<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644</id><updated>2012-01-24T00:53:13.951+07:00</updated><title type='text'>80-an</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>57</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-1310221942420187412</id><published>2009-11-02T14:19:00.003+07:00</published><updated>2009-11-02T14:36:04.350+07:00</updated><title type='text'>Festival Lagu Populer Indonesia</title><content type='html'>Semua mungkin udah tahu kalau musik Indonesia di era 80an memang sangat berwarna. Lengkap lengkip semua ada dan punya massa sendiri-sendiri. Dari yang cengeng menye-menye, yang kreatif progresif, yang keras menghentak, semua punya wakil dan icon masing-masing.  Penyanyi yang muncul juga  beragam. Dari yang suaranya seperti layang-layang putus tapi berwajah cantik, sampai yang suaranya dahsyat dengan wajah biasa-biasa saja semua ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situasi musik Indonesia era 80an, ada yang tidak bisa dilepaskan yaitu menjamurnya lomba cipta lagu yang dikenal dengan embel-embel festival lagu. Ada banyak lomba semacam ini di era itu. yang paling besar dan bergengsi adalah FESTIVAL LAGU POPULER INDONESIA (FLPI). Ajang ini bergengsi karena merupakan ajang seleksi lagu yang akan mewakili Indonesia di ajang WORLD POP SONG FESTIVAL yang diadakan di BUDOKAN HALL, Tokyo, Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src=http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/flpi/01.jpg&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Panggung Festival Lagu Populer Indonesia [dok: &lt;a href=http://jamesdoel.multiply.com&gt;Jamesdoel&lt;/a&gt;]&lt;/i&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Festival-festival sejenis yang cukup bergengsi adalah FESTIVAL LAGU POPULER ASEAN (FLPA) yang merupakan ajang seleksi lagu untuk ajang ASEAN POP SONG FESTIVAL. Ada juga LOMBA CIPTA LAGU REMAJA (LCLR) yang dimotori Radio PRAMBORS, sebuah ajang yang meskipun tidak menjanjikan untuk dikirim ke festival luar negeri tetapi terbukti menjadi ‘kawah candradimuka’ bagi banyak musisi handal Indonesia.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluar itu, masih ada lagi LOMBA CIPTA LAGU PEMBANGUNAN, LOMBA CIPTA LAGU KEBERSIHAN, LOMBA CIPTA LAGU HUTAN, LOMBA CIPTA LAGU DANGDUT, bahkan FESTIVAL LAGU POP MINANG. Sungguh ‘beruntung’ para komposer di era 80an karena punya ajang yang bisa menyalurkan kemampuan mereka, bukan sekedar sisi komersial tetapi juga nilai estetika sebuah lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakalan panjaaaaang banget kalo kita bahas semua festival itu. maka, kita fokuskan saja untuk membahas ajang terbesar dan terlama dari semua festival-festival itu. Ya, benar… FESTIVAL LAGU POPULER INDONESIA (FLPI). Ajang ini  memang sudah dimulai sejak tahun 1973, tapi sepertinya di era 80an-lah ajang ini mencapai masa keemasannya. Di era ini, lagu-lagu jebolan FLPI melesat menjadi hits besar yang bahkan masih dinyanyikan orang sampai hari ini. Bukan hanya lagu-lagu pemenang yang menjadi hits, lagu-lagu yang masuk final juga banyak yang meraih sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajang ini juga menjadi semacam ajang pembuktian penyanyi-penyanyi hebat. Maklum, pemenang ajang ini secara rutin dikirimkan ke festival lagu internasional, sehingga tidak heran, menjadi penyanyi yang membawakan lagu-lagu finalis sudah merupakan prestise tersendiri karena tidak semua penyanyi bisa terlibat di ajang ini. Jadi tidak heran, sederet penyanyi hebat yang terlibat adalah sekelas VINA PANDUWINATA, HARVEY MALAIHOLLO, HETTY KOES ENDANG, ANDI MERIEM MATTALATTA, ELFA’S SINGERS, GERONIMO, BOB TUTUPOLY, ACHMAD ALBAR, EUIS DARLIAH, TITIEK PUSPA, GRACE SIMON, RUTH SAHANAYA, TRIE UTAMI, UTHA LIKUMAHUWA dan sederet nama hebat lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src=http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/flpi/03.jpg&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Penampilan para penyanyi festival [dok: &lt;a href=http://jamesdoel.multiply.com&gt;Jamesdoel&lt;/a&gt;]&lt;/i&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Di era 70an, Indonesia pernah meraih sukses di ajang festival lagu internasional yang diadakan di Tokyo, ketika lagu pemenang kedua FLPI 1977 DAMAI TAPI GERSANG ciptaan ADJIE BANDI berhasil menjadi juara pertama di ajang itu. Nampaknya sukses itu membuat ajang FLPI menjadi ajang yang dinantikan oleh para komposer dan penyanyi Indonesia untuk bisa meraih sukses yang sama. Maka di era 80an sederet komposerpun berlomba-lomba menampilkan karya terbaiknya di ajang ini. Dan entah disengaja atau memang lagu-lagu mereka memang lebih unggul, deretan finalis dari tahun ke tahun selalu berkisar dari itu ke itu saja seperti ELFA SECIORIA, WIEKE GUR, TITIK HAMZAH,  YOVIE WIDIANTO, ANTON ISSOEDIBYO, GURUH SOEKARNO PUTRA, TARIDA HUTAURUK, MINGGUS TAHITOE dan beberapa nama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang khas dari festival ini adalah lagu-lagunya. Embel-embel ‘festival’ rupanya membuat lagu-lagu yang ditampilkan menjadi berbeda dengan lagu-lagu pop yang biasa beredar di pasaran. Inilah yang membedakan FLPI dengan Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) yang juga eksis saat itu. Lagu-lagu jebolan LCLR terdengar lebih ‘bebas’ berekspresi, sementara di FLPI, lagu-lagunya (terutama yang menjadi pemenang) biasanya punya patron yang sama : melodinya lebih rumit dibandingkan lagu-lagu pop biasa, dan membutuhkan penyanyi dengan penguasaan vokal yang kuat untuk membawakannya. Liriknya juga tidak sembarangan, puitis tapi tidak bombastis. Satu lagi yang khas, aransemen lagu-lagunya selalu grande dalam format orkestrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penyelenggaraan setiap tahunnya, lagu-lagu finalis selalu diperkenalkan di TVRI dalam sebuah acara khusus. Dan tentu saja, penyelenggaraan malam finalnya juga selalu direlay oleh TVRI sehingga otomatis dilihat oleh seluruh masyarakat Indonesia. Ya iya lahhh… stasiun TV cuma satu-satunya. Mungkin inilah yang membuat lagu-lagu hasil FLPI meskipun terdengar lebih berat dibandingkan lagu-lagu pop komersial saat itu, justru bisa eksis dan menjadi hits ketika dirilis di pasaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun ajang ini adalah ajang yang bagus dan dinanti-nanti. Sayangnya memasuki era 90an, FLPI lenyap dari peredaraan. FLPI tahun 1991 adalah penyelenggaraan terakhir  ajang ini. Konon salahsatu alasannya adalah karena ajang internasional WORLD POP SONG FESTIVAL yang diadakan di BUDOKAN HALL, TOKYO, JEPANG, sudah tidak diadakan lagi sejak tahun 1988, sehingga penyelenggaraan FLPI dinilai kurang greget karena maksud diadakannya festival ini memang sekaligus sebagai seleksi untuk mengikuti ajang internasional itu. Sayang ya… :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, cing… karena kita ngomongin era 80an, berikut ini kita simak perjalanan FLPI dari tahun 1980 sampai 1989 saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eng ing eeeeeng…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FLPI 1980 : SYMPHONY 9 LAGU&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DI tahun 1980, FLPI memasuki penyelenggaraan yang ke delapan.  Jumlah lagu yang menjadi finalis ada  9. Entah mengapa tidak digenapkan menjadi sepuluh seperti lazimnya sebuah festival lagu. Para komposer yang menjadi finalis antara lain ANTON ISSOEDIBYO, YOUNKY SOEWARNO, ROBBY LEA dan TARIDA HUTAURUK. Pemenang tahun ini adalah ROBBY LEA dengan lagu SIMPHONY YANG INDAH dan dinyanyikan BOB TUTUPOLY. Lagu ini juga berhasil menjadi hits besar tahun itu. Hanya saja, lagu yang terpilih untuk mewakili Indonesia di ajang World Pop Sog Festival di Tokyo adalah sebuah lagu ciptaan ROEKANTO &amp; ESTI berjudul SENJA MERAH, yang dibawakan oleh MARINI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hits lain dari FLPI 1980 ini adalah lagu PRA yang dinyanyikan HETTY KOES ENDANG, serta lagu yang sempat banyak dipakai untuk 'tari kreasi baru' ala 17 agustusan, INDAHNYA MUSIK KAMI. Music Director lagu-lagu finalis tahun ini adalah ELFA SECIORIA.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lagu-lagu finalis&lt;/span&gt; : &lt;img src=http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/flpi/80.jpg align="right"&gt;&lt;br /&gt;1.SYMPHONY YANG INDAH &lt;br /&gt;Cipt : Robby Lea&lt;br /&gt;Penyanyi : Bob Tutupoly&lt;br /&gt;2. PRA&lt;br /&gt;Cipt : Bagyo Mangkuwiduro&lt;br /&gt;Penyanyi : Hetty Koes Endang&lt;br /&gt;3. INDAHNYA MUSIK KAMI&lt;br /&gt;Cipt : Anton Issoedibyo&lt;br /&gt;Penyanyi : Geronimo V&lt;br /&gt;4. KAU, DIA, AKU&lt;br /&gt;Cipt : Tarida P. Hutahuruk&lt;br /&gt;Penyanyi : Berlian Hutahuruk&lt;br /&gt;5. SENJA MERAH&lt;br /&gt;Cipt : Roekanto D &amp; Esti W&lt;br /&gt;Penyanyi : Marini&lt;br /&gt;6. SEDERHANA TAPI NYATA&lt;br /&gt;Cipt : Yuwana, Anton, Gito, Yus&lt;br /&gt;Gito Rollies&lt;br /&gt;7. MISTERY&lt;br /&gt;Cipt : Younky M. Soewarno &amp; Jonathan Purba&lt;br /&gt;Penyanyi : Zwesty Wirabhuana&lt;br /&gt;8. SURYA KHATULISTIWA&lt;br /&gt;Cipt : Roekanto D &amp; Esti W&lt;br /&gt;Penyanyi : Harvey Malaiholo&lt;br /&gt;9. BULAN DIATAS TELAGA&lt;br /&gt;Cipt : Younky M. Soewarno &amp; Jonathan Purba&lt;br /&gt;Penyanyi : Melky Goeslaw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FLPI 1981 : MENEMUKAN EUIS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menemukan penyanyi yang pas untuk lagu-lagu finalis FLPI memang bukan perkara mudah. Inilah yang dialami TITIK HAMZAH, salah seorang peserta yang di penyelenggaraan FLPI tahun 1981 ‘panen’ karena 4 lagunya lolos menjadi finalis. Dari 4 lagu itu, ada lagu berjudul SIKSA yang memang membutuhkan intepretasi lebih karena kedalaman lirik dan liukan melodi yang range-nya sangat lebar. Dibutuhkan penyanyi yang sanggup meniti nada rendah dengan bagus, sekaligus lantang ketika menyanyikan nada tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu ini akhirnya dipercayakan kepada HETTY KOES ENDANG karena memang Hetty-lah yang sepertinya masuk kualifikasi penyanyi yang pas untuk lagu itu. Dan terbukti, Hetty sangat prima membawakan lagu ini. Tapi meskipun begitu, sebagai pencipta lagunya, Titik masih merasa ada yang ‘kurang’. Sampai akhirnya, saat dua minggu menjelang malam final, Titik tiba-tiba ‘menemukan’ EUIS DARLIAH. Penyanyi rock yang saat itu belum dikenal luas ini langsung memikat hati Titik dan segera diboyong untuk membawakan lagu ini mendampingi Hetty. Jadilah pada malam final, lagu SIKSA dibawakan oleh duo Hetty dan Euis dan hasilnya memang luar biasa. Feeling Titik memang kuat atas kehadiran Euis di lagu ini. Lagu SIKSA berhasil menjadi pemenang dan terpilih juga sebagai lagu yang berlaga di World Pop Song Festival di Tokyo. Di ajang ini duo Hetty &amp; Euis berhasil mendapatkan predikat sebagai penyanyi berpenampilan terbaik.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, karena ‘keterlambatan’ Euis bergabung di proyek ini, ketika album 10 finalis FLPI 1981 dirilis di pasaran, lagu SIKSA dibawakan sendirian oleh HETTY KOES ENDANG, karena memang jadwal rekamannya sudah dilakukan sebelum Euis bergabung. Hanya saja, entah untuk alasan apa, di credit title album, nama Euis dicantumkan bersama Hetty sebagai penyanyinya !! padahal kalau didengarkan, secuilpun tidak terdengar suara Euis disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FLPI tahun ini juga menempatkan lagu ciptaan TARIDA HUTAURUK berjudul DIRIMU SATU sebagai pemenang, dan juga berhasil menjadi juara ketika mewakili Indonesia dalam ajang FESTIVAL LAGU ASEAN di BANGKOK. Lagu DIRIMU SATU yang dibawakan oleh BORNOK HUTAURUK sukses menjadi hits terbesar dari FLPI tahun ini.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lagu-lagu Finalis :&lt;/span&gt; &lt;img src=http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/flpi/81.jpg align="right"&gt;&lt;br /&gt;1. SIKSA&lt;br /&gt;Cipt : Titik Hamzah&lt;br /&gt;Penyanyi : Hetty Koes Endang &amp; Euis Darliah&lt;br /&gt;2. KEMBARA DI TEPI SENJA&lt;br /&gt;Cipt : Titik Hamzah&lt;br /&gt;Penyanyi : Bob Tutupoly &amp; Masnait VG&lt;br /&gt;3. DI BATAS KERINDUAN&lt;br /&gt;Cipt : Youngky M. Soewarno &amp; Yonathan Purba&lt;br /&gt;Penyanyi : Elfa’s Singers&lt;br /&gt;4. DIRIMU SATU&lt;br /&gt;Cipt : Tarida P. Hutauruk&lt;br /&gt;Penyanyi : Bornok Hutauruk&lt;br /&gt;5. CITRA BAHAGIA&lt;br /&gt;Cipt : Dr. Sonny Issoedibyo, Anton Issoedibyo, Dr. Bharoto&lt;br /&gt;Penyanyi : Ully Sigar Rusady &amp; Lex’s Trio&lt;br /&gt;6. JAYALAH INDONESIA&lt;br /&gt;Cipt : Anton Issoedibyo&lt;br /&gt;Penyanyi : Geronimo V, Lex’s Trio, Harvey Malaiholo&lt;br /&gt;7. LEGENDA CINTA&lt;br /&gt;Cipt : Titik Hamzah&lt;br /&gt;Penyanyi : Victor Hutabarat&lt;br /&gt;8. NEGERI DEWATA&lt;br /&gt;Cipt : Anton Issoedibyo, Bangun Sugito, Djito Kasilo&lt;br /&gt;Penyanyi : Geronimo V, Rafika Duri, Harvey Malaiholo&lt;br /&gt;9. LETIH&lt;br /&gt;Cipt : Titik Hamzah&lt;br /&gt;Penyanyi : Elly Aritonang&lt;br /&gt;10. SISIPKAN NAMANYA&lt;br /&gt;Cipt : Adjie Soetama&lt;br /&gt;Penyanyi : Louise Hutauruk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FLPI 1982 : LADY KAWAKAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergelaran FESTIVAL LAGU POPULER INDONESIA tahun 1981 tergolong sukses melahirkan banyak prestasi baik secara komersial maupun penghargaan di festival lagu luar negeri lewat lagu SIKSA dan DIRIMU SATU. Hal ini setidaknya membuat pergelaran FLPI tahun 1982 harus mendapatkan sukses yang sama. Terpilih 8 lagu yang menjadi finalis, dan masih menyertakan nama-nama komposer yang memang menjadi langganan finalis FLPI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpilih sebagai pemenang adalah sebuah lagu berbahasa Inggris berjudul LADY.  Boleh jadi lirik berbahasa Inggris ini memang disengaja karena lagu ini diproyeksikan untuk mengikuti festival tingkat dunia. Hasilnya terbukti. Lagu LADY yang dinyanyikan HARVEY MALAIHOLLO berhasil mendapatkan penghargaan KAWAKAMI AWARDS ketika berlaga di Festival Lagu Tingkat Dunia di Budokan Tokyo, dan bahkan berhasil mengalahkan CELINE DION yang saat itu berlaga mewakili Perancis. Lagu Lady kemudian juga banyak dirilis oleh penyanyi lain dalam berbagai versi, termasuk versi Indonesia dengan judul KASIH. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajang FLPI tahun 1982 juga merupakan awal bergabungnya VINA PANDUWINATA sebagai penyanyi ‘festival’. Lewat lagu BISIKAN MALAM dia memulai debutnya, meskipun belum berhasil mencuri perhatian juri. Tahun ini ANTON ISSOEDIBYO dapat giliran ‘panen’ karena 3 lagunya masuk menjadi finalis dan lagu LADY bahkan menjadi pemenang pertama. Komposer lainnya yang juga panen adalah DANI MAMESAH yang juga berhasil memasukkan 3 lagu karyanya sebagai finalis. Yang unik, dalam versi kaset, lagu berjudul LAGU DAMAI dihadirkan dalam dua versi, versi pertama dinyanyikan oleh JATU PARMAWATI dan versi kedua dinyanyikan oleh GERONIMO V.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lagu-lagu finalis :&lt;/span&gt; &lt;img src=http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/flpi/82.jpg align="right"&gt;&lt;br /&gt;1.BERBAGI RASA&lt;br /&gt;Cipt : Tarida Hutauruk&lt;br /&gt;Penyanyi : Bornok Hutauruk&lt;br /&gt;2. LAGU DAMAI&lt;br /&gt;Cipt : Dharma Oratmangun &amp; Anton Issoedibyo&lt;br /&gt;Penyanyi : Jatu Parmawati&lt;br /&gt;3. LADY&lt;br /&gt;Cipt : Anton Issoedibyo&lt;br /&gt;Penyanyi : Harvey Malaihollo&lt;br /&gt;4. HIDUP YANG KUALAMI&lt;br /&gt;Cipt : Tuty Ahem&lt;br /&gt;Penyanyi : Tuty Ahem&lt;br /&gt;5. PELITA HIDUP&lt;br /&gt;Cipt : Peter Saerang &amp; Anton Issoedibyo&lt;br /&gt;Penyanyi : Rafika Duri&lt;br /&gt;6. BISIKAN MALAM&lt;br /&gt;Cipt : Dodo Zakaria &amp; Dani Mamesah&lt;br /&gt;Penyanyi : Vina Panduwinata&lt;br /&gt;7. KESUKAAN&lt;br /&gt;Cipt : Dani Mamesah&lt;br /&gt;Penyanyi : Hadassah&lt;br /&gt;8. DIA&lt;br /&gt;Cipt : Dani Mamesah&lt;br /&gt;Penyanyi : Drakhma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FLPI 1983 : SALAM UNTUK VINA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajang Festival Lagu Populer Indonesia (FLPI) memasuki tahun ke 11 di tahun 1983, dan nama-nama pencipta yang masuk nominasi ternyata masih berkisar dar i itu ke itu lagi, begitu juga dengan penyanyi yang membawakannya. Yang menjadi penyegaran di penyelenggaraan kali ini adalah munculnya beberapa nama-nama muda yang duduk di deretan juri, sehingga mempengaruhi hasil secara keseluruhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran, sebuah kejutan terjadi disini. Kalau biasanya lagu yang menjadi pemenang adalah lagu yang sangat menuntut kemampuan penyanyinya, tapi yang muncul sebagai pemenang kali ini adalah sebuah lagu pop yang riang dan mempunyai luas nada yang tidak terlalu lebar. Lagu itu berjudul SALAMKU UNTUKNYA, sebuah lagu yang diciptakan oleh ADJIE SOETAMA bersama IRIANTI ERNING PRAJA. Kemenangan lagu ini boleh jadi karena pengaruh VINA PANDUWINATA yang menyanyikan lagu ini dengan sempurna, sehingga sekaligus mengganjarnya sebagai penyanyi berpenampilan terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, untuk urusan festival di ajang internasional di Tokyo, yang terpilih menjadi wakil Indonesia adalah lagu ciptaan ELFA SECIORIA &amp; FERINA berjudul RANDU, yang dibawakan dengan apik oleh ANDI MERIEM MATTALATTA. Secara notasi, lagu Randu memang lebih ‘festival’ dibandingkan Salamku Untuknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dirilis di pasaran,  lagu SALAMKU UNTUKNYA menggebrak dan menjadi hits besar. Ajang tahun ini juga tercatat sebagai ajang yang ‘menemukan’ seorang  JANUARY CHRISTY sebagai penyanyi rekaman di Indonesia. Lewat lagu PUTARAN RESAH, namanya mulai dikenal dan kemudian sukses setelah merilis album solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lagu-lagu Finalis :&lt;/span&gt; &lt;img src=http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/flpi/83.jpg align="right"&gt;&lt;br /&gt;1. SALAMKU UNTUKNYA&lt;br /&gt;Cipt : Irianti Erningpradja &amp; Adjie Soetama&lt;br /&gt;Penyanyi : Vina Panduwinata&lt;br /&gt;2. HARI BAHAGIA&lt;br /&gt;Cipt : Minggus Tahitoe&lt;br /&gt;Penyanyi : Grace Simon &amp; Lex's Trio&lt;br /&gt;3. RAHASIA SEMESTA&lt;br /&gt;Cipt : Guruh Soekarno Putra&lt;br /&gt;Penyanyi : Achmad Albar&lt;br /&gt;4. DAPATKAH DESAKU BERSEMI LAGI&lt;br /&gt;Cipt : Tuty Ahem &amp; Wiwiek&lt;br /&gt;Penyanyi : Tuty Ahem&lt;br /&gt;5. ANANDA&lt;br /&gt;Cipt : Januar Ishak &amp; Anita Rachman&lt;br /&gt;Penyanyi : Marini Sardi&lt;br /&gt;6. RINDU JUWITA&lt;br /&gt;Cipt : Steve &amp; John Bagenda&lt;br /&gt;Penyanyi : Trio The Brain&lt;br /&gt;7. PUTARAN RESAH&lt;br /&gt;Cipt : Sulistyo, Soebiyakto, Hentriesa, Ferina&lt;br /&gt;Penyanyi : January Christy&lt;br /&gt;8. BEJANA&lt;br /&gt;Cipt : Hariyanto S &amp; Dani Mamesah&lt;br /&gt;Penyanyi : Hutauruk Sisters&lt;br /&gt;9. YOU ARE THE ONE&lt;br /&gt;Cipt : Piet Soebiyakto&lt;br /&gt;Penyanyi : Harvey Malaihollo&lt;br /&gt;10. RANDU&lt;br /&gt;Cipt : Elfa Secioria &amp; Ferina&lt;br /&gt;Penyanyi : Andi Meriem Mattalatta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FLPI 1984 : VINA MELANGKAH LAGI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses VINA PANDUWINATA di ajang FLPI 1983 lewat lagu SALAMKU UNTUKNYA membawa dampak yang luar biasa pada eksistensinya di ajang FLPI. Setahun berselang, FLPI 1984 menempatkan VINA PANDUWINATA sebagai ‘andalan’ untuk festival sekaligus untuk pasar. Tidak heran kali ini Vina menyanyikan 2 lagu sekaligus, yang pertama adalah lagu AKU MELANGKAH LAGI ciptaan SANTOSO GONDOWIJOYO yang berhasil menjadi pemenang tahun ini, dan yang kedua adalah lagu TUHAN TERNYATA ADA yang diciptakan ANTON ISSOEDIBYO &amp; ANDARY ADLY. Tidak hanya itu, sebuah sejarah terjadi dalam perilisan album FLPI tahun ini. kalau sebelumnya cover album FLPI tidak pernah menggunakan foto penyanyi sebagai ‘daya jual’, maka tahun ini cover album FLPI terang-terangan memajang foto besar plus nama VINA PANDUWINATA serta judul AKU MELANGKAH LAGI yang lebih dominan dibandingkan tulisan FLPI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vina memang sedang ada di puncak saat itu, sehingga sah saja kalau album FLPI itu seolah-olah hanya ‘menjual’ Vina. Vina juga yang mewakili indonesia dalam Festival Lagu Pop sedunia di Jepang, meskipun belum berhasil mendapatkan nomor disana.  Lagu lain yang berhasil menjadi hits dari ajang tahun ini diantaranya adalah TABIR TERCINTA (Harvey Malaihollo), dan BIRU SELINTAS RINDU (Utha Likumahuwa). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama baru yang muncul dari ajang ini adalah DESSY FITRI (saat itu hanya memakai nama Dessy) yang saat itu masih sangat belia, sayangnya kemunculannya di ajang ini tidak menerbitkan gema apa-apa pada karirnya. Ada perbedaan juga antara penyanyi yang membawakan lagu di malam final dengan versi kasetnya. Lagu CITRA BUANA di malam final dibawakan oleh EUIS DARLIAH, tapi entah mengapa di versi kaset dibawakan oleh VONNY SUMLANG yang saat itu belum dikenal luas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara aransemen, ajang tahun ini mencatat pebedaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Keseluruhan lagu diaransemen dan dimainkan oleh ELFA SECIORIA menggunakan keyboard bernama YAMAHA PORTASOUND yang memungkinkan aransemen orkestrasi hanya dari sebuah keyboard, satu terobosan yang cukup canggih saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lagu-lagu finalis :&lt;/span&gt; &lt;img src=http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/flpi/84.jpg align="right"&gt;&lt;br /&gt;1. AKU MELANGKAH LAGI&lt;br /&gt;Cipt : Santoso Gondowijoyo&lt;br /&gt;Penyanyi : Vina Panduwinata&lt;br /&gt;2. TUHAN TERNYATA ADA&lt;br /&gt;Cipt : Andary Adly &amp; Anton Issoedibyo&lt;br /&gt;Penyanyi : Vina Panduwinata &amp; Masnait VG&lt;br /&gt;3. SYMPATHY&lt;br /&gt;Cipt : Arifin Yudanegara&lt;br /&gt;Penyanyi : Hetty Koes Endang&lt;br /&gt;4. PUING-PUING HATI&lt;br /&gt;Cipt : Hermawan &amp;  Ferina&lt;br /&gt;Penyanyi : Dessy Fitri&lt;br /&gt;5. SENYUM DALAM DUKA&lt;br /&gt;Cipt : Dadang S. Manaf&lt;br /&gt;Penyanyi : Bornok Hutauruk&lt;br /&gt;6. TABIR TERCINTA&lt;br /&gt;Cipt : Dwiki Dharmawan &amp; Ferina&lt;br /&gt;Penyanyi : Harvey Malaihollo&lt;br /&gt;7. NYANYIAN ANGIN&lt;br /&gt;Cipt : Arifin Yudanegara&lt;br /&gt;Penyanyi : Agus Wisman&lt;br /&gt;8. SENANDUNG ASMARA&lt;br /&gt;Cipt : Steve Bagenda&lt;br /&gt;Penyanyi : Hemmy Pesolima&lt;br /&gt;9. BIRU SELINTAS RINDU&lt;br /&gt;Cipt : Dwiki Dharmawan, Donny, Ferina&lt;br /&gt;Penyanyi : Utha Likumahuwa&lt;br /&gt;10. CITRA BUANA&lt;br /&gt;Cipt : Nocke Tangkilisan &amp; Hengky&lt;br /&gt;Penyanyi : Vonny Sumlang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FLPI 1985 : KAWAKAMI LAGI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album rekaman FLPI 1984 yang memajang nama VINA PANDUWINATA ternyata berhasil mencapai penjualan sangat bagus. Tidak heran, di penyelenggaraan tahun ini, foto VINA masih dijagokan di cover album. Secara umum,  Tahun 1985 boleh dibilang panitia FLPI berhasil mendapatkan 12 lagu yang benar-benar 'terbaik'. Hampir semua lagu menjadi hits, dan  bisa berbicara di Festival Internasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemenang tahun ini (tentu saja) adalah lagu yang dibawakan VINA PANDUWINATA berjudul BURUNG CAMAR, dan diciptakan oleh ARYONO HUBOYO JATI bersama IWAN ABDURRAHMAN. Lagu ini juga yang terpilih menjadi wakil Indonesia untuk berlaga di Tokyo, dan mendapatkan hasil yang cukup memuaskan.  VINA PANDUWINATA berhasil mendapatkan KAWAKAMI AWARDS dalam Festival Lagu Internasional di Budokan Tokyo Jepang itu. Selain itu, lagu Burung Camar ini juga mencatat sejarah untuk karir Vina, karena lagu ini kemudian sangat lekat dengan image Vina, bahkan menjadi nama julukan yang melekat sampai detik ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajang FLPI tahun ini juga menjadi penting untuk ELFA SECIORIA, karena lewat lagu SELAMAT DATANG CINTA dia menemukan WIEKE GUR sebagai partner menulis lagu yang solid.  Dari sinilah kolaborasi mereka berawal dan kemudian menjadi satu kekuatan yang sulit ditaklukkan dalam penyelenggaraan FLPI tahun-tahun berikutnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu lainnya yang berhasil jadi hits tahun ini antara lain SATU DALAM NADA CINTA (Vina Panduwinata), JINGGA (Christine Panjaitan), SELAMAT DATANG CINTA (Harvey Malaihollo) dan MERAH HITAM CINTA KITA (Sandro Tobing &amp; Titi DJ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lagu-lagu finalis : &lt;/span&gt;&lt;img src=http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/flpi/85.jpg align="right"&gt;&lt;br /&gt;1. SATU DALAM NADA CINTA&lt;br /&gt;Cipt : Bartje Van Houten &lt;br /&gt;Penyanyi : Vina Panduwinata&lt;br /&gt;2.BURUNG CAMAR&lt;br /&gt;Cipt : Aryono Huboyo Djati &amp; Iwan Abdurrahman &lt;br /&gt;Penyanyi : Vina Panduwinata&lt;br /&gt;3. HIROSHIMA &amp; NAGASAKI&lt;br /&gt;Cipt : Melky Goeslaw &amp; Andi Christian&lt;br /&gt;Penyanyi : Melky Goeslaw&lt;br /&gt;4. JINGGA&lt;br /&gt;Cipt : Prass&lt;br /&gt;Penyanyi : Christine Panjaitan&lt;br /&gt;5. BAWALAH DAKU DALAM BAHAGIA&lt;br /&gt;Cipt : Minggus Tahitoe &amp; Diana Nasution&lt;br /&gt;Penyanyi : Broery Pesolima&lt;br /&gt;6. RAYU LELAKI&lt;br /&gt;Cipt : Anton Issoedibjo&lt;br /&gt;Penyanyi : Marini Sardi&lt;br /&gt;7. UNTUK NAMAMU&lt;br /&gt;Cipt : Bartje Van Houten&lt;br /&gt;Penyanyi : Grace Simon &amp; Masnait VG&lt;br /&gt;8. HANYA MISTERI&lt;br /&gt;Cipt : Dodo Zakaria&lt;br /&gt;Penyanyi : Euis Darliah&lt;br /&gt;9. MERAH HITAM CINTA KITA&lt;br /&gt;Cipt : Donny &amp; Prass&lt;br /&gt;Penyanyi : Titi DJ &amp; Sandro Tobing&lt;br /&gt;10. SELAMAT DATANG CINTA&lt;br /&gt;Cipt : Elfa Secioria &amp; Wieke Gur&lt;br /&gt;Penyanyi : Harvey Malaiholo&lt;br /&gt;11. SEMOGA LESTARI&lt;br /&gt;Cipt : Hentriesa, Elfa Secioria, Irianti Erningpraja&lt;br /&gt;Harvey Malaiholo&lt;br /&gt;12. HADIRMU&lt;br /&gt;Cipt : Toni P. Sianipar&lt;br /&gt;Penyanyi : Titi DJ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FLPI 1986 : AYUN LANGKAH YANG GAGAL BERAYUN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FLPI tahun 1986 adalah ‘tahunnya’ ELFA SECIORIA. Setelah menemukan WIEKE GUR sebagai partner mencipta lagu, kolaborasi mereka mencapai puncaknya di tahun ini. Mereka mengirimkan 4 lagu untuk festival tahun ini yaitu SEANDAINYA SELALU SATU, UCAPLAH UNTUK TERAKHIR, AYUN LANGKAHMU dan BENANG BENANG ASMARA. Hanya saja, yang berhasil masuk final hanya dua yaitu SEANDAINYA SELALU SATU dan AYUN LANGKAHMU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua lagu ini mempunyai karakter yang berbeda. SEANDAINYA SELALU SATU adalah lagu yang sangat ‘festival’ karena sangat grande, mempunyai melodi dengan progresi chord yang tidak simpel serta range nada yang luas, masih ditambah dengan lirik yang dalam dan bermakna, lugas tapi tetap puitis. Sementara lagu AYUN LANGKAHMU adalah lagu upbeat yang terhitung jarang bisa memenangkan ajang ini. Ternyata kedua lagu itu sukses menjadi pemenang di ajang tahun ini, plus sebuah lagu ciptaan MINGGUS TAHITOE &amp; DIANA NASUTION berjudul BUNGA BUNGA CINTA yang juga menjadi salahsatu pemenang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEANDAINYA SELALU SATU terpilih mewakili Indonesia di ajang World Pop Song Festival di Jepang, dan sukses membawa harum bangsa karena HARVEY MALAIHOLLO berhasil menyabet penghargaan paling bergengsi sebagai penyanyi terbaik. Sayangnya meskipun sukses besar, ada sedikit ‘cacat’. Entah mengapa aransemen lagu ini sama persis intronya dengan aransemen lagu SENYUM DALAM DUKA dari ajang FLPI tahun 1984. Meskipun sama-sama diaransemen oleh ELFA SECIORIA, tapi rasanya cukup disayangkan karena rentang waktu kedua lagu itu dirilis hanya berselang 2 tahun. Dan apakah Elfa sudah kehabisan ide ? entahlah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah ‘tragedi’ juga terjadi di tahun ini. lagu AYUN LANGKAHMU sedianya akan mewakili Indonesia dalam ajang FESTIVAL INTERNACIONAL DE LA CANCION 1987 di VINA DEL MAR, CHILE. Akan tetapi lagu itu batal ditampilkan di festival itu karena dianggap menyalahi peraturan panitia. Memang, salahsatu aturan mengikuti festival itu adalah lagu peserta harus belum pernah dirilis, sementara lagu AYUN LANGKAHMU sudah keburu dirilis dalam album finalis FLPI.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lagu-lagu finalis :&lt;/span&gt; &lt;img src=http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/flpi/86.jpg align="right"&gt;&lt;br /&gt;1. AYUN LANGKAHMU&lt;br /&gt;Cipt : Hentriesa, Elfa Secioria, Wieke Gur&lt;br /&gt;Penyanyi : Jopie Latul&lt;br /&gt;2. BUNGA-BUNGA CINTA&lt;br /&gt;Cipt : Minggus Tahitu &amp; Diana Nasution&lt;br /&gt;Penyanyi : Imaniar &amp; Melky Goeslaw&lt;br /&gt;3. SEANDAINYA SELALU SATU&lt;br /&gt;Cipt : Elfa Secioria &amp; Wieke Gur&lt;br /&gt;Penyanyi : Harvey Malaiholo&lt;br /&gt;4. KELINCI PUTIH&lt;br /&gt;Cipt : Alfred Matulapelwa&lt;br /&gt;Penyanyi : Dian Mayasari&lt;br /&gt;5. KARENA ENGKAU&lt;br /&gt;Cipt : Alfred Matulapelwa &amp; Anton Issoedibyo&lt;br /&gt;Penyanyi : Purnomo Sikas &amp; Dewi Yull&lt;br /&gt;6. GETAR ASMARA&lt;br /&gt;Cipt : Fifi Embut &amp; Tb. Rudi F.&lt;br /&gt;Penyanyi : Neno Warisman&lt;br /&gt;7. BERBAGI KASIH&lt;br /&gt;Cipt : Anton Issoedibyo &amp; Bill Aribowo&lt;br /&gt;Penyanyi : Gito Rollies &amp; Geronimo&lt;br /&gt;8. DEMI ANAK CUCU&lt;br /&gt;Cipt : Dotty Nugroho B &amp; Anton Issoedibyo&lt;br /&gt;Penyanyi : Imaniar &amp; Purnomo Sikas&lt;br /&gt;9. SEMOGA ABADI&lt;br /&gt;Cipt : Toni P. Sianipar&lt;br /&gt;Penyanyi : Endang S. Taurina&lt;br /&gt;10. GUSTI&lt;br /&gt;Cipt : Ria Prawiro&lt;br /&gt;Penyanyi : Euis Darliah&lt;br /&gt;11. MENANTI&lt;br /&gt;Cipt : Irianti Erningpradja&lt;br /&gt;Penyanyi : Vonny Sumlang&lt;br /&gt;12. O LA LA&lt;br /&gt;Cipt : Anton Issoedibyo &amp; Dharma Oratmangun&lt;br /&gt;Penyanyi : Andi Meriem Mattalatta &amp; Geronimo &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FLPI 1987 : LENGKAP KOMERSIAL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang sejarah Festival Lagu Populer Indonesia, bisa dibilang tahun 1987 adalah yang paling berhasil secara komersial. Juri pada waktu itu berhasil memilih lagu yang bagus secara kualitas tetapi juga menjual dan gampang dinikmati. Tidak heran, hampir semua lagu yang menjadi finalis berhasil menjadi hits. Barangkali karena para pencipta yang masuk final kali ini memang tergolong hitsmaker, ada nama GURUH SOEKARNO PUTRA, YOVIE WIDIANTO, ELFA SECIORIA, DADANG S. MANAF dll. Penyanyi yang tampil juga lengkap, dari DIAN PIESESHA yang ‘artis JK’, ERMY KULLIT yang jazzy,  NICKY ASTRIA yang ladyrocker dan HARVEY MALAIHOLLO yang memang buaya festival. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu Pemenang tahun ini adalah KUSADARI, KEMBALIKAN BALIKU dan PESTA.  Yang terpilih mewakili Indonesia di ajang World Pop Song Festival adalah lagu KEMBALIKAN BALIKU yang dibawakan oleh JOPIE LATUL. Dengan garapan aransemen yang kuat serta penampil pendukung dari GSP, Jopie berhasil mendapatkan penghargaan KAWAKAMI AWARDS. Lagu KUSADARI juga berhasil menjadi pemenang ketika dikirim mewakili Indonesia di ajang ASEAN POPULAR SONG FESTIVAL tahun 1988. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara komersial, lagu-lagu finalis tahun ini sangat menjual sehingga nyaris semuanya jadi hits, termasuk lagu SESAAT KAU HADIR yang terpilih sebagai single pertama album FLPI 1987 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lagu-lagu finalis :&lt;/span&gt; &lt;img src=http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/flpi/87.jpg align="right"&gt;&lt;br /&gt;1. SESAAT KAU HADIR&lt;br /&gt;Cipt : Boedi Bachtiar &amp; Adi Murdianto&lt;br /&gt;Penyanyi : Utha Likumahuwa&lt;br /&gt;2. DUNIA CINTA&lt;br /&gt;Cipt : Ari Kusuma JI&lt;br /&gt;Penyanyi : Geronimo VIII&lt;br /&gt;3. ODE BUAT KEKASIH&lt;br /&gt;Cipt : M.N. Chani &amp; Anita Ch. Rachman&lt;br /&gt;Penyanyi : Hemmy Pesolima &amp; Lex's Trio&lt;br /&gt;4. ANUGERAH&lt;br /&gt;Cipt : Dadang S. Manaf&lt;br /&gt;Penyanyi : Ermy Kullit&lt;br /&gt;5. YANG HARUM DAN RANUM&lt;br /&gt;Cipt : M.N. Chani&lt;br /&gt;Penyanyi : Dian Piesesha&lt;br /&gt;6. PESTA&lt;br /&gt;Cipt : Hentriesa &amp; Wieke Gur&lt;br /&gt;Penyanyi : Elfa's Singers&lt;br /&gt;7. KUSADARI&lt;br /&gt;Cipt : Elfa Secioria &amp; Wieke Gur&lt;br /&gt;Penyanyi : Harvey Malaiholo&lt;br /&gt;8. PASTIKAN&lt;br /&gt;Cipt : Yovie Widianto&lt;br /&gt;Penyanyi : Imaniar&lt;br /&gt;9. DIANTARA KITA&lt;br /&gt;Cipt : Ongen Latuihamallo&lt;br /&gt;Penyanyi : Emilia Contessa&lt;br /&gt;10. PIJAR&lt;br /&gt;Cipt : Erns F. Mangalo &amp; Bartje Van Houten&lt;br /&gt;Penyanyi : Nicky Astria&lt;br /&gt;11. DALAM KEGELAPAN&lt;br /&gt;Cipt : Tigor Gipsy&lt;br /&gt;Penyanyi : Harry Mukti&lt;br /&gt;12. KEMBALIKAN BALIKU&lt;br /&gt;Cipt : Guruh Soekarno Putra&lt;br /&gt;Penyanyi : Jopie Latul &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FLPI 1988 : MENTERI DAN PUTRI PRESIDEN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajang Festival Lagu Populer Indonesia memang tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Finalisnya selalu itu itu saja, penyanyinyapun tidak banyak berubah. Lagu-lagu yang menjadi pemenang juga biasanya sudah tertebak yang seperti apa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di penyelenggaraan tahun 1988 ada sedikit kejutan, karena ada menteri (FUAD HASSAN) dan putri presiden (SITI HARDIYANTI RUKMANA) yang lagunya lolos menjadi finalis. Keduanya berkolaborasi bersama Titik Hamzah menciptakan lagu untuk ajang ini. Selain itu lagu pemenang pertama juga tidak diduga, karena pemenangnya adalah lagu up beat berjudul KAU KASIHKU (cipt Toni Sianipar, dibawakan ELFA'S SINGERS), sementara yang dijagokan adalah TERNYATA (lagu ini melodinya festival banget).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, ajang World Pop Song Festival di Tokyo mulai tahun 1988 tidak diselenggarakan lagi, sehingga pemenang FLPI tahun ini tidak dikirim ke ajang itu. Sebagai gantinya, lagu KAU KASIHKU kemudian dikirim ke ASEAN POP SONG FESTIVAL dan berhasil menjadi pemenang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dirilis di pasaran,  yang menjadi 'juara' adalah lagu BEGITULAH CINTA, karena lagu ini menjadi single andalan untuk konsumsi pasar, dan menjadi hits besar. Lagu ini juga fenomenal karena dinyanyikan oleh dua nama yang notabene merajai FLPI yaitu VINA PANDUWINATA dan HARVEY MALAIHOLLO. Ini juga merupakan comeback Vina di FLPI setelah absen selama dua tahun. Single lain yang juga jadi hits adalah TERNYATA dan KATA HATIKU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lagu-lagu finalis : &lt;/span&gt;&lt;img src=http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/flpi/88.jpg align="right"&gt;&lt;br /&gt;1. BEGITULAH CINTA&lt;br /&gt;Cipt : Oddie Agam&lt;br /&gt;Penyanyi : Vina Panduwinata &amp; Harvey Malaihollo&lt;br /&gt;2. SAMA-SAMA SUKA&lt;br /&gt;Cipt : Alfred Matulapelwa&lt;br /&gt;Penyanyi : Jean Retno Aryani &amp; Alfred Matulapelwa&lt;br /&gt;3. UNGKAPAN CINTA&lt;br /&gt;Cipt : Tarida P. Hutauruk&lt;br /&gt;Penyanyi : Berlian Hutauruk&lt;br /&gt;4. TERNYATA&lt;br /&gt;Cipt : Tamam Hoesein &amp; Wieke Gur&lt;br /&gt;Penyanyi : Harvey Malaihollo&lt;br /&gt;5. KEMBALI AKU PULANG PADAMU&lt;br /&gt;Cipt : Johny Ishak &amp; Anita Rachman&lt;br /&gt;Penyanyi : Titiek Puspa&lt;br /&gt;6. ADAKAH RESTU-MU&lt;br /&gt;Cipt : Kusdamarsasi Koesnoen &amp; Nien K. Soerjo&lt;br /&gt;Penyanyi : Vicky Vendi&lt;br /&gt;7. KEMBALI KASIH&lt;br /&gt;Cipt : Ari Kusuma JI&lt;br /&gt;Penyanyi : Dessy Fitri&lt;br /&gt;8. PERJALANAN PANJANG&lt;br /&gt;Cipt : Titik Hamzah, Fuad Hassan, Siti Hardiyanti R.&lt;br /&gt;Penyanyi : Connie Constantia&lt;br /&gt;9. CURIGA&lt;br /&gt;Cipt : Charles Hutagalung&lt;br /&gt;Penyanyi : Al Rizal&lt;br /&gt;10. DILEMA&lt;br /&gt;Cipt : Titik Hamzah &amp; Siti Hardiyanti R.&lt;br /&gt;Penyanyi : Vina Panduwinata&lt;br /&gt;11. KATA HATIKU&lt;br /&gt;Cipt : Iwan Wiradz, Hermawan, Ferina&lt;br /&gt;Penyanyi : Elfa's Girls&lt;br /&gt;12. UNTUK KASIH SAYANG&lt;br /&gt;Cipt : Ongen Latuihamallo&lt;br /&gt;Penyanyi : Diana Nasution &amp; Vicky Vendi &lt;br /&gt;13. KAU KASIHKU&lt;br /&gt;Cipt : Toni P. Sianipar&lt;br /&gt;Penyanyi : Elfa’s Singers&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;FLPI 1989 : KEJUTAN 14 TAHUN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Festival Lagu Populer Indonesia tahun 1989 menunjukkan bagaimana dominasi musisi Bandung begitu kuat. Dari daftar finalis, sebagian besar adalah komposer dari Bandung ! Ada YOVIE WIDIANTO, HERMAWAN, FERINA, IWAN WIRADZ, DEWAYANI, HENTRIESA dan kawan-kawannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengejutkan, pemenang pertama festival kali ini adalah sebuah lagu ciptaan JOSSIE HITIJAHUBESSY dan OLVY HEUMASSE berjudul BILA yang dinyanyikan TRIE UTAMI dan JOPIE LATUL. Prestasi ini cukup mengejutkan mengingat usia Olvy saat itu baru 14 tahun, sementara di deretan finalis banyak terdapat nama-nama beken yang sudah malang melintang di FLPI, termasuk ROBBY LEA yang pernah menjuarai FLPI tahun 1980. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, sepertinya ada pergeseran trend dari pemenang FLPI. Setelah tahun 1988 lagu KAU KASIHKU yang muncul sebagai pemenang yang notabene adalah lagu upbeat, maka lagu BILA yang menjuarai FLPI tahun 1989 juga sebuah lagu bertempo upbeat. Tidak heran, lagu-lagu tipikal festival seperti lagu MENCARI, SEMOGA SAJA atau BIAS WARNA tidak bisa berbicara tahun ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hits yang muncul dari album ini seperti INI DAN ITU (Ruth Sahanaya), SUDAHKAHKU (Connie Constantia), BIAS WARNA (Utha Likumahuwa) dan BERDUA (Mus Mujiono). Tapi the biggest hits dari FLPI tahun ini adalah lagu AKU SUKA KAMU SUKA yang dinyanyikan oleh HARRY MOEKTI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lagu-Lagu finalis : &lt;/span&gt;&lt;img src=http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/flpi/89.jpg align="right"&gt;&lt;br /&gt;1. AKU SUKA KAMU SUKA&lt;br /&gt;Cipt : Dharma Oratmangun&lt;br /&gt;Penyanyi : Harry Moekti &amp; Cantora Geronimo&lt;br /&gt;2. INI DAN ITU&lt;br /&gt;Cipt : Hermawan &amp; Inge Maskun&lt;br /&gt;Penyanyi : Ruth Sahanaya&lt;br /&gt;3. LESTARI&lt;br /&gt;Cipt : Hentriesa &amp; Emma Madjid&lt;br /&gt;Penyanyi : Trio Libels&lt;br /&gt;4. SUDAHKAH KU&lt;br /&gt;Cipt : Dewayani &amp; Deddy Wiradz&lt;br /&gt;Penyanyi : Connie Constantia&lt;br /&gt;5. BIAS WARNA&lt;br /&gt;Cipt : Kusdamarsasi Koesnoen &amp; Johandi Yahya&lt;br /&gt;Penyanyi : Utha Likumahuwa&lt;br /&gt;6. LUPAKAN MASA LALU&lt;br /&gt;Cipt : Robby Lea&lt;br /&gt;Penyanyi : Tetty Manurung&lt;br /&gt;7. PUTIH CINTAKU&lt;br /&gt;Cipt : Andi Christian&lt;br /&gt;Penyanyi : Al Rizal&lt;br /&gt;8. SEMOGA SAJA&lt;br /&gt;Cipt : Yovie Widianto &amp; Wieke Gur&lt;br /&gt;Penyanyi : Emilia Contessa&lt;br /&gt;9. BERDUA&lt;br /&gt;Cipt : Yovie Widianto &amp; Wieke Gur&lt;br /&gt;Penyanyi : Mus Mujiono&lt;br /&gt;10. MENCARI&lt;br /&gt;Cipt : Tamam Hoesein &amp; Wieke Gur&lt;br /&gt;Penyanyi : Harvey Malaihollo&lt;br /&gt;11. INDAHNYA CINTA&lt;br /&gt;Cipt : Dewayani &amp; Deddy Wiradz&lt;br /&gt;Penyanyi : Vonny Sumlang&lt;br /&gt;12. HARAPANKU&lt;br /&gt;Cipt : Iwan Wiradz, Hentriesa, Ferina&lt;br /&gt;Penyanyi : Elfa's Boys&lt;br /&gt;13. BILA&lt;br /&gt;Cipt : Jossie Hitijahubessy &amp; Olvy Heumasse&lt;br /&gt;Penyanyi : Trie Utami &amp; Jopie Latul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;THE FACTS :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Penyanyi yang selalu berpartisipasi sepanjang era 80an adalah HARVEY MALAIHOLLO. Harvey kemudian absen di FLPI 1990 dan tampil lagi di FLPI 1991.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gara-gara kasus lagu AYUN LANGKAHMU, maka sejak tahun 1988 lagu-lagu pemenang pertama FLPI tidak diikutsertakan dalam album finalis FLPI, melainkan dirilis dalam album tersendiri setelah selesai mengikuti festival di luar negeri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lagu jebolan FLPI yang paling sering dirilis ulang oleh penyanyi lain adalah lagu DIRIMU SATU (FLPI 1981). Versi festival dibawakan oleh BORNOK HUTAURUK, dan di pasaran kemudian muncul  versi lainnya dibawakan oleh antara lain EUIS DARLIAH, RITA MONICA, PRETTY SISTERS, HUTAURUK SISTERS, DE JOLLIES, dan bahkan dirilis ulang oleh SERIEUS BAND di era 2000an. Yang juga banyak dirilis ulang adalah lagu LADY (FLPI 1982). Selain versi festival yang dibawakan HARVEY MALAIHOLLO, beredar juga versi lainnya yang dinyanyikan oleh ACHMAD ALBAR, FARIZ RM dan EMILIA CONTESSA. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lagu lain yang sempat dirilis ulang antara lain SYMPHONY YANG INDAH (1980) dirilis ulang oleh ONCE DEWA. DIBATAS KERINDUAN (1981) dirilis ulang oleh NENO WARISMAN. LETIH &amp; LEGENDA CINTA (1981) dirilis ulang oleh duo HARVEY MALAIHOLLO &amp; TINA TETELEPTA. DIA (1982) masuk juga dalam album kelompok DRAKHMA. PUTARAN RESAH (1983) dirilis lagi oleh JANUARY CHRISTY di album solonya. BIRU SELINTAS RINDU (1984) dirilis ulang oleh IWAN ZEN. BURUNG CAMAR (1985) dirilis oleh KAREN POEROE dari ajang INDONESIAN IDOL. SELAMAT DATANG CINTA (1985) dirilis lagi oleh HARVEY MALAIHOLLO dan ANDIEN. KARENA ENGKAU (1986) dirilis ulang oleh DEWI YULL. GETAR ASMARA (1986) dirilis ulang oleh JEN RETNO ARYANI. PESTA (1987) dirilis ulang oleh HARVEY MALAIHOLO dan ROCKET ROCKERS. KEMBALIKAN BALIKU (1987) dirilis ulang oleh ELFA’S SINGERS. KUSADARI (1987) dirilis kembali oleh HARVEY MALAIHOLLO. BEGITULAH CINTA (1988) dirilis ulang oleh duet HARVEY MALAIHOLLO &amp; SHEILA MAJID. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyanyi ‘pop cengeng’ nyaris tidak pernah dilibatkan di ajang ini. Hanya 3 nama yang pernah dilibatkan yaitu CHRISTINE PANJAITAN (FLPI 1985), ENDANG S. TAURINA (FLPI 1986) dan DIAN PIESESHA (FLPI 1987).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saat bernyanyi di malam final FLPI 1985, VINA PANDUWINATA salah lirik ketika menyanyikan lagu BURUNG CAMAR. Untung saja lagu baru dan belum dikenal sehingga tidak begitu diperhatikan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kolaborasi pencipta Ibu &amp; Anak terjadi pada FLPI 1988. KUSDAMARSASI KOESNOEN memilih ibunya sendiri NIEN K. SOERJO sebagai penulis lirik lagu ADAKAH RESTUMU.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah memenangi FLPI 1984 lewat lagu AKU MELANGKAH LAGI, SANTOSO GONDOWIJOYO tidak pernah menghasilkan lagu hits lagi, namanya bahkan tidak banyak dikenal sebagai komposer, meskipun lagu Aku Melangkah Lagi terhitung sukses.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src=http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/flpi/02.jpg&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Bersama Menteri Penerangan Harmoko [dok: &lt;a href=http://www.wiekegur.com&gt;Wieke Gur&lt;/a&gt;]&lt;/i&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr&gt;&lt;strong&gt;Pengamat Festival 80-an : &lt;a href="http://indolawas.blogspot.com" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-size: 125%"&gt;Aldiwirya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cover Kaset: Properti &lt;a href="http://indolawas.blogspot.com" target="_blank"&gt;Indolawas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-1310221942420187412?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/1310221942420187412/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=1310221942420187412&amp;isPopup=true' title='22 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/1310221942420187412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/1310221942420187412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2009/11/festival-lagu-populer-indonesia.html' title='Festival Lagu Populer Indonesia'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/flpi/th_01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-8790581753778584642</id><published>2009-10-05T23:39:00.005+07:00</published><updated>2009-10-06T15:17:37.383+07:00</updated><title type='text'>Alamak jaaan.... Catatan si Boy... ahik ahik</title><content type='html'>&lt;div style="font-style: italic; text-align: center; color: #A6702A;"&gt;Siapa tak kenal dia&lt;br /&gt;Boy anak orang kaya&lt;br /&gt;Punya teman segudang&lt;br /&gt;Karena pergaulannya&lt;br /&gt;Baik budi dan tidak sombong&lt;br /&gt;Jagoan lagipula pintar&lt;br /&gt;Oh Boy, cermin anak muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti ku remaja&lt;br /&gt;Impian kawula muda&lt;br /&gt;Maka tak heran kita&lt;br /&gt;Dia playboy di zamannya&lt;br /&gt;Baik budi dan tidak brutal&lt;br /&gt;Jagoan lagipula pintar&lt;br /&gt;Oh Boy, semua dekat padanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupannya tak kenal frustasi&lt;br /&gt;Tiada rumus gengsi&lt;br /&gt;Hatinyapun bersih&lt;br /&gt;Boy Boy Si Boy&lt;br /&gt;Suatu imajinasi anak muda masa kini&lt;br /&gt;Pemuda yang seksi&lt;br /&gt;["Catatan Si Boy", cipt: Harry Sabar, oleh Ikang Fawzi]&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hayooo.. coba siapa tak kenal dia? Si Boy dan catatannya ini pernah menghipnotis dan merajai kehidupan remaja di akhir 80-an hingga awal 90-an dengan gaya hidupnya yang jadi impian semua remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Boy—yang katanya punya nama lengkap Raden Ario Purbo Joyodiningrat—adalah tokoh utama dalam sebuah drama radio dan film Catatan Si Boy. Boy adalah anak orang kaya yang baik budi dan tidak sombong, jagoan lagi pula pintar, dan hatinya pun bersih. Sosok yang sempurna! Pokoke idola remaja nomer satu lah pada masanya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dari Drama Radio&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh rekaan yang kemudian menjadi sosok fenomenal ini awalnya adalah sebuah drama radio. Sekitar tahun 1984, drama radio Catatan Si Boy mengudara di gelombang AM 666 KHz Radio Prambors Jakarta. Acara itu membius sekian banyak anak muda Jakarta di setiap Kamis malam dari pukul sepuluh hingga tengah malam. Penulis dan pencipta tokoh-tokoh di drama radio ini adalah Marwan Alkatiri. Bercerita tentang anak muda Jakarta.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pengisi suaranya adalah penyiar-penyiar radio Prambors. Boy awalnya diperankan sendiri oleh Marwan Alkatiri, tapi kemudian lebih populer setelah dibawakan oleh Edy Pribadi alias Epri Daryaatmaja yang bersuara empuk. Si Kutu Kuya Andi, sohib beratnya si Boy, diisi suaranya oleh Artha Bangun yang garing. Adik Boy, si Ina, diperankan dengan centil oleh Ida Arimurti. Dan si Comel Emon disuarakan oleh Eko "Monyong". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Diangkat ke Layar Lebar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sempat berjaya selama beberapa tahun menemani pendengar setianya di setiap malam Jumat, di akhir 80-an drama radio Catatan Si Boy akhirnya tidak dilanjutkan lagi. Meredup di radio, PT. Bola Dunia Film berani mengambil peluang memproduseri film layar lebarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film layar lebar Catatan Si Boy (Cabo) pun diproduksi. Sutradara tetapnya adalah Nasri Cheppy. Penulis skenarionya tetap mengambil Marwan Alkatiri yang juga penulis drama radionya. Berikut daftar personel tetap pemain film Catatan Si Boy 1 sampai 3. Kita batasi sampai sekuel ketiga karena Catatan Si Boy 4 dan 5 diproduksi di tahun 90-an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeran Tetap&lt;br /&gt;• Boy : Onky Alexander &lt;br /&gt;• Vera : Meriam Bellina&lt;br /&gt;• Ina : Btari Karlinda&lt;br /&gt;• Andi : Dede Yusuf (Cabo 1 dan 2)&lt;br /&gt;• Emon : Didi Petet (Cabo 1, 2 dan 3, selanjutnya digantikan oleh Fuad Alkhar)&lt;br /&gt;• Jefri : Leroy Osmani&lt;br /&gt;• Ocha : Faradina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CATATAN SI BOY, Kugadaikan Cintaku (1987)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeran Pendukung : Nuke (Ayu Azhari) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src=http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2009/film01.jpg&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Boy dengan Nuke tidak direstui orang tua Nuke. Nuke lantas disekolahkan di London. Di kampus Boy bertemu dengan mahasiswi baru tamatan Los Angeles, Vera namanya. Pacaranlah mereka berdua. Sayangnya ada Jefri yang ngaku masih berstatus pacar Vera selama di LA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CATATAN SI BOY II (1988)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeran Pendukung : Priska (Venna Melinda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src=http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2009/film02.jpg&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Vera balik dari LA bersama temannya Priska, yang masih sepupu Emon. Karena Boy lagi kosong, Emon berinisiatif menjodohkan Priska dengan Boy. Boy pun hayuk aja diminta nemenin Priska. Cilakanya Vera juga minta balikan sama Boy karena ternyata masih cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CATATAN SI BOY III (1989)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeran Pendukung : Sheila (Bella Esperance Lee)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src=http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2009/film03.jpg&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Boy berangkat ke Los Angeles untuk meneruskan sekolah. Di LA Boy tinggal di apartemen bertetangga dengan cewe asal Philipina bernama Sheila. Sheila ternyata adalah pecandu narkoba yang tidak bisa lepas dari jebakan bandarnya. Bandarnya tidak lain tidak bukan adalah Jefri, mantan pacar Vera. Keadaan semakin runyam saat Vera dan Emon datang berlibur ke apartemen Boy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Boy Punya Gaya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src=http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2009/gaya01.jpg&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Gaya casual, kaos turtle neck, plus kemeja yang diangkat kerahnya&lt;/i&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src=http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2009/gaya03.jpg&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Gaya resmi, kemeja mengkilap gedombrangan lengkap dengan padding di bahu&lt;/i&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src=http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2009/gaya02.jpg&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Gaya para cinewine, rambut megar bergelombang dan baju full padding&lt;/i&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src=http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2009/solat.jpg&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Mas Boy hatinya bersih, rajin sholat... rajin pacaran juga :D&lt;/i&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src=http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2009/boil.jpg&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Boilnya cing!!&lt;/i&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Soundtrack Catatan Si Boy&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman 80-an film yang memiliki album original soundtrack masih sangatlah jarang. Catatan si Boy adalah salah satunya. Album ini selalu digarap serius, bukan sekadar pelengkap untuk filmnya. Lagu-lagunya keren dan oke-oke, Cing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src=http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2009/OST.jpg&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Album Soundtrack Catatan si Boy 1, 2, 3 (dok: Aldiwirya/&lt;a href=http://indolawas.blogspot.com&gt;Indolawas&lt;/a&gt;)&lt;/i&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr&gt;&lt;strong&gt;Yang bikin catatan : &lt;a href="http://qyu.blogspot.com" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-size: 125%"&gt;Q&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sumber: VCD Catatan si Boy 1, 2, 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Tulisan lengkap dari artikel ini sudah diterbitkan dalam bentuk buku&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;berjudul "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gaul Jadul&lt;/span&gt;" oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Q Baihaqi&lt;/span&gt;,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;terbitan Gagas Media, Juni 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);" src="http://1.1.1.2/bmi/i285.photobucket.com/albums/ll45/qyu2/gauljaduls.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera aja dapatkan di toko buku langganan kalian yah cing... &lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-8790581753778584642?