seingat saya orang2 pada ga mau makan ikan laut.alasannya ikan ikan itu sudah pada makan bangkai manusia.trus katanya ada yang nemu potongan jari lengkap dengan cincin dalam perut ikan yg ia beli di pasar.kakak sy juga dulu punya kaset tape sandiwara tragedi itu.tapi mutarnya ngumpet-ngumpet karena kata orang kalau ketahuan sama aparat pemerintah ita akan di tangkap

 
At 25.1.11, Blogger == Bejo_Xmen == said...

Semoga Allah mengampuni Dosa2 Ayah & 8 Sepupuhku yang turut hilang dalam peristiwa Tragedi KM Tampomas 2

saat kejadian sy masih umur 4 tahun

====== miss u dad .....!!!!! ======

Note : buat Pemerintah Cukup kejadian KM Tampomas 2 / KMP Senopati Nusantara / KMP Livina menjadi pelajaran buat kalian yang........ Cukup Kami yang menjadi Korban ....Cukup kami yang harus tumbuh dewasa tanpa Bapak ....

Perbaiki Pola sistem penanggulangan gawat darurat bencana Indonesia

 
At 13.2.11, Anonymous Anonymous said...

sy adalah asli org masalembu,embah2ku,buyut2ku asli org masalembu,sy peringatkan & sarankan,agar stiap kapal yg melewati perairan masalembu jng hidupkn musik,apalagi minum2 keras, lakukanlah dzikir yg banyak,jng lupa hadiah fatihah pd tetua(datuk) kami krn inilah yg pertama kali menemukan pulau masalembu(almarhum KH.ali sanggalung,almarhum KH.abdul hamid bin almarum KH.ali sanggalung,almarhum mbah abd.kadar bin almarhum KH.abdul hamid,mbah mai suri binti almarhum KH.abdul hamid,almarhum KH.dai bin almarhum KH.abdul hamid,ibu nur faridah bin mbah mai suri,putro bin nur faridah)smoga slamat dlm perjalan melewati perairan masalembu.trims.

 
At 13.2.11, Anonymous putro said...

sy adalah asli org masalembu,embah2ku,buyut2ku asli org masalembu,sy peringatkan & sarankan,agar stiap kapal yg melewati perairan masalembu jng hidupkn musik,apalagi minum2 keras, lakukanlah dzikir yg banyak,jng lupa hadiah fatihah pd tetua(datuk) kami krn inilah yg pertama kali menemukan pulau masalembu(almarhum KH.ali sanggalung,almarhum KH.abdul hamid bin almarum KH.ali sanggalung,almarhum mbah abd.kadar bin almarhum KH.abdul hamid,mbah mai suri binti almarhum KH.abdul hamid,almarhum KH.dai bin almarhum KH.abdul hamid,ibu nur faridah bin mbah mai suri,putro bin nur faridah)smoga slamat dlm perjalan melewati perairan masalembu.trims.

 
At 2.9.11, Blogger JASA PEMBUATAN IJAZAH PALSU said...

ANDA BUTUH IJAZAH UNTUK MENCARI KERJA / MELANJUTKAN KULIAH / KENAIKAN JABATAN ?!?!
KAMI JASA PEMBUATAN IJAZAH SIAP MEMBANTU ANDA UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN IJAZAH UNTUK BEKERJA ATAU MELANJUTKAN SEKOLAH / KULIAH
BERIKUT INI MERUPAKAN JASA YANG KAMI SEDIAKAN
-SMU:4.000.000
-D3:6.000.000
-S1:8.000.000
* AMAN, LEGAL, TERDAFTAR DI UNIVERSITAS / KOPERTIS / DIKTI, BISA UNTUK MASUK(PNS, TNI, POLRI
JUGA MELAYANI PEMBUATAN SURAT SURAT PENTING SEPERTI:SIM, STNK, KTP, REKENING BANK, SURAT TANAH, AKTE KELAHIRAN.BPKB, N1, SURAT NIKAH, DLL
SYARAT:KTP/SIM,FOTO BERWARNA DAN HITAM PUTIH,UNIVERSITAS YANG DITUJU,IPK YANG DIMINTA(MAX 3,50),TAHUN KELULUSAN YANG DIMINTA,ALAMAT PENGIRIMAN YANG DIMINTA.KIRIM KE: 085736927001.ku@gmail.com
BERMINAT?
HUB: +6285736927001.
(HANYA UNTUK YANG SERIUS SAJA)
Nb:Semua manusia berhak meiliki pekerjaan dan pendidikan yang layak,entah dari kalangan atas,menengah dan bawah.Maka dari itu kami ada untuk anda yang mebutuhkan ijazah atau surat-surat penting lain www.085736927001ku.blogspot.com - www.pembuatanijazah.blogspot.com

 
At 20.1.12, Blogger Muhammad Alwy 13 said...

maumi diapa ??/

 
At 14.12.12, Anonymous Anonymous said...

masya Allah sedih nyaaa
smpe nangis baca'nyaa

 
At 29.12.12, Anonymous Anonymous said...

Sedih....bru tau cerita ini dr blog ini

 
At 13.5.13, Anonymous Replika Makanan said...

Waktu itu masih SD, saya baca di Tempo, sudah bisa bayangkan ngerinya waktu itu. Moga jangan terulang

 
At 13.5.13, Anonymous Patung Fiber said...

Jangan terulang lagi

 
At 13.5.13, Anonymous Tas Keyboard said...

Miris bacanya

 
At 27.5.13, Blogger Yose Thomas said...

Doa ku untuk sang kapten

 
At 13.8.13, Blogger Raul de Layya said...

Saat itu,,,usiaku baru 4 tahun,,,dengar cerita dari ayahku,,betapa ngeri dibayangkan,,,selama hampir 10 tahun teringat terus,akan kisah tragis itu,,,,,lalu,,16 thun kemudian,,,tanpa sengaja saya bertemu salah satu penumpang Tampomas II yg selamat di ambon,maluku,,,dan lengkaplah cerita mengerikan itu,,,,ternyata,,beliau termasuk keluarga dekat (alm)Riva'i,,,sang pahlawan sekaligus kapitain kapal,,,subhaannalllaahh,,,,semoga arwah mereka diterima di Sisi Allah SWT,,,ameen,,,

 
At 20.11.13, Anonymous Anonymous said...

Saya tergerak ingin memfilmkan kembali Kisah Tenggelamnya Kapal Tampomas ini dan kisah perjuangan Kapten kapal Rivai, Doanya yah teman-teman semua smoga lekas tercapai amiiin...

 
At 24.9.14, Blogger Luthfiyah Az-Zahrah said...

Sedih banget ceritanya:(. Jadi pelajaran juga ya.. buat kita. Semoga diterima di sisi Allah kaptennya Amiin...

 

Post a Comment

<< Home