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/8790581753778584642/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=8790581753778584642&amp;isPopup=true' title='27 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/8790581753778584642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/8790581753778584642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2009/10/alamak-jaaan-catatan-si-boy-ahik-ahik.html' title='Alamak jaaan.... Catatan si Boy... ahik ahik'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2009/th_film01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>27</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-6746580484977263127</id><published>2009-06-18T17:19:00.004+07:00</published><updated>2009-06-19T13:37:43.160+07:00</updated><title type='text'>Mainan Anak-anak 80-an</title><content type='html'>Namanya juga anak-anak, kebanyakan yang mereka pikirin pastilah main, main, dan main. Masih kecil ini, ya biarin aja mereka mencari kesenangan sembari menyerap berbagai ilmu kehidupan dari sekitarnya. Belum waktunya disuruh ikutan mikirin yang rumit-rumit. Asik banget, ya, hidup kayak gitu... hehehe!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eh.. tapi yang namanya orang dewasa juga banyak kok yang lebih suka main daripada kerja.. huehehehe.. gak berubah juga kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo, kita mengaduk-aduk memori untuk mengenang kembali mainan-mainan anak-anak apa saja yang dulu ada di zaman 80-an. Mainan yang sempat mewabah dan jadi kegemaran banyak anak di berbagai tempat. Yang bikin anak-anak berlomba-lomba untuk punya yang paling banyak, atau untuk jadi yang paling ahli memainkan, atau untuk punya koleksi paling unik, atau sekadar pernah memainkannya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Permainan Sepanjang Masa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;div&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/pic-balls.jpg"&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Balon Tiup, Bekel, dan Gundu (dok: pribadi)&lt;/i&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Ada permainan yang dari dulu sampai sekarang masih terus dimainkan oleh anak-anak dari zaman ke zaman, yang nggak butuh ruang terlalu luas untuk dimainkan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Engklek atau Teplek atau Dampu &lt;br /&gt;- Bentengan atau Betengan &lt;br /&gt;- Petak umpet&lt;br /&gt;- Main gundu&lt;br /&gt;- Layang-layang &lt;br /&gt;- Karet gelang, buat main karet atau main lompat tali &lt;br /&gt;- Catur, Monopoli, Ular Tangga, Halma, dan Ludo &lt;br /&gt;- Kartu remi &lt;br /&gt;- Main bekel&lt;br /&gt;- Congklak&lt;br /&gt;- Yoyo &lt;br /&gt;- Gasing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;div&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/pic-board.jpg"&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Monopoli, Ular Tangga dan Halma &lt;br&gt;(dok: berbagai sumber.. lupa gak dicatet :D)&lt;/i&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Permainan Tradisional 80-an&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan tradisional ini sudah ada dari dulu kala dan diajarkan dari senior ke juniornya secara turun temurun. Memang sebenarnya tidak bisa diklaim sebagai permainan yang khas 80-an, karena ini adalah permainan-permainan sepanjang zaman yang mudah-mudahan masih akan terus dimainkan. Tapi karena kenyataannya di masa sekarang, permainan-permainan ini sudah mulai jarang dimainkan terutama di kalangan anak-anak kota, jadi sepertinya perlu juga diangkat kembali agar tetap dilestarikan. Begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Galah Asin atau Gobak Sodor atau Asing &lt;br /&gt;- Gatrik atau Patil Lele atau Pukul Lele atau Tak Kadal&lt;br /&gt;- Rondes atau Bola Bakar&lt;br /&gt;- Kasti pake bola kertas&lt;br /&gt;- Kucing-kucingan&lt;br /&gt;- Silat-silatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pengen main rame-rame di ruangan yang terbatas tapi nggak ada alat yang bisa dipakai, anak 80-an bisa mainin permainan yang ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- "Pancasila Ada Berapa" atau ABC&lt;br /&gt;- Dam-daman pake batu dan papan mainnya digambar di tanah&lt;br /&gt;- Cublak-cublak suweng&lt;br /&gt;- Juncit atau Cingciripit&lt;br /&gt;- Do mikado, Mama mia, Putih-putih melati, tepok Antimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Permainan dengan Alat Khas 80-an&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;div&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/pic-kartu.jpg"&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Gambaran produksi Gunung Kelud (dok: &lt;a href="http://gringo1988.wordpress.com/2008/09/25/masih-ingatkah-anda-dengan-permainan-ini"&gt;Gringo&lt;/a&gt;), &lt;br&gt;dan Kartu Kwartet (dok: &lt;a href="http://kotarominami.multiply.com"&gt;Budi Cheung&lt;/a&gt;)&lt;/i&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Seiring kemajuan zaman, mulailah ada permainan yang diciptakan dengan dilengkapi  penggunaan alat yang dibuat khusus. Peralatannya ada yang bisa dibuat sendiri, ada yang dibuat dengan tangan oleh pengrajin khusus, ada juga yang produk masal bikinan pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kartu Kwartet&lt;br /&gt;- Gambaran atau Umbul&lt;br /&gt;- Boneka kertas bongkar pasang&lt;br /&gt;- Pistol air&lt;br /&gt;- Pistol Dompis&lt;br /&gt;- Pris-prisan berupa orang-orangan kecil dari plastik &lt;br /&gt;- Bola Tik-tok atau Tek-tek-an&lt;br /&gt;- Rubik&lt;br /&gt;- Slider&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;div&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/pic-rubik.jpg"&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Rubik (dok : &lt;a href="http://www.theage.com.au/news/world/computer-claims-cubic-order-26-moves-away/2007/08/17/1186857772827.html&lt;br /&gt;"&gt;TheAge&lt;/a&gt;), Puzzle Slider (dok: &lt;a href="http://bigdigital.blogspot.com/2007/02/arcade-ticket-prizes.html"&gt;Big Digital&lt;/a&gt;), &lt;br&gt;dan bola Tiktok (dok pribadi)&lt;/i&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Permainan Canggih 80-an&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;div&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/pic-canggih.jpg"&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Atari (dok: &lt;a href="http://www.geeksugar.com/1695469"&gt;GeekSugar&lt;/a&gt;), Viewmaster (dok: &lt;a href="http://ianbashaw.com/blog/?p=35"&gt;Ianbashaw&lt;/a&gt;), &lt;br&gt;Western Bar (dok: &lt;a href="http://www.thosewerethedays.de/"&gt;Thosewerethedays&lt;/a&gt;)&lt;/i&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya nggak semuanya canggih banget, sekadar untuk membedakan dengan permainan beralat murah dan sederhana di bagian sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- View Master&lt;br /&gt;- Pocket Flix&lt;br /&gt;- Mobil-mobilan die cast&lt;br /&gt;- Atari&lt;br /&gt;- Game &amp; Watch&lt;br /&gt;- Robot-robotan yang bisa gerak dan bunyi&lt;br /&gt;- Game Komputer PC DOS macam Digger, Pacman, Space Invaders dan Alley Cat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;div&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/pic-dosgame.jpg"&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Game DOS: Digger, Alley Cat, dan PacMan (dok: &lt;a href="http://www.dosgames.com"&gt;Dosgames&lt;/a&gt;)&lt;/i&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Gimana? Sudah teraduk-aduk memorinya tentang semua mainan di masa 80-an? Lagi senyum-senyum membayangkan serunya mainin semua itu? Lagi mengingat-ingat bagaimana suka rebutan sama teman bahkan sampai berkelahi—dan akhirnya salah satu nangis? Hehehehe... seru ya :D &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr&gt;&lt;strong&gt;Tukang jualannya : &lt;a href="http://qyu.blogspot.com" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-size: 125%"&gt;Q&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sayang anaak.... sayang anaak.. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Tulisan lebih lengkap dari artikel ini&lt;br /&gt;akan diterbitkan dalam buku&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;berjudul "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gaul Jadul&lt;/span&gt;" oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Q Baihaqi&lt;/span&gt;,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;terbitan Gagas Media, Juni 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);" src="http://i285.photobucket.com/albums/ll45/qyu2/gauljaduls.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera aja dapatkan di toko buku langganan kalian &lt;br /&gt;mulai beredar sekitar bulan Juni ini &lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-6746580484977263127?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/6746580484977263127/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=6746580484977263127&amp;isPopup=true' title='31 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/6746580484977263127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/6746580484977263127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2009/06/mainan-anak-anak-80.html' title='Mainan Anak-anak 80-an'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>31</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-4732130283992911929</id><published>2009-06-06T06:44:00.002+07:00</published><updated>2009-06-06T07:04:39.409+07:00</updated><title type='text'>Suzanna, Ratu Horror 80-an</title><content type='html'>&lt;div style="font-style: italic; text-align: center; color: #A6702A;"&gt;Namaku Alisa, usia 21 tahun&lt;br /&gt;Pernah hidup dalam dunia hitam&lt;br /&gt;Pernah mengecap kebahagiaan&lt;br /&gt;Dan pernah terjerat dendam setan&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara itu terdengar saat di layar menampilkan setting sebuah makam dengan batu nisan yang masih tampak baru bertuliskan: Alisa Hendarto, Lahir 4-12-59, Wafat 17-10-80, Jakarta... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan-lahan muncul sosok wanita cantik bermuka pucat, berambut panjang, dan bergaun putih, dengan disorot cahaya dari bawah. Teks berwarna merah darah nampak perlahan menjelaskan siapa wanita itu. "SUZANNA". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jenak Suzanna berpose dingin tanpa ekspresi. Lalu ia memutar tubuhnya... dan jreeeengg... Punggungnya bolong, cing! berdarah-darah dan dikerubuti banyak belatung besar yang menggeliat-geliat di antara sisa daging. Iuuuhhh... dan kemudian muncul tulisan "SUNDEL BOLONG". Itulah judul yang menjelaskan siapa wanita cantik tapi mengerikan dalam pembukaan film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/blog-suzanna01.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, Sundel Bolong adalah salah satu film horor yang lumayan fenomenal dan sempat menghantui banyak penonton bioskop di zaman 80-an awal. Sampai sekarang yang namanya Sundel Bolong masih identik dengan pemerannya, Suzanna. Ia sempat dua kali berperan sebagai Sundel Bolong, di film "Sundel Bolong" dan di film "Malam Satu Suro".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Film SUNDEL BOLONG (1981)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemain : Suzanna, Barry Prima, Ruth Pelupessy, Rudi Salam, Marlia Hardi, HM Damsik, Bokir, Dorman Borisman&lt;br /&gt;Sutradara : Sisworo Gautama Putra&lt;br /&gt;Produksi : PT. Rapi Films&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alisa Hendarto adalah mantan pelacur anak buah Mami. Namun, sejak ia bertemu dengan Hendarto, hidupnya berubah total. Ia diangkat dari lembah nista dan diperistri secara baik-baik. &lt;br /&gt;Mami tampaknya belum rela Alisa hidup sebagai orang baik-baik. Ia memaksa Alisa kembali. Alisa menolak mentah-mentah, dan berakhir diperkosa anak buah Mami. Dalam kubangan rasa bersalahnya akhirnya Alisa mati bunuh diri... dan jadi Sundel Bolong &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/blog-suzanna02.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/blog-suzanna03.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/blog-suzanna04.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MALAM SATU SURO (1988)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemain : Suzanna, Fendy Pradhana, Johny Matakena, Belkiez Rachman, Soenjoto Adibroto, Nurnaningsih, Bokir, Dorman Borisman&lt;br /&gt;Sutradara : Sisworo Gautama Putra&lt;br /&gt;Produksi : PT. Soraya Intercine Films&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua orang pemuda kota Bardo dan Hary, berburu kelinci di Alas Roban. Disana mereka malah bertemu dengan gadis manis bernama Suketi dan keluarganya. Bardo jatuh cinta pada Suketi dan melamarnya. Ki Renggo, bapak Suketi, menyembunyikan rahasia bahwa Suketi sebenarnya sundel bolong yang pernah ia bangkitkan dari kubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bardo dan Suketi kemudian hidup bahagia berkecukupan dengan dua orang anak. Suatu saat Bardo menolak proposal kerja sama dari mitra kerjanya, Johny. Johny tidak terima, ia menghubungi dukun untuk mencari kelemahan Bardo. Dan ketahuanlah bahwa Bardo beristrikan Sundel Bolong. Mereka mendatangi Suketi dan mencabut paku di kepala Suketi. Suketi pun kembali menjadi Sundel Bolong. Namun mereka membuat kesalahan dengan membunuh anak Suketi. Tentu saja Sundel Bolong mengamuk dan membalas dendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/blog-suzanna05.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/blog-suzanna06.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/blog-suzanna07.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr&gt;&lt;strong&gt;Yang nonton sambil tutup mata: &lt;a href="http://qyu.blogspot.com" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-size: 125%"&gt;Q&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sumber: VCD Sundel Bolong dan Malam Satu Suro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Tulisan lengkap dari artikel ini&lt;br /&gt;akan diterbitkan dalam buku&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;berjudul "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gaul Jadul&lt;/span&gt;" oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Q Baihaqi&lt;/span&gt;,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;terbitan Gagas Media, Juni 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);" src="http://i285.photobucket.com/albums/ll45/qyu2/gauljaduls.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera aja dapatkan di toko buku langganan kalian &lt;br /&gt;mulai beredar sekitar pertengahan bulan Juni ini &lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-4732130283992911929?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/4732130283992911929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=4732130283992911929&amp;isPopup=true' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/4732130283992911929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/4732130283992911929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2009/06/suzanna-ratu-horror-80.html' title='Suzanna, Ratu Horror 80-an'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-8887035546658668839</id><published>2008-08-29T10:50:00.007+07:00</published><updated>2008-08-30T19:16:43.409+07:00</updated><title type='text'>Bandung Di Kala 80-an</title><content type='html'>Bandung kalo masa sekarang sih udah kayak kota satelit buat Jakarta. Jadi tempat maen buat orang-orang Jakarta waktu wiken. Apalagi kalo pas long-wiken, orang Jakarta bakal memenuhi jalan-jalan dan beraneka ragam pusat belanja di Bandung. Sampai-sampai orang Bandungnya sendiri malas untuk keluar rumah karena jalanan sudah dikuasai oleh turis belanja dari Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua terutama karena Bandung sudah begitu gampang aksesnya dari Jakarta. Jalan darat lewat tol Padalarang cukuplah ditempuh 2 jam saja, tentu saja kalo nggak macet. Travel Jakarta – Bandung udah siap sedia dimana-mana yang berangkat setiap jam, bahkan 1 orang penumpang doang yang naik akan tetap berangkat. Asik nggak tuh, ngga butuh usaha terlalu banyak lagi kan kalo mau jalan-jalan ke Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, gimana dengan jaman 80-an?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm... Transportasi Jakarta – Bandung belum semudah sekarang sih. Belum ada jalan tol. Belum ada kereta api eksekutif kelas Argo (Argogede baru ada sekitar tahun 1995). Kalo mau ke Bandung dari Jakarta musti lewat Puncak yang jalannya sempit belak belok dan butuh waktu sampai 4 jam. Atau naik kereta api Parahyangan yang juga makan waktu nggak jauh beda. Jadi Bandung masih bener-bener berasa luar kota banget buat orang Jakarta, kalo mau ke Bandung harus nyiapin bekal secukupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2008/pasteurheritage.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jalan  Pasteur dan Gedung Heritage Bandung di 80-an, beda banget ya...&lt;/i&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Tapi walaupun begitu... bukan berarti Bandung nggak punya pengaruh dong di masa 80-an. Bandung tetaplah kota besar terdekat dari Jakarta. Cewek2 Bandung dan sekitarnya nan geulis dan berbakat ikut berkiprah sebagai artis, model, dan penyanyi yang berjaya di 80-an. Dengan perilaku yang masih kental dipengaruhi budaya Sunda, Bandung punya gaya tersendiri di masa 80-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar lebih lengkap lagi, ayo kita susuri sudut-sudut Bandung pada jaman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pusat-pusat Belanja dan Hiburan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat yang jadi pusatnya orang Bandung menghabiskan uang untuk belanja pada masa itu tentu saja adalah kawasan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alun-alun&lt;/span&gt; dan kawasan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dalem Kaum&lt;/span&gt;. Topnya tempat belanja buat semua dah. Toko-toko keren yang jualan berbagai macam kebutuhan berjajar di sana. Mulai dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MM Fashion&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Matahari&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Robinson&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ramayana&lt;/span&gt; semua ada di situ. Bisa dibilang belum ke Bandung kalau belum ke Alun-alun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2008/dalemkembangsarinah.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kawasan Dalem Kaum, Pasar Kembang, dan Sarinah Bandung saat sekarang&lt;/i&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kota Kembang&lt;/span&gt; tahun 80-an sudah ramai juga. Tapi kawasan Kota Kembang 80-an agak beda dengan Kota Kembang sekarang yang pusatnya orang nyari DVD bajakan. Beda dikit, bersebelahan lah. Kota Kembang itu sebenarnya nama beken sebuah gang yang menghubungkan Jl. Dalem Kaum dengan Jl. Asia Afrika. Di dalam gang itu dipenuhi jajaran toko atau kios. Mulai dari baju, sepatu, tas sampai yang menjual kain pun ada. Siap-siap aja berdesak-desakan kalau lewat sini dan awas copet :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu tempat belanja yang masih seperti pasar dan berderet di pinggir jalan. Pusat perbelanjaan yang jadi satu dalam satu gedung juga sudah mulai ada. Jaman itu tentu saja belum musim yang namanya "Mal", "SuperMal", apalagi "Town Square". Yang baru muncul dan trend untuk nama pusat perbelanjaan adalah "Plaza". Istilah baru yang mulai menggusur istilah "Shopping Center".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2008/plaza.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Parahyangan Plaza dan Asia Afrika Plaza yang sekarang sudah terbengkalai&lt;/i&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Plaza yang ada di Bandung waktu itu antara lain adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Parahyangan Plaza&lt;/span&gt;. Gedungnya sampai sekarang masih ada. Di pojokan jalan antara Jl. Dewi Sartika dan Jl. Dalem Kaum. Dulu di lantai atas gedung itu ada yang namanya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Takara Kiddy Land&lt;/span&gt;. Kalo sekarang mungkin semacam game master atau dufan mini. Pokoknya selain ada bombom car (bumper car), ada juga Rumah Kaca dan Rumah Hantu yang menarik untuk dikunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Palaguna Nusantara&lt;/span&gt; juga waktu itu sudah ada dan termasuk pusat perbelanjaan yang keren. Atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;King’s Shopping Centre&lt;/span&gt;. Saya suka banget makan ayam panggang di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Queen Fast Food&lt;/span&gt;-nya. Hehehe.. Selain itu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Asia Afrika Plaza&lt;/span&gt; yang berada di Jl. Asia Afrika belokan Jl. Alkateri juga saat itu sempat rame. Ada lift kapsul nya yang terlihat dari luar. Kereeeennnn.. dan pasti banyak orang langsung jadi orang udik kalo liat lift itu :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2008/palaguna.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Palaguna Nusantara, dulu dan sekarang&lt;/i&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Karena masa 80-an adalah masa saya masih kanak-kanak, jadinya saya gak sempat mengalami &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lipstick Roller Disco&lt;/span&gt; di Palaguna, tempat dugem yang mengharuskan pengunjungnya memakai sepatu roda. Sebenarnya sih bukan dugem-dugem banget kali ya ?! Ada unsur olahraganya juga. Di Asia Afrika Plaza pun ada juga tempat semacam itu, namanya kalo gak salah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;L.A Discotheque&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat dugem lain yang beken banget buat ajojing di lapanpuluhan adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Studio East&lt;/span&gt; alias SE di Cihampelas. Diskotik SE bisa dibilang barometernya anak gaul Bandung dah. Tempat dugem lainnya apa ya ? Kalau gak salah sih banyaknya di sepanjang Jl. Sudirman dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Alun-alun Bandung&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kebanyakan kota yang sudah berdiri sejak lama, pusat kota Bandung adalah Alun-alun Bandung. Meskipun titik nol Bandung yang ditandai dengan tugu "o km" agak bergeser dikit di depan hotel Savoy. Namanya Alun-alun tentu saja adalah  tempat lapang hijau berbentuk persegi yang cukup luas di tengah kota. Di kelilingi oleh pusat perbelanjaan, dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mesjid Agung Bandung&lt;/span&gt; di sebelah baratnya. Alun-alunnya selalu ramai dipadati orang jalan-jalan dan pedagang kecil. Ada air mancur dan taman yang sering dipake buat beristirahat selepas jalan-jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2008/alunalun.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Alun-alun Bandung, dulu dan sekarang&lt;/i&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Air mancur di alun-alun Bandung itu sempat terkenal dan selalu jadi objek buat foto-foto para pelancong. Makanya jaman itu tukang foto keliling polaroid banyak berkeliaran di situ. Menawarkan jasanya. Hehehe.. tapi gak tau kenapa saya belum pernah foto di situ. Belum narsis-narsis amat kayaknya :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alun-alun ini kalau malam, katanya sih, sering dipakai buat yang gak bener juga. Katanya lho yaaa... Soalnya banyak pohon rindangnya disitu. Jadinya kalo malam banyak sudut2 di bawah pohon yang terlindung yang lumayan leluasa buat bercumbu dan seterusnya ;) .... Eh, padahal kan deketan banget dengan Mesjid Agung Bandung ya ? Mmm..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kosambi dan Cicadas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kosambi dan Cicadas&lt;/span&gt; pada masa itu adalah dua kawasan lain di Kota Bandung yang tak kalah rame selain kawasan Alun-alun. Di Kosambi selain ada pasar tradisional, juga berjejer toko modern seperti &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yogja&lt;/span&gt; (cikal-bakal Yogya dept. store yang berkembang sampai saat ini di Jawa Barat), kemudian &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mama Fashion&lt;/span&gt; dan di atas pasar tersebut ada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bandung Theater&lt;/span&gt;, sebuah bioskop yang cukup terkenal pada tahun 80-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo Cicadas itu adalah kawasan perdagangan untuk kelas menengah ke bawah. Sempat ada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Matahari&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Super Bazzaar&lt;/span&gt; juga di sana. Daerah ini (sampai sekarang) jadi kawasan padat yang merupakan sumber kemacetan kota karena banyak nya PKL di situ. Ada beberapa bioskop juga di situ seperti Taman Hiburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya ada kawasan lainnya juga seperti &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sukajadi&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kiaracondong&lt;/span&gt;. Tapi saya tidak begitu kenal dan jarang banget menjajah ke daerah situ (ya iyalah..anak SD ngapain ke sana ?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kawasan Braga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Braga, yang sekarang terkenal sebagai kawasan eksotis yang keren buat foto-foto dengan latarbelakang arsitektur kolonial, di masa 80-an malah sedang kehilangan pamor. Menurut ibu saya, Kawasan Braga ini memang paling terkenal sebagai pusat keramaian pada jaman dia masih muda. Itu artinya sekitar tahun 60-70-an. Sementara tahun 80-an sudah mulai sepi, masa keemasannya sudah mulai lewat, kalah oleh kawasan Alun-alun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi nggak gitu-gitu amat juga sih. Bisa jadi Braga jadi sepi karena segmen pembelinya mulai bergeser. Toko-toko yang ada disitu, antara lain seperti &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sarinah&lt;/span&gt;, rata-rata adalah tempat belanja kalangan elit kelas menengah atas. Makanya pengunjungnya terbatas, karena jaman 80-an orang belum terlalu jorjoran jadi orang borjuis :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toko-toko yang sampai saat ini masih bertahan di Braga sepertinya sama dengan toko-toko saat masa 80-an itu. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber Hidangan, Braga Permai&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Canary&lt;/span&gt; adalah tempat-tempat yang tidak berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dago &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dago? Wah.. di jaman 80-an mah isinya masih rumah-rumah tempat orang tinggal. Belum ada yang namanya Bandung Indah Plaza. Apalagi Factory Outlet... Hehehe.. itu masih jauh di masa depan baru-mulai-akan dibangunnya. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2008/aquariusmajestic.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aquarius Dago dan Majestic, di jaman 80-an&lt;/i&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Dago masa itu memang masih merupakan kawasan permukiman. Belum banyak toko atau tempat komersil seperti sekarang. Yang saya ingat kalau menyebut Dago di 80-an adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aquarius, Gelael Dago, Labelle, SMA&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SMAK Dago&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rumah Sakit Borromeus&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cihampelas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naaahh... ini nih yang mulai memperkenalkan dan membesarkan nama Bandung sebagai tempat belanja pakaian murah berkualitas. Tahun 80-an adalah masa kejayaan Cihampelas sebagai pusatnya jeans di Bandung selain Alkateri. Kalo di Alkateri kan lebih banyak menjual kain jeans secara kiloan dan bahan bakunya, nah kalau di Cihampelas ini yang dijual adalah hasil akhirnya. Produk jadi yang dikenal berkualitas baik, harga bagus, dan amat sangat banyak pilihannya. Pantaslah kalo kemudian dikenal oleh banyak orang di luar Bandung dan jadi sentra Jeans Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 80-an itu toko-toko pakaian sepanjang jalan Cihampelas sudah meramaikan dirinya dengan aneka macam patung superhero sebagai pajangan untuk memikat pembeli. Dari Batman hingga Rambo :D Patung2 itu tampaknya yang bikin kawasan ini semakin unik dan menarik bagi anak-anak muda sebagai tempat belanja sembari jalan-jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toko fave saya adalah IBC Jeans. Gak tau singkatan dari apa. Bangunannya pake bata-bata ekspos dan rada terbuka. Di sini lengkap banget. Gak begitu mahal juga. Kalau gak salah sih sampe sekarang masih ada. Cuma udah beda konsep kayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bioskop&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nonton bioskop di jaman 80-an? Pasti ngalamin yang namanya nonton bareng film G-30S/PKI dong. Saya juga. Nontonnya di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bioskop Panti Karya&lt;/span&gt;. Bioskop itu adanya di seberang BIP saat ini, dan sudah tinggal kenangan karena berubah wujud jadi tempat jualan donat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus pernah juga nonton di Palaguna dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dian Theater&lt;/span&gt; di kawasan Alun-alun. Ada pengalaman lucu waktu nonton disini. Kalo gak salah nonton Ratapan Anak Tiri. Dan saya malah tidur selama nonton itu. Kebangun karena pintu exit sudah terbuka dan lampu-lampu menyala. Huahaha.. jadi saya gak pernah tahu gimana cerita film itu. Bioskop Palaguna sampai sekarang masih ada. Tempat nonton murah. Tiketnya gak lebih dari Rp. 10.000. Kalo yang namanya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dian Theater&lt;/span&gt; sekarang malah udah jadi tempat futsal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2008/theater.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kondisi Dian dan Dallas Theater saat sekarang&lt;/i&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ada juga bioskop2 lain yang sempat jadi tempat nonton film di jaman itu. Ada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Majestic&lt;/span&gt; di Jl. Braga (sekarang jadi AACC dan di awal 90-an jadi tempat diputarnya film-film Inneke). Trus kalau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bandung Theater&lt;/span&gt; di Kosambi terkenal buat anak muda karena lokasinya yang gak jauh dari SMA BIP di Jl. Burangrang. Saya sempat nonton Cut Nya Dien di situ. Kemudian ada juga &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dallas Theater&lt;/span&gt; di Jl. Dalem Kaum dan berberapa bioskop misbar di sekitar Cicadas seperti Taman Hiburan. Ya..karena waktu itu masih di bawah umur, jadi agak-agak jarang juga pergi ke bioskop. Apalagi yang misbar-misbar-an kaya gitu. Belum pernah sama sekali. Sumpah... :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Taman kota &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mmm..apa ya ? Taman kota masih lumayan banyak dan rindang. Saya masih ingat pernah ke &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Taman Lalu Lintas&lt;/span&gt; waktu saya masih TK. Naek mobil-mobilan dan kereta api mini keliling Taman Lalu Lintas. Trus pernah juga ke Kebun Binatang Bandung di Taman Sari dengan teman-teman sewaktu TK. Yang paling saya ingat adalah teman saya kejebur di kolamnya. Hehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lainnya ? &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Taman Maluku&lt;/span&gt; tahun 80-an terkenal sebagai ... hihihi... tempat bencong mangkal minta digodain ;) . Pernah beberapa kali lewat dan itu bikin serem. Sampai akhir kuliah sih rasanya bencong-bencong itu masih ada yang berkeliaran juga di situ selain di Jl. Sumatera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kolam renang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.. sebagai pecinta air, kolam renang adalah tempat yang harus dibahas. Ada dua tempat renang yang terkenal dan saya ingat di Bandung jaman 80-an yaitu di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pasundan Plaza&lt;/span&gt; dan di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Karang Setra&lt;/span&gt;. Karang Setra lokasinya di daerah Bandung Utara. Makanya saya agak-agak jarang ke sana karena jauh dari rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lumayan sering saya kunjungi adalah yang di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pasundan Plaza&lt;/span&gt; di Jl. Maskumambang (sekarang masuk dan jadi kolam renang Hotel Horison). Kolam renang di Pasundan Plaza ada tiga yaitu kolam anak yang biasa, kolam arus yang air nya hangat dan berputar dan terakhir adalah kolam ombak. Jadi pada jam-jam tertentu bakal ada ombak buatan yang bikin serem sekaligus menantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, sempat juga tuh ke Pasundan Plaza pas lagi ada acara jumpa fans-nya Julius Sitanggang. Bukan. Bukan saya yang nge-fans sama dia. Saya terlalu kecil buat ngerti tentang lagu-lagu nya Julius yang melow. Tapi kakak saya yang nge-fans sama Julius. Dia sampe speechless waktu berhadapan dan minta tanda tangan langsung di belakang panggung. Huahaha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ada yang lain sih seperti kolam renang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Centrum&lt;/span&gt; di sebelah SMA 5 Bandung atau kolam renang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tjihampelas&lt;/span&gt; di Jl. Cihampelas. Tapi saya gak punya memori tentang dua kolam renang itu di lapanpuluhan. Soalnya saya baru berenang di Centrum pas olahraga jaman SMA di tahun 90an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kuliner&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan? Waduh, agak-agak lupa sebenarnya. Tapi saya masih ingat kalau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Martabak San Fransisco&lt;/span&gt; di Jl. Karapitan sudah mulai terkenal. Atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mie Goreng&lt;/span&gt; di Jl. Buah Batu. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Baso Akung&lt;/span&gt; juga sudah terkenal. Tapi bukan yang di Jl. Lodaya seperti sekarang. Waktu saya masih SD, Baso Akung hanya merupakan warung tenda di Jl. Banda dekat GOR Saparua. Terus &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Soto&lt;/span&gt; di Jl. Braga (belakang sebuah kantor) juga waktu itu terkenal. Atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lontong Kari Gg. Kebon Karet&lt;/span&gt; yang sampai sekarang masih ada dan membuka cabang di banyak food court.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak banget sih kalo mau dikorek-korek lagi satu persatu tempat hiburan, belanja, dan makan-makan di Bandung jaman 80-an. Misalnya lagi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jonas Photo&lt;/span&gt; juga sudah ada dan mulai terkenal. Berawal dari sebuah rumah di Jl. Batik Jonas, kemudian berkembang dan punya studio di Jl. Banda. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pasar Buku Palasari&lt;/span&gt; juga udah rame. Tapi dulu masih berbentuk bangunan pasar dua lantai dengan lantai dari kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mmm... kayaknya bisa gak habis-habis kalo diterusin. Capek nih. Kalo ada yang mau nambahin dan melengkapi sok lah... :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;strong&gt;Ditulis oleh : &lt;a href="http://imgar.multiply.com/" target="_blank"&gt;Imgar&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;, urang Bandung asli. &lt;br /&gt;Foto2 Bandung masa kini juga hasil jepretan Imgar.&lt;br /&gt;Foto2 Bandung masa lalu diambil dari buku: "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ciri Perancangan Kota Bandung&lt;/span&gt;" oleh Djefry W. Dana&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-8887035546658668839?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/8887035546658668839/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=8887035546658668839&amp;isPopup=true' title='56 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/8887035546658668839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/8887035546658668839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2008/08/bandung-di-kala-80.html' title='Bandung Di Kala 80-an'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2008/th_pasteurheritage.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>56</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-6912297183818764686</id><published>2008-06-03T06:56:00.010+07:00</published><updated>2008-06-03T07:52:32.299+07:00</updated><title type='text'>Menikmati Konser Vina</title><content type='html'>Konser Vina ke-dua pada tanggal 17 Mei 2008 lalu jelas tetap membawa semangat 80-an. Diitung-itung dari 20an judul lagu yang dibawakan, hanya ada 3-4 lagu yang diluar dekade itu. Lain-lainnya top abis dari berbagai album 80an, mulai dari Citra Pesona sampai Wow. Makanya banyak ulasan yang menyebutkan konser kali ini meski terbilang sukses namun kurang greget. Itu karena pilihan lagu-lagu yang dilantunkan terbilang  kurang familiar (bagi para penulis ulasan dan mbak-mbak penonton di sebelah kananku tentunya. Hehehe...).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_IgAENqp3xpg/SESJvYCVumI/AAAAAAAAANc/MtQrkm3mGDk/s1600-h/overture.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_IgAENqp3xpg/SESJvYCVumI/AAAAAAAAANc/MtQrkm3mGDk/s320/overture.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207438516146256482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Buatku, udah paling Top deh. Apalagi dengan iringan &lt;strong&gt;Addie MS dan Twilite Orchestra&lt;/strong&gt;. Yang paling mengesankanku dari  lagu-lagu Vina dekade 80-an memang aransemen orkestrasinya. Dan tepat sebelum Vina tampil, 'orkestra remang-remang' itu menyajikan rangkaian lagu-lagu hits Vina secara instrumental yang ciamik.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang pertunjukan yang 3 jam itu (kurang lebih), mulut ini ikut bernyanyi dan tangan bertepuk dengan kencang setiap lagu usai. Hanya dua lagu dimana aku terdiam hening menikmati... karena memang tidak hapal dan tidak tahu. Satu lagu lama ciptaan Ria Prawiro yang diaransemen ulang dengan sentuhan harpa Maya Hasan dan Liza, berjudulnya "&lt;strong&gt;Senyum untuk Tuhan&lt;/strong&gt;".  Dan satunya lagi adalah lagu &lt;strong&gt;'Pelangi Rindu' &lt;/strong&gt;ciptaan &lt;strong&gt;Dodo Zakaria&lt;/strong&gt;, yang baru kali ini kudengar, dinyanyikan dan didedikasikan Vina buat Almarhum Dodo dan putrinya, Kanya. Vina membawakan lagu ini dengan penuh keharuan. Bahkan pada awal lagu, dia sempat hanya bersenandung sambil mengusap mata karena luapan perasaan yang tak tertahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dari dekade 80an, Vina mencomot satu lagu dari dekade berikutnya, yang dua tahun terakhir ini kadung diasosiasikan dengan sebuah produk sabun colek. Apalagi kalau bukan &lt;strong&gt;'Aku Makin Cinta'&lt;/strong&gt;.  Dan di luar album solonya itu, Vina juga menyanyikan 3 lagu &lt;strong&gt;Rumpies&lt;/strong&gt; bersama para sekondan lamanya (&lt;strong&gt;Atiek CB, Malyda, Trie Utami&lt;/strong&gt;), dan 3 lagu duet yang pernah dia nyanyikan bersama para penyanyi pop pria terkenal seperti  Chrisye, Broery dan Harvey. Dua lagu terakhir yang dia nyanyikan bersama &lt;strong&gt;Afgan&lt;/strong&gt;. terhitung populer meski dari tahun 80-an, karena kerap dinyanyikan dalam berbagai acara dan kegiatan. Apalagi kalau bukan &lt;strong&gt;'Begitulah Cinta' &lt;/strong&gt;dan &lt;strong&gt;'Bahasa Cinta'&lt;/strong&gt;. Sementara lagu  &lt;strong&gt;'Kisah Insani' &lt;/strong&gt;tetap berduet bersama vokal dari almarhum &lt;strong&gt;Chrisye&lt;/strong&gt;, sebagaimana halnya duet antara Natalie Cole dan mendiang Nat King Cole dalam Unforgettable, atau Celine Dion dan Frank Sinatra dalam All the Way. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_IgAENqp3xpg/SESKpoCVunI/AAAAAAAAANk/-updwK-orIg/s1600-h/rumpies.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_IgAENqp3xpg/SESKpoCVunI/AAAAAAAAANk/-updwK-orIg/s320/rumpies.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207439516873636466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Satu lagu lagi yang bukan dari album solonya dan jadi pamungkas acara adalah &lt;strong&gt;Cinta Indonesia&lt;/strong&gt;, ciptaan &lt;strong&gt;Guruh Soekarno Putra &lt;/strong&gt;yang juga menghadiri konser diva kita ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Speaking of Diva, sewaktu Vina menyebutkan Tiga Diva, eh Di3va yang hadir di barisan kursi VVIP, penonton ada yang nyeletuk kalau mama Ina lebih pantas sebagai Diva-nya Indonesia. Teriakan itu dinetralisir dengan bijak oleh sang mama. Beliau menyebutkan bahwa dirinya tak perlu disebut Diva, karena nama KTP-nya sendiri sudah mengandung arti diva. Dalam bahasa Indonesia, Diva adalah Dewi. Dan bukan kebetulan mama Ina adalah Dewi Sastaviyana Panduwinata. So, biarlah sebutan 3 Diva disematkan pada KD, Titi dan Uthe...   Dan penonton pun keprok-keprok panjang... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplause meriah memang senantiasa mengiringi penampilan Vina. Keliatan centil dan selalu energik namun juga penuh penghayatan sekaligus sangat komunikatif dengan penonton dalam setiap menitnya. Bahkan ketika terjadi insiden mikropon yang tak berfungsi ketika bernyanyi bersama  Rumpies, Vina tetap keliatan tenang dan malah berbagi nostalgia. Lumayan mengundang keceriaan. Apalagi ada penampilan heboh &lt;strong&gt;Atiek CB&lt;/strong&gt;, yang meski berdandan perkasa ala Xena, toh bletak bletok njowonya masih pekat melekat. Benar kata teman-temannya di Rumpies, lima tahun mukim di Amrik ga ngaruh. Atiek CB tetep 'Kompor Jawa'. Seru.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_IgAENqp3xpg/SESLcoCVuoI/AAAAAAAAANs/VBy0wh4IE3Y/s1600-h/atiek-Rambowati.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_IgAENqp3xpg/SESLcoCVuoI/AAAAAAAAANs/VBy0wh4IE3Y/s320/atiek-Rambowati.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207440393046964866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bisa kelihatan banyak penonton yang kangen sama Mbak yang satu ini. Tepuk tangan dan teriakan panggil namanya berkumandang panjang mengiringi langkahnya meninggalkan panggung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berbeda dengan Rumpies, &lt;strong&gt;Afgan&lt;/strong&gt; pun tampil memikat. Masih muda tapi suaranya asik. Meski waktu nyanyi solo, eh '&lt;strong&gt;Biru&lt;/strong&gt;', dia membawakannya dengan terlalu banyak ornamen (bahasa gaul-nya Trie Utami). Telingaku rada cape menikmatinya. Untung kemudian dibayar tuntas ketika bernyanyi duet dengan Mama Ina. Dalam hal ini mungkin Mama Ina memberikan energi positif, sehingga Afgan, yang katakanlah masih seumur jagung, bisa menampilkan suara elegan yang amat padupadan dengan suara Mama Ina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berikut ini adalah rangkaian lagu-lagu yang dinyanyikan pada Konser Vina tangal 17 Mei 2008 di Plennary Hall, JCC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Logika (Oddie Agam) 1987&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dari Album 'Cium Pipiku', lagu jatuh cintah yang ceriah dan sering dinyanyikan para peserta audisi kontes nyanyi-nyanyian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Rintangan  (Tito Sumarsono/Pancasilawan) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Abis nyanyi ini, Vina melemparkan pertanyaan siapa penciptanya. Aku teriak Tito Soemarsono, tapi pasti ga kedengaran. Ya iyalah, secara aku di tribun kiri sementara mama Ina di kanan panggung dan penonton depan pun terdengar ribut teriak-teriakan berbagai nama. Yang ada, penonton sekelilingku merasa  pekak terganggu. Hehehe Hiperbolis. Lagu yang penuh spirit optimisme ini memang  termasuk favorit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Masih Adakah Ceria (Johannes Purba) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dari album yang sama dengan Rintangan yaitu Citra Pesona. Lagu sendu ini terasa pas dinyanyikan Vina dalam balutan gaun panjang ungu. Apa hubungannya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_IgAENqp3xpg/SESMFICVupI/AAAAAAAAAN0/UjGgEqtY4js/s1600-h/in-unju.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_IgAENqp3xpg/SESMFICVupI/AAAAAAAAAN0/UjGgEqtY4js/s320/in-unju.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207441088831666834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="padding:0 20px; text-align: center; color: #A6702A;"&gt;"Oh Tuhan kuatkanlah..iman ini &lt;br /&gt;dan berikanlah rahmatMU &lt;br /&gt;tuk menghadapi semua ini...."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Dia (Randi Anwar) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ini lagu dari album Citra Ceria yang banyak dirilis ulang penyanyi tenar lain. Dan Vina menyanyikannya juga dengan ceria. Sampai-sampai &lt;em&gt;nalaktak&lt;/em&gt; naik ke anak tangga yang ada di ujung kiri panggung yang menghubungkan dengan tribun samping.. Padahal katanya sudah diwanti-wanti sama show director agar ga  jauh jauh keluar dari area centre stage. Mungkin karena terlalu bersemangat ya, tapi aku merasa pada ujung lagu Vina malah mengeluarkan suara untuk bernyanyi padahal musiknya menuju ending. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Cinta Cinta Cinta (Adjie Soetama) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lagu yang awalnya aku ga ngeh, namun begitu menjelang vokal masuk, baru deh apal. Dan ikut nyanyi-nyanyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="padding:0 20px; text-align: center; color: #A6702A;"&gt;Dulu kau bilang cinta, &lt;br /&gt;kini kau bilang cinta &lt;br /&gt;tapi pacarmu dimana mana&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf,  sebab memang sudah masuk dekade 90, dan aslinya lagu ini ada di album keroyokan Adjie Soetama dan Rekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Senyum Untuk Tuhan (Ria Prawiro) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lagu dan penampilan yang dahsyat. Mendengar petikan suara harpa secara langsung ternyata bikin rrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr….  Keren deh mbak Maya..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_IgAENqp3xpg/SESUqICVuqI/AAAAAAAAAN8/gW_xobq9DCU/s1600-h/maya.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_IgAENqp3xpg/SESUqICVuqI/AAAAAAAAAN8/gW_xobq9DCU/s320/maya.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207450520579848866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Surat Cinta (Oddie Agam) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dari album Cium Pipiku, lagu yang remaja banget. Dan kurang up to date untuk masa sekarang. Jaman email dan sms gitu loh….  Kasihan pak Pos, sekarang  paling mengantarkan surat dinas doang. Tak ada lagi kedekatan personal, perasaan menanti-nanti dengan tak sabar. Masa-masa sahabat pena sudah nyaris punah. Hiks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. Si Bogel (Dodo Zakaria) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Uhuy lagu yang konon banyak di-request ke manajemen VP untuk dinyanyikan. Masih dari album Cium Pipiku, Vina berbagi rahasia tentang cerita dibalik lagu itu. Waktu itu Vina mengurung diri dan menangis sedih,  begitu mendengar penyanyi yang dikaguminya Karen Carpenter meninggal. Kesedihannya dibagi bersama Addie MS dan Dodo Zakaria yang kemudian mengekspresikan dalam lagu si Bogel ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="padding:0 20px; text-align: center; color: #A6702A;"&gt;Tolong pada kau, dan tolong kau cepat pulang.&lt;br /&gt;Ingin kunikmati malam hanya dengan bintang-bintang....&lt;br /&gt;Agar lebih mengerti, biar airmataku membasahi anganku,&lt;br /&gt;biar kunikmati sepi tuk sekian kali&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9. Wow (Oddie Agam) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_IgAENqp3xpg/SESU0ICVurI/AAAAAAAAAOE/9bbr2RHrCw0/s1600-h/vinaWOW.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_IgAENqp3xpg/SESU0ICVurI/AAAAAAAAAOE/9bbr2RHrCw0/s320/vinaWOW.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207450692378540722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada intro lagu ini, Vina dibantu 3 brondong penari melakukan aksi lepas gaun panjangnya, dan berganti dengan gaun yang lebih seksi. Fyuh. Gak jelas dari tempatku menonton, tapi rasanya yang nonton depan panggung teriaknya paling heboh...WOW!&lt;br /&gt;Kumelihat cinta, di bola matanya. Panahnya menuju tepat ke arahku.&lt;br /&gt;Yup, lagu ini berada di album ke-6 Vina yang judulnya... WOW! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;10. Pelangi Rindu (Dodo Zakaria) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Baru mendengar pertama kali. Langsung larut dalam keharuan. Vina membawakannya dengan penuh penghayatan. Ditunjang lagi dengan gambar-gambar almarhum Dodo Zakaria di latar belakang. Lagu ini adalah ungkapan perasaan almarhum yang terpaksa harus terpisah dengan putrinya, menyusul perceraiannya dengan penyanyi Dian Mayasari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;11. Kisah Insani (Chrisye,Eros Djarot/Iman RN ) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Suara almarhum Chrisye yang mengundang haru dan kenangan,  meski isi lagunya bertutur tentang sepasang insan yang bahagia karena cinta. Duet yang menghanyutkan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;12. Duniaku Tersenyum (Bagoes AA) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Oh my God. Ini lagu yang jarang didengar, di TV atau radio atau dimanapun, kecuali di rumah. Itupun kalau aku memutar kaset Citra Ceria. Jarang pula dinyanyikan oleh para peserta kontes-kontes nyanyi, semacam Idol apalagi KDI, padahal lagunya sangat menantang kemampuan berolah vokal. Makanya puas bangets bisa turut mengeluarkan suara menyanyi lagu ini diiringi orkestra… *meski kemudian sedikit terbayang masa-masa putus cinta jaman baheula..hehehe*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;13. Kalau Kau (Erwin Badudu &amp; Deddy Dhukun) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;14. Nggak Jelas (Mus Mujiono &amp; Deddy Dhukun) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;15. Nurleila (Sam Bobo &amp; Deddy Dhukun) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketiga judul di atas adalah punya Rumpies. Dua lagu pertama dinyanyikan dengan ga jelas (sesuai judul lagunya), karena insiden mikropon mati itu. Makanya aku juga ga terlalu ikut mengikutinya. Baru pada Nurleila, diawali dengan teknik oper-operan mike Vina pada yang giliran nembang, akhirnya keseluruhan lagu bisa dinikmati setelah ketiga mike lainnya nyala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;16. Biru (Dian Pramana Poetra &amp; Deddy Dhukun)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dari Album Cium Pipiku, Ini jatah Afgan nyanyi sendiri. Lagu cinta ini selalu bisa mengharu biru daleman perasaanku, meski telinga rada terganggu dengan ujung-ujung lagu yang selalu 'dikeritingkan' Afgan. Jadinya pikiran lebih terfokus pada Mama Ina yang meninggalkan panggung. Apakah dia terpengaruh dengan insiden mike itu atau tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;17. Begitulah Cinta (Oddie Agam) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mama Ina pun muncul dengan gaun hijau, dan seperti tidak terpengaruh dengan kejadian sebelumnya. Dia bernyanyi duet dengan ciamik.  Sangking ciamiknya, yang bikin suka penonton, Mama Ina menambah satu lagu lagi berduet dengan Afgan. Padahal waktu itu Addie MS sudah keluar panggung. Akhirnya dengan iringan Aminoto Kosin, lagu Bahasa Cinta pun didendangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_IgAENqp3xpg/SESVB4CVusI/AAAAAAAAAOM/fxghRhXq5ko/s1600-h/bahasaCinta.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_IgAENqp3xpg/SESVB4CVusI/AAAAAAAAAOM/fxghRhXq5ko/s320/bahasaCinta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207450928601742018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;18. Cium Pipiku (Adjie Soetama) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tak usah disebut juga, pasti ketahuan kalau lagu ini berasal dari album yang berjudul sama. Kesimpulannya, konser Vina kali ini memang mengambil lagu paling banyak dari album ini. Tapi rasanya jadi lebih legit ditampilkan disini.  Orkestrasi gitu loh ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;19. Aku Makin Cinta (Loka Manya )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ini lagu luar 80an Vina yang paling terkenal. Lagu yang indah memang, dan Vina tetap membawakannya dengan indah dan full penghayatan. Tapi kenapa ya tiap masuk refrain yang kebayang ibu bidan yang selama 30 tahun setia menggunakan produk sabun colek. Malah dalam senandungku yang diluar sadar, yang keluar malah lirik... cinta krim ekonomi.... ( eh ga boleh nyebut merk ya..:D)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;20. Didadaku Ada Kamu (Dodo Zakaria) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Another Master Piece... dari album Citra Ceria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;21. Maaf (Titik Hamzah)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ini ni yang paling TOP. Diambil dari kantung album Citra Pesona, penampilan Mama Ina dengan orkestrasi yang bikin meleleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="padding:0 20px; text-align: center; color: #A6702A;"&gt;Aku cinta kepadamu, maafkan aku karena cintaku. &lt;br /&gt;Aku bagai seekor punguk hilang bulan....&lt;br /&gt;Selimuti aku dengan kasih sayang, &lt;br /&gt;biar hatiku tak bergoncang..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aaah—asa waas pisan. Kalau boleh dibilang, ini penampilan puncak Konser Vina. Suasana dalam gedung pun terasa hening, hanya suara Vina yang terdengar mengalun, menyentuh perasaan yang terdalam. Titiek Hamzah emang top bikin lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;22. Cinta Indonesia (Guruh Soekarno Putera) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_IgAENqp3xpg/SESVMoCVutI/AAAAAAAAAOU/t8vhUNhs8vg/s1600-h/cinta+Indonesia.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_IgAENqp3xpg/SESVMoCVutI/AAAAAAAAAOU/t8vhUNhs8vg/s320/cinta+Indonesia.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207451113285335762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Diawali dengan para penari yang bergerak dinamis sambil bawa bendera-bendera. Vina menyajikan lagu pamungkas ini dengan semangat cinta kebangsaan. Apalagi jelang 100 tahun kebangkitan Indonesia juga. Rasa cinta Indonesia itu pula yang diperlihatkan oleh puteri-puteri terbaik Indonesia yang sedang bertanding di gedung sebelah, meski tetap belum mampu merebut piala Uber. Loh...! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rada ga nyambung ya... Emang. Sebab tampilan penutup konser ini terasa agak ga nyambung juga. Tiba-tiba saja di tengah lagu Vina pamitan. Sampai akhir lagu, Vina lebih sering dadah-dadah di panggung dari ujung ke ujung. Dan kemudian dengan diiringi para penari, menghilang di balik layar sambil melemparkan cium jauh.&lt;br /&gt;Sementara penonton lain mulai bangkit, aku dan Darin masih menunggu-nunggu. Apalagi lagu dari album Citra Biru yang tak keluar satu pun. Darin udah nunggu-nunggu aja 'Mawar Merah' dinyanyikan. Penonton sekitar yang sudah berdiri siap pulang, akhirnya mematung dan ikut menunggu melihatku dan temanku bertepuk dan berteriak-teriak menyebut nama. Sayang yang dipanggil nama tidak muncul jua. Sampai akhirnya malah para bajak laut Addie MS (begitu Vina menyebut para punggawa Twilite Orchestra), mengepak barang dan meninggalkan pentas. Hiks… apakah Vina merasakan kehilangan mood dan bete gara-gara insiden mike itu ya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari akhir yang ngambang, pokoknya kemeriahan yang barusan dilalui itu merupakan tontonan yang menyegarkan sukma. Memang tak mungkin Vina menyanyikan seluruh lagunya. Secara lagu lagu-lagunya ada berpuluh puluh puluh. Bisa-bisa mesti bikin Konser 6 jam, dan para penontonnya ditarik karcis terusan kayak di dufan. Hehehe, Mama Ina bisa aja….. !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr&gt;&lt;strong&gt;Oleh &lt;a href="http://riadi.blogdrive.com" target="_blank"&gt;Riadi&lt;/a&gt;, Fans Berat Vina &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Foto2 courtesy of &lt;a href="http://arieyayi.multiply.com"&gt;Yayi&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-6912297183818764686?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/6912297183818764686/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=6912297183818764686&amp;isPopup=true' title='32 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/6912297183818764686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/6912297183818764686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2008/06/menikmati-konser-vina.html' title='Menikmati Konser Vina'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_IgAENqp3xpg/SESJvYCVumI/AAAAAAAAANc/MtQrkm3mGDk/s72-c/overture.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>32</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-8794976354963887507</id><published>2007-12-20T16:36:00.000+07:00</published><updated>2007-12-20T18:05:01.705+07:00</updated><title type='text'>Kapstok Berjalan 80-an</title><content type='html'>Salah satu penanda jaman yang bisa membedakan satu masa dengan masa yang lain adalah busana. Busana nggak cukup lagi asal menutupi dan melindungi bagian tubuh, tapi harus indah dan enak dilihat. Indah dan bagus adalah ukuran kualitatif yang tergantung pada banyak hal, diantaranya tergantung pada jaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap jaman memiliki trend busananya masing-masing yang unik yang dipakai oleh kebanyakan orang pada masanya. Meskipun toh pada banyak yang bilang kalo mode itu berputar. Mode dari masa lalu bisa saja ngetrend lagi di masa sekarang. Tapi tetep aja mode dari masa lalu itu diadaptasi dengan nuansa kekinian, nggak semata-mata dicontek plek seperti yang ada pada jamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/model80an/okky.jpg" alt="Okky Asokawati"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Lalu gimana dengan mode di jaman 80an, jaman yang dijadikan tema besar oleh blog ini?&lt;br /&gt;Errr.. hehehe.. pengennya sih bisa ngebahas topik itu. Tapi ternyata kita belum bisa mendapatkan narasumber yang kompeten untuk ngebahas detil mode busana yang sempat semarak di seputar dekade 80-an :) Jadi, untuk kali ini kita bernostalgia dulu dengan para model Indonesia yang sempat beredar dan kondang dalam dunia fashion di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berkembang dari Majalah Wanita&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan mode Indonesia kayaknya jadi semakin marak sejak munculnya majalah-majalah wanita yang memberikan ruang untuk menampilkan busana-busana rancangan desainer lokal. Atau mungkinkah malah majalah2 wanita itulah yang mengawali semuanya? Majalah wanita Kartini dan Femina adalah pelopor awal, dan masih mampu bertahan hidup hingga sekarang. Ada pula majalah Gadis untuk para remaja wanita. Lalu mengekor di belakangnya seperti Sarinah, Pertiwi, Dewi, Puteri, Mode dan lain lain, yang sebagian ternyata tak mampu berlanjut lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/model80an/ratihlicusarita.jpg" alt="Ratih, Licu, Sarita di majalah Kartini"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Di majalah2 itulah para model Indonesia banyak dikenal hingga ke seluruh pelosok nusantara. Wajah-wajah rupawan dan tubuh-tubuh berpostur sempurna mereka dapat dinikmati di majalah2 tersebut sedang memeragakan busana paling trendy masa itu yang akan menjadi acuan banyak orang. Jadilah mereka idola semua orang yang peduli akan fashion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Para Pelopor Modelling&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal 80an kancah dunia model Indonesia ditandai dengan kehadiran model-model seperti &lt;strong&gt;Enny Soekamto&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Atiek Sinuko&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Nani Sakrie&lt;/strong&gt;, dan satu nama lagi yaitu Titi Qadarsih. Siapa yang nggak kenal dengan &lt;strong&gt;Titi Qadarsih&lt;/strong&gt;, wanita yang memiliki wajah sangat khas dan dengan cara berbicara yang khas pula itu. Selain sering tampil dalam acara peragaan busana di ibu kota, wajah mereka semakin dikenal banyak orang setelah sering muncul juga di halaman mode majalah2 wanita terkemuka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kabar mereka saat ini? Enny Soekamto sekarang ini menjadi wanita pengusaha bersama suaminya Micky Hehuwat, pria yang membuatnya meninggalkan dunia modeling. Sementara Atiek Sinuko yang sekarang ini adalah mertua dari pelukis Enrico Sukarno (yang pernah dekat dengan Titi DJ sebagai calon ke sekian ;) ), dan jadi menjalani profesinya sebagai dokter gigi. Titi Qadarsih masih cukup aktif di dunia kesenian, dan ibu dari salah satu personil kelompok band Slank ini juga pernah ikut bermain dalam beberapa film layer lebar, dan juga pementasan teater. Sementara Nani Sakrie sekarang ini mencoba memperdalam pengetahuan kesenian nya dengan menempuh pendidikan di IKJ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penerusnya yang Tak Kalah Ayu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas Enny Soekamto dkk, muncul model berwajah ayu, &lt;strong&gt;Dhani Dahlan&lt;/strong&gt;. Dhani Dahlan ini cukup memiliki rentang perjalanan yang karir panjang sebagai model. Sering dipercaya oleh para desainer kondang saat itu, seperti Arthur Harlan, Ghea Sukasah, Prayudi untuk berlenggak-lenggok di atas catwalk sebagai kapstok untuk baju-baju desain mereka. Kemunculan Dhani Dahlan pada saat itu cukup menjadi icon model Indonesia, sebab wajahnya yang ayu itu sangat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/model80an/ratihsang.jpg" alt="Ratih Sanggarwati"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Menjelang pertengahan 80an, wajah model Indonesia "dikuasai" oleh 3 serangkai, yaitu &lt;strong&gt;Okky Asokawati&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Kintan Umari &lt;/strong&gt;dan &lt;strong&gt;Ratih Sanggarwati &lt;/strong&gt;(yang sekarang ini berjilbab dan lebih akrab dipanggil Mbak’e). Okky Asokawati bahkan masuk dalam majalah Time Asia sebagai model yang paling kondang dan paling sering muncul di majalah dan juga catwalk. Kintan Umari dan Ratih Sanggarwati pernah mencoba peruntungan mereka dengan go international ke Milan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/model80an/kintan.jpg" alt="Kintan Umari"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Selain 3 serangkai tersebut dunia model Indonesia pada pertengahan 80an itu juga diramaikan dengan nama-nama seperti &lt;strong&gt;Licu&lt;/strong&gt; (yang sempat dikabarkan menjadi model termahal). Licu adalah model berwajah khas, dengan wajah oriental dan berbibir tebal dan penuh. Juga &lt;strong&gt;Saraswati Harsono &lt;/strong&gt;model blaster yang berbibir tipis yang sempat laris berlenggang-lenggok di atas catwalk, yang entah sekarang ini ada dimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/model80an/marishajamil.jpg" alt="Marissa Haque dan Jamil Reza"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Marissa Haque &lt;/strong&gt;juga sempat meratui dunia modeling Indonesia yang kemudian diikuti oleh Soraya Haque sang adik. Marissa atau akrab dipanggil mbak Icha ini kemudian aktif berkiprah di dunia layar lebar, dan sekarang ini aktif sebagai wakil rakyat untuk salah satu partai politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/model80an/okkysarita.jpg" alt="Sarita dan Okky Asokawati"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Nama-nama lain yang juga mewarnai dunia modeling 80an dengan karakternya masing-masing, misalnya: &lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Sarita&lt;/strong&gt; dengan bentuk rahangnya yang tegas &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/model80an/vera2.jpg" alt="Vera Kinan"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Vera Kinan&lt;/strong&gt;, model berwajah elegan yang dipersunting pengusaha keturunan Cina dan sekarang lebih dikenal dengan nama Vera Ongko&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Ika Rosalia&lt;/strong&gt;, model yang cukup sering muncul di majalah-majalah mode, dan sepintas mirip dengan Okky dan juga Ratih Sang&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/model80an/citrahenidar.jpg" alt="Citra dan Henidar Amroe"&gt; &lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Chitra&lt;/strong&gt;, yang di era 80an masih memakai embel-embel Triadi di belakang namanya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Henidar Amroe&lt;/strong&gt;, model 80an yang beberapa tahun lalu sempat ikutan main sebagai pemeran antagonis di beberapa sinetron&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Rubi Wiriadinata&lt;/strong&gt;, model berwajah androgini yang juga pernah merekam suaranya untuk lagu "Belum Tahu" yang cukup ngetop di era 80an&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Nana Krit&lt;/strong&gt;, yang merupakan anggota Swara Mahardhika yang akhirnya juga terjun sebagai model&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Ria Saha&lt;/strong&gt;, model yang eerrrrr….sebenernya cukup unik mengingat posturnya yang tinggi besar dan juga berkulit hitam&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/model80an/donnaikasarita.jpg" alt="Sandy Harun, Ika dan Sarita"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Sandy Harun&lt;/strong&gt;, yang tahun-tahun belakangan ini malah lebih sebagai orang yang dekat dengan putra mantan orang satu negeri ini&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Eka&lt;/strong&gt;, model ini cukup sering muncul di halaman mode bersama Okky Asokawati, Ratih Sang dan model 80an kondang lain nya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Astrid Darmawan&lt;/strong&gt;, model cantik yang juga mantan atlit renang, berdua dengan adiknya yaitu &lt;strong&gt;Sarah Darmawan&lt;/strong&gt;, mereka juga nyemplung ke dunia modeling 80an.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/model80an/rubi.jpg" alt="Rubi Wiriadinata"&gt; &lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/model80an/debbie.jpg" alt="Debbie Sahertian"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi model-model seperti &lt;strong&gt;Ira Duati&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Faradina&lt;/strong&gt; (sempat tampil sebagai musuh Meriam Bellina di film Catatan Si Boy), &lt;strong&gt;Debby Sahertian &lt;/strong&gt;(yang kemudian di 90an lebih ngetop sebagai pemain lenong dan kamus gaulnya), &lt;strong&gt;Bella Esperance Lee&lt;/strong&gt; (yang juga sempat maen film "Bibir Mer" )&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/model80an/iraduati.jpg" alt="Ira Duati"&gt; &lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/model80an/ratihadjie.jpg" alt="Ratih dan Adjie Massaid"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penguasa di-Akhir 80-an&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/model80an/models2.jpg" alt="Keke, Soraya, Elmo, Didi, Avi, Lulu, Florence, Eliza"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Menjelang akhir 80an dan masuk ke era 90an, keberadaan majalah mode juga memberikan andil dengan masuknya nama &lt;strong&gt;Wiwid&lt;/strong&gt; (pemenang 1 perlombaan covergirl majalah MODE) ke dalam jajaran model 80an. Juga muncul nama-nama seperti &lt;strong&gt;Lulu Dewayanti&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Keke Suryo&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Avi Basuki&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Florence&lt;/strong&gt; (Pemenang 1 Elite model look yang pertama kali diadakan waktu itu), dan juga &lt;strong&gt;Eliza&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/model80an/elmoyongkidonny.jpg" alt="Elmo, Yongki, Donny Damara"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Nggak hanya para model perempuan, laki-lakinya pun banyak yang menjadi model kondang, sebut saja &lt;strong&gt;Elmo&lt;/strong&gt;, salah satu model laki-laki yang sering muncul di majalah dan juga di atas catwalk. Model laki-laki lain yang juga sering muncul adalah &lt;strong&gt;Didi Mirhard &lt;/strong&gt;(almarhum), &lt;strong&gt;Jamil Reza&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Andre&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Donny Damara&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Ahmad&lt;/strong&gt; (dengan bentuk hidung khas yang jadi cirinya), &lt;strong&gt;Jeffrey Waworuntu&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Panca Makmun &lt;/strong&gt;(yang juga sering muncul sebagai penari latar di acara Aneka Ria Safari), &lt;strong&gt;Iskandar&lt;/strong&gt; (model keturunan Jepang, yang kadang muncul di majalah bersama adiknya Mayuko), dan juga &lt;strong&gt;Iwan&lt;/strong&gt; yang merupakan jebolan coverboy majalah MODE. &lt;strong&gt;Adjie Massaid &lt;/strong&gt;juga sudah memulai debutnya sebagai model di akhir 80-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/model80an/jeffryrobby.jpg" alt="Robby dan Jeffry Waworuntu"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Diantara nama-nama di atas, yang masih cukup eksis hingga sekarang adalah Jeffrey Waworuntu sebagai manager bagi sang istri, Ruth Sahanaya. Kemudian Donny Damara yang beberapa kali menjajal akting nya di film televisi. Jamil Reza juga beberapa kali pernah muncul dalam tayangan sinetron. Sementara Elmo sibuk dengan dunia arsitekturnya, dan Panca Makmun sekarang ini dikenal sebagai koreografer untuk para model catwalk. Yang paling berkibar saat ini diantara mereka kayaknya adalah Adjie Massaid, meskipun di dunia yang sama sekali berbeda. Tapi tetap saja dikejar-kejar gossip seputar kehidupan rumah tangga dan pribadinya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah.. itu tadi sekilas mengenang wajah-wajah para model Indonesia yang sempat wira-wiri di dunia fashion tanah air di sekitar dekade 80-an. Maaf kalo banyak foto-fotonya yang nggak semua ada disini. Koleksinya terbatas nih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/model80an/vera.jpg" alt="Vera Kinan"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Ngomong ngomong ... pernah naksir sama yang mana nih?? ;-).. atau malah sempet mengkliping semua pemunculan salah satu model itu? Atau bahkan di pasang di dinding kamar... hahaha... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr&gt;&lt;strong&gt;Pengamat Fashion: &lt;a href="http://inijore.blogspot.com" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-size: 125%"&gt;Irvan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;, diedit dan ditambahin foto2 oleh: &lt;a href="http://q-scrolls.blogspot.com" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-size: 125%"&gt;Q&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Memori pribadi dan kliping mode nemu di Palasari Bandung :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-8794976354963887507?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/8794976354963887507/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=8794976354963887507&amp;isPopup=true' title='44 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/8794976354963887507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/8794976354963887507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2007/12/kapstok-berjalan-80.html' title='Kapstok Berjalan 80-an'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/model80an/th_okky.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>44</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-4380145521279299355</id><published>2007-09-09T15:51:00.002+07:00</published><updated>2009-06-05T14:51:56.227+07:00</updated><title type='text'>Tiada Hari Tanpa Olahraga</title><content type='html'>Jaman 80-an kayaknya pemerintah kita getol banget membudayakan berolahraga buat semua masyarakatnya. Lumayan banyak kampanye dan gerakan nasional untuk membangkitkan semangat berolahraga. Bener juga sih, kalo rakyatnya sehat pasti negara jadi bisa berbuat lebih banyak.. ya nggak? ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh utama yang jadi pentolan gerakan2 nasional itu tentu saja siapa lagi kalo bukan Menteri keriting dan berkacamata, Abdul Gafur. Menteri yang tampak selalu energik ini sepertinya udah identik nancep di kepala semua orang sebagai Menpora, Menteri Pemuda dan Olahraga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/Pon_logo.gif" align="left"&gt;Wujud keseriusan untuk membangkitkan semangat berolahraga di seluruh tanah air paling keliatan dengan dicanangkannya Hari Olahraga Nasional pada 9 September 1983, tanggal yang sama dengan penyelenggaraan PON pertama di Solo pada tahun 1948. Kemudian untuk aplikasi nyata ada kampanye Hari Krida, seruan bagi seluruh masyarakat untuk berolahraga di hari Jumat pagi, yang kayaknya terutama di instansi2 pemerintah masih berlaku sampai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih pada inget kan dengan slogan-slogan olahraga yang berkumandang di seantero nusantara? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;strong&gt;"TIADA HARI TANPA OLAH RAGA"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"MEMASYARAKATKAN OLAH RAGA, DAN MENGOLAHRAGAKAN MASYARAKAT"&lt;/strong&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/80skj.jpg" alt="Komunitas 80-an lagi memperagakan SKJ dalam acara Jali-jali untuk TV O-Channel Jakarta"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mari Kita SKJ Bersama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang marilah kita mulai melakukan Senam Kesegaran Jasmani ini...&lt;br /&gt;Oke berbaris yang rapi!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siap Grak!&lt;br /&gt;Rentangkan tangan, Grak!! ... &lt;br /&gt;ayooo geser geseeeerr.... tangannya jangan sampai bersentuhan!..&lt;br /&gt;Tegak Grak!&lt;br /&gt;Hadap kanan, Grak!&lt;br /&gt;Rentangkan tangan, Grak! ... &lt;br /&gt;luruskan dengan samping dan depannya...!&lt;br /&gt;Tegak Grak!&lt;br /&gt;Hadap kiri, Grak!...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke.. kita mulai SKJ hari ini..&lt;br /&gt;[musik berkumandang]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Seri Pertama : &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Latihan Pertama : &lt;br /&gt;- Lari-lari di tempat dalam hitungan 2 x 8&lt;br /&gt;- Lari-lari di tempat, sambil menengokkan kepala ke kiri dan ke kanan dalam hitungan 1 x 8&lt;br /&gt;(yang bandel biasanya kalo temannya nengok ke kiri dia nengok ke kanan sambil nyengir atau melet ke temen di kanan, dan sebaliknya :D )&lt;br /&gt;- Lari-lari di tempat, sambil menundukkan dan menengadahkan kepala dalam hitungan 1 x 8&lt;br /&gt;- Masih lari-lari di tempat (kapan nyampenya?), sambil memiringkan kepala ke kiri dan ke kanan dalam hitungan 1 x 8... miringin kepalanya doang, nggak usah pake diangkat bahunyaaa... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan Kedua :&lt;br /&gt;- Lompat-lompat di tempat 3 kali hitungan, hitungan ke-4 loncat memutar ke kiri&lt;br /&gt;- Lompat-lompat di tempat 3 kali hitungan, hitungan ke-4 loncat memutar balik hadap depan&lt;br /&gt;- Lompat-lompat di tempat 3 kali hitungan, hitungan ke-4 loncat memutar ke kanan&lt;br /&gt;- Lompat-lompat di tempat 3 kali hitungan, hitungan ke-4 loncat memutar balik hadap depan&lt;br /&gt;(yang bandel biasanya matanya nyari pemandangan yang enggak2 :p )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/skj02.jpg" &gt;&lt;/center&gt;Latihan Ketiga :&lt;br /&gt;- Kaki rapat, lutut ditekuk, badan condong ke depan, tangan lurus ke bawah&lt;br /&gt;- Putar kedua tangan ke depan, atas, belakang, bawah dalam satu hitungan, dua kali putaran&lt;br /&gt;- Hitungan ke dua tangan berhenti di depan,&lt;br /&gt;- Putar kedua tangan sebaliknya, ke bawah, belakang, atas depan, dua kali putaran.&lt;br /&gt;- Lakukan dalam 2 x 8 hitungan. Yap kayak baling-baling bingung. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/skj03.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Latihan Keempat :&lt;br /&gt;- Buka kedua kaki selebar bahu, letakkan tangan di depan dada dengan telapak tangan menghadap ke bawah&lt;br /&gt;- Sentakkan siku dan lengan ke belakang kanan dan kiri. Lakukan 2 kali sentakan&lt;br /&gt;- Angkat kedua tangan keatas, tarik badan ke belakang 2 kali&lt;br /&gt;- Lakukan dalam 2 x 8 hitungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/skj04.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Latihan Kelima :&lt;br /&gt;- Buka kaki lebih lebar, rentangkan kedua tangan lurus ke samping&lt;br /&gt;- Ayunkan tubuh ke bawah, sehingga tangan kanan yang tetap lurus menyentuh ujung kaki kiri&lt;br /&gt;- Kembali ke posisi tegak&lt;br /&gt;- Ayunkan lagi tubuh ke bawah, kali ini tangan kiri yang menyentuh ujung kaki kanan&lt;br /&gt;- Kembali tegak&lt;br /&gt;- Lakukan 2 x 8 hitungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/skj05.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Latihan Keenam :&lt;br /&gt;- Tutup rapat kedua kaki, bungkukkan badan dengan tangan lurus ke bawah&lt;br /&gt;- Dorong badan membungkuk lebih dalam, angkat lagi, bungkukkan lagi&lt;br /&gt;- Tegakkan tubuh dengan tangan di pinggang, sentakkan badan dan kepala dua kali ke belakang&lt;br /&gt;- Lakukan 2 x 8 hitungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/skj06.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Latihan Ketujuh :&lt;br /&gt;- Lompat sambil membuka kaki lebar, dan menepukkan kedua tangan lurus di atas kepala&lt;br /&gt;- Lompat sambil menutup rapat kedua kaki, dan menurunkan tangan menepuk sisi kiri dan kanan badan&lt;br /&gt;- Lakukan 2 x 8 hitungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/skj13.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Latihan Kedelapan (ambil nafas):&lt;br /&gt;- Kaki dibuka selebar bahu, posisi tangan lurus ke bawah&lt;br /&gt;- Sambil menarik nafas, tarik perlahan-lahan kedua tangan yang tetap lurus ke depan, ke atas kepala, lalu ke samping lurus.&lt;br /&gt;- Sambil menghembuskan nafas, angkat tangan yang lurus ke samping kembali ke atas kepala,&lt;br /&gt;- Lalu bersamaan tangan ke depan badan ikut membungkuk, hingga akhirnya tangan berada di bawah dan badan membungkuk penuh&lt;br /&gt;- Kembali ke posisi tegak&lt;br /&gt;- Dilakukan dalam 4 x 8 hitungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Seri Kedua&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Latihan Pertama : &lt;br /&gt;Sama persis dengan Seri pertama.. lari2 ditempat.. lalu geleng2 kepala, angguk2, dan tengleng2.. &lt;br /&gt;Geleng nya nggak usah cepet-cepet. Di jaman 80-an belum ada yang namanya tripping :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan Kedua :&lt;br /&gt;- Lompat-lompat di tempat 3 kali hitungan, hitungan ke-4 loncat membalik 180 derajat ke kiri&lt;br /&gt;- Lompat-lompat di tempat 3 kali hitungan, hitungan ke-4 loncat memutar balik hadap depan&lt;br /&gt;- Lompat-lompat di tempat 3 kali hitungan, hitungan ke-4 loncat membalik 180 derajat ke kanan&lt;br /&gt;- Lompat-lompat di tempat 3 kali hitungan, hitungan ke-4 loncat memutar balik hadap depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/skj08.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Latihan Ketiga :&lt;br /&gt;- Buka kaki lebar, posisikan siku lurus ke samping, tangan di depan dada. Tangan kanan menggenggam tangan kiri.&lt;br /&gt;- Tangan kanan mendorong tangan kiri kesamping kiri sehingga siku berada di belakang, dan badan memutar ke kiri. Dorong sebanyak dua kali.&lt;br /&gt;- Ubah posisi tangan kiri yang menggenggam tangan kanan.&lt;br /&gt;- Tangan kiri mendorong tangan kanan kesamping kanan sehingga siku berada di belakang, dan badan memutar ke kanan. Dorong sebanyak dua kali.&lt;br /&gt;- Lakukan 2 x 8 hitungan... dorong dorong ... dorong dorong...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/skj09.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Latihan Keempat :&lt;br /&gt;- Buka kaki lebar, tekuk kaki kanan kaki kiri lurus, berat badan ditumpu kaki kanan. Tangan kanan melingkar di atas kepala, tangan kiri di pinggang.&lt;br /&gt;- Dorong pinggul ke kanan, kaki kanan ditekuk makin dalam, tangan kanan digerakkan ke arah berlawanan. Lakukan 4 kali.&lt;br /&gt;- Ubah posisi untuk sisi sebaliknya&lt;br /&gt;- Lakukan 2 x 8 hitungan, jangan sampe salah arah mendorong pinggulnya dan nggak usah goyang pinggul macem2.. ini senam bukan joget dangdut :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/skj10.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Latihan Kelima :&lt;br /&gt;- Kaki terbuka lebar, badan membungkuk, tangan lurus ke bawah&lt;br /&gt;- Dengan tangan tetap lurus putar badan ke kiri, ke atas, ke kanan, dan kembali ke bawah&lt;br /&gt;- Putar badan ke arah sebaliknya&lt;br /&gt;- 2 x 8 hitungan juga.... maaaaak... puuuuusiiiiiiiiingggg...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/skj11.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Latihan Keenam :&lt;br /&gt;- Kaki terbuka, kaki kiri maju ke depan dan tekuk sedikit. Tangan lurus ke atas.&lt;br /&gt;- Dorong badan ke depan kiri menekan kaki, tangan dan bahu digerakkan ke belakang. Gerakkan 3 kali! ingat 3 kali, banyak yang salah cuman 2 kali. &lt;br /&gt;- Hitungan ke-4 kaki kiri dikembalikan sejajar dengan kaki kanan dan tangan turun.&lt;br /&gt;- Ganti kaki kanan yang maju dan badan didorong ke depan kanan. 3 kali juga&lt;br /&gt;- Dilakukan 2 x 8 hitungan. Kayak patung di bunderan senayan gitu, tinggal kurang bawa pizza di atas tangan aja :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/skj12.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Latihan Ketujuh :&lt;br /&gt;- Kaki rapat, tangan lurus ke samping, angkat kaki kiri lurus ke depan&lt;br /&gt;- Sambil melompat, tepukkan kedua tangan di bawah kaki kiri yang terangkat&lt;br /&gt;- Rapatkan kaki, tangan kembali lurus ke samping, angkat kaki kanan lurus ke depan&lt;br /&gt;- Sambil melompat, tepukkan kedua tangan di bawah kaki kanan yang terangkat&lt;br /&gt;- 2.x 8 hitungan juga... Kalau kebetulan yang di depanmu adalah anak yang menyebalkan, sekalian aja tendang dia :D .. pura-puranya nggak sengaja.. hahahaha.. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan Kedelapan (ambil nafas): &lt;br /&gt;Sama kayak di seri I... capek nih mo nulis ulang.. *terengah-engah*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/80skj01.jpg" alt="Kacaauu.. kacaaauuu.. nggak kompak! :p"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah? capek? &lt;br /&gt;Udah pada inget kan gerakannya?&lt;br /&gt;Ayo kita lakukan sekali lagi &lt;br /&gt;:D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr&gt;&lt;strong&gt;Ditulis oleh: &lt;a href="http://q-scrolls.blogspot.com" target="_blank"&gt;Q&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Kaset Senam Kesegaran Jasmani 1984, punyanya &lt;a href="http://yuanz77.multiply.com" target="_blank"&gt;Yuanz&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Tulisan lengkap dari artikel ini&lt;br /&gt;sekarang sudah diterbitkan dalam bentuk buku&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;berjudul "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gaul Jadul&lt;/span&gt;" oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Q Baihaqi&lt;/span&gt;,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;terbitan Gagas Media, Juni 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);" src="http://i285.photobucket.com/albums/ll45/qyu2/gauljaduls.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera aja dapatkan di toko buku langganan kalian yah cing... &lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-4380145521279299355?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/4380145521279299355/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=4380145521279299355&amp;isPopup=true' title='57 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/4380145521279299355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/4380145521279299355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2007/09/tiada-hari-tanpa-olahraga.html' title='Tiada Hari Tanpa Olahraga'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/th_Pon_logo.gif' height='72' width='72'/><thr:total>57</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-1367602833114883550</id><published>2007-08-27T14:34:00.000+07:00</published><updated>2007-08-27T15:21:03.696+07:00</updated><title type='text'>Megaloman, Si Rambut Api</title><content type='html'>Jumpa lagi dalam tulisan terbaru di blog 80-an :D Maaf banget kalo sempat vakum berbulan-bulan :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mari kita kembali menjelajahi dunia film anak-anak di jaman 80-an. Selain Voltus V, Masih banyak sebenarnya film-film seri superhero untuk anak-anak produksi Jepang yang beredar di Indonesia di masa itu. Dan semuanya hanya bisa diperoleh dalam bentuk kaset video. Jadi untuk bisa nonton film2 itu harus ada sedikit usahalah, beli atau nyewa kaset videonya, atau nebeng nonton di rumah tetangga atau temen yang punya player video.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mau kita obrolin kali ini adalah serial Megaloman. Pemilihan namanya mungkin dipengaruhi oleh karakter "Superman" yang sudah begitu terkenal dan mendunia. Kata "Mega" diharapkan bisa memberi kesan yang sama besarnya dengan kata "Super". Tapi kenapa harus ditambah jadi "Megaloman" ya? padahal kan itu jadinya lebih dekat ke istilah tentang sifat buruk "Megalomania". Dan dalam pelafalan bahasa Jepang kan nggak ada huruf "L"... makanya di versi asli Jepang, judulnya adalah "Megaroman". Ah sudahlah.. ngapain juga dibahas :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_IgAENqp3xpg/RtKE3hxSuVI/AAAAAAAAAIk/poryCamvtTg/s400/80an-meg01.jpg" border="0" alt="Megaloman" /&gt;&lt;br /&gt;Oke, masih pada ingatkah dengan film Megaloman ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aslinya, film ini diciptakan oleh Tetsu Kariya dan ditayangkan di Jepang pada 7 Mei 1979 hingga 24 Desember 1979 di Fuji TV, total ada 31 episode. Dan tentunya beredar di Indonesia dalam bentuk kaset video ya agak lama setelah itu. Entah kapan tepatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam hal cerita, karakter, dan plot, film ini sebenarnya mirip-mirip dengan film seri superhero ala Jepang yang lain. Film Megaloman ini menampilkan jagoannya dengan karakter yang umum disebut sebagai "Kyodai Hero". Kyodai Hero adalah gaya khas superhero kreasi Jepang yang bisa mengubah bentuknya menjadi raksasa dan punya senjata andalan yang unik, dan musuh2 yang dihadapinya adalah monster2 berwujud aneh yang juga berukuran raksasa dan memiliki senjata yang berbeda2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu film ini juga ikut menampilkan segerombolan jagoan yang terdiri dari 5 orang dengan seragam berwarna-warni. Kelompok jagoan warna warni yang sering muncul dalam film superhero Jepang dan juga beberapa film Amerika ini sering disebut sebagai "Sentai".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_IgAENqp3xpg/RtKFVRxSuWI/AAAAAAAAAIs/3kwAxGRUWsk/s400/80an-meg02.jpg" border="0" alt="Megaloman" /&gt;&lt;br /&gt;Plot cerita yang klise lain adalah tokoh utamanya adalah keturunan dari orang-orang yang melarikan diri dari planet lain yang sedang kacau karena dikuasai pemimpin yang jahat untuk mencari kedamaian di planet Bumi. Kemudian pasukan dari planet tersebut akan melancarkan serangan ke bumi untuk menguasainya. Orang2 pelarian itu kemudian dengan kemampuan dan teknologi yang dikuasainya akan menjadi jagoan yang berusaha menyelamatkan bumi dari penguasaan musuh yang kejam. Tapi buat anak-anak, nggak ngaruh lah kalau ceritanya klise, yang penting pertempurannya seru. Cerita yang mudah ditebak malah menyenangkan buat mereka, karena nggak perlu repot2 mikir dan bisa buat bahan tebak2an dengan teman2nya :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tokoh-tokoh Utama dan pemerannya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Voltus V yang merupakan film kartun, film Megaloman ini adalah film yang dilakonkan oleh manusia. Berikut adalah daftar karakter dan pemerannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Megaloman&lt;/strong&gt; : &lt;strong&gt;Yuki Kitazume&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota pasukan warna-warni&lt;br /&gt;- &lt;strong&gt;Takeshi Shishido&lt;/strong&gt; (merah) : &lt;strong&gt;Yuki Kitazume &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- &lt;strong&gt;Ran Takamine&lt;/strong&gt; (pink) : &lt;strong&gt;Madoka Sugis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- &lt;strong&gt;Seiji Kurogawa&lt;/strong&gt; (biru) : &lt;strong&gt;Jimmy Araki&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- &lt;strong&gt;Hyosuke Yuri&lt;/strong&gt; (kuning) : &lt;strong&gt;Pepe Hozumi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- &lt;strong&gt;Ippei Saru&lt;/strong&gt; (hijau) : &lt;strong&gt;Koji Hashimichi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendukung teknis di belakang Megaloman dan pasukannya:&lt;br /&gt;- &lt;strong&gt;Rosemary Shishido&lt;/strong&gt; (ibu Takeshi) : &lt;strong&gt;Yukiko Takabayashi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- &lt;strong&gt;Sogen Takamine&lt;/strong&gt; (guru beladiri) : &lt;strong&gt;Yoshio Inoe&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh Utama:&lt;br /&gt;- &lt;strong&gt;Kapten Dagger&lt;/strong&gt; : &lt;strong&gt;Yuki Kitazume&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- &lt;strong&gt;Berlock&lt;/strong&gt; : errr... maaf yah, nama pemerannya adalah .. errr ....  &lt;strong&gt;Susumu Kurobe &lt;/strong&gt;... hihihihi.. sumpah itu beneran namanya emang gitu. Nggak ngarang. Googling aja sendiri kalau nggak percaya. Huahahahaha.. *nggak bisa berhenti ketawa*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huhuhuhu.. ehg uhuk.. hihi.. hmmph *berusaha berhenti ketawa* oh iya.. hihik.. itu susu.. ups.. maksudnya .. hihi.. di daftar pemeran itu .. selain ada susu .. aduh.. hihi.. ada Yuki Kitazume yang begitu maruknya merobek robek.. eh .. hihi .. memerankan tiga karakter sekaligus. Yuki berperan sebagai Takeshi, Megaloman, juga sekaligus sebagai Kapten Dagger. Kalau berperan rangkap sebagai Takeshi dan Megaloman wajar sajalah, tapi ini juga sekaligus berperan sebagai pemimpin pasukan musuh. Dan jawabannya ternyata ada di episode2 terakhir yang ala sinetron banget... bahwa ternyata Takeshi Shisido dan Kapten Dagger adalah saudara kembar!! ealah... :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kisah Awalnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/blog/80an-meg08.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Pasukan bintang hitam (Black Star) yang dipimpin oleh Kapten Dagger berhasil menguasai planet Rosetta. Rosemary, yang suaminya (Gou) terbunuh oleh pasukan tersebut, membawa anaknya Takeshi dan terbang melarikan diri ke planet Bumi. Di bumi awalnya mereka bisa hidup dalam damai tanpa ada yang mengetahui bahwa mereka adalah pelarian dari planet lain. Takeshi mengikuti sekolah kungfu yang dimiliki oleh Sogen Takamine. Disana ia berteman akrab dengan empat orang murid sekolah itu: Ran Takamine, Seiji Kurogawa, Ippei Saru, dan Hyosuke Yuri. Keempat rekannnya tersebut mempunya karakter yang berbeda-beda, Seiji kurogawa merupakan seorang petarung ulet mirip legenda kungfu Bruce Lee, Hyosuke Yuri adalah karakter yang rada konyol, Ran Takamine satu2nya cewek yang juga anak dari Sogen Takamine, sedangkan Ippei Saru adalah temannya yang paling kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketenangan di bumi ternyata tidak berlangsung lama. Monster raksasa bernama Kamakidon yang dikirim oleh pasukan bintang hitam menyerang bumi. Melihat kekacauan itu Rosemary memberi Takeshi sebuah gelang tangan milik bapaknya, "Gelang Megalon". Dengan gelang itu Takeshi akan dapat terbang dan berubah menjadi Megaloman, sosok raksasa berbaju merah dengan rambut panjang putih jigrak. Megaloman diharapkan bisa melawan monster2 raksasa yang dikirim pasukan Bintang Hitam untuk melindungi planet Bumi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/blog/80an-meg05.jpg"&gt; &lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/blog/80an-meg06.jpg"&gt; &lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/blog/80an-meg07.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Pada episode ke-2, keempat teman Takeshi akhirnya mengetahui rahasia Takeshi yang bisa berubah menjadi Megaloman. Sudah kepalang basah Rosemary pun mengajak mereka berempat yang juga jago bela diri untuk bergabung dengan pasukan Megaloman memerangi para monster. Mereka masing2 diberi "Gelang Megalon" yang bisa merubah mereka menjadi pasukan berkostum warna-warni yang akan bertarung bersama Megaloman. Gelang tersebut bisa menjadi alat komunikasi jarak jauh dan juga alat pendeteksi keberadaan musuh, baik itu monster atau pasukan Bintang Hitam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap peperangan Megaloman melawan pasukan bintang hitam, Rosemary selalu mengawasi melalui pesawat ruang angkasanya yang dia bawa dari planetnya. Dari pesawat itu ia dapat berkomunikasi dan memberi masukan-masukan kepada Megaloman melalui gelangnya. Penasehat Takeshi lainnya adalah guru bela dirinya Sogen Takamine. Dalam pertengahan cerita, Sogen Takamine menutup pusat bela dirinya untuk dikembangkan menjadi Pusat Pertahanan Militer untuk membantu Megaloman dalam mempertahankan Jepang atau Bumi terhadap serangan monster raksasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kemampuan Megaloman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menjadi berukuran raksasa, seukuran dengan monster-monster yang menyerang bumi, Takeshi dapat mengimbangi musuh2nya melalui kemampuan bela diri yang dipelajarinya dari Sogen Takamine. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senjata yang dimiliki Megaloman adalah sebuah pedang raksasa "Megalo Blade". Tapi senjata yang jadi andalan utama adalah rambut putih gimbalnya itu. Kok rambut? gimana caranya bisa jadi senjata?. Caranya adalah dengan mengeluarkan api dari rambut jigraknya, senjata "Megalo Fire"!! Itulah mengapa Megaloman disebut juga sebagai Honô No Senshi (Warrior Of Flame), karena kemampuannya mengeluarkan api dari rambut jigraknya. Setelah rambutnya mengeluarkan api, Megaloman mulai memutar2kan kepalanya dan mengibaskan rambut apinya. Dengan teriakan "Megalooo.. Fire!" api di rambutnya itupun ia lemparkan kearah musuh. Dan musuhpun akan terbakar oleh api... Musuh mati, megalomannya pun puyeng gara2 muter2in kepala.. :D Tapi kadang monster musuh mati bukan karena api dari rambut Megaloman, namun karena kena tebas pedang "Megalo Blade". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/blog/80an-meg03.jpg"&gt; &lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/blog/80an-meg04.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Hmm.. apakah karakter Megaloman ini terinspirasi dari para rocker Heavy Metal yang sempat jadi trend mendunia pada saat itu ya? Coba lihat tampang si Megaloman itu. Wajahnya dingin sangar bercoreng moreng. Rambutnya panjang mengembang menjigrak. Lengkap pula dengan outfit pakaian ketat. Dan jurus andalan utamanya mirip sekali dengan gerakan 'head bang'. Rocker banget kan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja posenya saat bersiap mengeluarkan jurus andalannya. Tangan kiri melipat di depan dada, dan tangan kanan mengacung ke depan dengan jari-jari yang mencengkeram. Hehe... anak sekarang mungkin bakal berkomentar 'tampang sih rocker abeesss, tapi kok posenya kayak penyanyi "Kucing Garong" yah..?' huehehee.... :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tampak norak, rambut Megaloman ternyata juga adalah sumber kekuatan dari Megaloman. Megaloman ini seperti Samson, yang kekuatannya sekaligus kelemahannya terletak di rambut. Pernah di salah satu episode, rambut Megaloman terpotong... dan lenyaplah semua kekuatannya.. Megaloman lemes tak berdaya.. hah, segitu saja ternyata.... Pasti megaloman ini paling takut sama tukang cukur :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kisah Selanjutnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada episode 11 (Battle For Command), pimpinan pasukan bintang hitam Kapten Dagger, yang selalu memakai helm perak membunuh atasannnya untuk tujuan menguasai penuh pasukan bintang hitam. Sejak itu, kemudian dia memakai helm emas. Setelah monster-monsternya dibunuh oleh kapten Dagger, dia sendiri kemudian berubah menjadi manusia raksasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada episode 20 (The Great Invasion of Monsters), ada pendatang baru Berlock yang diperankan oleh... huahahahahaha... :D. Berlock adalah seorang ilmuwan Bintang Hitam yang mencoba menemukan solusi untuk mengalahkan Megaloman. Berlock dijuluki dengan “Evil Scientist”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/blog/80an-meg13.jpg"&gt; &lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Pada episode 28 (The Sacrifice of Hyme), Berlock menunjukkan kesetiaannnya terhadap Kapten Dagger dengan memberikan anaknya “Hyme” untuk dijadikan sebagai monster tangguh “Buffalon”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada episode 29, Berlock mencoba untuk mengubah teman Takeshi yaitu Hyosuke Yuri menjadi monster dengan harapan nantinya Megaloman tidak tega untuk membunuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada episode terakhir (The Ultimate Challenge), ternyata membuka rahasia hubungan antara Takeshi dengan Kapten Dagger. Dalam akhir cerita tersebut terkuak bahwa Kapten Dagger sebenarnya kembaran dari Takeshi yaitu Hiroshi, namun punya karakter yang jahat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Musuh-musuh Megaloman &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh-musuh megaloman atau “The Daikaijuu” yaitu : Kamakidon, Goran, Zaninga, Dobura, Gamereon, Zubogu, Terumosu (Thermos?), Suchirunesu, Doradoza, Jamado, Nun-chuk, Rezakkusu, Mirror Monocle, Boarein, Unigon, Paraboran 1, Paraboran 2, Kyanza, Arumunga, Zonbiron, Barigen, Suidorasu, Bonbaron, Arumunga, Songa, Kajuron, Vacuum, Zatan, Zubaida (Spider?), Jadonga, Buffalon, Terogirasu, Despair, Despair, Dagger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/blog/80an-meg14.jpg"&gt; &lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/blog/80an-meg15.jpg"&gt; &lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/blog/80an-meg16.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan musuh-musuh megaloman ini mati terbakar, atau mati setelah ditebas oleh pedang "Megalo Blade". Megaloman biasanya bertempur di darat, meskipun ia bisa terbang. Kadang di pebukitan, kadang juga di tengah kota dengan gedung2 yang tampak kecil menjadi setting arena pertempuran. Selama pertempuran tentu saja gedung2 itu akan terkena pukulan macem2 baik dari si monster maupun dari Megaloman. Dan satu demi satu gedung2 itu akan hancur. Tapi hebatnya tidak pernah dikisahkan ada korban sipil meskipun pertarungan itu terjadi di tengah kota, dan sekian banyak gedung luluh lantak. Lebih hebat lagi, hancurnya gedung2 itu juga tidak pernah dipermasalahkan, karena esok harinya gedung2 itu akan utuh kembali... dan siap menerima kedatangan monster berikutnya yang akan kembali menghancurkan kota :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Soundtrack Megaloman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon katanya dalam versi Indonesia lagu soundtrack Megaloman di-dubbing oleh penyanyi terkenal kita “Krisdayanti”, yang tentu saja pada jaman itu (thn 1984-87) masih berusia 9 tahunan. Konon juga untuk dubbing soundtrack Megaloman, KD saat itu menerima bayaran Rp. 15.000. Ini merupakan pengalaman pertama KD dalam rekaman kaset. Tapi sayangnya belum nemu lirik lagu soundtrack yang bahasa Indonesia. Adanya yang versi aslinya nih:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/blog/80an-meg10.jpg"&gt; &lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/blog/80an-meg11.jpg"&gt; &lt;img src="http://i100.photobucket.com/albums/m28/80an/blog/80an-meg12.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lagu pembuka cerita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: #A6702A;"&gt;&lt;strong&gt;Go! Go! Megaloman&lt;br /&gt;(Yuke! Yuke! Megaloman)&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lyricist: Kariya, Tetsu&lt;br /&gt;Composer: Tozuka, Shôzô&lt;br /&gt;Arranger: Kawagami, Satoru&lt;br /&gt;Vocals: Mizuki, Ichiro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;yuke yuke yuke megaloman&lt;br /&gt;doko mademo susume&lt;br /&gt;chikyu wo osou kaijyu uchi nomese&lt;br /&gt;sakamaku tategami ikari ni moete&lt;br /&gt;kitto chikyu wo mamoru noda&lt;br /&gt;megalon FIRE!&lt;br /&gt;megaloman wa yukuze&lt;br /&gt;megaloman wa yaruze&lt;br /&gt;megaloman honô no senshi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yuke yuke yuke megaloman&lt;br /&gt;inochi no kagiri&lt;br /&gt;aku no ikinone tomeru made tatakau noda&lt;br /&gt;yuuki minagiru megalon BRACELET&lt;br /&gt;kitto chikyu wo mamoru noda&lt;br /&gt;TIGER CRUSH!&lt;br /&gt;megaloman wa yukuze&lt;br /&gt;megaloman wa yaruze&lt;br /&gt;megaloman honô no senshi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yuke yuke yuke megaloman&lt;br /&gt;doko mademo susume&lt;br /&gt;aku wo yurusanu sono te de ashita wo tsukame&lt;br /&gt;seigi ni moeta hono o-no tategami&lt;br /&gt;kitto chikyu wo mamoru noda&lt;br /&gt;megalon FIRE!&lt;br /&gt;megaloman wa yukuze&lt;br /&gt;megaloman wa yaruze&lt;br /&gt;megaloman honô no senshi&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lagu penutup cerita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: #A6702A;"&gt;&lt;strong&gt;I Am Heart of Rosetta Planet&lt;br /&gt;(Wa Ga Kokoro no Rozetta Hoshi) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lyricist: Kariya, Tetsu&lt;br /&gt;Composer: Tozuka, Shôzô&lt;br /&gt;Arranger: Kawagami, Satoru&lt;br /&gt;Singer: Mizuki, Ichiro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Gingau tobi koe uchuu no kanatani&lt;br /&gt;Akaku kagayaku, Rosetta seii&lt;br /&gt;Aku no yabooni arasare takedo&lt;br /&gt;Itsuka kadaratsu yo minna ga eru &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosetta Rosetta kokoro no hoshi yo&lt;br /&gt;Kanashimi wa moridoto&lt;br /&gt;Kurikae sasemu&lt;br /&gt;Chi chi o ha ha yo&lt;br /&gt;Miteite hoshi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surai o kinimo kokoro no nakade&lt;br /&gt;Akaku kagayaku Rosetta seii&lt;br /&gt;Chijito ahakara uke sugida&lt;br /&gt;Ai To yuuki wa erien no hono &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosetta Rosetta kokoro no hoshi yo&lt;br /&gt;Kanashimi wa moridoto&lt;br /&gt;Kurikae sasemu&lt;br /&gt;Chi chi o ha ha yo&lt;br /&gt;Miteite hoshi&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr&gt;&lt;strong&gt;Ditulis oleh: &lt;span style="font-size: 125%"&gt;Agung Ehime&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, diedit oleh : &lt;a href="http://q-scrolls.blogspot.com" target="_blank"&gt;Q&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://incolor.inebraska.com/stuart/megaloman/" target="_blank"&gt;Megaloman: Superman of Flame&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Megaloman" target="_blank"&gt;Wikipedia&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://xoomer.alice.it/amasoni2002/shl/internationals/megaloman_(1979).htm" target="_blank"&gt;Superheroes Lives Homepage&lt;/a&gt;, dan dilengkapi dari hasil ngobrol sama &lt;a href="http://siiqbal.blogspot.com" target="_blank"&gt;Iqbal&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-1367602833114883550?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/1367602833114883550/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=1367602833114883550&amp;isPopup=true' title='91 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/1367602833114883550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/1367602833114883550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2007/08/megaloman-si-rambut-api.html' title='Megaloman, Si Rambut Api'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_IgAENqp3xpg/RtKE3hxSuVI/AAAAAAAAAIk/poryCamvtTg/s72-c/80an-meg01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>91</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-3902537189155553315</id><published>2007-04-02T16:44:00.000+07:00</published><updated>2007-04-05T14:40:45.361+07:00</updated><title type='text'>Mengenang Chrisye, Sang Legenda</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Atas nama blog, milis dan komunitas 80-an,&lt;br /&gt;kami ingin ikut menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya&lt;br /&gt;atas meninggalnya salah satu Legenda musik Indonesia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;Chrisye&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;pada hari Jumat 30 Maret 2007.&lt;br /&gt;Semoga almarhum diampuni segala kesalahannya&lt;br /&gt;dan segala amal ibadahnya diterima oleh Yang Maha Pengasih&lt;br /&gt;serta mendapat ganjaran dan tempat yang selayaknya.&lt;br /&gt;Amin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/chrisye6.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Chrismansyah Rahadi (terlahir sebagai Christian Rahadi) yang populer dengan nama Chrisye adalah salah satu fenomena musik Indonesia di masa 80-an. Bukan hanya di 80-an sebetulnya, dia sudah menggebrak sejak akhir 70-an dan tetap mampu bertahan menampilkan gebrakan2 baru di 90-an bahkan hingga 2000-an. Tapi sesuai konteks blog ini, kita batasi saja pada masa2 emas Chrisye di dekade 80-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling nggak ada 10 album yang disumbangkan Chrisye selama dekade 80-an ini. Sebagian besar berhasil menorehkan sukses dan menghasilkan banyak lagu-lagu hits yang kayaknya bakalan jadi karya2 yang juga melegenda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pria Sederhana Bersuara Emas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajahnya polos, wajah tanpa dosa, tapi dipadu dengan rambut gondrong belah tengah mungkin bikin orang yang pertama ngeliat bakal bertanya-tanya, "ini anak band gondrong tapi kok ekspresinya lugu banget yah?". Penampilan sederhana yang tetap ia pertahankan lama sekali hingga ia mulai sakit dan harus menjalani kemoterapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/chrisye1.jpg"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/chrisye2.jpg"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/chrisye3.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Dengan pembawaannya yang tenang ekspresi yang datar tanpa letupan emosi sangat klop dengan suaranya yang halus, bening dan indah. Suara malaikat kata orang. Memang bukan suara penyanyi kelas festival yang powerful dengan teknik vokal yang tinggi (kalo nggak salah Chrisye nggak pernah ikutan festival kan? selain nyanyiin Lilin-lilin Kecil di LCLR), tapi suara Chrisye itu khas dan berkarakter banget. Orang bisa terbius mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di buku Memoar Musikalnya, diceritakan kalau karakter suara aslinya yang seperti itu baru ia temukan setelah lelah menjadi copycat menjadi penyanyi top 40 yang mengikuti gaya penyanyi2 barat. Ia sadar bahwa sebagai penyanyi pria, ia hanya punya satu hal yang bisa jadi andalan utama, suara. Beruntunglah suaranya memang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dibesarkan oleh Karya Monumental&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Chrisye mekar sejak pertengahan 70-an lewat karya2 besar dan monumental. Bergabung dengan keluarga Nasution di komunitas Gank Pegangsaan, bermain sebagai bassist dan vokalis di band Sabda Nada yang dimodali habis2an oleh Pontjo Sutowo. Dikontrak untuk main di New York selama 2 tahun. Terlibat rekaman pertama kali dalam proyek idealis Guruh Gipsy. Kemudian diminta oleh Prambors untuk menyanyikan salah satu lagu LCLR "Lilin-lilin Kecil" karya James F Sundah yang meskipun bukan lagu juara tapi menjadi lagu paling ngetop. Proyek selanjutnya bersama Eros Djarot dan Yockie Suryoprayogo membuat soundtrack untuk film Badai Pasti Berlalu yang kemudian dijadikan album tersendiri. Semuanya adalah proyek monumental yang langsung mengangkat nama Chrisye bersinar mencorong di akhir 70-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/badai.jpg"&gt; &lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/sabdaalam.jpg"&gt; &lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/percikpesona.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Di bawah payung Musica Chrisye mengeluarkan album solo perdananya "Sabda Alam" (1978). Masih dalam balutan musik romantis ala album Badai dengan format pop kreatif yang mulai marak saat itu. Album ini disambut hangat dan menancapkan tonggak yang kokoh bagi Chrisye. Hits dari album ini antara lain "Sabda Alam", "Juwita", "Anak Jalanan", "Kala Sang Surya Tenggelam"... lagu2 yang hebat banget tuh. Album kedua "Percik Pesona"(1979), Chrisye terkena 'sindrom album kedua' tidak mampu mengerahkan kreatifitasnya secara total karena bayang2 suksesnya album pertama. Album keduapun jeblok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mencari Jati Diri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/puspaindah.jpg" align="left"&gt;Kiprah Chrisye di 80-an diawali dengan meledaknya album "Puspa Indah Taman Hati" (1980) yang digarap secara serius oleh Guruh Soekarno Putra. Album ini meledak setelah dijadikan soundtrack untuk film sukses "Gita Cinta dari SMA" dengan lagu andalannya "Galih &amp; Ratna". Di film itu Chrisye sempat ikutan tampil sebagai penyanyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu "Galih &amp;amp; Ratna" itu juga yang seingatku menjadi perkenalan pertamaku dengan lagu2 Chrisye. Bersamaan dengan merebaknya trend Swara Maharddhika dimana mana, lagu itu bisa dibilang jadi lagu wajib pengiring tarian2 anak muda pada masanya. Pernah ikut2an juga sih, waktu SD dulu :"&gt; Sudah latihan sekian lama, akhirnya gagal mentas karena ketidakcocokan antar personel... halah :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya?... Chrisye dipaksa main film.. hehehe maksa bener. Orang Chrisye tampangnya satu ekspresi gitu kok diajak maen film. Di film "Seindah Rembulan" yang dibintangi banyak penyanyi, Chrisye didapuk menjadi pacar Lidya Kandau. Kegagapannya dalam berakting dan ritme kerja film yang molor2, bikin Chrisye nggak krasan. Pada hari kesepuluh dia cabut dari produksi film itu... Dan Chrisye tidak pernah berani nonton film itu ... hihihi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/pantulancita.jpg" align="right"&gt;Album selanjutnya "Pantulan Cita" (1981) digarap oleh Yockie Suryoprayogo. Yockie yang terlalu cenderung ke art rock, sementara warna suara Chrisye berada di jalur pop, belum bisa nyambung menghasilkan karya terbaik. Tidak ada hits yang mendobrak di album ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1982 adalah tonggak buat kehidupan Chrisye, karena pada tahun itu dia menjadi mualaf dan menikahi Yanti Noor. Yanti Noor adalah anggota keluarga Noor Bersaudara, yang tentunya sangat memahami dinamika kehidupan seorang pemusik. Bisa diajak sepiring berdua lah :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Trio Eros-Chrisye-Yockie&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalinya Eros Djarot dari Jerman di tahun 1983, membuahkan album reuni untuk mengulang kesuksesan album Badai. Bertiga dengan Yockie dirilislah album "Resesi" (1983). Mengadopsi warna musik barat yang sedang in, nuansa rock ala The Police dihadirkan, dengan sisipan beberapa lagu pop romantis andalan Chrisye. Dan ternyata musik menghentak di lagu "Resesi" dan "Lenny" diterima dengan sangat baik. Sementara lagu manis "Hening" dan "Malam Pertama" menjadi lagu yang melegenda hingga sekarang. Kolaborasi yang sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/resesi.jpg"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/metropolitan.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Tidak ingin kehilangan momentum, trio Eros-Chrisye-Yockie ngebut bikin album dengan warna yang tidak jauh berbeda. "Metropolitan" dirilis di awal 1984, sukses. Dan album "Nona" masih di tahun yang sama, sukses juga. Produktif banget, mungkin karena jaman itu belum ada masa promo tour ke berbagai kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kemudian Chrisye merasa jenuh setelah mengeluarkan album trilogi tersebut, ia pengen ada perubahan. Dengan berat hati ia menyudahi kerjasamanya dengan Eros dan Yockie. Chrisye melirik musisi muda yang pernah ikutan nongkrong di Gank Pegangsaan, Addie MS, yang sukses mengantarkan album pertama Vina Panduwinata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/nona.jpg"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/sendiri.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Masih di tahun 1984 (gile beneeerrr... setahun 3 album??), keluarlah album "Sendiri" besutan Addie MS dengan ide2 segarnya. Ada duet dengan Vina dalam lagu "Kisah Insani" di album ini. Kembalinya Chrisye dengan album yang didominasi musik pop romantis, mendapat sambutan sangat hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bergaya Riang dengan Adjie Soetama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Addie MS kemudian terlalu sibuk dengan proyek2nya bersama Vina, Chrisye harus mencari lagi musisi baru. Adalah Adjie Soetama yang musik riangnya sedang banyak digemari anak muda yang akhirnya dipilih oleh Chrisye. Rada nekat juga kayaknya, karena musiknya Adjie Soetama identik dengan lagu ringan easy listening dengan beat riang yang cocok untuk pengiring tarian norak ala 80-an. Padahal musik Chrisye selama ini adalah musik dengan kemasan serius yang anggun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/akucintadia.jpg" align="left"&gt;Bos Musica dengan naluri bisnisnya tidak tanggung2 merubah image Chrisye di album kerjasama dengan Adjie Soetama ini. Untuk album "Aku Cinta Dia" (1985), Chrisye harus rela dandan norak untuk cover kasetnya. Bukan cuma itu, Chrisye juga harus bisa goyang saat tampil di Aneka Ria Safari!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hah?? Chrisye goyang?... bisa gitu? Untunglah jaman itu sudah musim penari latar. Chrisye cukup goyang dikit waktu nyanyi, yang heboh biar penari latarnya. Kabarnya Chrisye cukup tersiksa dengan keharusan bergoyang dan berdandan norak untuk album ini. Tapi hasilnya memang luar biasa, album ini laku lebih dari satu juta keping!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pengamat musik yang kecewa dengan gaya bermusik Chrisye di album itu. Dibilang Chrisye kehilangan identitas. Chrisye menolak tegas anggapan itu. Penampilan dan aksi panggungnya memang berubah sesuai mood lagu yang riang, tapi suara dan cara menyanyi Chrisye tidak berubah. Bahkan teman2nya pun meledek penampilan Chrisye norak dan ajaib itu kayak topeng monyet... hihihi.. teganya :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/hiphiphura.jpg"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/nonalisa.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Bersama Adjie Soetama, Chrisye mengeluarkan tiga album. Setelah "Aku Cinta Dia", dilanjutkan dengan album "Hip Hip Hura" (1985), dan "Nona Lisa" (1986) dengan warna musik yang tidak jauh berbeda. Semuanya sukses! Karena memang warna musik seperti itulah yang sedang in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kembali ke Pop Romantis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya di tahun 1988, Chrisye mengeluarkan album "Jumpa Pertama". Dengan musik yang sepertinya peralihan dari nuansa riang kembali ke pop romantis. Lagu yang paling hits di album ini adalah lagu syahdu "Kisah Cintaku", duet Chrisye dengan Atiek CB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh beruntung Chrisye saat itu. Sementara Betharia Sonata dicecar oleh Menpen Harmoko karena lagu2 cengengnya yang minta dipulangkan ke rumah orang tua, lagu Chrisye yang jelas2 bilang "haruskah ku pergi tinggalkan dunia" malah aman-aman saja tidak dianggap lagu cengeng :D Daripada merajuk, mending bunuh diri kali ya? sekalian... huhuhuhu.... kacau deh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghujung dekade 80-an ditutup Chrisye dengan album "Pergilah Kasih" (1989) yang ditangani oleh musisi muda berbakat yang lain lagi, Younky Suwarno. Mengandalkan lagu ciptaan Tito Sumarsono yang saat itu lagi jadi 'hits maker'.&lt;br /&gt;"Pergilah kasih, tapi jangan jauh-jauh..." gitu kalau temenku lagi nyanyi sambil ngigo :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun2 ini dunia musik memasuki era baru dengan hadirnya televisi swasta. RCTI membuka peluang tumbuhnya video-video klip serius untuk mempromosikan lagu2 baru. Bukan video klip asal ada seperti yang tampil di Selekta Pop atau Aneka Ria Safari. Chrisye sangat beruntung video klip "Pergilah Kasih" ditangani dengan sangat serius oleh Jay Subiyakto. Video klip yang sangat indah penuh dengan perlambang, seirama dengan musik dan syairnya. Di video ini Chrisye cuma diperlihatkan sedikit saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan nggak tanggung2, video klip "Pergilah Kasih" menjadi video musik Indonesia pertama yang layak tampil di MTV Hongkong!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Memang Legenda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya di 90-an hingga 2000-an Chrisye masih terus membuat gebrakan-gebrakan baru. Dari Konser tunggal di tempat se-elit Plennary Hall yang jadi pelopor, hingga album-album daur ulang dan kolaborasi yang semuanya menghasilkan sukses besar dan pada akhirnya memantapkan nama Chrisye sebagai Legenda Musik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chrisye adalah salah satu insan musik yang konsisten di jalur musik dan melakukan apa saja untuk mewarnai musik Indonesia. Keputusannya meninggalkan bangku kuliah untuk ngeband sampai ke New York adalah bukti Chrisye mantap sejak awal karirnya untuk full berprofesi sebagai musisi. Padahal di jaman itu atribut sebagai anak band atau pemusik bakalan dilepehin sama calon mertua. Bisa jadi terkenal emang bener, tapi tetep duitnya musisi itu cekak. Karena jaman itu belum banyak permintaan show dari mana-mana seperti sekarang. Kalaupun ada, honornya juga alakadarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluwesan Chrisye untuk membawakan berbagai jenis musik dan juga keluwesannya untuk melebur dalam kolaborasi dengan berbagai macam tipe pemusik lain, membawa Chrisye mampu tetap bertahan dengan gaya yang selalu mengikuti jaman. Tapi tidak pernah kehilangan kekhasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chrisye, sosoknya dan karyanya, memang layak dijadikan Legenda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/chrisye4.jpg"&gt; &lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/chrisye5.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Selamat Jalan Chrisye.&lt;br /&gt;Semoga kehadiranmu yang telah menghibur begitu banyak orang&lt;br /&gt;menjadi amal ibadah yang menyinari jalanmu menghadap Illahi. Amin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;strong&gt;Yang Turut Berduka :&lt;span style="font-size:125;"&gt;&lt;a href="http://q-scrolls.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Q&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber:&lt;/strong&gt; Buku "Chrisye, Sebuah Memoar Musikal" karya Alberthiene Endah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Daftar Album dan Lagu-lagu Chrisye di era 80-an&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Puspa Indah (1980)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;01.Marlina&lt;br /&gt;02.Lagu Putih&lt;br /&gt;03.Kenang Kenangan&lt;br /&gt;04.Puspa Indah&lt;br /&gt;05.Lakon Manusia&lt;br /&gt;06.Interlude Kenang Kenangan&lt;br /&gt;07.Sirna&lt;br /&gt;08.To My Friends On Legian Beach&lt;br /&gt;09.Gita Cinta&lt;br /&gt;10.Galih dan Ratna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pantulan Cita (1981)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;01 Kencana&lt;br /&gt;02 Sentuhanmu&lt;br /&gt;04 Kala Mega Kian Mendung&lt;br /&gt;05 Tragedi&lt;br /&gt;06 Tragedi Badai&lt;br /&gt;07 Putri Ayu&lt;br /&gt;08 Perkasa Manusia&lt;br /&gt;09 Hening&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Resesi (1983)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;01 Lenny&lt;br /&gt;02 Malam Pertama&lt;br /&gt;03 Resesi&lt;br /&gt;04 Sentuhan Cinta&lt;br /&gt;05 Dibatas Akhir Senja&lt;br /&gt;06 Money&lt;br /&gt;07 Anak Manusia&lt;br /&gt;08 Polusi Udara&lt;br /&gt;09 Hening Jiwa&lt;br /&gt;10 Juwita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Metropolitan (1984)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;01. Romeo &amp; Julia '83 &lt;br /&gt;02. Selamat Jalan Kekasih&lt;br /&gt;03. Metropolitan&lt;br /&gt;04. Kehadiran&lt;br /&gt;05. Kenangan Remaja&lt;br /&gt;06. Lagi-lagi&lt;br /&gt;07. Suratmu&lt;br /&gt;08. Natalie&lt;br /&gt;09. O...Da...Da... (Instrumental)&lt;br /&gt;10. Pengakuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nona (1984)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;01 Berita Ironi&lt;br /&gt;02 Salam Hangat&lt;br /&gt;03 Sayang&lt;br /&gt;04 Nona&lt;br /&gt;05&lt;br /&gt;06 Gadis Manja&lt;br /&gt;07 Hilangnya Sebuah Pribadi&lt;br /&gt;08 Lagu Untukmu&lt;br /&gt;09 Sarjana Kaki Lima&lt;br /&gt;10 Biarkan 'ku Sejenak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sendiri (1984)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;01.Kisah Insani&lt;br /&gt;02.Hatimu &amp;amp; Hatiku&lt;br /&gt;03.Sendiri&lt;br /&gt;04.Windy&lt;br /&gt;05.Lestariku&lt;br /&gt;06.Dekadensi&lt;br /&gt;07.Malu&lt;br /&gt;08.Wanita&lt;br /&gt;09.Cemburu&lt;br /&gt;10.Aku dan Dia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Aku Cinta Dia (1985)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;01 Aku Cinta Dia&lt;br /&gt;02 Selamat Tinggal Sayang&lt;br /&gt;03 Hura Hura&lt;br /&gt;04 Nyanyian Rindu&lt;br /&gt;05 Datanglah&lt;br /&gt;06 CIta Cita&lt;br /&gt;07 Cinta Kita&lt;br /&gt;08 Masa Remaja&lt;br /&gt;09 Tiada Lagi Duka&lt;br /&gt;10 Bunda Tercinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hip Hip Hura (1985)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;01. Maafkanlah &lt;br /&gt;02. Sana Sini &lt;br /&gt;03. Juli &lt;br /&gt;04. Kau &amp; Aku &lt;br /&gt;05. Pemuda &lt;br /&gt;06. Tobat &lt;br /&gt;07. Bulan Namanya &lt;br /&gt;08. Rindu &lt;br /&gt;09. Hura-hura II &lt;br /&gt;10. Terima Kasih &lt;br /&gt;11. Hip Hip Hura &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nona Lisa (1986)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;01. Nona Lisa &lt;br /&gt;02. Anak Sekolah &lt;br /&gt;03. Saat Yang Indah &lt;br /&gt;04. Kembang Goyang &lt;br /&gt;05. Aku Cinta Padamu &lt;br /&gt;06. Lenny &lt;br /&gt;07. Terpendam &lt;br /&gt;08. Huru-hara &lt;br /&gt;09. Satu Cinta &lt;br /&gt;10. Maafkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jumpa Pertama (1988)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;01 Jumpa Pertama&lt;br /&gt;02 Kisah Cintaku&lt;br /&gt;03 Ada Cinta&lt;br /&gt;04 Hari Bahagia&lt;br /&gt;05 Kau Ternyata&lt;br /&gt;06 Mungkinkah&lt;br /&gt;07 Terus Berlari&lt;br /&gt;08 Kutahu&lt;br /&gt;09 Selamat Bahagia Kasih&lt;br /&gt;10 Ada Cinta Reprise&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pergilah Kasih (1989)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;01. Pergilah Kasih &lt;br /&gt;02. Nostalgia Cinta &lt;br /&gt;03. Putri &lt;br /&gt;04. Hari-hariku &lt;br /&gt;05. Problema &lt;br /&gt;06. Cinta Kita &lt;br /&gt;07. Swara Hari &lt;br /&gt;08. Pergilah Kasih (Extended Version) &lt;br /&gt;09. Maafkanlah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-3902537189155553315?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/3902537189155553315/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=3902537189155553315&amp;isPopup=true' title='30 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/3902537189155553315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/3902537189155553315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2007/04/mengenang-chrisye-di-80.html' title='Mengenang Chrisye, Sang Legenda'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/th_chrisye6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>30</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-3699378592313804100</id><published>2007-02-14T14:46:00.000+07:00</published><updated>2007-02-14T16:36:39.795+07:00</updated><title type='text'>Voltus V... Let's Volt-In!!</title><content type='html'>Film kartun yang fenomenal di 80-an? apalagi kalo bukan Voltus V!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/voltus01-1.jpg" alt="Voltus V" align="left" hspace="5"&gt;Kenapa bisa dibilang fenomenal? karena selain filmnya emang seru dan hebat untuk jaman itu, juga karena tidak semua anak punya kesempatan untuk nonton kartun ini. Makanya yang sudah sempat nonton pada bisa nyombong dengan penuh kebanggaan ke teman-temannya. Apalagi kalo dia bisa bercerita dengan detil seri terbaru dari kartun ini, dijamin bakalan dikerubungi oleh temen2nya dengan pandangan mata yang terkagum2 dan terpesona...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya kartun ini nggak diputer di televisi yang semua orang di seluruh nusantara bisa nonton serentak. Kartun ini cuma ada di kaset video. Untuk bisa nonton harus beli kasetnya atau nyewa. Dan tentu saja yah... harus punya video playernya. Yang sayangnya, di jaman itu video player adalah barang mewah. Video player adalah salah satu simbol status sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi yang tidak beruntung jadi anak orang gedongan gimana dong? hmmm.. banyak caranya cing. Cs-an aja ama temen yang anak orang gedongan :D biar diajakin ikutan nonton bareng. Atau bisa juga jadi korban orang yang oportunis, yang memperbolehkan orang luar ikutan nonton video miliknya tapi ditarikin bayaran :p ... yah, daripada jadi kambing congek yang cuma bisa ngeces waktu anak2 yang lain heboh nyritain episode terbarunya kan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seruuu!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih serunya, sampai anak2 di masa itu bela2in segala cara demi bisa nonton kartun ini? Serunya adalah ini film kartun tentang 5 anak muda jagoan yang selalu siap bertarung menjaga keselamatan bumi dengan menggunakan kendaraan modern yang hebat!...Dengan aneka macam senjata berteknologi tinggi yang bisa dikeluarkan dari badannya... itu adalah impian hampir semua anak laki2 bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang paling seru adalah... *tarik nafas dalam-dalam*... kelima kendaraan itu, melalui suatu proses tahap demi tahap yang menakjubkan, bisa bergabung menjadi satu... menjadi .. *tahan nafas* ... sebuah ROBOT RAKSASA!! yang super hebat!... kereeeeeenn!!! ....Robot VOLTUS!! ... wuaaaaaa! *pingsan*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/voltus01.jpg" alt="Voltus V"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Kalo nggak salah, kartun inilah yang jadi pelopor kartun dan film yang jagoannya adalah robot raksasa yang dikendalikan sekelompok anak muda berseragam warna-warni. Kalopun bukan pelopor, paling nggak kartun ini adalah yang pertama kali melejit dan mendunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bumi Diserbu Planet Lain&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi critanya gini nih. Alkisah di sekitar tahun 1990.... &lt;br /&gt;Hah? 1990? .. yap, kartun ini memang diproduksi di akhir 70-an, tapi mereka mengambil setting cerita di masa depan. Sayangnya masa depan yang mereka ambil terlalu optimistik :D Tahun 1990. Dan kita tahu sendiri, tahun 1990, bahkan di tahun 2007 ini pun, belum ada robot secanggih itu .. :) Oke, biar aja deh, anggap saja ini di dimensi lain :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/voltus01-2.jpg" alt="Prince Heinell"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Jadi konon pada waktu itu, bumi didatangi oleh pasukan BOAZANIAN dari planet BOAZAN yang hendak menguasai bumi untuk mereka perbudak. Pasukan itu dipimpin oleh seorang pangeran muda bernama HEINELL. Planet Boazan itu berjarak 14000 tahun cahaya dari bumi. Fuiih.. jauh nian yah? .. nggak ketahuan berapa lama dan bagaimana caranya mereka menempuh jarak sejauh itu, nggak usah dipikirin, tonton aja lah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghuni planet Boazan itu mirip banget kayak mahluk bumi, kecuali satu hal.. mereka BERTANDUK!.. dan mereka bangga dengan tanduk itu (kayak kerbau kok bangga sih? :p). Sedangkan penduduk planet Boazan yang ketiban sial gara2 dilahirkan tanpa tanduk tidak punya pilihan lain kecuali dijadikan budak selamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mundur sejenak ke belakang, adalah seorang pangeran kaum Boazan bernama LA GOUR yang pada saat akan dinobatkan menjadi raja ke 124 ternyata ketahuan kalo tanduknya cuma tempelan!! Karena nggak mau derajatnya merosot drastis dari pangeran jadi budak, dia pun melarikan diri ke bumi (sekali lagi nggak usah ditanya gimana caranya dia menempuh jarak 14000 tahun cahaya itu). Di bumi dia menjadi Dr. GOU KENTARO, menikah dengan wanita bumi MITSUYO dan memiliki 3 orang anak laki2. Bersama dengan istrinya, juga Dr. Hamaguchi, dan Chief Commander Oka, mereka menciptakan sistem pertahanan bumi dari serangan Boazanian yang berpusat di markas besar "BIG FALCON". Disitu juga robot Voltus V disimpan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/voltus02-a.jpg" alt="Gou Kentaro"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/voltus02-b.jpg" alt="Dr. Mitsuyo"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/voltus02-c.jpg" alt="Commander Oka"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/voltus02-d.jpg" alt="Dr. Hamaguchi"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyelamatkan bumi dari serangan pasukan Boazanian, Earth International Defense Force menugaskan ketiga anak dari pasangan Dr. Gou - Dr. Mitsuyo yaitu GOU KENICHI, GOU DAIJIROU, dan GOU HIYOSHI, untuk mengawaki robot Voltus V. Bersama mereka juga ditugaskan OKA MEGUMI, putri Commander OKA, dan MINE IPPEI, juara dunia rodeo tiga kali, melengkapi awak Voltus V menjadi lima orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mulailah perjuangan pasukan Voltus V untuk mempertahankan bumi dari serangan pasukan Boazanian yang tidak kenal menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pasukan Voltus V&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana namanya, pasukan Voltus V terdiri dari lima orang anak muda yang berkemampuan tinggi dan tidak gentar menantang maut. Pokoknya rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negaranya lah... (sesuai Butir-butir Pancasila sila ketiga, butir kedua.. hehehe). Kelima orang itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;V-1: GOU KENICHI &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/voltus03.jpg" alt="Gou Kenichi"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Merupakan anak tertua dari Dr. Gou Kentaro, sekaligus yang memimpin pasukan Voltus V. Berseragam merah dan mengawaki Volt Crewzer yang menjadi bagian kepala dari robot Voltus pusat komando dan koordinasi. Senjata pribadinya adalah pistol laser.&lt;br /&gt;Kenichi memang berwatak pemimpin, serius dan temperamental. Ia juga seorang yang baik hati dan menjunjung persahabatan, meskipun kadang terlalu keras kepada adiknya sendiri, Hiyoshi.&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;V-2: MINE IPPEI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/voltus04.jpg" alt="Mine Ippei"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya anggota yang direkrut bukan dari pertemanan dan keluarga. Seorang Cowboy yang menjadi juara dunia rodeo tiga kali berturut2. Seragamnya berwarna biru mengendarai Volt Bomber, bagian lengan dari robot Voltus dimana sebagian besar senjata canggih Voltus terletak. Ia sendiri menggunakan cambuk sebagai senjata diri.&lt;br /&gt;Seorang anak yatim piatu yang menyimpan dendam pada ibunya yang meninggalkan dirinya. Sejak kecil ia harus menghidupi dirinya sendiri. Wataknya cuek dan santai, tapi gampang marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;V-3: GOU DAIJIROU&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/voltus05.jpg" alt="Gou Daijirou"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Adik kandung dari Kenichi. Jagoan bela diri yang berbadan besar dan kuat. Pilot dari Volt Panzer, yang akan menjadi bagian badan dari robot Voltus. Berseragam hijau tua dan menggunakan sebatang tongkat sebagai senjata andalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;V-4: GOU HIYOSHI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/voltus06.jpg" alt="Gou Hiyoshi"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Anak bungsu dari keturunan Gou Kentaro dan Mitsuyo. Masih kekanak-kanakan tapi jagoan elektronika. Mengemudikan Volt Frigate, bagian tungkai dari robot Voltus. Berseragam hijau muda dan selalu ditemani robot gurita mungil ciptaannya sendiri, Takko. Awalnya Takko hanya dianggap mainan, tapi setelah ia berhasil menyelamatkan anggota Voltus, Takko dianggap sebagai anggota Voltus ke-enam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;V-5: OKA MEGUMI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/voltus07.jpg" alt="Oka Megumi"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Anak dari salah satu pencipta Voltus. Satu2nya perempuan di pasukan Voltus. Pilot dari Volt Lander, yang menjadi telapak kaki dari robot Voltus. Berseragam kuning-pink. Pernah dilatih sebagai ninja wanita, sehingga tidak heran jika dia jago memainkan senjata2 khas ninja.&lt;br /&gt;Megumi adalah gadis yang cantik dan periang. Di antara dominasi pria, ia mampu menjadi penengah jika terjadi bentrok antar pribadi dalam tim.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jagoan Kita: ROBOT VOLTUS!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya nih, kalo ada musuh dari Boazanian menyerang, pasukan Voltus akan bertempur secara individual dulu. Masing2 pesawat mengeluarkan senjata andalannya untuk menyerang musuh. Dan biasanya, si musuh masih perkasa bisa mengelak dari semua senjata individual itu bahkan bisa menyudutkan pasukan Voltus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan terdesak, maka Kenichi akan meneriakkan komando:&lt;br /&gt;&lt;center&gt;"LET'S"&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Lantas disambut oleh keempat anggota Voltus yang lain, dengan menekan satu tombol di hadapannya mereka berteriak:&lt;br /&gt;&lt;center&gt;"VOLT.... IN!!"&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kadang Kenichi juga meneriakkan aba-aba "V TOGETHER!!" untuk bergabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/voltus08-a.jpg" alt="Volt in"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/voltus08-b.jpg" alt="Volt in"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/voltus08-c.jpg" alt="Volt in"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Dan dimulailah proses penggabungan kelima pesawat itu. Dengan iringan lagu mars berbahasa jepang, yang penuh semangat tapi dengan arransemen yang jadul banget, berjudul BORUTESU FAIBU (hmmm...kayaknya ini adalah pelafalan "Voltes Five" sesuai lidah orang Jepang... hehe lucu ya). Kalimat di liriknya yang gampang ketangkep di telinga adalah "mitomi hitomi to hitomi"... :D&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan kelima Volt Machine pun satu demi satu tersambung menjadi robot Voltus V, yang bertinggi 58 meter dan berbobot 600 ton. Kecepatan terbangnya 20 mach dengan menggunakan energi elektromagnetik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tergabung, maka robot Voltus V lah yang sekarang bertugas menyerang musuh. Kembali satu persatu senjatanya diluncurkan. Dari Choudenji String (semacam sabuk atau tali panjang), Choudenji Goma (kayak gasing gitu), Voltes Bazooka (semacam Basuki... eh :D), Gatling Missile, Arm Gun, Grand Fire (semburan api), Grand Missile, Chain Knuckle (rantai), Choudenji Beam (tembakan sinar dari dada), Choudenji Wave (tembakan gelombang), Choudenji Ball (bola elektromagnetik yang bisa mengurung musuh). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/voltus09.jpg" alt="Voltus Weapons"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Tapi pada akhirnya kebanyakan musuh baru tunduk setelah Voltus V mengeluarkan senjata pamungkasnya, pedang TENKUU KEN! (pedang surga?) Dan jurus andalan untuk mengakhiri pertarungan adalah irisan berbentuk V di tubuh lawan... Ditebas dari kiri atas ke tengah bawah, lalu pegangannya diputar, dan dilanjutkan dengan tebasan ke kanan atas membentuk huruf B... eh .. V :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/voltus10.jpg" alt="Tenkuu Ken"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Hampir selalu begitu. Tau gitu, kenapa nggak dari awal aja langsung pake Tenkuu Ken? :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Musuh2nya Voltus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan BOAZANIAN menyerbu planet Bumi dipimpin oleh Prince Heinell dibantu asistennya : Zandra (penasehat robotik), Draco (Jenderal pendamping) dan Zuhl (penasehat militer dan menteri pertahanan BOAZANIAN). Mereka membuat markas besar bawah tanah di bumi di sebuah pulau tandus tanpa penduduk. Di markas itulah mereka menciptakan robot2 raksasa dengan kemampuan dan senjata yang aneh2, yang akan menjadi lawan tangguh bagi Voltus V.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robot-robot monster yang pernah jadi musuh Voltus dan berakhir dengan tebasan Tenkuu Ken antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dogukaga, robot kupu-kupu besar dan ganas. Lawan Voltus V di episode pertama.&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/voltus11.jpg" alt="Beast fighter"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Baizanga, Robot besar, ganas, powerful dan brutal. Dengan senjata rantai dan bola berduri, sempat bikin Voltus V kalang kabut dan terkunci. Voltus V nyaris hancur di episode ke dua ini. Namun mereka diselamatkan secara ironis oleh Dr. Mitsuyo (ibu dari 3 anggota voltus V) yang melakukan kamikaze ke wajah Baizanga. Voltus V selamat, tapi Dr. Mitsuyo tewas :'(&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/voltus12.jpg" alt="Beast fighter"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Zoru Geru, Robot Amoeba yang besar dan ganas. Mampu berubah bentuk dan merubah bermacam2 senjatanya. Bisa dibilang Zoru Geru adalah salah satu musuh Voltus tertangguh.&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/voltus13.jpg" alt="Beast fighter"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4. Daimon dan Saimon, sepasang robot kembar yang dibuat dengan konsep kuantitas melebihi kualitas. Boazanian berpikir bahwa voltus V hanya bisa membentuk senjata andalannnya super elektromagnetik ball sekali, sehingga 2 powerful robot sulit bagi voltus untuk mengantisipasinya. &lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/voltus14.jpg" alt="Beast fighter"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Godor, monster robot paling kuat dan tangguh diantara yang lain. Lawan terakhir dari Voltus V. Godor adalah dewa penjaga Boazanian. Heinell mampu mengaktifkan Godor menjadi robot raksasa powerfull dengan senjata api hijau dari mulutnya serta sebuah pedang.&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/voltus15.jpg" alt="Beast fighter"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monster-monster robot yang lain, ada Bonzarus, Gardo, Neegu, Gaida, Daineegu, Baddo Heir, Karakaras, Gargo, Gondam, Bombos, Namazungo, Gamenza, Kanigan, Gonguru, Kuragenyara, Garuman, Jarugard, Suneiza, Zaizarus, Gokiiru, Tobiurago, Sazaras, Zemingo, Garus, Okozenia... juga ada Toribaga, Ekkado.. ups, itu sih makanan :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Dr. Mitsuyo yang tewas di episode kedua, team Voltus juga kehilangan Dr. Hamaguchi. Dr. Hamaguchi terbunuh saat mencoba menyelamatkan Voltus V dari robot Kuragenyara. Posisi Dr. Hamaguchi di team Voltus kemudian digantikan oleh Prof. Sakunji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Drama di Balik Pertempuran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Gou sang pencipta Voltus V, di episode2 awal tidak jelas dimana keberadaannya. Bahkan dia diceritakan sudah meninggal dan dikuburkan. Baru kemudian tahu-tahu Dr. Gou ini dikejar-kejar oleh pasukan Boazanian karena melarikan diri dari planet Boazan. Dalam pelariannya sebelum sempat bertemu dengan ketiga anaknya dan team voltus lainnya, ia tercebur ke laut dan tidak ditemukan. Dan beberapa episode selanjutnya, tahu-tahu lagi, Dr. Gou sudah membuat tempat perlindungan di pegunungan Alpen dan menciptakan pesawat baru "Solar Bird" yang mampu melindungi robot Voltus V dan bahkan mampu membawa markas besar Big Falcon terbang untuk menyerang planet Boazan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kubu Boazanian ternyata banyak bibit perpecahan dan pengkhianatan, dan itu lumayan ngasih celah buat pasukan Voltus. Ada Zuhl yang berkali2 berencana membunuh Prince Heinell. Ada lagi Jenderal Garuru yang juga ingin mendongkel posisi Heinell. Di planet Boazan sendiri juga sedang terjadi pemberontakan yang dilakukan para budak yang tidak bertanduk. Jadi kubu Boazanian sebenernya emang rapuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu Prince Heinell juga punya aib, yaitu bahwa dia adalah anak seorang pengkhianat bernama La Gour. Aib itu sering dimanfaatkan oleh pesaing2nya sesama boazanian yang ingin merebut posisinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Prince Heinell tidak tahu bahwa La Gour tidak lain adalah Dr. Kentaro Gou. La Gour sebelum dijungkirkan sebagai pangeran Boazan, pernah menikah dengan wanita Boazan bernama Rosalia yang meninggal saat melahirkan. Semuanya baru terungkap di episode terakhir (40) dari seri ini. Jadi Heinell tidak lain adalah kakak tiri seayah dengan tiga bersaudara Gou awak Voltus V yang selama ini menjadi musuh bebuyutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, ternyata di balik cerita Robot, ada juga opera sabunnya... hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Demam Voltus V&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo nonton lagi serial ini di jaman sekarang, dijamin pasti pada ketawa ngremehin. Huahahaha... animasinya kasar banget! ... huihihihih... musiknya norak! ... huehehehe... ceritanya ketebak banget!&lt;br /&gt;Yaaa.. yaya, mohon maklum ya.. ini serial kan diproduksi akhir 70-an. Jaman itu kartun kayak gini udah hebat banget lagi. Pada nggak inget apa, waktu pada nganga di depan layar tivi terpesona oleh aksi robot ini waktu menyabetkan pedang?? :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gaya kartunnya udah sama dengan anime Jepang sekarang. Didramatisir dengan gambar2 closeup dan efek2 khas anime Jepang. Mungkin itu juga yang bikin anak2 gampang tersihir dan terpukau oleh serial ini, meskipun ceritanya udah ketebak. Serial ini sendiri cuma diproduksi 40 episode, dari rencana 52 episode. Dan tidak dilanjutkan lagi. Entah kenapa, padahal kan booming abis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabarnya di Filipina serial ini sempat dihentikan penayangannya di televisi atas perintah Presiden Marcos. Terlalu banyak kekerasan katanya. Memang sih, banyak kekerasan di film ini. Apalagi yang namanya "V cutting" itu, sadis banget sebenernya... musuh2nya dibelah jadi 2 berbentuk V gitu. Cuman robot sih, tapi kan bentuknya kayak mahluk hidup biasa, jadi ya tetep berasa sadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/voltus16.jpg" alt="Voltus V Toys" align="left" hspace="5"&gt;Masih mendinglah di Filipina cuma dihentikan penayangannya. Di Indonesia? tidak diputar sama sekali di televisi :'(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun begitu demam Voltus V tetap mampu menjangkiti anak2 Indonesia. Robot2 mainan Voltus V laris manis. Anak2 dengan bangga memakai kaos bergambar Voltus V dan berebutan bercerita tentang episode terakhir yang mereka tonton. Tidak mau ketinggalan momen Sanggar Cerita membuat kaset sandiwara berseri yang mengambil cerita dari Voltus V. Lagu pembukanya pun mengambil lagu dari film, hanya liriknya dirubah. Yuk kita nyanyiin yuk....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: #A6702A;"&gt;Voltus Lima sahabat kita semua&lt;br /&gt;lima pemuda yang gagah perkasa&lt;br /&gt;sangat digemari anak - anak semua&lt;br /&gt;dengan robot tempur terhebat Voltus Lima &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima bersatu tekad dan jiwa&lt;br /&gt;pertahankan bumi persada&lt;br /&gt;dengan s'gala tenaga &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalahkan musuh durhaka&lt;br /&gt;tegakkan keadilan&lt;br /&gt;lenyapkanlah kejahatan&lt;br /&gt;untuk selamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Voltus Lima, Voltus Lima&lt;br /&gt;jaya selamanya! &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;LET'S&lt;br /&gt;VOLT IN!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(artinya: mari menyetrum diri! :D)&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr&gt;&lt;strong&gt;Voltus V Mania : &lt;span style="font-size: 125%"&gt;Agung Ehime&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, diedit oleh : &lt;a href="http://q-scrolls.blogspot.com" target="_blank"&gt;Q&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://members.tripod.com/~voltes_5" target="_blank"&gt;Voltes V Homepage&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.pinoycartoons.com/voltes.htm" target="_blank"&gt;Voltes V video archive&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://users.animanga.com/voltesv/" target="_blank"&gt;Ivan Chen's Voltes V Shrine&lt;/a&gt;, pengalaman pribadi &lt;s&gt;dan dvd bajakannya&lt;/s&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-3699378592313804100?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/3699378592313804100/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=3699378592313804100&amp;isPopup=true' title='138 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/3699378592313804100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/3699378592313804100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2007/02/voltus-v-lets-volt-in.html' title='Voltus V... Let&apos;s Volt-In!!'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/th_voltus01-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>138</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-1288295416302260211</id><published>2007-01-27T12:42:00.000+07:00</published><updated>2007-01-28T01:51:59.660+07:00</updated><title type='text'>Tenggelamnya Kapal Tampomas II</title><content type='html'>Tepat dua puluh enam tahun yang lalu, hari Selasa 27 Januari 1981 pada pukul 13.42 Waktu Indonesia Bagian Tengah, di perairan dekat kepulauan Masalembu, KMP TAMPOMAS II milik Pelni yang mengangkut ratusan penumpang perlahan-lahan lenyap ditelan lautan yang sedang bergolak. Tenggelam untuk selama-lamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musibah ini terasa begitu menyayat hati karena terjadi secara perlahan-lahan, di hadapan banyak mata yang telah berjuang keras namun tidak bisa berbuat cukup banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/tampomas05.jpg" alt="KM. Tampomas II (dari tempointeraktif.com)"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hari yang Naas Itu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampomas II berangkat dari pelabuhan Tanjung Priok Jakarta pada hari Sabtu 24 Januari pukul 19.00 WIB. Dijadwalkan sampai di Ujung Pandang pada hari Senin pukul 10.00 pagi. Data yang ada menyebutkan ada 1054 penumpang, 191 mobil dan sekitar 200-an motor yang berada di atas kapal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Minggu malam tanggal 25 Januari sekitar pukul 23.00 WITa Syahbandar Ujung Pandang menerima berita dari KM Wayabula, bahwa KM Tampomas II terbakar di perairan kepulauan Masalembu sekitar 220 mil dari Ujung Pandang. KM Wayabula sendiri mendapat berita dari KM Sangihe yang saat itu tengah berusaha mengevakuasi penumpang Tampomas II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun cuaca bulan Januari memang tidak pernah bersahabat. Ombak besar setinggi 7 hingga 10 meter, disertai angin kencang 10 hingga 15 knot yang terus menderu, menghambat usaha penyelamatan. Sehari semalam KM Sangihe hanya mampu memindahkan 149 penumpang Tampomas II ke kapalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin malam itu, Sekditjen Perhubungan Laut dalam siaran televisi menyatakan bahwa KM Tampomas II mengalami kerusakan mesin sehingga harus lego jangkar di perairan tersebut. Disebutkan juga bahwa sempat terjadi kebakaran, tapi semuanya sudah bisa diatasi. Kapal masih terapung dan para penumpang juga sudah tenang menunggu di dek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun nyatanya, pada hari Selasa pagi tampak masih ada asap tipis mengepul di bagian belakang kapal. Dan siang harinya api membesar kembali. KM Tampomas II akhirnya miring dan tenggelam dengan cepat di posisi 114°25′60″BT — 5°30′0″LS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/tampomas02.jpg" alt="KM. Tampomas II"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Kapal-kapal lain yang berada di sekitar lokasi, KM Sangihe, KM Adiguna Kurnia, KM Istana VI, KM Ilmamui, KM Niaga XXIX, dan beberapa kapal lain berusaha semampunya untuk menyelamatkan penumpang Tampomas II yang terapung-apung di laut setelah melompat dari kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kapal Bekas yang Kurang Terawat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KM Tampomas II milik Pelni ini baru melakukan pelayaran perdananya pada bulan Mei 1980. Tapi bukan berarti ini kapal baru. KM Tampomas II dengan bobot mati 2420 ton dan mampu mengangkut penumpang 1250 sampai 1500 orang ini adalah kapal bekas yang dibeli oleh PT. PANN (Pengembangan Armada Niaga Nasional, BUMN) dari Komodo Marine Jepang. Dan PT. Pelni membeli secara mengangsur selama sepuluh tahun kepada PT. PANN. Kapal ini sebelumnya bernama MV. Great Emerald dibuat di Jepang tahun 1971. Dibeli dengan harga 8.3 juta dollar AS, yang menurut beberapa pihak terlalu mahal untuk sebuah kapal bekas yang sudah berusia sepuluh tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu dioperasikan, kapal penumpang ini langsung digeber abis untuk melayani jalur Jakarta-Padang dan Jakarta-Ujung Pandang yang memang padat. Setiap selesai pelayaran, kabarnya kapal ini hanya diberi waktu istirahat 4 jam saja dan harus siap untuk pelayaran berikutnya. Perbaikan dan perawatan rutin terhadap mesin dan perlengkapan kapal pun cuma bisa dilaksanakan sekedarnya, padahal mengingat usianya kapal ini butuh perawatan yang jauh lebih cermat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat pelayaran percobaannya pun, beberapa anggota DPR yang mengikutinya sempat menyaksikan sendiri dan mempertanyakan mesin kapal yang sering rusak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keselamatan Entah Nomer Berapa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/tampomas01.jpg" alt="KM. Tampomas II"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Dari data terakhir disebutkan bahwa 753 orang penumpang KM Tampomas II berhasil diselamatkan termasuk awak kapal. Ditemukan 143 jenazah. Berapa sisanya yang tidak ditemukan masih menjadi tanda tanya. Penumpang yang terdaftar ada 1054 orang, namun sudah menjadi kebiasaan dan rahasia umum bahwa penumpang gelap yang naik bisa mencapai ratusan orang. Beberapa sumber menyatakan jumlah penumpang KM Tampomas II sebenarnya berjumlah 1442 orang. Bahkan koki kapal yang selamat mengaku diperintahkan atasannya agar memasak untuk 2000 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab kebakaran masih simpang siur, ada yang mengatakan akibat puntung rokok di ruang mesin, namun beberapa saksi mengatakan api berkobar pertama kali di geladak kendaraan. Bahan bakar yang terdapat di setiap tanki kendaraan menyebabkan api segera membesar dan merembet ke semua dek dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada saat terjadi kebakaran para penumpang yang selamat mengatakan tidak ada alarm atau sirene tanda bahaya yang berbunyi untuk mengingatkan penumpang. Yang ada hanya pemberitahuan melalui pengeras suara agar seluruh penumpang naik ke bagian atas kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu berada di bagian geladak terbuka, mereka dibiarkan mencari selamat sendiri2 tidak ada ABK yang membimbing. Bahkan beberapa ABK langsung mencari selamat sendiri dengan meluncurkan sekoci, diantaranya Mualim II dan Markonis II. Dari enam sekoci yang ada, yang masing2 berkapasitas 50 orang (!?), hanya dua buah (!!?) yang berhasil diturunkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengherankan, dalam keadaan darurat seperti itu, KM Tampomas II sama sekali tidak melakukan kontak radio. Dibilang bahwa semua radio rusak! termasuk yang cadangan. KM Tampomas II juga tidak menyalakan lampu bahaya atau menembakkan peluru suar untuk meminta pertolongan kepada kapal2 yang ada disekitarnya. KM Sangihe yang pertama menemukan KM Tampomas II, baru mengetahui ada bahaya ketika mendengar bunyi ledakan di Tampomas II yang awalnya tidak dikenali karena tidak memberikan sapaan lewat radio. Lalu ada apa pula sampai nahkoda kapal Tampomas II sempat berteriak bahwa telah terjadi sabotase di atas kapal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pula muncul pertanyaan, mengapa kru kapal dalam pelayaran itu tidak lengkap? Hanya ada Kapten, Mualim II dan Markonis II. Mualim I dan Markonis I sedang cuti dan tidak dicarikan pengganti. Lebih parah lagi Mualim II dan Markonis II langsung kabur sendiri dengan sekoci hanya satu jam setelah terjadi kebakaran. Bahkan Markonis II dengan egoisnya membawa radio portabel ke dalam sekoci tanpa memikirkan bahwa lebih banyak penumpang di kapal yang membutuhkan pertolongan dari para penyelamat. Saksi bahkan sempat mendengar kemarahan Nahkoda Capt. Abdul Rivai yang berteriak "Kalau ketemu, saya cekik dia!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABK lain yang selamat mengaku kalau mereka tidak tahu cara menurunkan sekoci, karena selama ini latihan penyelamatan yang ada tidak pernah benar2 dilakukan dengan lengkap. Hanya formalitas untuk mengisi daftar hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu ada lagi pengakuan dari perwakilan pelni di Ujung Pandang bahwa saat Tampomas II baru terbakar ia sempat mendapatkan instruksi dari Jakarta agar memberikan keterangan bahwa kebakaran yang terjadi di Tampomas II tidak membahayakan. Keterangan2 menyesatkan itu menyebabkan beberapa pihak yang hendak membantu proses penyelamatan mengurungkan niatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tragis dan Menyedihkan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai cerita tragis dari penumpang yang selamat pun dituturkan. Ada seorang ibu yang terjun ke laut dengan anaknya yang masih bayi. Ketika tahu bayinya tak bernyawa lagi, ia pun tidak berusaha mengapung lagi membiarkan dirinya tenggelam. Tapi ketika ingat anaknya yang lebih besar masih hidup, ia tersadar dan berusaha tetap hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantai geladak luar kapal yang hanya terbuat dari plat baja tanpa pelapis kayu juga banyak memakan korban. Banyak penumpang panik yang tidak memakai alas kaki menjadi korban plat panas yang sedang terbakar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/tampomas03.jpg" alt="KM. Tampomas II"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Proses penyelamatan yang lambat dan berlangsung selama 37 jam hingga kapal tenggelam membuat penumpang yang bertahan di geladak kapal harus bertahan tanpa makanan dan minuman. Dropping makanan dari udara tidak semuanya tepat pada lokasi penumpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari kepengecutannya karena lari dari tanggung jawab, Mualim II dan Markonis II yang langsung menurunkan sekoci begitu mengetahui ada kebakaran ternyata juga harus menjalani penderitaan. Selama 5 hari mereka terapung2 di lautan di atas sekoci bersama sekitar 80-100 orang lainnya tanpa makanan. Sekoci yang kelebihan muatan itu bahkan sempat terbalik. Ketika berhasil dikembalikan ke posisi semula hanya tersisa 70 orang. Pada hari kelima barulah mereka menemukan daratan yaitu pulau Doang-doangan Sulawesi Selatan. Sesampai di darat 2 orang menghembuskan nafas terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Capt. Abdul Rivai Sang Patriot&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin yang paling patut dipuji bahkan dijadikan pahlawan adalah Kapten Kapal Tampomas II ini sendiri. Capt. Abdul Rivai. Komitmen dan dedikasinya sungguh sangat menggetarkan. Dalam keterbatasannya, dialah yang paling sibuk menyelamatkan penumpang lain tanpa memikirkan keselamatan dirinya sendiri, saat ABK lain malah melarikan diri pada saat-saat awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kapal sudah mulai miring, Capt. Abdul Rivai masih tampak sibuk membagikan pelampung ke para penumpang yang tidak berani terjun ke laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan di detik2 terakhir... saat kapal mulai tenggelam.. Capt. Abdul Rivai masih terlihat berada di anjungan kapal sambil berpegangan pada kusen jendela...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar2 seorang kapten kapal yang memegang teguh janjinya untuk menjadi orang terakhir yang meninggalkan kapal saat terjadi bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/rivai.jpg" alt="Capt. Abdul Rivai" align="left" hspace="5"&gt;Namun malangnya, jenazah Capt Abdul Rivai sempat dikuburkan sebagai orang tak dikenal. Untunglah dari tim penyelamat ada yang teringat akan cincin bertuliskan nama Hasanah, istri Capt. Abdul Rivai, yang dikenakan salah satu jenazah tak dikenal. Jasad Capt. Abdul Rivai akhirnya dimakamkan kembali di taman makam pahlawan Kalibata Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi heroik Capt. Abdul Rivai memberikan inspirasi kepada penyanyi dan penulis lagu terkenal Ebiet G. Ade untuk menulis sebuah lagu yang didedikasikan kepada sang Kapten. Di kemas dalam album kelima Ebiet yang diluncurkan di tahun 1982 bertajuk "Langkah Berikutnya". Lagu itu berjudul "&lt;strong&gt;Sebuah Tragedi 1981&lt;/strong&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: #A6702A;"&gt;Dia nampak tegah berdiri, gagah perkasa &lt;br /&gt;Berteriak tegas dan lantang, ia nakhoda &lt;br /&gt;Sebentar gelap hendak turun &lt;br /&gt;Asap tebal rapat mengurung &lt;br /&gt;Jeritan yang panjang, rintihan yang dalam,&lt;br /&gt;derak yang terbakar, dia tak diam &lt;br /&gt;du du du du du du du du du du du du&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia nampak sigap bergerak di balik api &lt;br /&gt;Seperti ada yang berbisik, ia tersenyum &lt;br /&gt;Bila bersandar kepadaNya &lt;br /&gt;terasa ada tangan yang terulur &lt;br /&gt;Bibirnya yang kering serentak membasah &lt;br /&gt;Tangannya yang jantan tak kenal diam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertanya kepadaNya, "Mesti apalagi?" &lt;br /&gt;Semua telah dikerjakan tak ada yang tertinggal &lt;br /&gt;Geladak makin terbenam, ho harapan belum pudar &lt;br /&gt;Masih ada yang ditunggu mukjizat dariNya &lt;br /&gt;Atau bila segalanya harus selesai &lt;br /&gt;Pasrah terserah kepadaNya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia nampak duduk terpekur tengah berdoa &lt;br /&gt;Ia hadirkan semua putranya, ia pamitan &lt;br /&gt;Tanggung jawab yang ia junjung dan rasa kemanusiaan &lt;br /&gt;ia telah bersumpah selamatkan semua &lt;br /&gt;ia rela berkorban jiwa dan raga &lt;br /&gt;du du du du du du du du du du du du&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah badai pusaran air tegak bendera &lt;br /&gt;Ia t'lah gugur begitu jantan, ia pahlawan &lt;br /&gt;Pengorbanannya patut dikenang, jasa-jasanya pantas dicatat &lt;br /&gt;Taburkanlah kembang di atas kuburnya &lt;br /&gt;Berbelasungkawa bagi pahlawan&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr&gt;&lt;strong&gt;Yang turut berduka: &lt;a href="http://q-scrolls.blogspot.com" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-size: 125%"&gt;Q&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Kompas edisi Januari-Februari 1981&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-1288295416302260211?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/1288295416302260211/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=1288295416302260211&amp;isPopup=true' title='48 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/1288295416302260211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/1288295416302260211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2007/01/tenggelamnya-kapal-tampomas-ii.html' title='Tenggelamnya Kapal Tampomas II'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2007/th_tampomas05.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>48</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-116821785402533037</id><published>2007-01-08T07:54:00.002+07:00</published><updated>2009-06-05T14:52:13.275+07:00</updated><title type='text'>Nagabonar: Apa Kata Dunia!??</title><content type='html'>Film terbaik 1987, Aktor Terbaik (Deddy Mizwar), Aktris Pendukung Terbaik (Roldiah Matulessy), Cerita Asli Terbaik dan Skenario Terbaik (Asrul Sani), Penata Suara Terbaik (Hadi Artomo), dan Penata Musik Terbaik (Franki Raden). Itulah antara lain sederet piala Citra di tahun 1987 yang diborong oleh film yang satu ini di perhelatan Festival Film Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/inside_q/80/nagabonar.jpg" alt="Cover VCD Nagabonar"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya sih nggak bakal ada yang berani protes dan meragukan pilihan juri yang begitu royal menyerahkan sebagian besar piala Citra FFI 1987 untuk film yang disutradarai MT. Risyaf ini (yang sayangnya nominasi sutradara terbaik pun nggak kebagian). Apa lagi sampai ada yang ramai2 ngembaliin piala Citra nya :P ... Karena film yang satu ini dilihat dari banyak sisi memang sangat layak untuk mendapatkan penghargaan. Apalagi film ini juga... Sangat Orisinal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya kalo saja andaikata protes seperti itu dihujatkan pada film ini, Nagabonar pasti bakal teriak2 dengan logat batak kentalnya : APA KATA DUNIAAAA..!!??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/inside_q/80/naga01.jpg" alt="Nagabonar"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/inside_q/80/naga02.jpg" alt="Nagabonar"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/inside_q/80/naga03.jpg" alt="Nagabonar"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/inside_q/80/naga04.jpg" alt="Nagabonar"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/inside_q/80/naga05.jpg" alt="Nagabonar"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/inside_q/80/naga06.jpg" alt="Nagabonar"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/inside_q/80/naga07.jpg" alt="Nagabonar"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/inside_q/80/naga08.jpg" alt="Nagabonar"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr&gt;&lt;strong&gt;Yang Nonton: &lt;a href="http://q-scrolls.blogspot.com" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-size: 125%"&gt;Q&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sumber: VCD Nagabonar, dapet nemu di Glodok :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Tulisan lengkap dari artikel ini&lt;br /&gt;sekarang sudah diterbitkan dalam bentuk buku&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;berjudul "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gaul Jadul&lt;/span&gt;" oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Q Baihaqi&lt;/span&gt;,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;terbitan Gagas Media, Juni 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);" src="http://i285.photobucket.com/albums/ll45/qyu2/gauljaduls.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera aja dapatkan di toko buku langganan kalian yah cing... &lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-116821785402533037?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/116821785402533037/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=116821785402533037&amp;isPopup=true' title='55 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/116821785402533037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/116821785402533037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2007/01/nagabonar-apa-kata-dunia.html' title='Nagabonar: Apa Kata Dunia!??'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>55</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-116749798459210555</id><published>2006-12-30T23:55:00.000+07:00</published><updated>2006-12-31T00:19:46.313+07:00</updated><title type='text'>Indonesia di Asian Games 1982 dan 1986</title><content type='html'>&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/aglogo.jpg" alt="Logo Asian Games" align="left" hspace="5"&gt;Waktu sekolah dulu pasti pernah disuruh ngapalin urutan tuan rumah pesta olahraga multi event. Baik itu yang lokal seperti PON, maupun yang antar negara seperti Sea Games, Asian Games, hingga Olympiade. Masih apal nggak? :D Pernah bingung juga nggak bahwa ASIAN Games itu ternyata bukan pesta olahraga negara2 ASEAN... beda atuh, meskipun pengucapannya mirip :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asian Games adalah pesta olahraga negara2 Asia yang diadain empat tahun sekali. Udah pada tau ya? kebangetan kalo masih bingung. Kebetulan baru lewat Asian Games ke XV di Doha, Qatar, 1 - 15 Desember 2006 ini, dengan pencapaian kontingen Indonesia yang yaaaaa... gitu deh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal tau nggak kalo Indonesia itu pernah lo meraih posisi sebagai pengumpul medali terbanyak kedua! iya, KEDUA! hebat nggak tuh. Tapi ya.... itu terjadi waktu Indonesia jadi tuan rumah di tahun 1962 :D hehehe.. ditambah lagi Cina masih absen dari perlombaan ini. Yang nomer satu Jepang dengan 73 emas, Indonesia di tempat kedua dengan... errr... 11 emas. Jaooh banget! yang penting nomer dua :p Memang.. sejak pertama diadakan hingga saat ini hampir selalu didominasi oleh atlit dari negara 'ras kuning': Jepang, Cina, Korsel, dan Korut. Keempat negara itu biasanya meraih hingga ratusan medali emas, sementara negara lain di bawahnya hanya mampu mengumpulkan beberapa hingga puluhan medali emas saja.. kenapa ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ini blog 80-an, maka yang dibahas tentunya dibatasi pada apa yang terjadi di dekade 80-an doang. Di 80-an, Asian Games diselenggarakan 2 kali. Asian Games ke-sembilan di New Delhi, India, dan Asian Games ke-sepuluh di Seoul, Korea Selatan. Berikut rekap singkat dari pencapaian Indonesia di kedua event itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Asian Games IX, New Delhi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tanggal 19 November hingga 4 Desember 1982 di New Delhi, India, 4595 atlit dari 33 negara berebut 613 medali di 21 cabang olahraga. Ini untuk kedua kalinya India jadi tuan rumah, setelah Asian Games pertama tahun 1951. Dan kali ini yang jadi maskot adalah anak gajah yang bernama Appu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/ag9delhi.jpg" alt="Logo Asian Games IX, New Delhi"&gt; &lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/appu.jpg" alt="Appu, Maskot Asian Games IX, New Delhi"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Angkat Besi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Medali pertama untuk Indonesia adalah medali perunggu, yang diraih Maman Suryaman (20 th) di cabang angkat besi kelas terbang. Yang menakjubkan adalah, siang hari sebelum bertanding bobot Maman adalah 55 kg, padahal dia bertanding di kelas 52 kg. Demi bisa bertanding, pelatihnya segera 'menyekap' Maman di dalam sauna bersuhu 110 derajat! (nggak disebutkan dalam skala Celcius atau Fahrenheit, tapi mestinya fahrenheit kali ya, kalo Celcius pasti udah jadi Maman Kukus Asam Manis tuh :D) Dan akhirnya bobotnya berhasil diturunkan 3 kg!.. yo, sana gih yang pada mau nurunin berat badan, cobain sauna 110 derajat :D.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Panahan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Medali perak pertama, dari panahan beregu putra yang terdiri dari Suradi Rukimin, Tatang Ferry Budiman, dan "Robin Hood Indonesia" Donald Pandiangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/panahan82.jpg" alt="Regu putra panahan Indonesia, AG 82"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Renang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lukman Niode meraih tiga medali perunggu perseorangan dalam nomor 200 m gaya punggung, 100 m gaya punggung, dan 100 meter gaya bebas. Tiga perunggu lagi disumbangkan dari nomer estafet 4x100 meter gaya bebas putra, 4x200 meter gaya bebas putra, dan 4x100 meter gaya ganti putra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tenis Lapangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di cabang ini Regu Putra Indonesia yang dimotori Tintus Arianto Wibowo, Hadiman dan Yustedjo Tarik meraih EMAS PERTAMA bagi Indonesia setelah di final mengalahkan India 2-1. Nggak terlalu mengejutkan sih, secara pada saat itu regu putra tenis Indonesia adalah juara bertahan AG sebelumnya dan juga baru saja masuk 16 besar Piala Davis 1982.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/tenis82.jpg" alt="Regu Putra Tenis, AG 82"&gt; &lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/yustedjo.jpg" alt="Yustedjo Tarik"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Yang lumayan mengejutkan adalah saat si bengal Yustedjo Tarik ternyata mampu mempersembahkan emas di nomor tunggal putra, setelah di final mengalahkan Juara Asia 1981 asal Korsel Kim Choon Ho 6-3, 6-7, 6-3. Padahal tau nggak, Yustedjo ini nyaris dicoret dari tim Asian Games karena suka bolos pelatnas!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bulutangkis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di cabang olahraga andalan Indonesia ini sempat dibikin ketar-ketir karena komite pelaksana Asian Games bikin2 masalah soal status Liem Swie King dan Verawaty yang dianggap bukan pemain amatir lagi. Kayaknya sih gara2 atlit andalan India sendiri Prakash Padukone terkena masalah yang sama dan tidak bisa main di Asian Games ini. Huh.. nggak mau sial sendirian ya Kash? :p Untunglah akhirnya bisa diselesaikan dan King-Vera bisa maen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pertandingan beregu, tim putra kita harus mengakui keunggulan Cina 2-3 di final. Nasib lagi jelek memang, soalnya di bulan Mei 82 sebelumnya tim putra kita juga digagalkan oleh Cina di final Thomas Cup... hiks, padahal ada Liem Swie King ama Icuk Sugiarto loh! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/king-hanjian.jpg" alt="Liem Swie King vs Han Jian"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Lengkapnya Liem Swie King vs Han Jian 9-15, 2-15, Icuk Sugiarto vs Luan Jin 15-9, 15-8; Kartono/Heryanto vs Sun Zhinan/Yao Ximing 12-15, 8-15; Christian/King vs Lin Jiangli/Luan Jin 15-8,15-11; dan Hadiyanto vs Chen Changjie 10-15, 9-15.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beregu Putri, Verawaty Fajrin dkk keok petok petok di tangan Korea Selatan 1-4 di perempat final.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencapaian di nomer perorangan lumayan lebih baik, dapet 2 emas. Ada All Indonesian Final di ganda campuran antara Christian/Ivana melawan Icuk/Ruth Damayanti, yang dimenangkan oleh Christian/Ivana. Ganda campuran dari Cina dan Korsel nonton aja deh. Di ganda putra Christian/Icuk berhasil menggulung ganda Cina Luan Jin/Lin Jiangli 15-6, 15-8, di final dan mempersembahkan medali emas. Icuk dan Christian pun layak jadi pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/bulutangkis82.jpg" alt="Emas dari Bulutangkis AG 82"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Liem Swie King kayaknya lagi demam panggung banget ditinggal oleh Rudy Hartono. Di final tunggal putra dia kembali ditaklukkan musuh bebuyutannya Han Jian 18-16, 15-10 dalam pertarungan straight set yang sangat ketat. Padahal di set pertama King sempat unggul jauh 10-0! Dalam satu kali service Han Jian bisa langsung menyusul 9 angka aja gitu... Haloow King!?.. lagi ngeblank yah? :D &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Atletik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/purnomo.jpg" alt="Purnomo, Sprinter andalan Indonesia" align="left" hspace="5"&gt;Sprinter andalan Indonesia Purnomo (21) berhasil masuk final 100 meter putra, tapi hanya menduduki peringkat ke-4 dengan catatan waktu 10.80 detik. Di nomer paling bergengsi ini Rabuan Pit asal Malaysia menjadi manusia tercepat Asia dengan membukukan waktu 10.68 detik. Dan di bagian putri Lidya De Vega atlit cantik asal Filipina menjadi ratunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perolehan akhir kontingen Indonesia di Asian Games IX New Delhi adalah 4 emas, 4 perak, dan 7 perunggu. Indonesia berada di posisi ke-6 setelah Cina, Jepang, Korsel, Korut, dan India. Di bawah perolehan Asian Games VIII di Bangkok, yang berhasil meraup 8 emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditutup pada tanggal 4 Desember 1982 di stadion Jawaharlal Nehru, New Delhi. Secara umum berlangsung lancar lah, meskipun ada sedikit kekacauan dalam pembagian medali di cabang angkat besi dan balap sepeda. Juga ada sedikit suasana panas, karena dua negara yang sedang perang ketemu di ajang ini, Iran dan Iraq. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Asian Games 1982 ini adalah saat mulai menggeliatnya kekuatan Cina, hingga mampu mematahkan dominasi Jepang yang sejak Asian Games I tahun 1951 selalu menempati posisi pertama dalam pengumpulan medali. Mulai saat itu Cina-lah yang selalu memimpin perolehan medali hingga saat ini... sayonara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Asian Games X, Seoul, Korea Selatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/ag10seoul.jpg" alt="Logo Asian Games X, Seoul" align="left" hspace="5"&gt;Dengan berkekuatan sejumlah 203 atlet yang mengikuti 22 cabang olahraga, kontingen Indonesia ditargetkan meraih posisi ke-4 dalam pengumpulan medali. Itu kata ketua umum KONI pusat Surono. Ambisius banget yah.... Dia ngremehin India, yang dipikir di AG sebelumnya bisa posisi ke-5 karena faktor tuan rumah. Lalu kebetulan ditambah lagi Korea Utara yang di AG XI berada di posisi 4, di AG kali ini nggak mau ikut karena penyelenggaranya adalah musuh bebuyutan. Jadilah pak Surono berani pasang target posisi ke-4... yakin pak? tau bener nggak sama peta kekuatan sendiri dan lawan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diadain dari tanggal 20 September sampai 5 Oktober 1986 di Seoul, Korea Selatan. Event ini bagi Korsel adalah sekalian sebagai ajang ujicoba semua venue dan pemanasan sebelum mereka jadi tuan rumah Olimpiade 1988. Jumlah kontingen, peserta dan cabang olahraga menurun dari AG sebelumnya. Ada 27 negara, dengan 3345 atlit memperebutkan 837 medali di 25 cabang olahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/opening86.jpg" alt="Upacara pembukaan Asian Games X, Seoul"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Kontingen Indonesia sempat mengancam akan memboikot cabang senam ketika tiga atlet pesenam ciliknya Eva, Hesty, dan Esther tidak diperbolehkan tampil karena baru berusia 13 tahun. Sedangkan peraturan dari Persatuan Senam Asia memberi batasan umur minimal adalah 15 tahun. Akhirnya ketiga atlet tersebut diperbolehkan tampil tapi hanya sebatas eksibisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Angkat Besi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sama persis dengan di AG sebelumnya, medali pertama bagi Indonesia adalah medali perunggu dari cabang angkat besi. Dirdja Wihardja (20) dapet nemu di kelas bantam 56 kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Renang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Medali perunggu kedua diraih oleh Wirmandi Sugriat (15) dari cabang renang di nomer 200 meter gaya dada. Selanjutnya cabang renang juga mempersembahkan medali perunggu di nomer estafet 4x100 meter gaya ganti putra, oleh Lukman Niode, Sabeni Sudiono, Wirmandi Sugriat, dan Daniel Arief Budiman. Lukman Niode yang cukup berprestasi di AG sebelumnya, kali ini nggak mampu berbuat banyak... dah ketuaan kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/renang86.jpg" alt="Tim Renang Estafet Putra, AG 86"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tenis Lapangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beregu putra, Yustedjo, Tintus dkk berhasil membabat India 3-0 di perempat final, tapi harus menyerah kalah di semifinal oleh Korsel 1-2. Di perebutan tempat ketiga semakin terpuruk dijegal Thailand 3-0. Juara bertahan akhirnya nggak dapat medali sama sekali :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara beregu putri yang mengandalkan Suzanna Anggarkusuma dan Yayuk Basuki juga terhenti di semifinal dikalahkan regu putri Cina 1-2. Tapi mereka masih berhasil merebut medali perunggu dengan mengalahkan Jepang 3-0!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenis perorangan, ganda putri Indonesia Suzanna/Yayuk sukses membungkam ganda tuan rumah Shin Soon-ho/Park Yang-ja 0-6, 6-3, 6-1 (buseeet, pake kasih voor 0-6 gitu di set pertama!) di semi final. Di final melawan pasangan Korea lainnya Kim Il Soon/Lee Jung Soon, Suzanna Anggarkusuma dan Yayuk Basuki, yang saat itu baru berusia 16 tahun, berhasil mencuri MEDALI EMAS SATU2NYA di Asian Games kali ini dengan skor 6-3, 6-7(4-7), 6-4. Bravo..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/suzannayayuk.jpg" alt="Emas dari Suzanna/Yayuk"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Tambahan medali perunggu diperoleh dari ganda putra oleh Wailan Walalangi dan Sulitiyono setelah mengalahkan pasangan Filipina. Medali perunggu juga diperoleh dari ganda campuran Tintus/Suzanna yang kayaknya setelah ini jadi makin lengket dan akhirnya berakhir di pelaminan :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tinju&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Adrianus Taroreh tampil memukau di perempat final kelas bulu dengan mengkanvaskan Nasser Ahmad asal Pakistan. Di semifinal mengalahkan William John dari India. Sayangnya saat di final menghadapi petinju tuan rumah Park Kyeong-ok, Adrianus harus juga menghadapi juri yang tidak adil. Meskipun di dua ronde pertama Adrianus jelas2 mendominasi pertarungan, dia dinyatakan kalah angka telak 5-0! Adrianus Taroreh harus puas dengan medali perak. Koran2 bilang kalo medali emas Adrianus Taroreh "Dirampok"!! Petinju Filipina yang juga seharusnya menantang petinju tuan rumah di final bahkan mending nggak main daripada dicurangin juri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sepakbola&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Indonesia berada di grup C bersama Arab Saudi, Qatar dan Malaysia. Pelatih Bertje Matulapelwa menargetkan mampu lolos ke perempat final. Kesebelasan Indonesia diperkuat oleh striker Adolof Kabo dan Ricky Yacob, lini tengah oleh Elly Idris, Zulkarnain Lubis, Yonas Sawor, dan Berty Tutuarima, sementara bagian pertahanan adalah Robby Darwis, Robby Maruanaya, Marzuki Nyak Mad, dan Jaya Hartono, serta kiper andalan Ponirin Meka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diawali dengan kejutan mampu menahan seri 1-1 Qatar berkat gol dari penyerang tengah asal Manokwari, Adolof Kabo. Lalu saat melawan Arab Saudi, hingga 8 menit menjelang pertandingan berakhir Indonesia sanggup bertahan 0-0. Tapi apa daya di sisa waktu itu Ponirin kebobolan 2 gol.. Huaaaah!! huhuhuhu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melawan Malaysia, jika Indonesia mampu menang 3-0 maka akan langsung mendampingi Arab Saudi ke perempatfinal. Tapi Indonesia hanya mampu unggul 1-0 berkat gol dari Jonas Sawor di menit ke 35. Indonesia akhirnya memastikan lolos ke perempat final setelah Arab Saudi mengalahkan Qatar 1-0. Sempet ada kekhawatiran kalo Arab Saudi main lirik2an sama Qatar, sengaja ngalah biar Qatar yang maju di perempat final. Untungnya sih enggak... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhadapan dengan Uni Emirat Arab di perempat final, Indonesia harus bertarung adu penalti setelah skor bertahan 2-2 hingga perpanjangan waktu. Dua gol untuk Indonesia dicetak oleh Ricky Yacob (49') dan gol bunuh diri (horeee!! ada yang talal!.. hihihi) pemain UAE saat perpanjangan waktu. Di adu penalti Ponirin Meka menjadi pahlawan setelah berhasil menepis dua tendangan pemain UAE, sementara Indonesia berhasil melesakkan 4 gol oleh Sumardi, Ricky Yacob, Sutrisno dan Adolof Kabo. Hanya Robby Darwis yang gagal mengeksekusi penalti. Indonesia pun menang 6-5, melaju ke semi final menantang Korea Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/sepakbola86.jpg" alt="Indonesia kalah 0-4 dari Korsel di semifinal AG 86"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Tapi ya Korea Selatan yang langganan Piala Dunia itu memang terlalu tangguh buat kesebelasan Indonesia. Di semi final harus menerima kekalahan telak 0-4!. Tambah sial lagi di perebutan tempat ketiga, Indonesia digunduli 0-5 oleh Kuwait... gundul dah.. plontos kayak permen kojak! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi paling nggak pencapaian kesebelasan Indonesia hingga semifinal Asian Games ini tetap dikenang sampai sekarang. Kapaaaan.. ya, bisa begitu lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bulutangkis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cabang bulutangkis di AG ke-sepuluh ini Indonesia gagal total. Keok keok, petok petok beneran. Regu putra Indonesia yang dimotori Icuk Sugiarto kalah 2-3 dari Korea Selatan di semifinal. Regu putri yang mengandalkan Sarwendah juga kalah 2-3 dari Jepang di semifinal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di nomor perorangan juga paceklik medali. Salah satunya karena Korea Selatan banyak main curang di penjagaan garis. Icuk Sugiarto bahkan walk out tidak mau melanjutkan pertandingan di perempat final saat melawan pemain yunior Korsel Park Sung-bae. &lt;br /&gt;Paling top cuma sampai babak semifinal. Liem Swie King/Bobby Ertanto tumbang di semifinal di tangan ganda Cina Tian Bingyi/Li Yongbo. Dan ganda putri Rosiana Tendean/Imelda Kurniawan tertahan di semifinal oleh pasangan Korsel Kim Yun-ja/Sang Hee-yoo. Ditambah dari beregu cuma dapet 4 perunggu doang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Atletik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari atletik, Indonesia tetep nggak bisa bicara banyak. Purnomo yang kembali berhasil masuk final nomer paling bergengsi 100 meter putra, berada di nomer buncit di pertandingan final. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelar manusia tercepat Asia di Asian Games kali ini, dengan memecahkan rekor Asia 10.30 detik, diraih oleh pelari Qatar, TALAL MANSOOR... (Huahahahaha!.. talal luh! :p). Di nomor 100 meter putri Lydia De Vega asal Filipina berhasil mengalahkan saingan beratnya PT Usha dari India. Tapi PT Usha tetap berjaya dan menjadi Ratu Asian Games kali ini dengan total meraih 4 emas 1 perak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tae Kwon Do, Balap Sepeda, Layar dan Boling&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Atlet Tae Kwon Do Indonesia malah yang tampil mengejutkan dengan meraih 3 perak dan 1 perunggu. Medali perak disumbangkan oleh Yefi Triaji di kelas 50 kg, Abdul Rozak di kelas Bantam, dan Lamting di kelas Welter (ini Lamting yang kemudian jadi bintang film laga itu yah?...). Perunggu diraih oleh Budi Setiawan di kelas terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu perak lagi disumbangkan oleh pebalap sepeda Fanny Gunawan di nomer jalan raya jarak 179.2 km, yang kekalahannya ditentukan oleh foto finis karena menyentuh finis nyaris bebarengan dengan pebalap tuan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medali perunggu lain disumbangkan dari cabang layar oleh Abdul Malik Faisal, serta dari Boling oleh Poppy Tambis dan trio boling putri Srie Mulyani, Charlotte Syamsuddin dan Fenny Tjahyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total jendral medali untuk Indonesia di Asian Games ke-sepuluh ini adalah 1 emas, 5 perak, dan 14 perunggu. Jumlah totalnya memang lebih banyak daripada AG sebelumnya, tapi jumlah medali emasnya melorot jauh. Posisi Indonesia pun hanya bisa berada di nomer 9, jauh dari target ambisius yang dipasang ketua KONI. Di atas Indonesia, selain tiga negara superpower Asia, Cina, Jepang dan Korsel, ada Iran, India, Filipina, Thailand, dan Pakistan yang melompati posisi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korea Selatan yang membabi buta berusaha menangguk medali dengan segala cara, berhasil mencapai target untuk menyisihkan Jepang dan merebut posisi kedua. Bahkan nyaris menjegal Cina. Cina dengan 94 emas, Korsel dengan 93 emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, itulah hasil yang diperoleh kontingen Indonesia di ajang Asian Games selama tahun 80-an. Tidak terlalu membanggakan memang. Tapi jelas lebih baik daripada hasil Asian Games XV di Qatar kemaren. Indonesia cuma mampu berada di posisi ke 22! ... hiks, hiks, hiks.. Bahkan di bawah negara kecil kayak Singapore dan Vietnam!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo dong olahraga Indonesia... bangkit lagi napa?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr&gt;&lt;strong&gt;Komentator: &lt;a href="http://q-scrolls.blogspot.com" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-size: 125%"&gt;Q&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Asian_Games" target="_blank"&gt;Wikipedia&lt;/a&gt;, dan Kompas edisi November-Desember 1982, September-Oktober 1986.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-116749798459210555?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/116749798459210555/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=116749798459210555&amp;isPopup=true' title='19 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/116749798459210555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/116749798459210555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2006/12/indonesia-di-asian-games-1982-dan-1986.html' title='Indonesia di Asian Games 1982 dan 1986'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/th_aglogo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-116286257046216268</id><published>2006-11-07T08:17:00.002+07:00</published><updated>2009-06-05T14:52:33.890+07:00</updated><title type='text'>Lima Sekawan</title><content type='html'>Ini dia novel petualangan remaja yang sempat merajai dunia bacaan di 80-an. Dari anak-anak, remaja, mungkin juga sebagian orang dewasa keranjingan baca serial yang satu ini. "Lima Sekawan" karya Enid Blyton, bisa dibilang salah satu icon buku 80-an yang paling bersinar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harganya per buku sih memang 'cuma' Rp. 2000-an .. tapi ya itu duit jaman dulu yah.. jaman bakso semangkok cuma cepek :O ... Huhuhuhu, kalo saja buku jaman sekarang semurah itu yaaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul asli serial ini dalam bahasa Inggris adalah "The Famous Five". Entah bagaimana prosesnya, terjemahan Indonesianya jadi "Lima Sekawan". Sebenernya judul Indonesianya itu malah lebih pas, karena mereka dalam cerita itu bukanlah anak2 terkenal hingga layak menyandang julukan "The Famous". Mereka lebih cocok dibilang sebagai 'sekawanan' petualang. Lima Sekawan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Lima Sekawannya sendiri. Mereka terdiri dari tiga bersaudara Julian, Dick, Anne, ditambah saudara sepupu mereka Georgina yang lebih suka dipanggil George dan anjingnya Timothy atau Timmy. Julian bisa dibilang jadi pemimpinnya karena dia yang paling tua dan memang bisa diandalkan. Dick adalah tukang ngocol yang suka nyela2 anak lain. Anne sebagai si bungsu yang feminin, yang sebenarnya tidak terlalu suka dengan petualangan yang menegangkan. Sementara George adalah gadis tomboy keras kepala yang memang pengen dianggap sebagai anak laki2. Timmy anjing lucu dan penurut, tapi juga bisa galak jika diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/5s03.jpg" alt="Buku Lima Sekawan"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/5s04.jpg" alt="Film Seri Lima Sekawan"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr&gt;&lt;strong&gt;Ditulis oleh anggota "Dasa Siaga": &lt;a href="http://q-scrolls.blogspot.com" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-size: 125%"&gt;Q&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.enidblyton.net/famous-five/"&gt;Enidblyton.net&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Famous_Five_%28characters%29"&gt;Wikipedia&lt;/a&gt;, dan Bonus Majalah Hai 1984&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Tulisan lengkap dari artikel ini&lt;br /&gt;sekarang sudah diterbitkan dalam bentuk buku&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;berjudul "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gaul Jadul&lt;/span&gt;" oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Q Baihaqi&lt;/span&gt;,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;terbitan Gagas Media, Juni 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);" src="http://i285.photobucket.com/albums/ll45/qyu2/gauljaduls.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera aja dapatkan di toko buku langganan kalian yah cing... &lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-116286257046216268?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/116286257046216268/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=116286257046216268&amp;isPopup=true' title='130 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/116286257046216268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/116286257046216268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2006/11/lima-sekawan.html' title='Lima Sekawan'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/th_5s03.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>130</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-116069436913636518</id><published>2006-10-13T06:03:00.002+07:00</published><updated>2009-06-05T14:52:50.407+07:00</updated><title type='text'>Rumah Masa Depan</title><content type='html'>Tersebutlah sebuah desa bernama Cibeureum, di Kabupaten Cianjur. Di desa ini tinggallah satu keluarga yang terdiri dari tiga generasi. Kakek (Hamid Arief) dan Nenek (Mak Wok), lalu Bapak (Dedy Sutomo) dan Ibu Sukri (Aminah Cendrakasih)... Dan generasi ketiga adalah Bayu (Septian Dwicahyo) dan Gerhana (Andi Ansi). Keluarga ideal yang menjadi tokoh sentral protagonis di serial ini. Orang-tua yang bijak dengan anak2 yang patuh dan pintar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/rmd.jpg" alt="Rumah Masa Depan"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup.. Sinetron serial mingguan "RUMAH MASA DEPAN", dari 'September Production', garapan Ali Shahab, yang tayang setiap hari Minggu siang di jaman 80-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita-cerita yang dimunculkan adalah kisah penuh pesan moral tentang kehidupan bersama dalam satu lingkungan. Tentang gesekan2 di dalam keluarga itu sendiri, maupun dengan para tetangga masyarakat desa Cibeureum yang lain. Ada konflik dengan keluarga Suwito yang kaya raya, dengan Bu Suwito (Mieke Wijaya) yang culas sebagai tokoh antagonis. Ada kisah tentang teman-teman Bayu di SMP, atau teman-teman Gerhana di SD. Jadi kadang cerita tentang orang tua, kadang cerita tentang remaja, atau bahkan anak-anak. Salah satu tokoh yang sempat melejit dari serial ini adalah Sangaji, si anak jenius dari keluarga kurang mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/sangaji2.jpg" alt="Sangaji"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/sangaji1.jpg" alt="Sangaji"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/sangaji3.jpg" alt="Pak Guru dan keluarga Sangaji"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr&gt;&lt;strong&gt;Ditulis oleh: &lt;a href="http://q-scrolls.blogspot.com" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-size: 125%"&gt;Q&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Majalah Hai 1985, dan obrolan di milis &lt;a href="http://groups.yahoo.com/group/lapanpuluhan/" target="_blank"&gt;Lapanpuluhan&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Tulisan lengkap dari artikel ini&lt;br /&gt;sekarang sudah diterbitkan dalam bentuk buku&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;berjudul "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gaul Jadul&lt;/span&gt;" oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Q Baihaqi&lt;/span&gt;,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;terbitan Gagas Media, Juni 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);" src="http://i285.photobucket.com/albums/ll45/qyu2/gauljaduls.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera aja dapatkan di toko buku langganan kalian yah cing... &lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-116069436913636518?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/116069436913636518/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=116069436913636518&amp;isPopup=true' title='93 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/116069436913636518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/116069436913636518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2006/10/rumah-masa-depan.html' title='Rumah Masa Depan'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/th_rmd.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>93</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-116003428844779755</id><published>2006-10-05T14:42:00.002+07:00</published><updated>2009-06-05T14:53:03.427+07:00</updated><title type='text'>Madu dan Racun</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; color: #A6702A;"&gt;Engkau yang cantik, &lt;br /&gt;engkau yang manis, engkau yang manja&lt;br /&gt;Selalu tersipu, rawan sikapmu&lt;br /&gt;di balik kemelutmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di remang kabutmu&lt;br /&gt;Di balik mega-megamu&lt;br /&gt;Ku melihat dua tangan&lt;br /&gt;di balik punggungmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madu di tangan kananmu&lt;br /&gt;Racun di tangan kirimu&lt;br /&gt;Aku tak tahu mana yang&lt;br /&gt;akan kau berikan padaku&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/maduracun.jpg" alt="Madu dan Racun by Bill &amp; Brod" align="left" hspace="5"&gt;Lagu ini dibawakan oleh Arie Wibowo dari group band "Bill &amp; Brod". Band yang awalnya iseng-iseng doang. Dengan modal lagu-lagu yang udah lama diciptakan oleh Masary, hanya perlu seminggu untuk menyelesaikan album pertama. Dengan aransemen yang rada-rada nyontek lagu barat ngetop, lagu "Bingung" ciptaan tahun 1975 disulap menjadi "Madu dan Racun" di 1985. Dan tak dinyana tak diduga sodara sodara...... album iseng-iseng itu ... ternyata MELEDAKKK!!!! BUUMMMM!!!... terjual lebih dari Satu Juta Copy!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/billboard.jpg" alt="Personel Bill &amp; Brod"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/billboard2.jpg" alt="Personel awal Bill &amp; Brod"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/arie-billbrod.jpg" alt="Arie Wibowo Bill &amp; Brod" align="left" hspace="5"&gt;Eh... ngomong-ngomong pada penasaran nggak, kenapa si Arie Wibowo Bill Brod ini kok dandanannya selalu gitu. Selalu pake topi pet menutupi kepalanya, plus kacamata hitam yang lebar menutupi matanya. Yang suka sirik sih bakalan komentar, paling juga orangnya botak dan matanya juling... hihihi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuh tampang aslinya Masary, alias Arie Wibowo dari grup band Bill &amp; Brod tanpa topi dan kacamatanya..&lt;br /&gt;Sesuai dengan bayangan anda sekaliankah?.. ;)&lt;br /&gt;&lt;hr&gt;&lt;strong&gt;Oleh : &lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 125%"&gt;&lt;a href="http://qyu.blogspot.com" target="_blank"&gt;Q&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Majalah Hai no.42/IX tahun 1985&lt;br /&gt;Cover kaset milik: &lt;a href="http://yuanz77.blogspot.com" target="_blank"&gt;Yuanzzz...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Tulisan lengkap dari artikel ini&lt;br /&gt;sekarang sudah diterbitkan dalam bentuk buku&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;berjudul "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gaul Jadul&lt;/span&gt;" oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Q Baihaqi&lt;/span&gt;,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;terbitan Gagas Media, Juni 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);" src="http://i285.photobucket.com/albums/ll45/qyu2/gauljaduls.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera aja dapatkan di toko buku langganan kalian yah cing... &lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-116003428844779755?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/116003428844779755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=116003428844779755&amp;isPopup=true' title='63 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/116003428844779755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/116003428844779755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2006/10/madu-dan-racun.html' title='Madu dan Racun'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/th_maduracun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>63</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-115940336843171411</id><published>2006-09-28T07:23:00.000+07:00</published><updated>2006-10-05T15:15:30.900+07:00</updated><title type='text'>Break.. Break.. Dicopy Roger</title><content type='html'>Break.....break..... &lt;br /&gt;Break... break...&lt;br /&gt;Apa bisa dicopy...&lt;br /&gt;Rojeeerrrr....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang kalimat baku yang jadi isyarat ketok pintu yang harus diucapin oleh breaker yang baru mau ikutan gabung di ajang ngobrol lewat radio amatir, alias radio CB (citizen band) di jaman 80-an. Bukan monopoli 80-an juga sih, karena sampai sekarang pun radio amatir masih punya penggiat yang cukup aktif. Masih dipake ama para supir taksi kalo mau menghubungi pangkalan buat nyari pesanan penumpang. Cuman memang di jaman 80-an lah yang namanya 'ngebrik' sempet booming merajalela jadi trend anak muda. Pokoknya yang mau ngaku anak gaul mesti ngebrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jaman itu kegiatan yang satu ini termasuk mainan anak-anak muda kelas menengah ke atas. Emang mainan kok, soalnya kebanyakan cuma buat seneng-seneng cari ketawa atau cari kecengan. Ada sih yang serius, yang sampe bela-belain ikut ujian biar bisa dapet call sign resmi, tapi ya mereka itu orang-orang yang emang serius, bukan golongan anak muda yang suka maen-maen doang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perlu Modal Kalo Mau Ikutan Ngebrik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/IC-2N.jpg" align="left" hspace="5" alt="HT Icom IC-2N"&gt;Mainan kelas menengah ke atas? Yup, karena untuk jadi breaker harus punya cukup modal. Paling enggak harus ada doku dua ratus ribu perak (uang jaman itu ya... jaman dolar masih 2000 an.. ato malah masih 800 an ya? pertama kali devaluasi tahun berapa sih?) kalo mau dapet HT merek Icom IC-2N. Ini yang model Handy Talkie, relatif kecil seukuran separo batu bata gitu deh, jadi kalo perlu buat sambit-sambitan masih berasa lah :D. Tambah aneka accessories macam power supply merek Matahari, kabel Belden RG-58A, total jatuhnya sekitar 250-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi yang lebih mantap tentunya perlu doku yang lebih mantap pula. Bisa sampe Rp. 300.000-an untuk Icom IC-25A. Belum lagi segala macem tetek bengek perlengkapan lainnya, macam antenna Ring-O Ranger atau Telex Hi Gain, power supply merek VDO, kabel merek Belden RG-8 A/U. Jadilah untuk sebuah stasiun yang agak lumayan, bakalan abis tuh duit gopek. Jumlah yang cukup lumayan buat jaman itu. Kira-kira separoh harga Yamaha RX Special lah! Niat banget kan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/IC-25A.jpg" align="right" hspace="5" alt="HT Icom IC-25A"&gt;Buat yang cukup kreatif dan suka utak-atik elektronika, peralatan buat ngebrik sebenernya bisa dirakit sendiri. Ada yang menyediakan kit-kit siap rangkai untuk dibangun sendiri. Umumnya yang bikin perangkat rakitan adalah mereka yang suka main di jalur 80 meter band dan 11 meter band. Untuk bikin perangkat rakitan 11 meter band cuma butuh biaya Rp. 45.000! dan dengan ditambah sedikit perjuangan buat ngrakit kita akan sudah mampu berkibar mengudara di 6 channel. Tapi kalo pengen perangkat 2 meter band yang paling ngetop dan ngetren saat itu, nggak ada jalan lain kecuali membeli yang udah jadi. Tidak ada toko spare part elektronika yang menyediakan kits-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah 2 meter, 11 meter, dan 80 meter itu bukannya panjang antenna yang harus dipakai ya. Antenna sepanjang 80 meter? bakal kayak apa tuh? :P Angka2 itu adalah istilah teknis untuk panjang gelombang radio yang ditumpangi sebagai pembawa pesan bolak balik. Makin pendek gelombangnya makin jauh jangkauannnya, tapi makin rumit dan mahal peralatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat yang modalnya seret tapi ngebet pengen ikutan ngebrik biar gaul, ada sih cara laen yang pastinya murah... Nebeng!! :D Cari deh temen yang punya perlengkapan radio amatir, dengan modal sok akrab dan jurus menjilat bisalah kalian ikut nebeng ngebrik di stasiun dia :D tapi ya harus gantian dan tahu diri ya... ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ajang Chatting 80-an&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah semua perlengkapan elektronik itu tersedia, siaplah kita untuk bisa ber-QSO!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QSO? apaan tuh?... Arti gampangnya QSO adalah ngobrol di udara, entah gimana ceritanya bisa jadi singkatan seperti itu.... hanya Tuhan dan tukang bajay yang tahu :D  Kode di kalangan radio amatir emang suka diawali ama huruf Q, yang dikenal sebagai &lt;a href="http://www.kloth.net/radio/qcodes.php" target="_blank"&gt;Q-codes&lt;/a&gt;. Selain Q-codes masih seabreg lagi daftar istilah yang lazim dipakai untuk menyederhanakan komunikasi di radio amatir. Menyederhanakan ato malah bikin ribet ya? ... Pokoknya kalo mau dianggap sebagai breaker yang canggih dan mumpuni, harus apal tuh semua kode dan istilahnya...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nguplek di hobby radio amatir emang asik sih. Mungkin selevel ama asiknya chating saat ini. Bisa bikin kecanduan! Meskipun cuma jadi operator gelap alias nggak punya callsign, saya tetap betah berjam-jam ber-QSO. Bahkan sering lupa waktu dan meninggalkan jam pelajaran sekolah lantaran bertemu 'pojokan' yang membuat imajinasi melayang ke langit ketujuh. Huuuuhuuuuuyyy....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat itu rata-rata breaker emang di usia belasan yah, kira-kira SMP atau SMA. Ada juga anak kuliahan atau sudah bekerja. Tetapi yang paling banyak anak usia SMA. Kalau ada orang yang sudah tua, bakal sulit dapet teman QSO, karena umumnya yang merasa anak muda nggak tertarik ngobrol lama-lama ama orang yang udah berkeluarga atau udah berumur. Nggak asik :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bercinta di Udara&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/radioCB.gif" align="left" hspace="5" alt="radio CB"&gt;Buat breaker serius yang punya call sign, tentunya kode call-sign adalah kebanggaan tersendiri buat dia. Call sign dengan awalan YC, YD, YB buat anggota Orari diperoleh melalui ujian teknis radio dan seleksi yang cukup ketat. Pantaslah jika mereka begitu bangganya sampe call sign itu dipajang dimana-mana, di pintu rumah, di kaca mobil, kartu nama... pokoknya biar orang sedunia tahu deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi buat para breaker dengan stasiun gelap tanpa call sign, cukuplah sebuah nama samaran ato lebih kerennya 'nama di udara' sebagai identitas selama berkelana di dunia maya ala radio amatir. Bisa gonta-ganti semaunya tentu saja, tapi kalau mau diingat lebih lama oleh teman ngebrik perlu ada identitas tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menggunakan nama Roy, nama yang cukup keren saat itu. Masuk ke pangkalan - istilah frekwensi yang digunakan bersama, semacam chat room - sambil mengintip kalau-kalau ada "Way El" (YL alias Young Lady) atau cewe yang masuk bisa diajak ngobrol. Dengan modal suara yang dikece-kecein ala penyiar radio beneran :P ditambah gombal-gombal dan ngebohong dikit atau banyak, dipikatlah sang korban masuk jebakan. Kalo berhasil terpikat, lalu diajak pindah ke frekuensi yang lebih sepi biar bisa ngobrol lebih panjang berdua doang. Kalo cocok bisalah berlanjut ke hubungan yang lebih serius sebagai pacar di udara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terjadilah hubungan asmara yang modalnya SKSD (sok kenal sok dekat) doang. Ada cemburu, ada marah, ada sayang, pokoknya persis seperti di alam nyata. Padahal cuma kencan di udara yang sebenarnya hanya kenal sebatas suara. Hubungan cinta di udara ini biasanya malah bubar setelah kenal satu sama lain di alam nyata lewat kopi-darat. Ketauan semua busuknya soalnya :D Tetapi dalam satu dua kasus ada juga pasangan yang akhirnya sampai ke jenjang pernikahan lantaran kenal di dunia brik-brikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking menjamurnya kesenangan menjalin asmara lewat sarana ngebrik ini, penyanyi kreatif bertubuh tambun Farid Hardja (alm) mengabadikannya dalam sebuah lagu yang sempat jadi hits di 80-an. "Bercinta di Udara" judulnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: #A6702A;"&gt;Berkenalan nama samaran lewat gelombang radio&lt;br /&gt;Lima sembilan tujuh tiga angka untuk kamu&lt;br /&gt;Ber-QSO lalu cerio cup ah cup ah cup ah&lt;br /&gt;Di udara kita bertemu kupanggil namamu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Papa Alpha Carlie Alpha Romeo&lt;br /&gt;Mengajakmu gombal di udara&lt;br /&gt;Memang cinta asyik dimana saja&lt;br /&gt;Walau di angkasa......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahaha.. break break&lt;br /&gt;Hahahahahahahahaha.. break break&lt;br /&gt;Hahaha.. break break&lt;br /&gt;Hahahahahahahahaha.. break dong&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lenyap Satu Persatu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Umumnya breaker radio amatir di era 80-an mengakhiri hobinya setelah mereka sudah memasuki jenjang pernikahan. Masa berkeluarga menyita hampir seluruh waktu seseorang untuk mencari nafkah dan memberi perhatian kepada keluarga, jadinya hobi yang satu ini harus ditinggalkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun masih ada yang bertahan beberapa orang, tampaknya untuk masa saat ini penggemar radio amatir jumlahnya jauh menyusut dibanding tahun 80-an. Selain karena alasan yang senior udah pada sibuk dengan urusan keluarga, kalangan anak muda jaman sekarang kayaknya nggak tertarik lagi dengan dunia komunikasi radio. Terlalu ribet kali ya kalo dibandingin sama komunikasi lewat telpon seluler atau sarana chatting via internet yang saat ini sudah dikuasai oleh sebagian besar anak muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun dunia radio amatir pernah hingar-bingar turut menyemarakkan kejayaan era 80-an. Ngebrik bisa dibilang salah satu icon 80-an selain rock and roll, jeans belel dan teriakan lantang Clause Maine si bintang vokalis group musik Scorpions saat menyuarakan When The Smoke Is Going Down. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ngebrik Murah pake Interkom&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekitar akhir 80-an di beberapa daerah, orang-orang yang kreatif berhasil membangun jalur ngebrik tersendiri dengan peralatan yang jauh lebih murah dan terjangkau oleh banyak kalangan. Ngebrik lewat interkom.. :D Cukup dengan modal di bawah sepuluh ribu, sudah bisa ngerumpi via interkom dengan anak tetangga yang malu2 kucing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, ini bukan lagi komunikasi udara ala radio amatir. Tapi kalo ditinjau dari fungsi dan perilaku penggunanya, bisa dibilang seperti sodara sepupuan lah. Interkom sebenarnya adalah alat komunikasi antar ruangan yang dihubungkan oleh kabel. Dan agar bisa dimanfaatkan sebagai media komunikasi dengan banyak orang dalam satu lingkungan maka kabel interkom pun berseliweran dari rumah ke rumah. Awalnya satu RT terhubung dalam satu jaringan kabel. Lalu RT sebelah ikutan nyambung.... demikian seterusnya sampai akhirnya kabel interkom dengan beberapa jalur membelit-belit dengan rumit antar desa :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kenapa dinamain 'ngebrik' juga? Karena komunitas interkom ini sukses menyalin budaya dan aturan ngebrik dari jalur udara ke komunikasi jalur kabel ini. Memang sih, lingkupnya nggak akan bisa menandingi ngebrik dengan radio amatir. Tapi efeknya yang ditimbulkan nyaris sama. Banyak yang kecanduan hingga lupa waktu, dan banyak muncul romansa gombal antar pemakainya :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu.. ganti... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr&gt;&lt;strong&gt;Oleh : &lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 125%"&gt;&lt;a href="mailto:dewaraija@yahoo.com"&gt;Raija&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, jagoan ngebrik 80-an dari Denpasar...&lt;br /&gt;Diedit &amp; ditambah2in oleh: &lt;a href="http://qyu.blogspot.com" target="_blank"&gt;Q&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-115940336843171411?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/115940336843171411/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=115940336843171411&amp;isPopup=true' title='54 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/115940336843171411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/115940336843171411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2006/09/break-break-dicopy-roger.html' title='Break.. Break.. Dicopy Roger'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/th_IC-2N.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>54</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-115802456305352182</id><published>2006-09-12T08:27:00.002+07:00</published><updated>2009-06-05T14:53:19.565+07:00</updated><title type='text'>Film Horor "Bayi Ajaib"</title><content type='html'>Film Horor "Bayi Ajaib"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingetkah kalian sama film horor yang satu ini teman-teman?... sereeeeemmm cing! (untuk ukuran di masa itu ya..)&lt;br /&gt;Diproduksi di awal 80-an dan sukses menimbulkan kengerian orang2 yang nonton maupun yang tidak nonton. Salah satu film horor yang sempet dibicarakan banyak orang dan bikin anak2 tidak berani ke kamar mandi sendirian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/bayi01.jpg" alt="Bayi Ajaib"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah nonton trailernya, kengerian makin menjadi-jadi karena ditambahi melihat selebaran promosi film ini yang dibawa temen dari bioskop, lalu dilanjutkan dengan cerita hiperbolis dari temen2 yang nonton langsung. Waaaaa... udah deh, selama beberapa waktu aku nggak berani ke kamar mandi sendirian dan sering ketakutan ama bayangan khayalanku sendiri... hiiiiii... Padahal aku nggak nonton loh.. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/bayi09.jpg" alt="Bayi Ajaib"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan yang paling kebayang2 sampe aku nggak berani ke kamar mandi sendirian malam2 ya itu tadi. Adegan waktu tiba2 ada tangan yang muncul menggapai2 dari lobang wc. Serem nggak sih, kalo pas lagi nongkrong gitu tiba2 ada yang nowel2 dari bawah?? ... hiiiii.. serem! dan geli!!! .. hihihi. Terus adegan serem yang juga kebayang2 adalah waktu kepala Alberto nongol di lubang di bagian atas tembok! Kenapa aku kebayang2? karena di kamar mandi rumahku juga ada lubang di atas untuk tempat lampu! Jadi kalo aku lagi di kamar mandi itu bakalan bolak-balik ngeliatin ke lubang itu, takut kalo kepala si bayi ajaib itu muncul... hiiiiii.. mamiiiii ... tuluuuung...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/bayi02.jpg" alt="Bayi Ajaib"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/bayi03.jpg" alt="Bayi Ajaib"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/bayi04.jpg" alt="Bayi Ajaib"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/bayi05.jpg" alt="Bayi Ajaib"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/bayi06.jpg" alt="Bayi Ajaib"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/bayi07.jpg" alt="Bayi Ajaib"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/bayi08.jpg" alt="Bayi Ajaib"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr&gt;&lt;strong&gt;Ditulis malem2 ama: &lt;a href="http://q-scrolls.blogspot.com" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-size: 125%"&gt;Q&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;yang udah nggak takut ke kamar mandi sendirian ;p Kalopun tiba2 ada tangan nongol dari lubang wc, diajak salaman aja kali ya... eh tapi suruh cuci tangan pake karbol dulu...:D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Tulisan lengkap dari artikel ini&lt;br /&gt;sekarang sudah diterbitkan dalam bentuk buku&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;berjudul "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gaul Jadul&lt;/span&gt;" oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Q Baihaqi&lt;/span&gt;,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;terbitan Gagas Media, Juni 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);" src="http://i285.photobucket.com/albums/ll45/qyu2/gauljaduls.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera aja dapatkan di toko buku langganan kalian yah cing... &lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-115802456305352182?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/115802456305352182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=115802456305352182&amp;isPopup=true' title='63 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/115802456305352182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/115802456305352182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2006/09/film-horor-bayi-ajaib.html' title='Film Horor &quot;Bayi Ajaib&quot;'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/th_bayi01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>63</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-115759005610962913</id><published>2006-09-07T07:22:00.000+07:00</published><updated>2006-10-05T15:12:44.210+07:00</updated><title type='text'>Chicha, Helen, Sari dan Bobby</title><content type='html'>&lt;i&gt;Siapa tuh?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Chicha Koeswoyo, Helen Koeswoyo, Sari Yok Koeswoyo dan Bobby Sandhora adalah para penyanyi cilik di era 70-an. Yang merasa ngaku remaja (jaman itu belon ada istilah abg ya) 80-an mestinya kenal banget sama nama-nama itu. Malah mungkin ada beberapa yang sampe jadi fans beratnya. Bukan cuma punya album lagu mereka lengkap dan hafal lirik lagu hits mereka sampai sekarang, tapi juga sampe bela-belain kirim surat ke mereka berkali-kali, atau ngumpulin segala macam pernak-pernik yang ada foto mereka :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/chicha-helen.jpg" alt="Helen, Nomo, dan Chicha Koeswoyo"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Lho kok 70-an? Nggak cocok dong ama blog ini?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Emmmmmm... emang sih mereka itu ngetop jadi penyanyi cilik di pertengahan hingga akhir 70-an. Tapi buat remaja 80-an yang lahir di awal hingga pertengahan 70-an, pastilah masa kecilnya sempet ditemani sama lagu-lagu dari para penyanyi cilik itu. Jadi sah-sah aja lah dibahas disini, karena para penyanyi cilik itu memiliki tempat tersendiri di salah satu ruang kenangan masa kecil para remaja 80-an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyanyi cilik yang bener2 muncul di 80-an seperti Puput Melati, Bondan Prakoso, Melissa, Enno Lerian, kayaknya bukan sosok idola bagi para remaja 80-an, karena mereka munculnya di akhir 80-an. Ya secara udah remaja gitu ya, masak masih ndengerin lagu anak-anak :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Terus, kok cuma empat orang itu aja? kan masih banyak lainnya?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Ya sih. Masih ada lagi penyanyi cilik seangkatan mereka seperti Adi Bing Slamet, Ira Maya Sopha, Dina Mariana, Diana Papilaya, Yoan Tanamal, Debby Rhoma Irama, Fitria Elvi Sukaesih, Liza Tanzil, Vivi dan Nita, Santi Sardi, dan lain-lain. Tapi mending dibahas sebagian-sebagian aja kali ya.... Disamping, terus terang aja sumber yang dijadikan contekan kebetulan juga cuma mbahas yang empat itu doang :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/bobby1.jpg" alt="Bobby Sandhora"&gt;  &lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/sari1.jpg" alt="Sari Yok Koeswoyo"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Nah, marilah kita bicarakan tentang &lt;strong&gt;Chicha Koeswoyo &lt;/strong&gt;dengan rambut panjangnya dan berkejaran dengan si Heli, anjing kecilnya. Lalu si lugu &lt;strong&gt;Bobby Sandhora Muchsin&lt;/strong&gt; yang kala bersenandung nyaris tanpa ekspresi. Juga &lt;strong&gt;Helen koeswoyo &lt;/strong&gt;dengan gaya tomboy plus kekanak-kanakan, dan &lt;strong&gt;Sari Yok Koeswoyo &lt;/strong&gt;yang kalem dan manis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Chicha Koeswoyo, Pelopor Penyanyi Cilik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chicha Koeswoyo yang putri tertua musisi legendaris Nomo Koeswoyo ini awalnya sering ikutan papanya ke studio rekaman, yang memang lagi berjaya dengan kelompok No Koes-nya. Lalu karena tiap kali melihat papanya nyanyi, Chicha ceritanya ga mau kalah. "Chicha juga bisa nyanyi seperti papa". Lalu, melejitlah album pertama Chicha dengan lagu andalan "Heli".&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: #A6702A;"&gt;&lt;br /&gt;Aku punya anjing kecil&lt;br /&gt;Kuberi nama Heli&lt;br /&gt;Dia senang bermain-main&lt;br /&gt;Sambil berlari-lari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heli, guk guk guk&lt;br /&gt;Kemari, guk guk guk&lt;br /&gt;Ayo lari-lari&lt;br /&gt;Heli, guk guk guk&lt;br /&gt;Kemari, guk guk guk&lt;br /&gt;Ayo lari-lari&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, ternyata liriknya cuman segitu doang ya? baru nyadar :D Kalo buat olok2an biasanya kata Heli diganti ama nama temen... hihihi :P. Selanjutnya Chicha cukup produktif ngeluarin album rekaman. Baik itu yang solo, duet ama Helen, duet ama Adi Bing Slamet, album religius, hingga album berbahasa Jawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu lagu bahasa jawa dari Chicha adalah lagu "Ojo Lali". Lagu ini tak dinyana tak disangka ternyata sangat digemari dan dihafal luar kepala hingga berpuluh2 tahun kemudian oleh teman kita &lt;a href="http://guario.blogspot.com"&gt;Rio&lt;/a&gt;, meskipun dia asli orang Minang. Begini nih kalo dia nyanyi lagu itu:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: #A6702A;"&gt;&lt;br /&gt;Lali lali jo lali&lt;br /&gt;Tak kandhani jo lali&lt;br /&gt;Yo penginsi aum&lt;br /&gt;Awan mbentuk ibu&lt;br /&gt;Ojo lali, ojo lali...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa? oh.. salah ya kata2nya?... biarin aja deh. Namanya juga anak minang, masak dipaksa ngomong jawa... hihihihi... Kerja kerasnya menghafalkan lirik itu perlu kita hargai bukan? :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/chicha1.jpg" alt="Chicha lagi embem"&gt; &lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/chicha2.jpg" alt="Chicha lagi sendu"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Tak mau membuang kesempatan, sebuah film berjudul "Chicha" yang tentunya dibintangi oleh Chicha sendiri pun sempat diproduksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chicha Koeswoyo kayaknya bisa dibilang sebagai penyanyi cilik pertama yang membuat album rekaman di Indonesia. Bener kan? Dan itu selanjutnya membuka mata para pelaku industri rekaman. Maka mengekorlah sejumlah penyanyi cilik lain membuat album rekaman. Berbahagialah anak-anak di masa itu karena mendapatkan hiburan yang sesuai dengan usianya ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Chicha udah remaja di tahun2 80-an, kegiatan nyanyinya berkurang drastis. Sempat nyoba peruntungan ngeluarin album remaja, tapi ternyata nggak dapat respon yang seheboh dulu sebagai penyanyi cilik. Selain itu Chicha memang lagi sibuk menekuni studinya di bidang Public Relations di Australia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sempat melambungkan namanya kembali di 80-an malah dunia film. Film "Gejolak Kawula Muda" yang dibintangi Chicha dan Rico Tampatty, dengan latar belakang seputaran trend 'breakdance', cukup diminati banyak penonton muda. Chichanya sendiri nggak ikutan nge-breakdance, dia cuma pake atribut2 breakdance warna-warni menusuk mata itu dan nyanyi2. Disusul kemudian dengan film "Idola Remaja", masih barengan Rico Tampatty, dengan plot cerita yang tidak jauh berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu setelah dua film setengah musikal itu, Chicha pun kembali tenggelam hingga sekarang. Kabarnya sekarang dia jadi wiraswastawati, membuka usaha macem2. Dari florist hingga Spa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Helen, Sari, dan Bobby Ikut-ikutan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Chicha ikut-ikutan papanya, Helen judulnya lebih ngga mau kalah sama mbak Chichanya. "kalau mbak chicha bisa, kenapa Helen ngga?". Dan lahirlah album "Sepatu Kegedean" hasil karya Nomo Koeswoyo. Ada yang inget lagunya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diam-diam Sari Yok Koeswoyo yang saudara sepupunya Chicha dan Helen mau juga menyanyi dan tampil di TV seperti saudaranya. Eh, tapi jalanya ngga selicin Chicha dan Helen. Karena pada awalnya Yok Koeswoyo, sang papa melarang Sari ikutan terjun di dunia nyanyi menyanyi ini. "Ah tapi kalau nggak nekat bukan Sari namanya. Jadi setiap papa rekaman, Sari teruuuss aja ikut. Akhirnya papa ngga tega melihat minat saya yang kelewat menggebu-gebu itu, dan menyanyilah saya", cerita Sari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/helen.jpg" alt="Helen remaja"&gt; &lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/sari2.jpg" alt="Sari remaja"&gt;  &lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/bobby2.jpg" alt="Bobby remaja"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dengan Bobby Sandhora-Muchsin. Bobby awalnya ngiri lihat mama dan papanya yang Titiek Sandhora dan Muchsin Alatas itu tampil di TV. Lalu, Bobbypun ikutan nyanyi dan rekaman bareng ama mama-papanya. Suara Bobby yang imut-imut itu berhasil menggemaskan banyak orang untuk membeli kasetnya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: #A6702A;"&gt;&lt;br /&gt;Hujan lagi, hujan lagi hujan lagi. Turun airnya&lt;br /&gt;Hujan lagi, hujan lagi hujan lagi. Basah semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuh hujan lagi, mama repot uring-uringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan, semua orang suka hujan&lt;br /&gt;Hujan, asal jangan kebanyakan&lt;br /&gt;Hujan, kalo banjir kewalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habis buang sampah pada sembarangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAAAAAH .... BANJEEEEEERRRR!!! &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Masa Redup Penyanyi Cilik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu setelah Helen menyelesaikan 12 album rekaman, Sari juga kurang lebih sama dengan Helen dan Bobby 5 Album, mereka seolah-olah sepakat "hilang" dari dunia nyanyi. Sari sengaja berhenti menyanyi karena urusan dengan sekolahnya memang sedang menyita banyak waktu, demi mengejar cita-citanya sebagai Sarjana Hukum. Helen juga lebih konsentrasi ke sekolahnya. Sementara Bobby yang sebenarnya masih pengen nyanyi terpaksa berhenti karena suaranya mengalami perubahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata karir menyanyi mereka tidak berlanjut lagi untuk seterusnya. Entah kenapa, dunia lagu anak-anak tenggelam nggak mampu bersuara lagi di awal dan pertengahan dekade 80-an. Masih ada sih penyanyi cilik di 80-an macam Hana Pertiwi dan Sheren Regina Dau yang sempat mencoba mempromosikan album rekaman mereka. Tapi ya nggak ada yang sengetop penyanyi2 cilik angkatan sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya dunia lagu anak2 memang ada siklus pasang-surutnya ya? Seperti pertengahan 2000-an ini, yang sepi dari penyanyi dan lagu anak2. Setelah sebelumnya dibanjiri oleh Joshua, Maissy, Chikita, Kiky, Geofanny, Sherina dan teman-temannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan anak2 sekarang pun jadinya lebih hafal nyanyi lagu orang dewasa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr&gt;&lt;strong&gt;Ditulis ulang: &lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 125%"&gt;&lt;a href="http://yuanz77.blogspot.com" target="_blank"&gt;Yuanz&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, yang mbak bukan mas... ekekekekekek&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber:&lt;/strong&gt; Majalah Gadis 1985, Top di antara yang Pop; &lt;a href="http://groups.yahoo.com/group/lapanpuluhan/"&gt;Milis 80-an&lt;/a&gt;; dan sumber2 lain&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Diacak-acak: &lt;/strong&gt;&lt;a href="http://qyu.blogspot.com" target="_blank"&gt;Q&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-115759005610962913?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/115759005610962913/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=115759005610962913&amp;isPopup=true' title='48 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/115759005610962913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/115759005610962913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2006/09/chicha-helen-sari-dan-bobby.html' title='Chicha, Helen, Sari dan Bobby'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/th_chicha-helen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>48</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-115629301900993690</id><published>2006-08-23T07:27:00.000+07:00</published><updated>2006-08-23T07:37:23.343+07:00</updated><title type='text'>Kalo Anak 80-an Ngumpul</title><content type='html'>Pada suatu ketika di hari minggu yang cerah rada-rada mendung, saat masih terasa keriuhan perayaan ulang tahun kemerdekaan di seluruh penjuru Jakarta, di sebuah titik kecil di bagian selatan Jakarta terjadilah sebuah keriuhan lain. Sebuah peristiwa bersejarah yang akan dikenang, diagung-agungkan, dan bahkan dicatat dengan tinta emas di seantero alam semesta... errr.. ya.. paling nggak di blog ini lah... :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;div style="width: 400px;"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/200806-3.jpg"&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Dalam rangka mensukseskan Program Pelestarian Budaya 80-an marilah kita... MAKAN-MAKAN!! ;P&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Segerombolan orang dengan mengenakan kaos norak-najong-nista berwarna oranye yang gonjrang gonjreng senada dengan leot blog ini, berkumpul di satu tempat dengan kesamaain niat dan tujuan yang luhur. MAKAN-MAKAN!!... eh?.... hehehe... iya juga sih, tapi disamping itu masih ada tujuan berikutnya yang memang sangat mulia dan bermanfaat bagi kelangsungan dan kelestarian suatu budaya yang tinggal kenangan... budaya dari dekade 80-an ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah yang terjadi jika mereka ini berkumpul?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;div style="width: 400px;"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/200806-2.jpg"&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Biarpun berkostum norak 80-an yang penting MAKAN-MAKAN!!.. *nggak pada inget bentuk perut apa ya?* :D&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Ditinjau dari umur... - ugh, sensitip banget neh ;) - sebenernya mereka ini sudah seharusnya masuk dalam kategori kaum dewasa yang selayaknya telah bertransformasi menjadi orang-orang yang lebih bijaksana, tahu diri, ber'manner', dan lebih dewasa menghadapi segala sesuatu. Bukan begitu bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi kalau ditinjau dari segi fisik.... hihihi.. nggak jadi deh, yang ini jauh lebih sensitip :P Mestinya sih udah pada nyadar ya :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;div style="width: 400px;"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/200806-4.jpg"&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Mereka yang gagal dalam pemilihan Cover Girl dan Cover Boy, akhirnya harus rela jadi Sales Teh Botol =))&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Tapi semua segi itu terlupakan begitu saja, saat mereka berkumpul bersama-sama mengenang de'gut old deis. Tidak ada lagi 'manner' dan kedewasaan, karena mereka melebur dalam masa lalu seolah waktu telah berputar kembali ke jaman 80-an. Dengan ke-pede-an yang tinggi karena berada dalam gerombolan seide mereka kembali menjelma menjadi remaja di jaman 80-an yang bebas melakukan apa saja tanpa pikir panjang :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;div style="width: 400px;"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/200806-1.jpg"&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Nggak peduli ini udah tahun 2006, yang penting HIDUP 80-AN!&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Dan beginilah jadinya jika para kawula muda 80-an tersesat di masa yang salah :D ...Norak Cing!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terserah apalah kata orang lewat yang terheran-heran melihat kegilaan itu, yang penting: Menyenangkan sekaleee!! bisa menyalurkan kembali hasrat nista yang sekian lama dipendam sendirian :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpul-kumpul ini ditutup dengan pidato singkat penuh semangat:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Gue suka ama loe loe pade!!... Loe semua.. orangnya asik meeeeeen!!"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;*dengan gaya setengah mabok setelah menghabiskan bergelas-gelas.... green tea :D*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;div style="width: 440px;"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/200806-5.jpg"&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Semoga mereka segera kembali ke jalan yang benar ;)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Biar memble, asal kece... tentunya ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr&gt;Boeat yang pengen ikutan bernajong-ria dengan komunitas 80-an, silakan gabung dengan milis 80an &lt;a href="http://groups.yahoo.com/group/lapanpuluhan/" target="_blank"&gt;disini&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;Resiko kegilaan permanen silakan ditanggung sendiri yah :P&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-115629301900993690?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/115629301900993690/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=115629301900993690&amp;isPopup=true' title='45 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/115629301900993690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/115629301900993690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2006/08/kalo-anak-80-ngumpul.html' title='Kalo Anak 80-an Ngumpul'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/th_200806-3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>45</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-115546603098888436</id><published>2006-08-13T17:45:00.000+07:00</published><updated>2006-08-16T16:53:35.533+07:00</updated><title type='text'>17-an di 80-an</title><content type='html'>&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/bendera.jpg" align="left" hspace="5" alt="tujuhbelasan"&gt;Tujuhbelasan, adalah masa-masa dimana orang-orang bersemangat dan berkeringat. Itulah saat dimana, bendera merah putih di ambil dari lemari dan di pasang di depan rumah, gapura dibangun, jalanan dan lingkungan dirapihkan, sisi-sisi got di di cat dan diberi kapur, bendera-bendera kecil dibentangkan mengelilingi kampung, dan orang-orang kembali berlatih olahraga agar siap bertanding dengan RT lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang aku ingat saat masa itu di tahun 80an. Biasanya, di RT, yang sering dilakukan adalah dengan Kerja Bakti. kerja bakti yang biasanya diadakah seminggu sekali, suka ditambah pas hari Jumaat. Ada orang kelurahan yang datang dan menyiapkan truk sampah. Nah, pas hari Minggu, semua warga wajib datang, berkumpul di lapangan, atau langsung membersih kan kali di dekat rumah. Di dekat rumah ku itu ada kali yang sering banget kotor. Nah, kita akan mengangkut sampah yang ada disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak-bapak dan remaja putra, wajib datang. Kalau nga, nanti Pak RT yang akan datang treak-treak di depan rumah sambil bawa ember. Huhuhu, pas Minggu pagi aku kan lagi nonton Unyil (jam 9.00), masa udah disuruh bantuin buat ke kali bersihin sampah. Nah, bagi Ibu-ibu remaja putri, biasanya diminta untuk siapin makanan atau teh manis bagi yang selesai kerja bakti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja bakti, biasanya selesai pas jam 1 atau jam 2-an di Minggu yang terik. Ini bersamaan dengan film malaikat, begitu biasa aku sebut (Highway to Heaven) atau film drama Brazil lainnya. Tapi, warga nga boleh pulang. Biasanya abis gitu, disuruh bantuin untuk persiapan bikin gapura. Gapura, yang biasanya udah dirapatkan sebelumnya akan dibentuk di depan gang kita. Bahananya, bisa macam-macam. Papan triplek bekas pembatas kontrakan. Atau batang bambu yang disusun diiket pake sabut. Kayu kaso yang dipakein tali, terus ditaroin taneman. Macem-macem deh. Ada juga yang pake batako/batu bata yang disemen. Ini mah niat banget. Biasanya ini dilakukan kalau ada lomba menghias gapura. Toko-toko material akan menjadi korban todongan orang-orang pada masa ini. Alesannya, buat mengisi kemerdekaan. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk Gapura dan gambarnya yang aku inget di jaman itu biasanya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Gambar pejuang yang lagi tereak mulutnya terbuka, sambil bawa bambu runcing. Badannya nga pake baju dan suka dikasih baret-baret kayak bekas luka. Terus, nga lupa pake iket kepala. Lho, kok kayak rambo ya? nga tau tuh, mungkin terinspirasi kale. :) Secara rambo jaman itu masih ngetop banget. Yang herannya, mukenye juga dimirip-miripin sama Sly. Jangan kelewat, pakaiannya harus compang camping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Disamping gambar pejuang itu, biasanya ada gambar perawat yang pake topi suster. :) Tidak lupa, digambarkan dengan membawa tasnya. Nah, seringkali yang gambar itu nggak terlalu jago, jadinya gambar perawat itu jadi kayak laki juga. Huhuhu, apa nggak serem ya, pas lagi sakit abis kena pluru, eh ditolong sama suster yang kayak cowok. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Gambar prajurit ABRI. Atau tentara, atau polisi, atau pilot, atau sarjana, atau insinyur. Pokoknya gambar pekerjaan-pekerjaan deh. Nah, biasanya ini dilukis di sisi yang berbeda dengan gambar zaman perjuangan. kalau pejuang di kanan, profesi di kiri, biar seimbang. Ceritanya, supaya ada contoh keberhasilan perjuangan 45. Tidak lupa juga, di background ada gambar pesawat tempur, traktor, tiang pancang bangunan, dan gambar pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Gambar pahlawan. Nah, ini seringkali jadi bahan celaan. Seperti yang disebutkan sebelumnya, butuh keahlian dan kecermatan sang pelukis untuk bisa membuat gambar pahlawan mirip dengan aselinya. Sebab, kalau nga, bisa diledekin sama tetangga. Sering terdengar ucapan:, "ah..masa Diponegoro jidatnya jenong". "Huhuhu, masa Panglima Soedirman mukenye gitu, idungnya pesek". Atau, "Nga mirip, Pattimura kok bibirnya memble." Hehehe.. untungnya nggak dikasih ballon dialog, "Biar memble asal kece"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pigura/frame berisi gambar pahlawan. Daripada ngeributin gambar yang nggak mirip, bibir yang jeding atau kuping yang caplang, biasanya suka diambil alternatif untuk hanya memasang foto sang pahlawan dalam pigura. Foto bisa di dapat di Lapangan Urip Jatinegara, atau di toko prapatan, Mesteer Cornelis. Harganya 100 rupiah sahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bendera panjang, dengan slogan. Ini juga trik buat RT yang nggak punya orang jago gambar. Cukup lukiskan bendera merah putih, dengan tempelan burung garuda di tengah. Biasanya, dibawah garuda itu akan di tulis "HUT Kemerdekaan RI ke XXX (lho..emang BF..hehehe). Atau: "Dirgayahu RI Ke.. XX (Softcore...hehehe). Tidak lupa, ada semboyannya juga, biasanya akan diawali dengan: "Dengan Semangat...." atau "Kita Songsong...", plus jargon-jargon Repelita, Pembangunan, Tinggal Landas, Hankamnas, Wawasan Nasional, bla-bla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Foto Pak Harto dan ibu Tien. Aku nggak terlalu paham apa maksudnya ini? Supaya menang lomba gapura? Bisa jadi. Tapi sekali lagi ini dibutuhkan orang yang bisa melukis beneran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa yang lain, tapi aku lupa. Tapi kira-kira begitu deh, Selain itu, biasanya akan ditambahkan dengan pot-pot bunga dari tetangga yang dipinjem selama bulan Agustus. Tidak lupa, orang yang paling dekat dengan gapura itu, akan punya kewajiban buat nyiremin taneman setiap pagi dan sore. Biar keliatan fresh gitu lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, setiap RT juga wajib memejeng bendera merah putih kecil-kecil. Kalau dulu, benderanya satu doss itu 100 biji, harganya 250 perak. Bahannya kertas, belum banyak yang pake plastik. Ada dua versi, yang satu versi pabrik Leces, satu lagi...eerr..lupa. Pokoknya, kalau yang Leces lebih putih, sedangkan yang lain, agak item. Dulu, kertasnya masih tebal, gramaturnya bisa sampe 100 gr, terus turun jadi 80, sampe skr jadi 60 gram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bendera kertas itu, akan dipasang dengan cara di lem, pake lem sagu, dan dipancangkan dengan benang kasur. Ditempelin satu persatu gitu deh. Biasanya dipasang pas tanggal 10 Agustus ke atas, supaya nggak diambilin sama anak-anak. Waktu jaman interkom, bendera ini dipasang barengan dengan kabel interkom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, indahnya melihat bendera itu terpasang mengelilingi rumah dan kampung. Keinginan buat merobek harus ditahan sampe tanggal 17, sesudah itu, baru boleh deh diapain aja. Hehehe, sempat juga ada yang bikin jadi maenan kapal-kapalan atau pesawat terbang. Padahal kan nggak boleh ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, demikian kira-kira pengalaman menjelang Tujuhbelasan di rumahku. Nanti, di bagian kedua, akan ada cerita tentang perlombaan-perlombaan yang diadain masa itu. Biasa nya kan, ada lomba gaple, catur, bulutangkis, tenis meja, maraton, dll. Sedangkan di bagian ketiga, Kak Toni akan menulis tentang pawai dan panggung Tujuhbelasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merdeka!!!&lt;br /&gt;&lt;hr&gt;&lt;strong&gt;Pendongeng: &lt;span style="font-size: 125%"&gt;Kak Toni&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-115546603098888436?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/115546603098888436/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=115546603098888436&amp;isPopup=true' title='28 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/115546603098888436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/115546603098888436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2006/08/17-di-80.html' title='17-an di 80-an'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/th_bendera.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>28</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-115404758119723195</id><published>2006-07-28T07:43:00.002+07:00</published><updated>2009-06-05T14:53:36.618+07:00</updated><title type='text'>Escrava Isaura dan Little Missy</title><content type='html'>Itulah judul-judul telenovela pertama (benerin kalo aku salah :) ) yang diputer oleh televisi Indonesia. Waktu itu sih belum diperkenalkan istilah telenovela, bahkan istilah 'soap opera' pun belum banyak yang tahu. Jadi ya kita nganggapnya sebagai film seri seperti yang lain. Dan tentu saja kedua telenovela itu tayang di tvri pada dekade 80-an, sehingga patut untuk dibahas di blog tercinta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/santos.jpg" alt="Lucélia Santos" /&gt;  &lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/missy1.jpg" alt="Lucélia Santos" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terbayang pertama begitu mendengar atau membaca judul itu? Mestinya sih si  Lucélia Santos, yang menjadi Isaura dan Missy tokoh utama di kedua telenovela tersebut. Wajahnya yang lembut, manis, dan polos, sempat menjadi pusat perhatian pecinta serial ini di seluruh Indonesia. Meskipun sebenarnya sih, menurut aku, cantiknya tidak sesempurna pemeran telenovela pada dekade2 berikutnya, apalagi dibanding para kontestan miss-miss-an asal Amerika Latin lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/missy-payung.jpg" alt="Little Missy" align="left" hspace="5" /&gt;Di kedua serial itu Lucélia Santos identik dengan penampilannya yang selalu memakai gaun kurungan ayam :D Gaun panjang mengembang lebar yang penuh renda-renda. Di Little Missy masih ditambah lagi dengan membawa payung kecil yang juga penuh renda. Entah itu payung tahan air atau enggak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang selayaknya terjadi dalam opera sabun, kedua serial itu pun bercerita tentang penderitaan dan kesengsaraan seorang gadis dalam menjalani liku-liku cinta dan konflik rumit dalam keluarganya. Dan yang menjadi benang merah dari keduanya adalah berlatar belakang perjuangan melawan perbudakan di paruh kedua abad ke-19.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Escrava Isaura&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/isaura1.jpg" alt="Leôncio dan Isaura" /&gt;  &lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/isaura2.jpg" alt="Alvaro, Isaura dan Leôncio" /&gt;  &lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/isaura3.jpg" alt="Isaura dan Malvina" /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/isaura-alvaros.jpg" alt="Isaura dan Alvaros" hspace="5" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Little Missy&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/missy-rodolfo2.jpg" alt="Missy dan Rodolfo" /&gt;  &lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/missy-rodolfo.jpg" alt="Missy dan Rodolfo" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;strong&gt;Sulih Suara: &lt;/strong&gt;&lt;a href="http://qyu.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-size:125;"&gt;Q studio&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber:&lt;/strong&gt; &lt;a href="http://www.arquivoluceliasantos.com/" target="_blank"&gt;Arquivo Lucélia Santos&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.wikipedia.com/" target="_blank"&gt;Wikipedia&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penterjemah: &lt;/strong&gt;&lt;a href="http://translation.paralink.com/" target="_blank"&gt;Im Translator&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Tulisan lengkap dari artikel ini&lt;br /&gt;sekarang sudah diterbitkan dalam bentuk buku&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;berjudul "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gaul Jadul&lt;/span&gt;" oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Q Baihaqi&lt;/span&gt;,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;terbitan Gagas Media, Juni 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);" src="http://i285.photobucket.com/albums/ll45/qyu2/gauljaduls.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera aja dapatkan di toko buku langganan kalian yah cing... &lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-115404758119723195?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/115404758119723195/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=115404758119723195&amp;isPopup=true' title='59 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/115404758119723195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/115404758119723195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2006/07/escrava-isaura-dan-little-missy.html' title='Escrava Isaura dan Little Missy'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/th_santos.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>59</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-114719426491971411</id><published>2006-05-10T00:01:00.000+07:00</published><updated>2006-05-10T00:18:43.770+07:00</updated><title type='text'>Bus Kota Jakarta 80-an</title><content type='html'>Atas doa restu dan sedikit paksaan Master Q, pemilik pangkalan blog lapanpuluhan ini, akhirnya nulis lagi deh ... (&lt;em&gt;klarifikasi dari Q selaku redaktur:.. eh, ane gak pernah maksa ya, ente sendiri yang berisik di milis cerita2 soal bus kota jaman 80-an, lalu menawarkan diri buat bikin posting disini... ya secara menurutku cerita2 itu cukup lucu buat diangkat disini ya aku restuilah... meskipun rada2 'jakarta centris', tapi kayaknya menarik untuk dibahas... tariiiik!!.. &lt;/em&gt;)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="font-style: italic; text-align: center; color: #A6702A;"&gt;Bis Kota sudah, miring Ke Kiri&lt;br /&gt;oleh sesaknya penumpang&lt;br /&gt;Aku terjepit, di sela-sela&lt;br /&gt;Ketiak para penumpang&lt;br /&gt;Yang bergantungan ...&lt;br /&gt;(Bus Kota, dinyanyiin oleh Franky Sahilatua)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/kejarbiskota.jpg" &gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenernya, nulis ini awalnya terinspirasi dari game SimCity 4 Rush Hour, yang menuntut pemain mengatur manajemen transportasi kota - mengkombinasikan antara penggunaan transportasi bus - kereta api - monorel - subway - dll.  Mestinya Gubernur DKI Jakarta ataupun pejabat PEMDA DKI Jakarta seharusnya bermain game ini sebelum dilantik menjabat tugasnya .... &lt;em&gt;(red: Maen SimCity itu bisa jam-jaman selama berhari-hari... tolong dipertimbangkan lagi saran anda yang menyuruh para pejabat maen game ini, bisa2 kota ini terbengkalai gara2 pejabatnya sibuk maen game :D)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi terlepas dari segala kebijakan para pejabat dalam urusan transportasi Jakarta, bukan hal ini yang akan mau dibahas. Tetapi ini mau bahas soal bus kota di Jakarta di masa2 keemasan kita bersama, jaman 80-an. Bukan maksud tulisan ini khusus buat anak2 80-an yang gedhe di Jakarta doang ya... Yang tinggal di daerah lain juga boleh baca kok. Anggap aja sebagai 'studi banding' ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kenal bus kota di Jakarta dari jamannya pelajar bayarnya masih pake karcis (hebat gak? sekarang kemana ya sistem karcis ini?), terus bayar jigo (red: jigo gak pake 'ng'... artinya selawe repes.. eh maksudnya dua lima  ... eh bukan yang merek alat KB yah :D), naik jadi gocap (red: limapuluh perak), terus cepek (red: kondekturnya pak ogah... cepek dulu dong). Tarip cepek ini sempat bertahan lamaaaaaaa banget. Belakangan naik jadi gopek. Terus terang, meskipun dari-dulu-sampai-sekarang ini pelayanan bus kota itu sangat memprihatinkan, mulai dari bus yang reyot, asep yang ngebul sampai copetnya yang aujubileh ... suka-tidak-suka, ini merupakan salah satu moda transportasi masal yang dicela-tapi-dibutuhkan oleh warga Jakarta.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi teman2 tau gak, selain PPD yang merupakan Perusahaan Negara (kalo mau tau ceritanya, cari aja di Wikipedia), dan Mayasari Bakti yang sampe sekarang masih bertahan ... di tahun 80-an itu ada banyak perusahaan bus yang melayani berbagai trayek di Jakarta. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;MENGENAI PPD&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/ppd.jpg" align="left" hspace="5"&gt;Tau kepanjangannya PPD? ...Perusahaan Pengangkutan Djakarta... yup, masih pake edjaan 'DJ'. Kalo ikut EYD kan mestinya berubah jadi PPJ... Kebayang kan betapa udzurnya perusahaan yang satu ini? Entah bagaimana nama dengan ejaan purba itu kok bisa lolos dari para polisi EYD dan bertahan hingga lebih 30 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 1985, dengan semangat 'Bhinneka di-Tunggal Ika-kan', Menteri Perhubungan Kabinet Pembangunan IV, yakni Yang Terhormat Bapak Roesmin Noerjadin, mengeluarkan SK Menteri yang mengatur Perusahaan Otobis (sering disingkat "P.O.") di Jakarta.Surat Keputusan itu menetapkan perusahaan2 bis swasta yang melayani rute di dalam kota Jakarta dilebur menjadi satu di bawah naungan PPD (minus Mayasari Bakti... bandel juga ni anak :D) &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;PT Ajiwirya, PT Saudaranta: Unit I - pangkalannya di mana - lupa &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;PT Djakarta Transport, PT Arion: Unit III - pangkalannya di Klender jadi Depo F &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;PT Medal Sekarwangi: Unit V - pangkalannya di Cawang jadi Depo J&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;PT Merantama: Unit VIII - pangkalannya di Klender jadi Depo E&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;PT SMS: Unit A - pangkalannya di Kramat Jati / Pondok Gede jadi Depo H &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;PT Gamadi: Unit B - pangkalannya di Jelambar jadi Depo K &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;PT Pelita Mas Jaya: Unit C - pangkalannya di Halim jadi Depo G &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Note: untuk pangkalan-nya please CMIIW, karena lupa-lupa inget :)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BTW, PT. Saudaranta masih sempat melayani rute Tanah Abang - Bogor via Petamburan - Slipi - Mayestik - Kebayoran Lama - Ciputat - Parung, sedang PT. Medal Sekarwangi (apakah itu sama atau tidak dengan yang diakuisisi PPD, nggak jelas), rutenya Jakarta - Sumedang, PP. Gamadi sempat melayani rute 46 (cililitan - grogol, berubah menjadi kampung rambutan - grogol, sampe sekarang masih ada), 20 (blok m - grogol, berubah menjadi blok m - kalideres, pake bus tingkat cap Leyland, dan tiba2 rutenya hilang) ... selanjutnya lupa :)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;BIS yang Digunakan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PPD&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/dodge.jpg" align="left" hspace="5"&gt;Pada tahun 1974, sebagian besar bus kota di Jakarta diremajakan dengan penggunaan Dodge 600 dan Mercedes dengan karoseri Superior Coach (dulu pabriknya di Cawang, sebelahnya Parmadisiwi yang sekarang jadi kantor BNN). Selanjutnya di tahun 1980-an, sebagian armadanya diremajakan lagi dengan penggunaan Mercedes O306, dengan bangku konfigurasi 2-3 yang kalo kita naik dan gelantungan ... hebat kalo nyampe tiangnya . Di tahun 1985, armada PPD diremajakan lagi dengan pengunaan Mercedes O306, dengan bangku konfigurasi 2-2 yang memiliki pegangan tangan .... Selanjutnya, dalam perkembangannya, diremajakan lagi dengan penggunaan Mercedes O408 produksi Volgren yang lebih panjang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/bistingkat.jpg" align="left" hspace="5"&gt;PPD juga pernah memiliki armada Bus Tingkat ... dan bus yang dipergunakan adalah Leyland Atlantean dan Volvo Olympian. Entah karena kurang perawatan atau gimana,  Leyland Atlantean lebih sering terbakar dibandingkan Volvo Olympian. Umumnya sekarang bus tingkat ini sudah menjadi besi tua, dan beberapa unit dijadikan restoran (hebat gak?), di Kafe Tenda Semanggi (kalo gak salah namanya: Kafe Bis Tingkat).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mayasari Bakti&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan PPD, Mayasari Bakti dulunya menggunakan Dodge 600 dan Mercedes dengan karoseri Superior Coach, yang kemudian diremajakan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;NOMOR BIS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;sekedar clue ... dulu rute2 bus besar (PPD / Mayasari Bakti) itu bisa dikenali dengan nomornya ...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;nomor 1x dan 1xx (mis 10, 11, 101, 105) = startnya dari terminal Blok M&lt;br /&gt;nomor 2x dan 2xx (mis 20, 28, 203, 213) = startnya dari terminal Grogol / Kalideres&lt;br /&gt;nomor 3x dan 3xx (mis 30A, 32, 34, 300) = startnya dari terminal Rawamangun&lt;br /&gt;nomor 4x dan 4xx (mis 40, 41A, 406, 402) = startnya dari terminal Cililitan / Kampung Rambutan&lt;br /&gt;nomor 5x dan 5xx (mis 50, 51, 504, 507) = startnya dari terminal Pulo Gadung&lt;br /&gt;nomor 6x dan 6xx (mis. 60, 68, 602) = startnya dari terminal Tanjung Priok&lt;br /&gt;nomor 7x dan 7xx (mis. 70, 77, 78) = startnya dari terminal Kota&lt;br /&gt;nomor 8x dan 8xx (mis. 82, 802, 806) = startnya dari terminal Senen&lt;br /&gt;nomor 9x dan 9xx (mis. 92, 900, 906) = startnya dari terminal lainnya (Manggarai, Kampung Melayu, Depok, Tanah Abang, dll). &lt;br /&gt;nomor Px dan Pxx (mis. P (atau Patas) 2, P5) = Patas&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;sedang untuk Metro Mini, dibedakan dengan tulisan huruf di depan nomor, misalnya T = Timur, B = Barat, U = Utara, P = Pusat, S = Selatan).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;RUTE-RUTE TERKENAL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;rute2 yang terkenal dari PPD (beberapa diantaranya) yang sudah almarhum: &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/dodge600.jpg" align="left" hspace="5"&gt;&lt;strong&gt;PPD 40&lt;/strong&gt; rute Cililitan - Lapangan Banteng via Dewi Sartika - Otista - Salemba - Kramat, berubah menjadi Cililitan - Pasar  Baru, dan terakhir menjadi Kampung Rambutan - Pasar Baru. Rute ini terkenal banget, sampei di anak2 SMA 1 ada geng Boedoet 40 ... busnya mulai dari Dodge dengan moncong panjang yang dioperasikan oleh Pelita Mas Jaya warna hijau tua, terus diremajakan pake Mercedes OF 306. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PPD 14A&lt;/strong&gt; rute Blok M - Lapangan Banteng via Sisingamangaraja - Sudirman - Diponegoro - Kramat, berubah menjadi Blok M - Pasar Senen .... busnya menggunakan bis tingkat Leyland ... beberapa unit terbakar di jalan (bukan dibakar) karena maintenance yang buruk, jalannya lelet banget ... belakangan busnya berubah menjadi Mercedes ....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PPD 700&lt;/strong&gt; rute Cililitan - Kota via Manggarai - Menteng - Harmoni - Gajah Mada, berubah menjadi Kampung Rambutan- Kota. Bayangkan dengan Rp 100 perak (pelajar) atau Rp 250 perak (umum/dewasa) ... rute sejauh hampir 40 km ditempuh ... biasanya si supir kalo gak muter di tugu Pancoran, muternya di tugu Tani ... jauh + macet boookkk .... &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PPD 900&lt;/strong&gt; rute Depok - Senen via Raya Bogor - Bypass - Pramuka - Kramat  ... salah satu bus favorit mahasiswa yang menghubungkan kampus UI Salemba dengan kampus UI Depok ... alternatif angkutan ke Depok selain kereta api. Populer banget, kalo naek di sore hari, dijamin desek2an ....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mayasari Bakti 107&lt;/strong&gt; rute Blok M - Kampung Melayu via Mampang - Otista. Favorit ane dulu, dari jaman masih menggunakan bus Dodge, ganti dengan Mercedes (sampai sekarang)  ... sampai sekarang masih ada, meskipun bisa dihitung pakai jari armadanya ... terkenal kalo lewat Otista menjelang terminal Kampung Melayu, gak pernah pelaaan ...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mayasari Bakti 402&lt;/strong&gt; rute Cililitan - Kebayoran Lama via Mampang, Mayestik, Velbak ... satu2nya bus yang mendarat di Pasar Kebayoran Lama. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mayasari Bakti 905&lt;/strong&gt; rute Bekasi - Senen, kemudian diperpanjang jadi Bekasi - Kota via Mangga Dua, meskipun ujung2nya gak pernah lagi sampai terminal Kota, karena langsung muter di depan ITC Mangga Dua. Ini bus favorit waktu SMA kalo mau ke Mangga Dua ... &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;PATAS &lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada taon 1980-an muncul bis Patas yang merupakan akronim dari cePAT dan terbaTAS, dengan kursi berbantalan busa (kalo PPD / Mayasari Reguler, kursinya dari fiber yang kerasnya minta ampun), dengan kewajiban setiap penumpangnya harus dapat tempat duduk. Mula2 tarifnya Rp 550, terus berkembang ... berkembang ... sampe sekarang gak tau berapa tarifnya ...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam perkembangannya Patas ini berubah menjadi akronim tanPA baTAS, alias gak ada bedanya dengan bus reguler di mana penumpangnya dijejali sampai penuh dan jalannya pun lelet banget ... &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rute PATAS yang terkenal:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Patas 1&lt;/strong&gt; = Blok M - Kota via Sisingamangaraja - Sudirman - Thamrin - Harmoni - Gajah Mada. Rutenya sama persis dengan bus reguler PPD 70, cuma ini lebih kenceng aja ... Dalam perjalanannya, Patas 1 ini kemudian berubah bentuk menjadi Patas AC 01, dan kemudian hilang dan digantikan Busway Koridor 1&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Patas 2&lt;/strong&gt; = Cililitan - Kota via Dewi Sartika - Otista - Salemba - Kramat - Harmoni - Gajah Mada. kemudian sejak dibuka terminal Kampung Rambutan, rutenya jadi tambah panjang sekitar 10 km. Rutenya bersinggungan dengan bus reguler PPD 40. Belakangan rute bus ini (sempat) hilang, kemudian digantikan dengan bus Steady Safe, dengan Patas seratus-berapa dengan rute yang sama persis. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Patas 6&lt;/strong&gt; (Mayasari Bakti) = Cililitan - Grogol via Gatot Subroto - Slipi ... rutenya sama persis dengan PPD 46. Sampai sekarang masih ada. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Patas 7&lt;/strong&gt; (Mayasari Bakti) = Pulo Gadung - Grogol via Perintis Kemerdekaan - Cempaka Putih - Harmoni - Roxy, kemudian sejak terminal Kalideres dibuka ... muncul bus baru Patas 7A . Rutenya hampir sama persis dengan bus reguler PPD 504, perbedaannya PPD 504 itu lewat Tomang Raya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Patas 27&lt;/strong&gt; (Mayasari Bakti)= Blok m - Bekasi ... booming kota satelit, ternyata merambah juga ke trayek bus. Bus Patas ini merupakan patas rute jauh, yang selalu ada extra charge buat ongkos tol, hehehehe ... &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Terminal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terminal Lapangan Banteng&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sisi selatan yang berhadapan dengan Hotel Borobudur dijadikan terminal bus. Ditutup pada taon 1985, sekarang jadi bursa tanaman holtikultura ... Yang pasti, kalo mau tahu kenapa Patung Pembebasan Irian Barat itu warnanya hitam dan bentuknya seperti orang berteriak ... itu karena efek dari asep solar Lapangan Banteng ... hehehehe ....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terminal Blok M&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;terminal yang telah direnovasi dan menjadi proyek percontohan. Ada mal di bawah tanahnya, cuma dari pertama buka sampai sekarang saya gak pernah masuk ... Sempat menjadi terminal antar kota untuk rute selatan (Depok, Bogor via Parung) di tahun 80-an, sebelum akhirnya terminal untuk bus antar kota direlokasi ke Lebak Bulus, tetanggaan dengan stadion Lebak Bulus. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terminal Grogol / Kalideres&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu pembangunan jalan layang Grogol, terminal ini termasuk yang sempat ditutup dan direlokasi ke Kalideres, yang berjarak kurang lebih sekitar 20 km ke arah Barat. Di tahun 80-an, terminal ini menjadi terminal antar kota untuk bus-bus jurusan Tangerang - Merak bahkan sampai ke Sumatera. Belakangan terminal ini dibuka kembali, tetapi sebagai terminal transit saja. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terminal Rawamangun&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cuma 1x - 2x mampir, jadi susah untuk diceritakan. Tetapi belakangan terminal ini dijadikan terminal untuk bus-bus antar kota rute Lintas Sumatera.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terminal Cililitan / Kampung Rambutan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sudah direlokasi ke Kampung Rambutan, dan sekarang udah menjadi PGC (Pasar Grosir Cililitan). Dulunya terminal ini merupakan terminal yang melayani rute dalam kota maupun luar kota, khususnya ke jalur selatan (Bandung, Sumedang, Bogor via Jagorawi, Sukabumi, Purwokerto, dll.)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terminal Pulo Gadung&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rencananya akan direlokasi ke Pulo Gebang, BTW terminal ini termasuk salah satu terminal tertua di Jakarta. Melayani rute dalam kota maupun luar kota, khususnya rute Pantura. Termasuk rawan, karena kasus pembiusan sering terjadi di tempat ini. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terminal Tanjung Priok &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;SA-DI-BA ... salah dikit bacok. Terminal paling rawan ya di sini ... sampai sekarang. Entah karena memang dekat dengan pelabuhan sehingga mengakibatkan penghuni-nya jadi cepat panasan ... entah :) Tapi kalo mau naik kapal laut, naik bis sampai terminal ini, selanjutnya tinggal naik ojek pelabuhan, cepat - murah (tapi soal keamanan, tidak janji lho!)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terminal Kota&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terminal kota yang asli adanya di kawasan kota tua, di Jalan Kali Besar Barat. Masih digunakan untuk terminal angkot (mikrolet, APB, KWK). Sedang terminal yang baru adalah terminal busway yang terletak di depan stasiun Kota. sekarang lagi dibangun terowongan, sehingga lebih terintegrasi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terminal Pasar Senen&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;hmmm ... ini adalah salah satu terminal utama di pusat kota Jakarta. Terintegrasi dengan Pasar Inpres Senen dan belakangan dengan Atrium Senen, konon merupakan terminal yang paling banyak copetnya ... yang tidak pernah terlupakan dari Terminal ini adalah bursa majalah / koran / buku bekas yang ada sampai sekarang ....  dan kalo kita masuk ke dalam kawasan bursa itu, hmmm ... pasti ditawari buku macam2 mulai dari yang halal hingga yang haram ... (termasuk stensilan)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terminal Kampung Melayu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;hmmm ... nantinya di sini akan dibangun menjadi terminal untuk Monorel Jalur Biru ... tapi entah kapan. Terletak di kolong jembatan layang Kampung Melayu, lapo tuak-nya yang terletak di terminal ini lumayan cukup enak (he he he :))&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terminal Tanah Abang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;salah satu terminal termacet di Jakarta, belakangan terminalnya dihapuskan dan dijadikan pasar. Harusnya terminal ini terintegrasi dengan Pasar Tanah Abang dan Stasiun KA Tanah Abang .... tapi entah bagaimana, koq malah jadi tambah macet yaaaaa .... &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terminal Manggarai&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;terletak di depan Pasaraya Manggarai, terminal ini masih digunakan .... cukup crowded dan macet. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;hr&gt;&lt;strong&gt;Oleh: &lt;a href="http://jhariman.blogs.friendster.com/my_online_blog/" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-size: 125%"&gt;JAMES&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;, bukan bekas temer atau bekas kenek ppd ... (red: tapi supir.. :D)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-114719426491971411?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/114719426491971411/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=114719426491971411&amp;isPopup=true' title='57 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/114719426491971411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/114719426491971411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2006/05/bus-kota-jakarta-80.html' title='Bus Kota Jakarta 80-an'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/th_kejarbiskota.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>57</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-114659298498980401</id><published>2006-05-02T22:57:00.002+07:00</published><updated>2009-06-05T14:53:53.620+07:00</updated><title type='text'>Wajib Belajar</title><content type='html'>&lt;center&gt;"Mars Wajib Belajar" &lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-style: italic; text-align: center; color: #A6702A;"&gt;1.&lt;br /&gt;Mari kita laksanakan wajib belajar&lt;br /&gt;Putra-putri tunas bangsa harapan negara&lt;br /&gt;Wajib belajar cerdaskan kehidupan bangsa&lt;br /&gt;Tuk menuju masyarakat adil sejahtera&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Gunakan waktumu isilah hidupmu&lt;br /&gt;Tekunlah belajar giatlah bekerjaaa....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berantas kebodohan perangi kemiskinan&lt;br /&gt;Habis gelap terbit terang hari depan cerlang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;Ayo kita giatkan wajib belajar&lt;br /&gt;Jangan putus tengah jalan marilah tamatkan&lt;br /&gt;Tanam ilmu sekarang petik hari depan&lt;br /&gt;Cerdas terampil berwibawa penuh daya cipta&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Gunakan waktumu isilah hidupmu&lt;br /&gt;Tekunlah belajar giatlah bekerjaa....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jadikan tunas bangsa inti pembangunan&lt;br /&gt;Adil makmur sejahtera merata bahagiaaa..... &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/tutwuri.jpg" alt="Tut Wuri Handayani" align="left" hspace="5"&gt;Lagu di atas diciptakan dalam rangka pencanangan program Wajib Belajar bagi anak berusia 7 sampai 12 tahun oleh Presiden Soeharto pada tanggal 2 Mei 1984. Jadi setiap anak usia Sekolah Dasar, yaitu usia 7 sampai 12 tahun, hukumnya wajib bersekolah, tidak boleh tidak. Walaupun tidak diikuti kebijakaan pembebasan biaya pendidikan bagi yang kurang mampu, pokoknya wajib sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk mensukseskan program itu, semua anak sekolah harus hafal dan bisa menyanyikan lagu "Mars Wajib Belajar". Lho? emang dengan hafal lagu ini terus programnya bisa sukses gitu?... Ya, paling enggak kan, dengan didengung-dengungkan kapan saja dimana saja maka semua orang akan '&lt;em&gt;aware&lt;/em&gt;' tentang program ini.... Lalu, setelah '&lt;em&gt;aware&lt;/em&gt;'? ... Ya, moga-moga sih dilanjutkan dengan berbuat sesuatu. Meskipun, nggak janji juga ... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr&gt;&lt;strong&gt;Dirigen&lt;/strong&gt;: &lt;a href="http://qyu.blogspot.com"&gt;Q&lt;/a&gt;urikulum bingung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Tulisan lengkap dari artikel ini&lt;br /&gt;sekarang sudah diterbitkan dalam bentuk buku&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;berjudul "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gaul Jadul&lt;/span&gt;" oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Q Baihaqi&lt;/span&gt;,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;terbitan Gagas Media, Juni 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);" src="http://i285.photobucket.com/albums/ll45/qyu2/gauljaduls.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera aja dapatkan di toko buku langganan kalian yah cing... &lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-114659298498980401?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/114659298498980401/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=114659298498980401&amp;isPopup=true' title='43 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/114659298498980401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/114659298498980401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2006/05/wajib-belajar.html' title='Wajib Belajar'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/th_tutwuri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>43</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-114583806862260071</id><published>2006-04-24T07:10:00.000+07:00</published><updated>2006-04-24T07:21:08.656+07:00</updated><title type='text'>Film Bintang Kedjora</title><content type='html'>Insomania itu datang lagi. Tapi yang ini memang salahku sendiri (dan sedikit pengaruh obat yang diminum). Habis maghrib rasanya ngantuk banget, dan tidur lumayan pulas. Sambil selimutan. Dan bangun lumayan cepat. Hanya satu jam. Terhuyung diri ini menyangka bahwa malam beranjak tua, sementara aku belum isya. Tapi begitu lihat jam di dinding...waaaaaa... kok baru jam 8 kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang gak baik tidur sore-sore. Ga banyak yang dilakukan. Kecuali berusaha untuk mengais mimpi menjemput hari. Tapia apa daya mata ini susah diajak tibra. Solusi baca sambil tiduran tidak lagi mempan. Hemmmm just crossed in my mind... what if I turn the tv on. And swich the channel to one specific tv broadcast which often aire Indonesian Movie on midnite?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa lagi kalau bukan LATIVI. Layar Tancepnya yang berisikan film-film dodol 90-an sudah masuk fase re-run berkali-kali. Tapi mana tahu keberuntungan menjemput seperti ketika tanpa sengaja aku melihat film GAIRAH PERTAMA Enni Beatrice yang sangat 80-an itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Lativi memberikan keberuntungan itu. TV menyala dan memperlihatkan wajah Rudy Salam yang masiiih mudaaaa dan ganteng..... lalu ada wajah tante-tante udud, yup itu RUTH PELUPESSY yang pada tahun 70-an sebagai Cori deBusse pernah mati karena kolera dalam film SALAH ASOEHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemm paduan Rudy dan Tante Ruth itu serasa hapal di kepala. Dan ternyata ada satu perempuan lagi yang terikat, dan jadi tokoh utama, dan kemudian diperkokos sama Om Rudy, dan para begundalnya, dan kemudian perempuan itu hamil  padahal suaminya lagi pergi berbulan-bulan dines apa gitu di luar negeri, bikin perempuan itu cemas takut dan akhirnya memilih mati meski sama emban Marlia Hardi sudah dibujuk bahwa Barry Prima yang suaminya itu pasti akan mengerti. (Pssst, Marlia HArdi yang begitu bijak dalam setiap perannya ternyata meninggal menggantung diri karena terlibat masalah arisan call )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wait..wait.. Barry Prima? Tak salah lagi perempuan mati itu pasti berikutnya akan menjadi... apalagi kalau bukan SUNDEL BOLONG. Hehehe nice job SUZANNA.&lt;br /&gt;Dan seperti biasa dalam setiap film horrornya akan selalu ada duo dinamik Dorman Borisman dan Haji Bokir. Kali ini kedua orang kocak ini menjadi TUKANG BECAK.&lt;br /&gt;Deuhh.. Dorman Borisman sekih banget kostumnya. Kaos ketat dan hot pant minim dengan sepatu kets dan kaos kaki panjang. Mirip kostum Sarah Azahari ... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke .. ternyata saya sudah liat film itu berpuluh-puluh kali (hiperbolis). So dengan merasa tidak bersalah, saya pencet-pencet remote, mencoba mencari tontonan yang lebih refreshing daripada sekedar sundel bolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm, sebagian stasiun sudah tutup, sebagian lagi main bola (huekkk), sebagian lagi film barat kelas U (alias udik), dan TV7 akhirnya menjadi tempat persinggahan terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yo Oloh, dalam waktu bersamaan diputer 2 film 80-an. Sudah jelas aku memilih yang  TV7 sebab termasuk jarang-jarang diputer di TV, dan secara masih keitung aktuil bila dihubungkan dengan blog 80an yang kondang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/asrulsani.jpg" alt="Asrul Sani" align="left"&gt;Film yang aku lihat ini, masih satu rumah produksi sama film Kejarlah Daku Kau Kutangkap, punyaan Budiati Abiyoga yaitu PT Prasidi Teta Film. Skenarionya sama-sama bikinan Asrul Sani. Dan salah satu pemerannya ada bang Markum itu yang lagi diperbincangkan di blog. Ikranegara !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BINTANG KEJORA, kalau tidak salah film komedi sitcom berikutnya setelah KDKJ yang pernah saya tonton. Beda sama KDKJ yang ngepop, BK lebih sedikit bikin kening berkerut. Keningku terutama. Dulu masih ga paham dan ga ngerti, apa maksud film ini meski tetep saja merasa terhibur dengan komedinya. Lalu aku pun dibingungkan juga oleh setting waktu dan lokasi yang keliatannya entah berantah itu. &lt;br /&gt;Kebingungan yang sama juga saya alami setelah nonton Banyu Biru bersama Mas Sigit setahun yang lalu. Tapi yang ini sih kayak finding neverland, tapi ga ktemu-ktemu. Coz ga ktemu lucunya dan sempet-sempetnya ketiduran di dalam bioskop pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke soal BINTANG KEDJORA...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/rinisbono.jpg" alt="Rini S. Bono" align="left"&gt;Film ini berkisah tentang keluarga PaK Rusdi (drs. Poernomo, aka Mang Udel, aka Pak Broto dalam Losmen), dan ketiga anaknya Dahlia (Rini S. Bonbon, eh Bono), Subrat (Ikranegara) dan Sopan (Roni M. Toha) di sebuah desa yang keliatannya sih di Jawa (keliatan dari bentuk rumahnya) ketika musim kemarau membuat keluarga itu mudah uring-uringan dan gampang jadi pemarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter lainnya adalah seorang encim Neti Herawati (ini nama pemerannya) dengan cucu perempuannya yang masih cilik, (Sui Ha) dan seorang engkong Paul Poli’I (ini juga nama aslinya) beranak Ling Ling yang ditaksir sama si Sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Rusdi was-was karena Dahlia belum juga dapat jodoh. Ga ada lelaki yang mau sama dia karena penampilan dan sikap dia yang cenderung kasar dan kayak lelaki. Tapi Subrat seneng-seneng saja kakaknya ga dandan kayak si LingLing, sebab berarti ga ada pengeluaran buat bedak atau gincu. Sementara Sopan sama was-wasnya dengan pak Rusdi tapi buat alasan yang beda. Dia kebelet kawin sama Ling Ling tapi bapaknya ga ngijinin sebelum kak Dahlia bersuami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan dan dialognya asik, seru dan tanpa slapstick.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/amiprijono.jpg" alt="Ami Prijono" align="left"&gt;Tanpa sepengetahuan Dahlia, Pak Rusdi menyuruh anak-anaknya mengundang Mas Kendro (Ami Priyono), duda setengah baya yang penyuluh pertanian (cie.. penyuluhan ni yee.. serasa banget 80-annya!). Hihihi, dialog waktu membicarakannya lucu. Pak Rusdi menyuruh mengundang makan, tapi kalau ngundang makan, berarti makanannya harus istimewa. Ini yang ditentang Sobrat yang sangat strict dengan pengeluarannya. Akhirnya jalan tengah dari Sobrat adalah, mengundang mas Kendro ke rumah untuk bicara-bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara mengundang den Kendro ternyata gak sukses. Si Mas Penyuluh itu sadar dia mau diumpankan sama perawan tua yang gak laku. Dia tolak mentah-mentah malahan sempet rada berantem sama Sopan yang merasa si Mas kendro berlaku tidak sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahlia yang tahu bahwa dirinya mau dijodohin marah dan tersinggung.  Bukan karena Mas Kendro duda, atau setengan baya. Tapi dia bilang pembantu2nya saja pada ga betah karena suka dicuekin. Ga pernah disuruh ini itu, ga pernah ditanya ini itu, pokoknya ga ada komunikasi. Pak Penyuluh sukanya ngobrol sama tanaman doang. Jadi kebayang dong terhinanya. Apalagi setelah tahu si Sopan matanya rada2 biru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat rame-rame inilah muncul tokoh karakter yang menjadi judul film ini, Bintang Kejora.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bintang Kejora ternyata pedagang keliling yang spesialis menjual hujan (nah lho). Promosinya, dia bisa menurunkan hujan dalam seminggu. Di tengah hiruk pikuk keluarga yang berantem itu dia muncul dengan kepribadian yang menarik, dan kemampuan menjualnya yang luar biasa. Sobrat yang tahu bahwa orang itu pun tak lebih sekedar penipu dibuat tak berdaya karena pak Rusdi ternyata memutuskan untuk meneken perjanjian sama si Bintang untuk menurunkan hujan. Nilainya untuk masa itu, di kampong pula lumayan besar. 50 rebu perak, (sedangkan harga karcis bioskop masih 250 perak dan sebotol sirup 150 perak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi kontrak:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;DP Rp. 25 ribu , sisanya dibayarkan seminggu pada saat hujan turun&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Anak-anak pak Rusdi harus turut aktif dan melakukan kewajiban-kewajiban sbb:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dahlia harus menanam bunga di dalam rumah&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Sobrat membikin garis putih lurus sepanjang 200 m di halaman dan harus membuat sapi kesayangannya berjalan mundur&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Sopan harus membunyikan gendang, sebagai bagian dari ritual minta hujan&lt;br /&gt;Sementara pak Rusdi dan si Bintang malah bersantai-santai sambil ngupi-ngupi dan main catur Jawa.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu aku merasa tokoh si Bintang itu kurang ajar banget. Datang tak diundang, ehh malah memporakporandakan tatanan yang sudah ada. Sementara Pak Rusdi juga bego saja mau dikadalin sama Bintang, dan berseberangan dengan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan barulah ketahuan bahwa begitu cara pak Rusdi meningkatkan kualiteit keluarganya. Dia sebenarnya tahu si BIntang itu ga bisa nurunin hujan, tapi keberadaan bintang dengan syarat-syarat konyolnya itu dilihatnya sebagai cara untuk mengganti pertengkaran dan menggantinya dengan senyuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup, Bintang membuat rumah itu ceriah, dengan musik, lagu dan bunga-bunga. Prasyarat yang dia bin buat anak-anak pak Rusdi adalah symbol. Sobrat dibuatnya mau berdendang, dengan hati riang, karena konon sapi mau ditarik buntunya biar jalan mundur kalau dinyanyiin dulu. Terus si Sopan, membunyikan gendangnya dengan hati senang dan irama dangdud, tidak lagi dengan perasaan seperti sebuah kewajiban. Sementara Dahlia? Dia menjadi bunga rumah itu, dengan tumbuhnya self-esteem bahwa dirinya cantik seperti yang dibilang si Kejora.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harusnya film itu selesai disini. Tapi Asrul Sani punya ending yang yahud...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobrat tambah gondok, karena pengeluaran lipat banyak. Dahlia jadi doyan dandan, dan minta anggaran kebutuhannya ditambah satu untuk perawatan salon. Hari itu juga dia cabut ke kota mau dandan habis-habisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobrat pun berencana mengadukan Bintang ke pak lurah dengan tuduhan tidak punya ijin usaha. Juga mengadukan ke polisi dengan dakwaan wan prestasi kalau hujan yang dijanjikan seminggu itu tidak turun, Dia pun kembali menghubungi Mas Kendro agar mau datang ke rumah berkenalan dengan kakaknya. Sambutan Mas Kendro berubah drastis.  Sobrat ga tahu bahwa sebelum dia datang, Mas Kendro melihat Dahlia yang baru turun dari bis keliatan ayu tenan setelah dangdan habis-habisan di salon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bintang bukannya ga tahu dia bakal diserang Sobrat. Sebelum hari Sabtu dia sudah menghubungi pak Lurah yang berseragam putih dengan epolet birokrat, dan minta surat ijin usaha dari beliau. Pak Lurah keberatan, karena belum ada peraturan yang dibikin buat penjual hujan. Paniklah doi. Dan dia pun kabur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Sabtu adalah puncak menuju ending film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkong bapaknya LingLing datang dan marah-marah nuduh Sopan bikin anaknya kabur ke Jakarta pengen jadi artis. Neneknya Sui Ha membela dan mereka berantem pake bahasa Cina. Pak Rusdi yang ngedengerin santai saja ngomentarin agar mereka kawin. Sobrat kemudian datang dan nyari-nyari surat perjanjian yang mau digunakan buat menuntut BIntang ke polisi. Ternyata pak Rusdi sudahmerobek-robek  surat perjanjian itu. Sobrat ngedumel dan bilang dia rugi 25 rebu buat DP. Tapi Dahlia yang sekarang cantik terus dan ga jutek lagi mengganti duit yang 25 rebu itu dan langsung dimasukin ke kantong baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi seru-serunya ngumpul itulah.... Hujan turuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuun.....!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua senang, semua riang. Si engkong dan encim yang suka berantem itu menari-menari di bawah hujan. Dan kayaknya jadi deh bakal kawin. Bintang kemudian muncul juga dengan motor gedenya, dan berteriak..." Dahliaaaaa......" yang disambut dengan Dahlia yang berlari menerobos hujan dan langsung menclok di belakang. Motor pun melaju di tengah hujan sambil diiringi anak-anak yang berlari dan berteriak-teriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, harusnya di sini tamat... tapi ternyata belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Kendro yang diundang datang, muncul gagah dengan baju penganten tradisional lengkap dengan blangkon sambil membawa pot tanaman yang gede. Basah kuyup dia waktu bertanya", Ini ditaroh dimana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Sopan yang masih musuhan ketawa ngakak," Sudah telat.. rasain!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggallah Mas Kendro berdiri terpaku di tengah hujan masih memegang pot. Sesaat kemudian muncul tulisan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SEKIAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini meski dah 20 tahun tapi isinya masih relevan. Salah satunya adalah waktu adegan Sopan dan Sobrat membicarakan Dahlia. Sopan bilang pingin Dahlia cepet dapat suami, karena si LingLing bilang kalau kelamaan ga dilamar juga, dia mau cabut ke Jakarta jadi bintang film. Dan dia ga janji bakal terus setia. Komentar Sobrat,&lt;br /&gt;" Mana ada bintang film yang setia...." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heheheh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Where Are They == cast of characterz"&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;El Manik : masih tetep wara wiri di sinetron&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Rini S. Bonbon, eh Bono : putri aktor almarhum S. Bono dan adek aktres Debby Chintya Dewi ini ga pernah muncul lagi semenjak jadi nyonya Ricardo Gelael. Dan Ahmad Albar pun tetep menduda. Darah aktingnya nurun sama Fachri, anaknya.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Ikranegara: di DC. Istrinya kan emang bule,&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Mang Udel : sudah almarhum&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Netty Herawati : sudah almarhum juga dari tahun 80an. Sering berpasangan suami istri dengan suamni benerannya (H. Darussalam). Pak Haji itu juga sudah meninggal dan pernah dapet piala Citra aktor pembantu dalam film Kodrat, arahan Slamet Rahardjo. Psstt.. film Kodrat ga kongruen sama sinetronnya. So jangan dibandingkan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Ami Priyono : aktor yang sutradara juga. Sudah meninggal. Kalau di sinetron dia jadi babenya si Sarah dalam si Doel Anak Sekolahan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Paul Poli’i : aselinya pelawak Srimulat. Sudah meninggal juga. Ciri khasnya adalah bila menyebutkan namanya... phooooll.., desahan bercampur abab. Reaksi lawan main, pasti menutup hidung atau muka karena ada muncratan&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Roni M. Thoha : kalau ga salah dulunya Teater Koma juga. Tapi dia lebih terkenal jadi ikon buat Matahari Department Store, sebagai Jhon Banting,. Lalu semenjak krismon, dia berubah jadi ikon sabun deterjen DAIA. Dandanannya sih tetep mirip. Badut2an dengan warna2 meriah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Produser : &lt;a href="http://riadi.blogdrive.com" target="_blank"&gt;Riadi&lt;/a&gt; &lt;s&gt;Abiyoga&lt;/s&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-114583806862260071?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/114583806862260071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=114583806862260071&amp;isPopup=true' title='22 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/114583806862260071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/114583806862260071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2006/04/film-bintang-kedjora.html' title='Film Bintang Kedjora'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/th_asrulsani.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-114429963304126048</id><published>2006-04-06T11:50:00.000+07:00</published><updated>2006-04-06T12:29:08.536+07:00</updated><title type='text'>Boil Jaman 80-an</title><content type='html'>Sekarang mari kita rada-rada sok borjuis ngintip salah satu bagian dari kehidupan para orkay (orang kaya) di jaman 80-an. Ngebahas segala jenis boil (boil itu basa gaulnya mobil cing, masak gak tau seh?) di jaman 80-an. Jaman kemacetan nggak separah sekarang meskipun belon ada jalan tol dalam kota. Kemana-mana lancar was-wes aja. Belon ada gerombolan 'Kapak Merah' yang sekarang ini selalu bikin ketar-ketir kalo kelamaan di lampu merah. Pulang malam, bahkan pulang pagi bisa dilakoni dengan tenang dan selamat sampai di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenernya sih, jujur aje di taon 80'an, hari-harinya ane lebih banyak naek PPD 40, PPD 406 atau Mikrolet M-01 ... tapi kadang2 memang suka nebeng sama temen, atau setiap 6 bulan sekali ngumpul sama sepupu2 ane yang memang rada 'gaul' pada jamannya ... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, sekarang kita bahas atu-atu Bo'il2 yang ngetrend dan keren di jaman 80-an :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;MOBIL SEDAN JEPANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://www.dragtimes.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/charade.jpg" alt="Daihatsu Charade"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.honda.co.jp" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/wonder.jpg" alt="Honda Civic Wonder"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.arijanina.net" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/corolla.jpg" alt="Toyota Corolla DX"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.digitalpalengke.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/lancer.jpg" alt="Mitsubishi Lancer SL"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DAIHATSU Charade Turbo (1985)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan body kotak, mesin 3 silinder 1000cc dilengkapi dengan TURBO, ini mobil termasuk mobil 'gaul' dari kawula muda 80-an. Bahkan sampe sekarang turbo dan kotak turbo-nya, masih dipakai sama tuner2 untuk dipasang di mobil2 yang dipakai balap liar atau dimodifikasi ....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;HONDA Civic Wonder (1985-1987)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan bentuknya yang kotak, mobil ini biasa disebut Wonder 'Setrika' dan merupakan mobil 'gaul' pada jamannya. Pemunculan dengan desain yang berubah cukup ekstrim dibandingkan model sebelumnya (tadinya 4 pintu, menjadi 2 pintu). Pada tahun 1986, muncul versi Saloon (sedan) 4 pintu. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dibilang Civic generasi III, dan merupakan generasi Civic yang pertama yang menggunakan sistem penggerak roda depan (FWD). Terus terang aja, sekarang ini nyari spare-part lampu belakang Civic Wonder Setrika susah banget, karena sudah tidak diproduksi lagi ... &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TOYOTA Corolla DX (1980-1983)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada jamannya mobil yang berbentuk kotak ini biasa dipakai untuk rally. Berpenggerak roda belakang, kendaraan dengan kode KF-70 ini bermesin 3K (1300cc). Muncul awal dengan lampu bulat dobel (1980), dengan desain kaku yang berubah total dari desain sebelumnya, selanjutnya muncul dengan lampu kotak (1981) dan terakhir dengan lampu kotak yang lebih besar ... &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MITSUBISHI Lancer SL (1982-1984)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sama juga, mobil berbentuk kotak ini terkenal di kalangan anak2 gaul tukang ngebut ... tau gak ini mobil onderdil mesinnya bisa tuker2an sama L-300? :)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;MOBIL SEDAN EROPAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://www.autoasz.hu" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/boxer.jpg" alt="Mercedes W 124 Boxer"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.bmwheritage.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/bmw.jpg" alt="BMW 318"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://memimage.cardomain.net/member_images/9/web/681000-681999/681757_2.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/statesman.jpg" alt="Honda Statesman"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo mobil Eropah bukannya buat gaul, tapi identik dengan mobil babeh2. Jadi enggan untuk dipakai sama anak muda buat ngeceng ... tapi kalo untuk kalangan borju, mobil yang biasa dipake untuk ngeceng ya &lt;strong&gt;Mercy seri W-124 (Boxer)&lt;/strong&gt; atau &lt;strong&gt;BMW 318&lt;/strong&gt; (model e-30) ... minimal, kalo dateng ngejemput calon pacar atau pacar udah bikin good impression dulu buat calon mertua, hehehehe =)) &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kalo &lt;strong&gt;Holden (statesman)&lt;/strong&gt; ... dipake buat taksi Jakarta - Bandung, pp ... berhubung ini mobil termasuk ukuran gambot dan pake mesin minimal 3800 cc ... sekali ngisi bensin, itu bisa 70 liter sendiri ... &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;KATEGORI JIP&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://www.off-road.com/4x4web" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/cj7.jpg" alt="CJ-7"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.bentleypublishers.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/landcruiser.jpg" alt=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.madle.org" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/taft.jpg" alt="Daihatsu Taft"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.skopelos.net/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/jimny.jpg" alt="Suzuki Jimny"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CJ-7 (1980-1985)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman taon 80-an, biasanya atap hardtop-nya dilepas (lihat dan tonton film Catatan si Boy, temennya si Boy (aduh lupa), yang diperankan oleh Agil Syahriar selalu naik mobil ini). Mesinnya yang 4000cc 6 cyl in-line, merupakan salah satu mesin penenggak bensin yang kuat ... taon 1983, ada keluar versi Dieselnya yang menggunakan mesin Isuzu. Biasa di kap mesinnya dipasangi stiker "LAREDO" atau "RENEGADE", tapi kemaren lewat di Fatmawati sebelah D'Best, lho koq tulisannya "GUSDUR" ...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Toyota Land Cruiser FJ/BJ-40 (1980-1982)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;biasa disebut "Toyota Hardtop", mobil yang identik dengan mobil proyek, mobil dem2an TNI, atau mobil pejabat ini merupakan mobil yang cukup tangguh, dan dikenal tidak bisa lari kencang (karena setirnya dibilang 'semi', atau goyang pas lari kencang). Tapi pake mobil ini, bangga bo' .... meskipun akhirnya, kalo mau ngisi bensin, mesti patungan sama temen2 ... karena sama seperti CJ-7, kendaraan ini merupakan peminum bensin nomor wahid ... &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Daihastu Taft 'kebo' (1980-1984)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan maskot gambar 'kebo', jip berbentuk kotak ini juga bisa disebut 'Taft Roti'. Cukup irit dan cukup tangguh ... warna yang tersedia waktu itu cuma biru, coklat, marun dan ijo tentara ... jarang liat warna2 lain ...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Suzuki Jimny&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Tipe 'jangkrik' (1980), Super Jimny (1982-1985), dan Suzuki Katana (1987-sekarang)&lt;br /&gt;Ini mobil gile juga ... bayangin aja, dari taon 1982 platformnya dipake sampe sekarang ... dengan bodi yang kecil dan 4x4, ini mobil sampe sekarang masih tetap dicari, apalagi yang versi 4x4-nya ... &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Memang jip itu identik dengan 'anak kolong' atau 'cross boy', yang konon (jangan dibalik), bisa menunjukkan kejantanan pemiliknya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;KATEGORI PICK-UP&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://www.suzuki-w.co.jp" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/st20.jpg" alt="Suzuki ST-20"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://media.mitsubishi-motors.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/t120.jpg" alt="Mitsubishi Colt T 120"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.cars-on-line.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/chevrolet.jpg" alt="Chevrolet Luv"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.toyota.co.id" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/kijang.jpg" alt="Kijang 80-an"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Suzuki ST-20 (1980-1985)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tau gak ini mobil ternyata mesinnya yang 80cc tipenya 2-tak (pake oli samping)? :) Dipake buat kendaraan Angkot (sama2 Daihatsu S-78 dan Honda Fellowmax). Tapi kalo untuk gaulnya anak2 jaman taon 80-an, biasa pickup-nya dipasangi tiang gawang alias rollbar, dipasangi jaring dan pake ban donat .... akhirnya distop produksi, karena muncul Suzuki Carry &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mitsubishi Colt T-120 (1977 - 1982)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Eng-ing-eng ... diiklani oleh pelawak S. Bagyo cs, ini mobil dikenal termasuk badak dan tahan banting, biasa dipake buat ngangkut sayur dan barang2 ... sampe akhirnya muncul seri L-300 (1983) yang tetap everlasting sampe sekarang ... &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Chevrolet LUV (1980 - 1984)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah Mbah-nya pickup dobel kabin super mewah seperti Mitsubishi L200 Strada, Ford Ranger, Nissan Frontier seperti sekarang ... bermesin Diesel Isuzu, ini mobil termasuk kuat meskipun kadang2 suka patah sasis, gara2 keberatan angkut barang ... yang gile-nya, dibuat versi Sedan-nya, meskipun bentuknya Culun Banget ...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Toyota Kijang (1976 - sekarang)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Liat aja di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Toyota_Kijang" target="_blank"&gt;Wikipedia&lt;/a&gt; ... lebih lengkap, hehehehe =))&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;TAKSI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Taksi yang populer di taon 80-an, namanya President Taxi berwarna kuning (makanya ada istilah "Kuning Taksi"), yang belakangan jadi two-tone (kuning-merah), dan terakhir ganti warna jadi biru telor asin niru Blue Bird. Berhubung kepemilikannya adalah bersifat pribadi, biasanya oknum supir2 yang nakal mengakali argometer-nya yang manual (sistem putar, belum kayak sekarang yang digital) agar berjalan dengan cepat ... makanya disebut dengan istilah argo kuda. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selain itu ada Koperasi Taksi yang berwarna bodi hijau dengan bagian atas merah, Sri Medali yang berwarna putih-biru, Royal City yang berwarna kuning yang ganti warna hijau muda, Gamya yang belakangan dibeli group Blue Bird, Steady Safe yang masih berwarna biru tua ... &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/torana.jpg" alt="Holden Torana" align="left"&gt; The Best one ... tetap BLUE BIRD ... masih inget dulu pake Holden Torana, kemudian pake Ford Laser ... &lt;br /&gt;Terus terang aja, supir taksi dari jaman taon 80-an terkenal intelek, sampe dibuat filemnya "Taksi" dengan bintangnya Rano Karno ... &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;ASESORIS MOBIL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hayoo, siapa yang merasa pasang asesoris ini di mobilnya:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;kepet dengan tulisan TRD &lt;/strong&gt;yang 'nyapu' tanah &lt;br /&gt;aslinya kepet ini dipake buat rally, tapi biar gaul (pada tahun 80-an), sengaja kepet ini dipasang ... lumayan, efeknya jalanan jadi bersih (kotorannya kesapu kepet :)) &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;stiker&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;belum ada yang namanya cutting sticker pake computer yang nempel di body mobil ... paling banter yang termasuk populer adalah tulisan stiker DOHC - padahal kalo ditanya apa itu 'dohc', pada bingung jawabnya :), merek2 audio (seperti "It's a Sony" atau Kenwood), nama genk (RENDEZVOUS, STREET WOLF - tapi kayaknya ini taon 90'an deh :))), merek rakom (ICOM), atau yang norak seperti "DOA IBU" ... umumnya stiker kalo mau dipasang, digambar mirror (dibaliknya), baru digunting dan tempel ... kalo yang hobi rakom, biasanya dipasangi stiker "STASIUN KENDARAAN BERGERAK JZ xx XXX" (RAPI) atau "YD x XXX"  (ORARI) ... &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;antena&lt;/strong&gt; larsen 2 meteran dan antena fuba&lt;br /&gt;entah itu hobi ngebrik atau enggak, punya radio komunikasi yang dipasang di mobil atau enggak, yang penting pasang dulu ... kalo gak mau pake antena larsen, biasanya pake antena fuba (kalo liat antena yang kayak sungut di tengah atap mobil seperti yang terpasang di mobil pug, atau mobil2 hatchback (termasuk jazz sekarang ini), ini sebenernya asalnya dari genre 80-an).  &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;pelek&lt;/strong&gt; 13" x 6.5" compe belimbing dengan  ban 'donat-style' &lt;br /&gt;sekarang pelek ini merupakan barang langka dan termasuk 'collectible items'. boro2 ada pelek gede ukuran 17-18-19 sampe 23 plus spinner ... &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;wing&lt;/strong&gt; 'ekor itik' yang nempel di ujung bagasi (kalo pake sedan)&lt;br /&gt;Belum ada yang namanya sayap kayak tiang jemuran seperti sekarang ... sampe sekarang pun saya masih bingung, masang sayap gede2 super norak kayak tiang gawang di belakang itu sebenernya mau dipake buat dapetin downforce, atau mau terbang .... &lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;lampu kabut &lt;/strong&gt;'hella rally 1000'&lt;br /&gt;Pasang sebanyak2nya biar kalo malem berasa kayak sirkus ... begitu dipasang 'blas', aki langsung tekorrrr .... &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;knalpot yang saringannya dilepas... &lt;br /&gt;brum, dung-dung-dung-dung ... belum ada yang namanya knalpot tanabe ...&lt;/li&gt;.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;tape mobil &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;merek2 yang populer: tape Clarion, Kenwood, dan Sony ... yang dipasangi power amp cap Blaupunkt stick, dan speaker JBL 'oval' ... subwoofer? belum populer ... untuk kelas bawah: capnya Roadstar sedangkan kalo untuk kelas atas, biasanya tape-nya pake Blaupunkt atau Nakamichi ... CD baru populer taon 80-an akhir ... &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan dari &lt;strong&gt;kak Ghia&lt;/strong&gt;: &lt;br /&gt;Blaupunkt stick alias "cobra" yg setelannya kudu dengan speaker "jbl", tuh blaupunkt berkembang dari yg manual ampe yg digital, tinggi2an deh tuh biar keliatan diatas jendela kaca..mobil kudu beke mentul2,headset harus dicopot, nyetirnya selonjor, jadi kalo dari belakang kliatan palanya doang mengangguk2, kalo pake corolla dx nya kalo gak lampu kotak gak yahud....harus pake strip biar dikira GT, spion harus tanduk,pelek yoi kalo gak compe yah trd 8 inch, tapi kalo udah merasa tajir pada waktu itu, kudu punya 318i merah testarosa tuh, apalagi kalo seri 3 yg 2 pintu, ini udah jaman "hartge" 16 bang...masih penghujung tahun 80 (kira2 87-89), jok? harus recaro kalo gak yang jaring, yah yg pake speaker di headrestnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Siap JJS Lintas Melawai&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermodalkan itu semua, siap deh berangkat ngeceng. Jalan-jalan sore Lintas Melawai. Jangan lupa bawa kacamata hitam. Dipake sebelum duduk di kap mesin mobil. Setel tape mobil. Lagunya "Gucci You're through". Disetel tapenya sampe ngecezzz2 gitu tapenya. Habis ngeceng makan deh di AHA dgn apple pie nya yg enak bngt. [Ini kata &lt;strong&gt;kak Bonnet&lt;/strong&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: #A6702A;"&gt;&lt;b&gt;LINTAS MELAWAI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Harry Moekti&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hai, kulihat remaja berkaca mata lenggang disana&lt;br /&gt;asyik dengan lagak dan gayanya kuterpesona karna dia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Lintas Melawai muda mudi slalu pasang aksi&lt;br /&gt;Pakaian jam tangan persaingan ala eropa digemarinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka asyik bercanda ria&lt;br /&gt;Saling senyum tegur dan sapa&lt;br /&gt;Glamourmu para remaja&lt;br /&gt;Tanpa dibebani problema&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Lintas Melawai remaja-remaja dalam dunianya&lt;br /&gt;Asyik ngeceng pakai mobil mewah senyum genit yang dibuatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Lintas Melawai muda mudi slalu pasang aksi&lt;br /&gt;Asyik dengan lagak dan gayanya acuh tak peduli siapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka asyik bercanda ria&lt;br /&gt;Saling senyum tegur dan sapa&lt;br /&gt;Glamourmu para remaja&lt;br /&gt;Tanpa dibebani problema&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didididididididiii.. &lt;br /&gt;Lintas Melawai remaja-remaja dalam dunianya&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kondektur: &lt;a href="http://jhariman.blogs.friendster.com/my_online_blog/" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-size: 125%"&gt;James Hariman&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;, yang baru saja dikaruniai sepasang anak kembar :)&lt;br /&gt;Dimeriahkan pula oleh: Kak Ghia, Kak Bonnet dari milis &lt;a href="http://groups.yahoo.com/group.lapanpuluhan" target="_blank"&gt;Lapanpuluhan&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-114429963304126048?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/114429963304126048/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=114429963304126048&amp;isPopup=true' title='71 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/114429963304126048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/114429963304126048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2006/04/boil-jaman-80.html' title='Boil Jaman 80-an'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/th_charade.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>71</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-114360707674738063</id><published>2006-03-29T11:30:00.000+07:00</published><updated>2006-08-17T23:08:27.966+07:00</updated><title type='text'>Film "Kejarlah Daku Kau Kutangkap"</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;em&gt;kejar daku&lt;br /&gt;kejar dakuu&lt;br /&gt;biar kau kutangkaaaap ...&lt;/em&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu dangdut asoy ini emang jadi lagu tema salah satu film Indonesia yang paling sukses dari segi kualitas dan kuantitas di sejarah perfilman kita. Ngga cuman berhasil meraih Piala Antemas (piala yang diberikan tiap tahun di Festival Film Indonesia (FFI) untuk kategori film terlaris), tapi juga film ini berhasil meraih beberapa Piala Citra di taun 80-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;Inilah dia ... &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 125%"&gt;Kejarlah Daku Kau Kutangkap&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;! (KDKK)&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/kdkk.jpg" alt="Kejarlah Daku Kau Kutangkap"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat generasi ABG sekarang yang kebetulan baca blog ini, kalian udah nonton film Janji Joni 'kan? Nah, tentunya kalian tahu di film bikinan Joko Anwar ini, si Joni harus mengantar roll film yang sedang diputar di dalam bioskop. Film itu, tentu saja tak lain dan tak bukan adalah si KDKK itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum, udah jadi rahasia umum kalo Joko emang penggemar film legendaris buatan Chaerul Umam ini. Biar umurnya udah 20 tahun lebih, film ini masih jadi acuan banyak pembuat film gimana supaya bikin film komedi situasi bertema urban yang cerdas dan lucu, tapi ngga bikin penonton bego ngeliatin adegan slapstick melulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ceritanya sederhana aja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/kdkk-1.jpg" alt="KDKK"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Ramona (Lydia Kandou) adalah seorang karyawati sebuah bank yang tinggal serumah dengan Marni (Ully Artha). Satu saat dimana perusahaan mereka mengadakan pertandingan voli antar perusahaan, seorang wartawan bernama Ramadhan (Deddy Mizwar) datang meliput pertandingan itu, dan memotret wajah si Ramona untuk kemudian terpampang di koran tempat Ramadhan ini kerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto Ramona yang lagi nyungsep menerima smash bola emang kelihatan sedikit sexy. Tapi bukannya Ramona senang, apalagi fotonya emang terpampang buat rubrik "Yang Beruntung Hari Ini", dan dia bisa dapet hadiah Rp 10.000 dari situ. Gara-gara hasutan Marni, Ramona malah mau menuntut Ramadhan karena fotonya bikin dia jelek! Eh bukannya damai, malah keterusan adu mulut sampai di luar kantor, dan setiap mereka ketemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, tapi namanya juga film komedi romantis, ujung-ujungnya malah akhirnya mereka pacaran, dan memutuskan untuk menikah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/kdkk-2.jpg" alt="KDKK"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah disinilah mulai kejadian banyak cerita-cerita lucu, karena mereka berdua sama-sama belum siap untuk menjalani kehidupan pernikahan. Ramona ingin mengatur semua kehidupan Ramadhan, sementara Ramadhan masih pengen tetap seperti dulu. Lalu Ramadhan mencoba bersikap lebih kasar agar tidak dikendalikan Ramona. Malah Ramona akhirnya memberontak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika suatu hari Ramadhan pulang ke rumah dalam keadaan lapar, lalu siap-siap mau makan, tapi di meja makan cuman ada telur ceplok dingin. Ramadhan dengan sok galak ngomel-ngomel meneriakin Ramona. Ramona kemudian muncul dari kamar dengan aksi pemberontakannya yang...  naujubilah deh ...dengan dandanan menor rambut diiket ke samping, pake kemeja yang dibuka sampe ke dada, celana ketat, dan ga ketinggalan megang rokok sambil mendongak ke atas! Asli ancur abis, dan saking ancur bin lucu nya ini, image Ramona ini sampe jadi salah satu icon 80-an, terbukti di setiap poster KDKK di koran atau bioskop, pasti gambar Ramona inilah yang diliatin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/kdkk-3.jpg" alt="KDKK"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus nasib mereka gimana dong?&lt;br /&gt;Sempet mereka mendatangi penghulu di rumahnya malam-malam untuk minta cerai, tapi untungnya ditolak. Karena kondisi masih panas, mereka pun sementara pisah ranjang lah! Ramona balik tinggal ama Marni, sementara Ramadhan juga balik ke tempat pamannya yang perjaka tua, Markum (Ikranegara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha ternyata, tanpa sepengetahuan Ramadhan dan Ramona, Marni dan Markum ternyata diam-diam menjalin hubungan asmara. Makin keki lah si dua R itu, apalagi sempet Markum manas-manasin Ramona segala. Waktu Markum ngapelin si Marni, Markum nyanyi lagu yang sempet dinyanyiin Ramadhan buat Ramona dulu, dan dengan pe-de nya, si Markum yang punya tampang nerd ini dateng bawa kembang mawar selusin buat Marni. Tentu saja Marni, yang juga dibikin rada-rada nerd karakternya, cengar-cengir sambil ngejek Ramona, "Sekarang giliranku!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/kdkk-4.jpg" alt="KDKK"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramona nangis dong digituin, apalagi Marni juga bakal tinggal bareng ama Markum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya bisa ketebak, di adegan terakhir ini, Ramona ketemu lagi ama Ramadhan di jalan raya. Mereka saling liat-liatan, sok gengsi pura-puranya nunggu bis. Tapi mereka ga tahan lagi, dan akhirnya ... eng ing eeeenngg ... pelukanlah mereka di tengah jalan raya sambil diteriakin supir-supir truk dan pickup!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/kdkk-6.jpg" alt="KDKK"&gt; &lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/kdkk-7.jpg" alt="KDKK"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Norak ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi namanya juga film, apa aja bisa dimasukin asal bisa nyenengin yang liat, termasuk ada Lina Budiarti yang nongol di awal-awal film ini dengan peran ga penting, tapi pakaiannya itu lho! Baju dengan belahan dada rendah banget, yang mungkin kalau sekarang udah dikategoriin jadi pornografi dan pornoaksi kali ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/kdkk-5.jpg" alt="KDKK"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nominasi FFI dan Sekuel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh biarpun gitu, seperti udah dibilang tadi film buatan tahun 1985 ini bisa dibilang film komedi terbaik yang pernah dibuat ama negeri kita. Ga tanggung-tanggung, jaman FFI jaya dulu, film ini dapetin 8 (delapan) nominasi buat kategori-kategori utama seperti Film Terbaik, Sutradara Terbaik (Chaerul Umam), Pemeran Utama Pria Terbaik (Deddy Mizwar), Pemeran Utama Wanita Terbaik (Lydia Kandouw), Pemeran Pembantu Wanita Terbaik (Ully Artha), Pemeran Pembantu Pria Terbaik (Ikranegara), Penata Musik Terbaik (Franki Raden) dan Skenario Terbaik (Asrul Sani). Sayangnya cuman buat kategori Skenario Terbaik film ini dapet Piala Citra, selaen piala khusus lainnya, seperti Piala Bing Slamet buat Film Komedi Terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seperti jamannya film-film blockbuster sekarang yang begitu laris langsung dibikin sequelnya, film ini juga ada lanjutannya lho. Judulnya "Keluarga Markum", diedarin pas setahun kemudian. Dari judulnya ketahuan dong fokus ceritanya kemana. Ajaibnya, biarpun dirilis cuman selisih setahun dari KDKK, tapi di film baru ini, Markum dan Marni udah punya dua anak gadis belasan tahun, sementara Ramona dan Ramadhan sendiri juga udah punya satu anak laki-laki yang seumuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung deh filmnya ga sesukses KDKK, hehehehe ... Habis aneh juga ngeliat cerita yang dipaksain seperti itu. Ditambah lagi, Deddy Mizwar ga ikutan main di "Keluarga Markum" ini, digantiin ama Dwi Yan, yang keliatan kaku banget di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu belum seberapa dibanding versi sinetron nya!&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/sinetron-kdkk.jpg" align="left" alt="Sinetron KDKK produksi Primafilm"&gt;Sempet ditayangin di SCTV beberapa tahun lalu, versi sinetron KDKK lebih ancur lagi, karena yang memerankan Ramadhan dan Ramona itu adalah ... Indra Bruggman dan Agnes Monica!&lt;br /&gt;Walah, dari dua aktor yang berkarakter koq malah jadi dua bintang sinetron yang, well, tau sendirilah kualitasnya gimana?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun ga sempet ngikutin sinetronnya, tapi itu udah jadi bukti kalau film KDKK emang ga pernah abis dimakan jaman, karena ceritanya yang simple, kocak, dan banyak sindiran sosial ini selalu pas dihadirin kapan aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang berani bikin remake-nya? :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kejarlah &lt;a href="http://nauval.blogspot.com" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-size: 125%"&gt;Nauval&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/strong&gt;kalo mau protes posting ini ;)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gambar-gambar: &lt;a href="http://www.kapanlagi.com" target="_blank"&gt;Kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-114360707674738063?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/114360707674738063/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=114360707674738063&amp;isPopup=true' title='42 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/114360707674738063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/114360707674738063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2006/03/film-kejarlah-daku-kau-kutangkap.html' title='Film &quot;Kejarlah Daku Kau Kutangkap&quot;'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006-2/th_kdkk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>42</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-114309839570973464</id><published>2006-03-23T14:19:00.000+07:00</published><updated>2006-03-23T14:19:55.756+07:00</updated><title type='text'>Kenajongan 80-an (Revisited)</title><content type='html'>Gue pernah menerima imel dari seseorang yang nge-google buat nyari nama orang-orang top 80-an di Indonesia dan buntut-buntutnya nyampe ke &lt;a href="http://guario.blogspot.com/"&gt;blog gue&lt;/a&gt;. Namanya Uci (bukan Uci Bing Slamet kan? Dapat salam dari Bukit Berbunga, hihi... *garing mode on*). Gue nggak tahu untuk apa, tapi Uci menanyakan empat pertanyaan berikut:&lt;ol type="1"&gt;&lt;li&gt;Ejaan nama utk pembawa acara bahasa ingris dulu itu Nisrina Nur Ubay atau Kristina Nur Ubay? (soalnya temen gue ngotot banget katanya yang bener Nisrina, tapi gue ingetnya Kristina, katanya)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembawa acara Dari Masa ke Masa itu namanya Tuti Kirana bukan?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelari cewek yang dapet medali yang suka nyeker itu dulu namanya siapa ya...&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Trus penyanyi Sylvia Saartje (bener gak tulisannya gitu?), itu lagu ngetopnya apa ya?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Gue tahu jawaban soal pertama karena kebetulan belom lama ini gue ceting dengan seorang temen cinewine dan gue nyebutin nama Nisrina Nur Ubay. Ndilalah, dia nanya siapa itu gerangan dan gue sadar... Makdirodot! Ogut ngebocorin rahasia sendiri, hehe... Doi emang belom kepala tiga jelas nggak kenal Tante Nisrina yang dulu tiap sore jam setengah enam ngajar bahasa Inggris gantian sama Oom Anton Hilman dan ngebantu gue dapet angka 9 *jadi kepengen malu* di rapor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tiga pertanyaan lagi... errr... waduh, susah juga yaaa… Coba gue inget-inget....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertanyaan kedua, gue nggak tahu jawaban yang bener apa, tapi gue tahu tebakannya juga salah. Tuti Kirana itu pemain film yang pernah menikahi, kalo nggak salah, dengan almarhum Syuman Djaja setelah Syuman bercerai dari Farida Feisol/Oetoyo. *Najong! Gue bengong pas dikasih tahu kalo Desy Ratnasari udah cerai tapi gue masih inget berita basi ini?* Dan Tante Tuti nggak pernah ngebawain acara musik apapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak gue pun muter untuk nginget semua acara musik jayus di TVRI lengkap dengan pembawa acaranya. Aneka Ria Safari (ARS) dibawain oleh Sri Maryati dan Eddy Sud, sementara Kamera Ria itu Frans Hasibuan. Acara musik lain adalah Chandra Kirana yang dibawain oleh Diah Iskandar. Tapi gue nggak ingat siapa yang bawain Dari Masa ke Masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.dirckhalstead.org/issue0510/images/burnett03.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px;" src="http://www.dirckhalstead.org/issue0510/images/burnett03.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Terus, gue inget pelari cewek Afrika Selatan yang suka nyeker dan nyenggol Mary Decker dari Inggris waktu lomba lari jarak menengah di Olimpiade Los Angeles 1984. Zolla Budd namanya. Tapi gue yakin yang dimaksud Uci adalah pelari Indonesia yang suka nyeker juga, tapi gue udah nggak ingat namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut. Sylvia Saartje benar ditulis dengan ejaan dobel a dan pake c ejaan lama (tj). Tapi gue nggak pernah inget lagunya yang ngetop! Dari dulu juga nggak pernah suka sama dia kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gawat, gue terdesak, gue cuma tahu satu jawaban dari empat. Okeh, sekarang saatnya untuk menghubungi orang yang sebenarnya, sejatinya dan sesungguhnya, adalah rekan setia dan narasumber utama gue setiap ngebahas era jahiliyah delapan puluhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa lagi kalo bukan: &lt;a href="http://riadi.blogdrive.com/"&gt;Rudy Setiadi&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue langsung telepon bapak yang satu ini, yang ingatannya soal 80-an benar-benar lintas sektoral, dari musik, olah raga sampe gosip. Luar dan dalam negeri. Udah lama keahliannya yang unik gue manfaatkan untuk berbagai hal, buat kroscek berita 80-an yang mau gue tulis di blog, misalnya. Ato sekedar mengenang masa lalu dan maen cela-celaan tentang segala kenorakan yang pernah kita lakuin dulu. Dan karena ilmunya yang tinggi *sembari nyembah* membuat gue memberi gelar: ahli jayuisme 80-an di samping gelar-gelar kejayusan lain seperti penganut aliran JK Record (dengan para santanya seperti Dian Piesesha dan Betharia Sonata) yang sering dibantah karena, menurut pengakuannya, dia lebih menganut aliran Jackson Record (Vina Panduwinata dan Utha Likumahuwa). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan Rudy, yang sekarang ternyata mendapat pesaing tangguh dari &lt;a href="http://essowenni.com/"&gt;Esso Wenni&lt;/a&gt;, cuman kalo udah soal local content, alias kalo udah ngomongin kenajongan 80-an khusus Jakarta, baru deh gue agak-agak bisa ngalahin bapak yang satu ini *ala Olan Sitompul  memperkenalkan peserta Berpacu Dalam Melodi* seumur-umur belom pernah makan blizzard-nya Dairy Queen:P (Alamakjaaaann... enaknya! Ahik, ahik *ala film Cabo*). Ato ngerasain terjengkang di Lipstick seperti yang pernah gue alamin dan membuat gue kapok naek sepatu roda *halah, aib sendiri dibuka* ato... minjem rekaman temen sekelas acara-acara malamnya Prambors 666KHz yang kelewatan gara-gara ketiduran kayak Cabo, Diary ato susumu alias Suka-suka Kamu-nya Artha Bangun, yang setiap abis siaran selalu ditutup dengan lagu "Meet Me Halfway"-nya Kenny Loggins itu. Jelas Rudy juga nggak pernah langganan Prokamu-nya Prambors ato nonton pergelaran Swara Maharddhika yang waktu itu masih nampilin penari-penari cowok kayak Jeffrey Wawountu dan Harry de Fretes, selain para penari cewek seperti Nana Krit dan halah, sapah tuh cewek cantik yang hidungnya kayak betet, gue udah lupa lagi namanya. Ya, adek-adek, jangan kaget, Kak Jeffrey, suaminya Diva kita Ruth Sahanaya, yang sekarang badannya errr... bengkak itu dulu pernah lho kurus dan jago nari lagi;). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya amplop, gue kok jadi ngelantur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balik ke diskusi gue sama bapak berambut jigrik ini melalui telepon. Dia nggak berhasil mengingat siapa pembawa acara Dari Masa ke Masa, tapi malahan cerita kejengkelan dia dengan kesalahan yang dibuat Radio Delta FM Bandung yang bilang bahwa pembawa acara ARS adalah Sri Maryati dan Sol Soleh. Jelas, pembuat soal hanya menonton ARS pada saat-saat terakhirnya sementara kenyataan bahwa selama bertahun-tahun acara itu diasuh oleh duo Sri Maryati dan Eddy Sud lepas dari ingatan mereka, katanya berapi-api. Dudul. Radio Delta juga sih nekad, nggak tahu apa di kotanya ada pakar 80-an, mbok konsultasi dulu kek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.tempointeraktif.com/hg/photostock/2005/01/28/s_R1a31203.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px;" src="http://www.tempointeraktif.com/hg/photostock/2005/01/28/s_R1a31203.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Tapi, Rudy nggak mengecewakan gue ketika soal ketiga gue ajuin. Hard disk di bawah rambut durennya bergerak cepat dan langsung menyebutkan dua nama: Welmince Sonbay dan Katharina Nasimnasi. Gue jadi inget sama si Welmince dan kejayaannya di PON, tapi gue nggak inget sama sekali dengan Katharina. Tahun 80-an, PON emang naek daun banget. Gue sering pergi nonton pertandingan-pertandingan PON, termasuk sepak bola, yang notabene bukan olah raga favorit gue. Gue sukanya kan nonton renang *kedip-kedip*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika soal keempat gue kasih, makhluk najis tralala ini langsung buka mulut dan nyanyi, ”endeswa endeswe”, lagu yang gue nggak pernah denger sama sekali. Lagu apaan tuh, gue tanya. Biarawati, katanya. Itu lagu hit-nya Sylvia Saartje yang gue heran kapan jadi hitnya ya. Kayaknya nggak pernah masuk Indo 10-nya Prambors deh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal satu pertanyaan yang sehebat-hebatnya Rudy, dia juga nggak bisa jawab. Hmmm.... sapah yah yang bisa gue hubungin. Oh ya, &lt;a href="http://sebelas4.blogdrive.com/"&gt;Uda Rinto&lt;/a&gt;, sapa lagi. Bapak ini emang nggak lintas sektoral ilmu jayus 80-annya, tapi kalo soal musik, boleh diuji. Seperti waktu dia nyanyiin lagunya Richie Ricardo ”Nona Manis” berduet dengan &lt;a href="http://manislegit.blogspot.com/"&gt;Gusye&lt;/a&gt;, yang notabene masih kepala dua tapi selera musiknya sering lebih 80-an daripada gue, waktu karaoke dengan tema 80-an di Nav, Fatmawati, beberapa bulan lalu. Video klip karaokenya sendiri asli almarhum Richie Ricardo sendiri yang asyik maenin pintu pagar sambil ngegodain Kiki Fatmala yang ceritanya jalan megal-megol lewat depan rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak lama Bapak ini jawab, mungkin sibuk dengan kerjaannya. Akhirnya masuk sms yang bilang: Dari Masa ke Masa yang bawain Mariana Ramelan, Telerama Anita Rachman. Aduuuhhh... bener banget, gue jadi inget tampang tante-tante ini yang dulu – waktu TVRI cuman jadi satu-satunya hiburan – berseliweran di televisi. Anita Rachman yang matanya syahdu sayu kayak orang ngantuk, tapi kalo baca berita, katanya nggak pernah bikin salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pe-er selesai! yang nyisa cuman rasa heran, nggak terasa, era 80-an itu udah lama lewat ya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-114309839570973464?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/114309839570973464/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=114309839570973464&amp;isPopup=true' title='32 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/114309839570973464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/114309839570973464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2006/03/kenajongan-80-revisited.html' title='Kenajongan 80-an (Revisited)'/><author><name>guario</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06339713292865828642</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://www.geocities.com/nikiwisa/Rio9.jpg'/></author><thr:total>32</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-114224043556255583</id><published>2006-03-13T14:47:00.000+07:00</published><updated>2006-03-13T16:52:10.176+07:00</updated><title type='text'>Profil Anak Jkt Taon 80-an, Versi Gue</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pengakuan dosa. Gue ngabisin jam lunch gue buat ngutak-atik kiriman &lt;a href="http://9olda.net/"&gt;Golda &lt;/a&gt;yang sebenarnya udah lama beredar. Ada yang bilang, yang mulai bikin daftar ini anak FISIP UI dan udah beredar lama dengan jumlah nyampe seratus sekian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eniwei, gue ngisi segininya aja deh, capek. Secara gue lagi suntuk sama kerjaan padahal besok ada deadline. Oh no, alamat begadang ntar malem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini profil gue, kalo lo;)? Hayo ngaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;1. Sewaktu SD mengalami perpanjangan tahun akademik 1978/79. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dan itu yang bikin gue kelas satu jadi satu setengah tahun! Rese!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;2. Masih ngerasain acara 12 Pas, Catatan Si Boy, Pro Kamu, ataupun di Prambors 666AM. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalo gue sampe nggak denger cabo ato diary, besoknya di kelas pasti ada aja yang ngerekam dan tukeran:D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;3. Ikut naik atap rumah untuk ngeliat Cilandak menyala &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Doh, gue anak Timur, gak bakal gue bela2in kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.aurorawdc.com/ci/moolatte.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px;" src="http://www.aurorawdc.com/ci/moolatte.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;4. Pernah ada yg ngajakin nongkrong di Dairy Queen Blok M Melawai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tapi biar anak Timur, gaul gue emang jauh, DQ aja sih jadi santepan sebulan sekali. Dengan blizzard-nya yang enaaaaaaaakk banget itu. Eh, sekarang udah buka lagi lhooo... Daaaann jangan lupakan juga Burger King yang endang itu yaaa... Gue inget, waktu Burger King pertama buka di Plaza Indonesia, dia ada di tempat yang strategis banget, tempatnya Dome sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;5. Pernah punya textbook dgn tulisan 'Sesuai Kurikulum 1975'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ih, zaman dulu kan buku DIKASIH dari sekolah, jadi gue nggak punya, tapi dipinjemin iya:P.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;6. Ikut panik ketika Turbo diisukan meninggal karena Headspin &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gue nggak ikutan tuh:P.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;7. Ikut 'rush' borong kaset ke Aquarius Mahakam atau Duta Suara pada malam 31 Juni 1988 (karena esok harinya harga kaset naik dari Rp. 2.750,- menjadi Rp.4.500,-/Rp5.000,-).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Iyaaaa dooonggg... Gue beli 20-an kaset kalo nggak salah:D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;9. Pernah ngerasain sekolah setengah hari karena: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;a. Ada  pertandingan Muhammad Ali vs Larry Holmes (1980) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dulu gue masih suka nonton tinju, tapi setelah kuliah, kesadaran HAM gue menguat dan gue nggak sudi lagi nonton orang tonjok2an. Menurut gue itu tindakan goblok, kalo mau bunuh diri, suntik ato minum pil aja kenapa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;b. Wajib nonton Janur Kuning (1981)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gue nonton di Bioskop Rama, Jl Pegambiran Rawamangun yang kemudian berubah jadi Department Store Artomoro dan tahun 1998 terbakar ludes dan nggak dibenerin juga sampe sekarang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;c. Wajib ikut  apel akbar Wajib Belajar di Stadion Utama Senayan Mei 1984) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gue nggak ikut, SD gue nggak kepilih, eh apa waktu itu gue udah SMP ya:D? Lupa bo. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;d. Wajib nungguin parade api PON (1988) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sori ya, gue nggak ikutan:P.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;10. Pernah punya salah satu produknya Nike (sepatu, kaos kaki, singlet).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tentunyaaaa... Gue inget Nike pertama gue waktu kelas 6 SD dibeliin Bokap yang baru balik tugas dari Amrik *cieee... Amrik, hari gini masih ada yang ngomong Amrik gak seh:?*, warnanya putih bergaris biru, gue ngerasa jadi orang paling BEGAYA FM biar pake sepatu sumpelan, hihihi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;11. Bosan nungguin gerhana matahari total yg ternyata lamanya minta ampun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1982, dan gue bolak-balik ke atas rumah tempat jemuran dan ngelihat ke ember sambil sesekali ngintip ke atas. Takut buta:D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;12. Ikut menjadi peserta Pilot Project, serta mempromosikan Kesegaran Jasmani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nggak tuh:P.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;13. Banyak mobil yang bannya di ceperin trus ada stiker tulisannya "Turbo" atau "Mugen Power".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ember.  Civic temen gue dibikin segitu ceper sampe satu kali dibawa ke sekolah, yang jelas-jelas letaknya dalam kompleks perumahan yang banyak polisi tidur, kegesek aja udah sampe diparkir jauh dan dia jalan kaki ke dalam:D. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;14. Pernah punya sepatu merek Lotto atau Panther.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hihi... gue pernah dong punya Lotto putih, beli di Well-Well Pasar Jatinegara (masih ada nggak ya nih toko? Hmm... kapan-kapan mesti lewat sana), waktu gue kelas 5 SD deh kalo nggak salah. Ngomong-ngomong, kemana ya ini merek?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;15. Pernah dapet pembagian Susu Ovaltine atau Milo di sekolah, gratis loh. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tentunyaaaaaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;16. Channel TV cuman TVRI doang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tentunyaaaaaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;17. Kalo hari minggu nonton "Little House On The Prairie".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bo, gue sampe beli bukunya kaleeee... Lengkap semua sampe Laura kawin dan beranak pinak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;18. Anak-anak cewek pada demen sama produknya Sanrio, Hello Kitty, My Melody, Little Twin Star, etc.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sampe empet lima enam lihatnya *garing*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;19. Pernah ngeliat "Sepatu Bandung" model-model 'All-Star' dipenuhi dengan label-label pakaian tapi warnanya luntur kalo dicuci ditambah aksesori tali-tali sepatu yang nggak kalah ajaib warna dan motifnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Errr... gue koleksi warna tali sepatunya, ada 6 apa 7 pasang gitu *pipi memerah*&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;20. Kalo pake celana jeans, dilipet sampe pas dibawah dengkul, pake slayer, kemeja flanel kotak-kotak yang dikancingin cuman satu paling atas, sambil nenteng-nenteng tas sekolahan buatan Jayagiri atau Alpina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jayagiri pertama gue beli waktu SMP deh kalo nggak salah.  Dan aduh gue masih punya foto-foto gue dengan kemeja flanel kotak-kotak keparat itu yang dengan jins yang dilipet bawahnya.. Oh tidaaaaakkk... Cacat kostum, sumpah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/cf/Velo_acrobatique_2.jpg/180px-Velo_acrobatique_2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px;" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/cf/Velo_acrobatique_2.jpg/180px-Velo_acrobatique_2.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;21. Pernah punya sepeda BMX yang ditinggiin setiang listrik. Minimal pernah temenan sama yang punya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gue punya BMX, tapi nggak gue apa-apain. Tapi temen gue, ampuun deh... niat bangat dia manjangin setangnya. Gue nyobain dan perasaan repot banget. Males.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;22. Masih hapal nama tokoh2 di film si Unyil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ya, masih lah: Unyil, Ucrit, Usro, Cuplis, Melani, Pak Ogah, Ableh, Pak Raden, Bu Boabo, Pak Lurah, dan teman-teman....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;23. Di kepalanya masih terngiang-ngiang lagu 'Suzanna'-nya The Art Company.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini lagu cacat abis, sumpah! Belom tepok tangan ala live show-nya. Kok pada gemar ya? *sambil ngumpetin kaset Ari Wibowo ‘Madu dan Racun’ keluaran blackboard yang jiplakan berat Suzanna*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;24. Pernah nongkrongin video rental untuk dapetin episode terbaru serial Voltus atau Goshogun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gue nggak kelewat ngefan tapi nonton juga sih, secara adek2 gue gemar banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;25. Pernah nyewa film Ikkyu San di video rental dari no. 1-5, tapi abis itu kecewa soalnya nomer selanjutnya kagak diproduksi lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Idem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;26. Pernah ikut-ikutan BreakDance dan maen Sepatu Roda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Breakdance? Tentunya, sampe manggung di 17 Agustusan gitu, hihi.... Tapi gue kapok maen sepatu roda gara-gara pantat gue tepos (tapi sekarang nggak lho, hihi...) kebanyakan jatoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.geocities.com/televisioncity/network/7039/legend01.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px;" src="http://www.geocities.com/televisioncity/network/7039/legend01.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;27. Nonton The Legend of Condor Heroes di videotape yg berformat BETA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nah ini film andalan gue yang sekali sewa langsung banyak sampe nomor lanjutannya disewa orang. I love Barbara Ung Mei Ling dan ikutan sedih *nggak banget* waktu dia mati bunuh diri, hiks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;28. Pernah ngedengerin lagu 'Madu dan Racun'-nya Ari Wibowo sama Kugadaikan Cintaku' nya Gombloh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ya, gue cuma denger doang ya, nggak pernah beli kasetnya, sori yaaa...:P Eh ‘Kugadaikan...’ itu bukan 90 ya?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;29. Demen ama drama Losmen, Rumah Masa Depan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Losmen, arguably, the best tv drama series ever produced. Sinetron yang ada sekarang mah lewat. Rumah Masa Depan alias RMD itu mah propaganda pemerintah orba banget. Tapi hebatnya, biar propaganda, penggarapannya okeh banget. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;30. Dipinggiran jalan suka ada coretan Destroyer, Tee-Ice, dsb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wah, gang-gang ini mah adanya di Selatan:P. Anak Timur nggak gitu-gitu amat:D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;31. Suka ama klip musik video Top Pop 10, 15, dst.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tentunya, abis nonton video klip dari mana lagi kalo bukan sewa video, catet: sewa, buat bisa nonton Casey Kaseem ngebawain US Top 10 sebelom akhirnya bisa nonton di RCTI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;32. Rambut John Taylor duran-duran digandrungin banget. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yup, tapi gue nggak ikut-ikutan:D. Dikit aja sih hihi... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;33. Ngadu biji asem, sampe dibakar biar kuat asemnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wah, gue nggak segitu niat sampe ngebakar segala tuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;34. Main kwartet kalo pulang sekolah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Emangnya harus nunggu pulang sekolah ya:D?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;35. Kalo 'nggak pake' abonemen, bayarnya bisa Rp. 25,-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ya ampuunn... Gue baru inget kalo zaman dulu itu ada abonemen bus khusus untuk pelajar. Kenapa mereka nggak bikin lagi ya sekarang? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;36. Punya buku kenangan yang kebanyakan ngisinya diakhiri dengan "Don't forget to remember.."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ih yang paling cacat adalah daftar isiannya yang termasuk: KATA MUTIARA. Najes tralala!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.queen-headquarters.de/pictures/queen/images/queen_1975_bohemian_rhapsody_aufnahmen.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px;" src="http://www.queen-headquarters.de/pictures/queen/images/queen_1975_bohemian_rhapsody_aufnahmen.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;37. Hafal lagu-lagunya Queen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Zaman dulu, lo biasanya ngambil satu nama artis dan ngelengketin ke nama lo sekedar buat ‘gaya’ pas request lagu di Prambors:D. Dan gue pake nama Rio ‘Mercury’. Nggak banget deh:D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;38. Gandrung sama grup Chaseiro-nya Chandra Darusman and PSP (Pancaran Sinar Petromaks), grup dangdut anak-anak UI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sampe beli kasetnya kali dan hafal lagu-lagu norak itu. Halah, zaman itu kaset humor dengan lawakannya itu masih sangat laku. Joke Warkop soal suku-suku itu sampe jadi legendaris, inget? Becandaan soal tukang parkir Jawir yang sangking lambannya bilang stop kakinya udah kelindes duluan? Atau gabungan nama-nama marga Batak dalam cerita? Warkop tuh yang mulai. Sekarang paling Project Pop, dan itu juga nggak ada lawakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;39. Suka pake tatto bonus dari lolipop chuppa chups. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ih, SD banget ini sih:D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;40. Kalo nonton konser, yang manggung perform repertoar band panutan, kayak Cockpit/Fredy Tamaela jadi Genesis/Phil Collins, Ikang jadi Rod Stewart (suaranya diserak-serakin sampe jadi serak beneran).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gue paling suka The Beatles yang reinkarnasinya adalah Barata Band. Gue inget, masih SMP, udah keluyuran sampe Unas, Lebak Bulus, cuman buat nonton mereka bahkan hujan dan becek penuh lumpur. Gila banget, kok dulu itu gue mau ngebela-belain ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;41. Saben taon kudu nyari tiket Guruh &amp; Swara Mahardikka-nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini sapa sih yang bikin daftar ini, SM kan nggak manggung tiap tahun:P. Tapi 2-3 tahun sekali. Dan tentunya gue nonton semua:D, kecuali waktu Cinta Indonesia tahun 1983 secara gue kan masih SD waktu itu:D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;42. Fariz RM masih nggebuk drum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hehe... inget aja nih yang bikin daftar. SMA gue ngundang Fariz buat perayaan ultah SMA yang ke-10 tahun 1988. Waktu itu dia masih berdaging nggak kayak sekarang:D. Keren banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;43. Hafal kata2nya semua lagu dari kaset Sabda Alamnya Chrisye, bahkan yg aneh2 dan sok Kawi (karangan Guruh).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hmmm... Ini mah buat anak 70-an deh. Yang bikin rada-rada rancu neh. Guruh kan heboh ber-Sansakerta waktu masih sama Gypsy tahun 1976-an gitu deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;44. Taman Kodok sentra breakdance.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wah gue pernah sekali ke sana liat, minder tahu. Abis itu nggak pernah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;45. Pernah dipaksa study tour ke TMII dan kudu bikin karya tulis padahal nongkrongnya di tukang teh botol.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yaahh... kalo cuman study tour mah bukan cuman TMII kale, semua museum di Jakarta dari Satria Mandala sampe Monas juga udah gue datengin. deh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;46. Baca komiknya Trigan di majalah Hai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ya baca lah, wong langganan:P.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;47. Rambutnya di-punk rock, rada jriwis2 kayak Kim Wilde tapi ada bagian yg panjang dikepang kecil2 kayak Adam ant dijepit/digantungin aksesori kecil2 berwarna-warni.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Maaf, gue nggak secacat itu:D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;48. Bajunya lengen pendek tapi digulung2 lagi kayak preman, padahal nggak ada ototnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Iya, iya, gue ngaku, rese banget sih diulang-ulang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;49. Sempet ikut panik waktu ada "sanering" kecil2an, waktu nilai rupiah sempet jeblok. Padahal nggak ngaruh sama uang jajan. Tetep aja nggak cukup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yah, sampe sekarang yang namanya gaji juga nggak pernah cukup kale:P.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;50. Nonton Sarinah kebakaran, soalnya jaman dulu belom musim bakar2an yg gede2.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jauh bener deh, rumah gue di mana woy! Tapi gue baca di koran, gaya kan. Dan jangan lupa, Pasaraya Blok M juga kebakaran dan di Kompas ada tampang Latif yang stress tambang duitnya terbakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;51. Sempet nangis waktu dinosaurus temennya kumkum mati (film seri kartun).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gue tahu Kum-kum itu apaan deh, nggak usah dijelasin, tapi gue nggak nangis tuh:P.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;52. Ngumpulin poster dari majalah Gadis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nggak, gue mah mending beli langsung. Dulu kan ngetren banget toko-toko kaset jual poster gede-gede dengan merek paling top: ATHENA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;53. Hari Kartini kudu nyewa baju daerah (mudah2an sekarang enggak usah).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Halah, nyokap gue beli kali buat gue:D. Ambisius banget emang nyokap gue itu;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;54. Yang cewek kaos kakinya ada kepala bonekanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hah? Pernah tren ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;55. Pada bangga banget pake jam digital, biar ALBA juga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Err.. jam gue Casio ya. Sebelom pindah ke Swatch dan Benetton warna-warni dan jam jepit itu yang sumpah orang tolol mana yang punya ide! Lah kalo dijepit di kemeja bukannya susah ngelihatnya? Tapi ya karena ada orang idiot yang beli, laku juga tuh jam, errr... termasuk gue. *yaaahh... maklum lah, zaman ABG, kalo nggak ikutan kan nggak gaya:D*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;56. Kalo upacara nyanyi Satu Nusa Satu Bangsa, refrainnya suka ditambah-tambahin sendiri "In...."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sumpeh lo, gue kok lupa yang ini ya:D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.ludd.luth.se/users/orm/stiltips/boy-george.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://www.ludd.luth.se/users/orm/stiltips/boy-george.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;57. Di sepanjang jalan Sabang lagunya Fiesta Forever mulu, Owner of the Lonely Hearts, Karma Chameleon.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Halah, ini lagu-lagu kejayaan. Video klipnya nggak nahan. Boy George, Boy George, kemane aje lo?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;58. Keranjingan lagu GUCCI dan WE WANT SOME PUSSY.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semua disko muter ini, Ebony, Musro, dulu belom ada tulisan ‘Parental Advisory’ dan gue nggak ngerti arti kata ‘pussy’ itu apa, hihi... Gue asli ngerti arti kata itu pas kuliah:D. Oh ya jangan lupa, one of the best dance songs of the 80s: RUMOR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;59. Pada rame2 beli walkman (baru keluar sih).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Walkman gue warnanya kuning:D. Dan gue kekepin kemana aja gue pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;60. Pada rame2 beli skateboard lengkap sama tempurung lutut-sikunya,padahal maen otopet aja nggak becus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengingat kecacatan gue maen sepatu roda, gue tahu diri kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;61. Kartu kwartetnya yg superhero lokal, Gundala Putra Petir, Kregah Manusia Batu, Pangeran Mlaar, dll.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Halah, gambarannya juga sama kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;62. Masak nyewa video Beta-nya klip musik, mending Dallas atawa Silat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dynasty juga:D. Tapi gue nggak terlalu suka, gue lebih suka silat dan paling gemar kalo mereka udah adu tenaga dalam yang digambarin dengan sinar berwarna-warni. Dulu berasa kereeeen banget. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;63. Cewek2 mesen sepatu kain dari Justine Bandung, pas becek pada memble. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sepatu kaen injak mah bukan monopoli cewek, kemana aja lo:P? Cowok juga pake.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;64. Gara2 John Tralala jadi saban pesta kudu nyewa peralatan disko.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Emang sekarang nggak:P? Yang nggak nahan zaman dulu adalah keniatan untuk bikin dekor  lengkap dengan kertas-kertas krep keparat itu bergelantungan dipilin-pilin. Hiiii... males banget. Btw, ABG sekarang party kayak apa ya:D?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;65. Bolos waktu gunung Galunggung meletus... padahal jauh...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wah, gue lupa bolos ato nggak ya:D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;66. Sempet panik waktu ada kerusuhan di Senen/lapangan Banteng waktu Oma Irama kampanye PPP. Maklum belom berpengalaman rusuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Temen SD gue ada yang ngefan Rhoma Irama (Ya Tuhan, luruskanlah jalannya), dan ikutan terjebak kerusuhan yang kalo nggak salah gara-gara Pemilu 1982. Heran, dan sampe sekarang kok ya masih banyak anak-anak kecil dibawa orang tuanya buat kampanye.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;67. Sempet kagum sama Imaniar dkk "The Kids".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wah, ini kan 70-an juga nggak sih? Mereka udah mulai pada gede tahun 1980-an dan Imaniar sama kakaknya Lydia yang berjaya di blantika *kata ini asli 80-an banget, oh ya sama pop kreatif, seolah jenis pop yang laen kagak ada kreativitasnya* musik Indonesia pertengahan 1980an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;68. Semua kasetnya Vina dikoleksi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tentunya. Sayang mereka nggak rilis ulang dalam bentuk CD. I so love Vina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;69. Tiap acara lebaran di TVRI, yang ditunggu-tunggu adalah operet Papiko-nya Titik Puspa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yup, hebat tuh orang, tiap tahun bisa bikin musikal yang menarik. Kok nggak disiarin ulang ya. Kangen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;70. Punya koleksi komik Nina nggak? Harus lengkap loh!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nggak:P. Gue punya lengkap Asterix, Lucky Luke, Tintin, tapi nggak Nina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;71. Tahu kalau di AHA ada apple pie yang enak banget. Sekarang udah nggak&lt;br /&gt;ada lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Iya, ya, baru inget gue. Tapi black forest-nya yang dulu rasanya kok enak banget sekarang jadi terasa biasa aja. Sekarang kue yang tren tiramisu ato cheese cake ya, yummy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.kanto-geo.or.jp/html/g_siryou/image/photo/ratu_p_rs.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://www.kanto-geo.or.jp/html/g_siryou/image/photo/ratu_p_rs.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;72. Dulu belum ada mall, jadi jalan-jalannya di plaza seperti di Ratu Plaza,&lt;br /&gt;trus, bangga banget kalau hari Senin bisa cerita ke teman-teman habis belanja sama ortu di Gajah Mada Plaza.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Halah, nggak perlu pamer kali. Gue jarang ke Gajah Mada, gue paling suka Ratu Plaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;73. Kalau ke disko harus dandan habis, pakai anting yang lebih gede daripada daun telinga. Trus ke mana ya.... oh, ke Ebony, Musro,Stardust, Fire. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Eh, Fire itu bukannya baru ada tahun 1980-an? Sampe keluar istilah AFS alias Anak Fire Sekali. Stardust, Musro (pra renovasi) sama Ebony emang disko andalan 1980-an banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;74. Waktu SD, harus udah pernah makan di KFC. Aduh, konsumtif sekali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gue ngerayain ultah gue ke-14 di KFC Cikini, hihi... Tahun depannya di Texas. Amit-amit deh, junk fod melulu tapi gue teteup aja kurus. Sekarang? Tidaaaaaakkk....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;75. Dulu bisa ke Duta Suara bawa 10.000 perak dan borong 10 kaset.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aduuhh... masa-masa indah itu. Sampe nggak peduli amat beli dua kaset kompilasi yang lagunya cuma beda dua sangking murahnya. Masa-masa indah ketika pembajakan hak cipta itu masih halal dan dihalalkan secara terbuka:D, nggak setengah-setengah kayak sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;76. Harus punya koleksi LCLR Prambors dan hapal lagu-lagunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gue nonton waktu LCLR mulai digelar lagi setelah sekian lama vakum:D. Waktu itu, Tri Utami dengan ‘Keraguan’ gagal jadi juara, tapi di tangga lagu radio, Keraguan yang nomor satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;77. Harus punya turtle neck! Biar mirip sama yang di majalah Gadis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sangking ngetrennya kaos model ini, kaos kelas gue dibikin dengan model leher kura-kura ini. Nggak nyadar apa *kemana ya otak gue waktu itu*, ini kan Indonesia, gerah ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;78.Jangan pura-pura lupa yang suka sok macho dan sok outlaw (cewek termasuk!) kalo pake sepatu, bagian belakangnya diinjek.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yaya... ini udah dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;79. Sempet maksa pagi2 lari pagi di senayan rame-rame (bareng Indra Safera) padahal cuman numpang nongkrong &amp; makan bubur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hah? Insaf belom ngetop di tahun 1980-an kali! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;80. Sempet lihat Priok membara (kerusuhan tanjung priok) semuanya panik terus sekolah diliburin, maklum pertamakali lihat kerusuhan. 12 September 1984)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Again, ini jauh dari rumah ya. Cuma lihat di tivi sama baca koran aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;81. Sempet ngerasain punya buntut dirambut, terus buntutnya dikepang atau dipakaiin pita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk model ini, gue asli nggak tertarik ikut-ikutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;82. Nungguin kuiz siapa dia-nya Olan Sitompul di TVRI (abis kuiz jarang bener).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wah, zaman dulu mah banyak kuis yang keren-keren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;83. Ngerasain nungguin acara Kameraria, Safari + Lawak Bagio CS di TVRI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tentu dengan pembawa acara Eddy Sud, Maryati dan Ika Merdekawati itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.3continents.com/cinema/films/images/f678.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px;" src="http://www.3continents.com/cinema/films/images/f678.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;84. Sempet liat Alex Komang dapet piala Citra.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebentar, Alex menang di film Doea Tanda Mata kan ya. Tapi kenapa sih harus fokus ke dia doang? Tahun 1980-an FFI itu jaya abis kok, tiap siaran langsungnya gue pasti nonton:D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;85. Wajib nonton Liem Swie King main bulu tangkis, jago loh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Iya laaahh... dulu bulu tangkis itu olah raga yang seru banget, semua nonton deh kalo udah All England sama Thomas Cup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;86. Sekolah diliburin nonton peluncuran satelit Palapa yang pertama di TV.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini lagi ngaco, satelit Palapa pertama itu diluncurin tahun 1976 kaleee... bukan 80-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;87. Hapal semua nama adik-adiknya Cuplis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nggak, tuh. Kerajinan amat:P.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;88. Punya topi Jepang yang warna-warni, dengan buntut panjang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Haha.. tentunya, gue pertama kali beli di Bandung kalo nggak salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;89. Senangnya nungguin acara Film Cerita Akhir Pekan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yaaa... Ortu gue rada-rada galak ngelarang gue nonton film 17 tahun ke atas di bioskop, tapi kalo di tivi mereka kan sering udah tidur. Jadi gue bisa nonton;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;90. Nonton acara Sanggar Cerita di TVRI tiap Sabtu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita tuh udah punya sitcom keluarga yang bagus-bagus zaman dulu, Keluarga Marlia Hardi, Pak Is, dan Ratu Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;91. Nggak tahu teks lagu Garuda Pancasila, pas bagian "...pribadi bangsaku..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kenapa pas bagian itu:P?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;92. Suka di suruh ikutan latihan nari di sekolah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Errr... waktu kelas satu SMA gue dan satu kelas ‘nari’ bareng ala SM buat acara ultah sekolah:D. Amit-amit banget deh. Musiknya comot sana-sini gitu. Halah, aib, aib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;93. Pake kaos kaki, tapi digulung, dilinting.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ya gue nggak seberapa suka sih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;94. Kalau karet kaos kakinya kendor, suka di pakein karet gelang, ntar pas&lt;br /&gt;pulang sekolah, ada tanda merah di betis.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Again, gue nggak suka. Maaf ya, gue berkepribadian dan nggak suka asal ngikut:P.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;95. Pernah ikutan karnaval pake kumis-kumisan di acara 17 Agustusan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Alamakjan, ini mah TK kali, dan gue TK tahun 1970-an:D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;96. Punya gambaran produksi GK (Gunung Kelud), yang di belakangnya teks lagu Unyil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yaya... tentunya ada. Terus maen lempar-lemparan pake taruhan gambaran juga. Gila gue punya ribuan dulu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-114224043556255583?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/114224043556255583/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=114224043556255583&amp;isPopup=true' title='109 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/114224043556255583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/114224043556255583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2006/03/profil-anak-jkt-taon-80-versi-gue.html' title='Profil Anak Jkt Taon 80-an, Versi Gue'/><author><name>guario</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06339713292865828642</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://www.geocities.com/nikiwisa/Rio9.jpg'/></author><thr:total>109</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-114068779247635078</id><published>2006-02-23T15:45:00.000+07:00</published><updated>2006-02-27T13:57:35.913+07:00</updated><title type='text'>Sandiwara Radio : Dari Kuping Turun Ke Hati</title><content type='html'>Saat Ibu hendak ke pasar, saya menyempatkan diri menyuruh beli sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Beli batere tengah dua biji ya, Bu."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/radio.jpg" alt="radio transistor" align="left"&gt;Ibu saya tak berkomentar. Ia telah lama mafhum untuk apa batere sebanyak itu. Itu untuk radio transistor. Engkau bertanya untuk apa pula radio transistor? Dan kenapa pula harus memakai batere di saat rumah terang benderang oleh listrik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik, saya ceritakan. Radio transistor untuk menangkap siaran dari sebuah stasiun radio di kabupaten sebelah yang memutar sandiwara radio. Kenapa mesti memakai batere? Sebab siaran radio dari kabupaten sebelah yang berada di jalur AM sangat lemah mengingat jarak yang berpuluh kilometer. Radio transistor bertenaga batere lebih sensitif menangkap siaran lemah tinimbang radio bertenaga listrik. Apa pasal entah.... Bisa ditanyakan pada ahli elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memilih menyimak stasiun radio dari kabupaten sebelah kendati di kampung saya satu radio swasta juga memutar sandiwara yang sama. Mau tahu alasannya? Sebab sandiwara radio dari stasiun kabupaten seberang selalu satu seri lebih dulu dibanding dari stasiun radio tempat saya. Dengan demikian, di sekolah, saya bisa pamer menceritakan lanjutan kisah Babad Tanah Leluhur yang baru diputar di radio setempat esoknya. Dan teman-teman saya akan mendengarkan cerita saya dengan tekun dan penuh perhatian....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi semata untuk sandiwara radio itulah Ibu membelikan saya batere. Ya, sandiwara radio. Jika Anda produk 80-an dan tinggal bukan di kota besar, Anda kemungkinan besar juga teracuni polusi sandiwara radio. Siapa yang tak kenal Brama Kumbara? Siapa yang meragukan kehebatan Sembara dengan cambuk kilatnya? Siapa yang tak merinding mendengar kikik Mak Lampir? Siapa yang tak mengakui kedigjayaan Mantili dengan pedang setan dan pedang peraknya? Dan siapa yang tak terpana mendengar penggambaran Lasmini yang cantik bahenol, genit namun sakti mandraguna? Tentang Mak Lampir ini, satu pertanyaan saya yang tak terjawab hingga kini : mengapa nenek siluman jahat yang satu ini demikian ceria dan bahagia? Setiap saat ia muncul selalu tak ketinggalan tawa yang mengikik. Tak sekali dua kali, melainkan nyaris sepanjang waktu. Sungguh,  betapa periang nenek kita ini....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Legenda Bertabur Obat-Obatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan sandiwara radio di era 80-an disponsori oleh perusahaan obat-obatan dan farmasi. Dan boleh dikatakan Kalbe Farma adalah yang tersukses dari sponsor-sponsor tersebut. Dua serial sandiwara radio &lt;strong&gt;Saur Sepuh &lt;/strong&gt;dan &lt;strong&gt;Babad Tanah Leluhur&lt;/strong&gt; usungan Kalbe Farma sukses memanen penggemar. Saur Sepuh dikemudikan oleh Niki Kosasih sementara ide cerita Babad Tanah Leluhur dilahirkan oleh Cece Suhyar (dengan teknik dan montase oleh Yadi Enos dan musik oleh Harry Sabar). Lalu di belakangnya tercatat PT Bintang Tudjuh dengan &lt;strong&gt;Api Di Bukit Menoreh &lt;/strong&gt;(SH Mintarja) dan &lt;strong&gt;Tutur Tinular &lt;/strong&gt;berserta sekuelnya Mahkota Mayangkara (S Tijab). Sementara PT Medifarma melahirkan &lt;strong&gt;Misteri dari Gunung Merapi&lt;/strong&gt; dan sekuelnya Mustika dari Gunung Merapi (Asmadi Sjafar). Di belakang serial-serial ini, mengikut serial-serial lain yang juga sukses namun tak mampu menghimpun sebanyak pendengar serial-serial di atas. Tercatat &lt;strong&gt;Putri Cadar Biru &lt;/strong&gt;(satu lagi dari Kalbe Farma), &lt;strong&gt;Misteri Gandrung Aru&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Jaka Badak&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Mahabrata&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Kaca Benggala&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Galang Gemilang&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Ibuku Sayang Ibuku Malang&lt;/strong&gt;, dan satu milik pemerintah yang berumur sangat panjang, &lt;strong&gt;Butir-Butir Pasir di Laut&lt;/strong&gt;. Sebagaimana halnya iklan di teve, iklan obat di sandiwara radio pun biasanya menyelinap di saat-saat menegangkan. Dengan durasi 30 menit, umumnya selingan iklan muncul sebanyak tiga sampai empat kali. Di opening jingle sederet iklan pun diperdengarkan sebelum masuk ke dalam cerita. Hingga kini saya tak bisa mengenyahkan jingle iklan Kalpanax, Micorex, Procold, Promag, Entrostop, Puyer obat sakit kepala cap 19, Decolsin, Decolgen, dan sederet obat-obatan lainnya dari kepala saya. Ya, saya telah tercuci otak oleh iklan sandiwara radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan persaingan melahirkan benih pertikaian. Kalpanax (Kalbe Farma) dan Micorex (Bintang Tujuh), keduanya berjenis obat antipanu dan antikutu air, memperoleh lahan buat menjatuhkan pesaing. Kalpanax (dengan cairan berwarna merah) yang lebih dahulu hadir tersinggung saat Micorex meledek ketidakmanjuran obar berwarna merah dalam iklan radionya. Sebagai pembalasan Kalpanax balas meledek Micorex yang berwarna biru dengan sebutan : spiritus bakar untuk lampu petromax.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/sandiwararadio1.jpg" alt="Saur Sepuh"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dongeng Sejarah dan Aji Maha Sakti&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan setelah kuliah saya baru mengerti dan mulai membangun teori mengapa sandiwara radio yang hanya mengandalkan kuping demikian lekat di hati rakyat jelata (dalam bahasa saur sepuh : kawula alit). Untuk rakyat kebanyakan, serial sandiwara radio yang kebanyakan berupa carangan (kisah fiktif yang menempel pada fakta sejarah) dianggap sebagai hiburan yang murah meriah, yang bahkan sering dianggap bagian dari sejarah itu sendiri. Saur Sepuh melekat pada sejarah kerajaan Majapahit dan Silihwangi, Babad Tanah Leluhur mendomplengi sejarah kerajaan Mataram Hindu, Tutur Tinular dan Mahkota Mayangkara berpegang pada babad kerajaan Singosari dan Majapahit (sama halnya dengan Misteri Gandrung Aru), sementara Api di Bukit Menoreh dan Putri Cadar Biru merujuk pada kerajaan Demak dan Mataram Islam. Putri Cadar Biru malah memilih latar perjuangan kerajaan Mataram Islam melawan penjajah asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara untuk anak-anak, sandiwara radio menumbuhsuburkan imajinasi, melatih daya khayali yang terstimuli hanya dari telinga. Saat bermain silat-silatan, tak jarang terdengar teriakan : Cambuk kilat, hiaaat! Atau Ajian Serat Jiwa, ciaaat! Atau, terimalah ini : Pukulan Seribu Geledek Tegalan Turu, jeddeeerrrr! Ya, memalukan memang. Tapi demikianlah kanak-kanak. Saya sendiri waktu itu punya ajian sakti : Kincir Metu dan Banyucakrabuana dari serial Babad Tanah Leluhur. Untuk Kincir Metu, saya akan berputar-putar sembari maju menghampiri 'musuh', dan untuk Banyucakrabuana, saya akan berputar sekali, merentangkan tangan ke atas lalu mendorong ke depan (mirip-mirip kamehame). Tentu saja tak terjadi apa-apa saat saya melepaskan 'ajian sakti' tersebut, selain rasa pusing dan mual akibat berputar-putar terlalu lama....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekolah pun racun sandiwara radio masih memperlihatkan pengaruhnya. Saat jam menggambar bebas, saya memilih menggambar tokoh favorit saya : Brama, dengan otot menonjol di sana-sini plus mahkota di kepala (kendati si Ferry Fadly pengisi suara bertubuh ceking mendekati kurus), Lasmini, dengan buah dada ekstra besar (setidaknya itu gambaran masa kecil saya tentang wanita penggoda), dan Mantili yang selalu menenteng pedang bak tukang jagal. Dan tentu saja pertengkaran antar teman di jam istirahat (yang kadang berakhir dengan perkelahian), tentang tokoh siapa yang lebih jago. Atau berlomba-lomba menebak-nebak kisah selanjutnya. Sebab tak ada yang mau mengalah, maka terkadang pertengkaran diselesaikan dengan berantem, dengan kepalan, zonder aji-ajian....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengagumkan, betapa sandiwara radio bisa membuat kita pulang ke rumah dengan bibir pecah dan mata lebam....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/sandiwararadio2.jpg" alt="Misteri Gunung Merapi a.k.a Mak Lampir"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Merambah Layar Perak dan Layar Kaca&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu akhirnya sandiwara radio pun naik pangkat. Dengan penggemar di segenap pelosok tanah air, pihak produser mencium aroma bisnis. Maka lahirlah Saur Sepuh sebagai sandiwara radio pertama yang bermutasi dari radio ke layar perak dengan biaya besar-besaran dan kolosal (untuk ukuran Indonesia). Satria Madangkara menjadi judul pertama disusul Pesanggrahan Kramat, Kembang Gunung Lawu lalu Istana Atap Angin. Dan bagai berlomba-lomba semua produser berupaya menggarap proyek yang sama. Misteri Dari Gunung Merapi merayap ke layar perak dengan episode Penghuni Rumah Tua, Titisan Roh Nyai Kembang, dan Perempuan Berambut Api. Tutur Tinular tak mau ketinggalan juga turut merambah layar perak dengan episode Pedang Naga Puspa dan Naga Puspa Kresna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di layar kaca, jangan tanya lagi. Di akhir 80-an dan sepanjang 90-an ruang keluarga di rumah diserbu oleh visualisasi sandiwara radio ini. Nyaris semua sandiwara radio yang populer (dan tak cuma yang bertema laga) di seret ke layar kaca. Sinetron seri laga berlandas sandiwara radio dengan PT Gentabhuana Pitaloka sebagai panglimanya hadir mengisi jam-jam prime time layar kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya? Saya menyimpan rasa gamang tentu saja. Sebab di layar perak dan di layar kaca visualisasi tokoh-tokoh kebanggaan saya memperoleh wujud. Dan saya harus bersiap kecewa. Sebab banyak hal yang berseberangan dengan imajinasi saya : Mantili tak secantik yang saya bayangkan, Lasmini tak berpayudara ekstrabesar, Brama versi layar lebar berkumis tebal, dan kenapa pula Mak Lampir bermuka hijau seperti keracunan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini dengan serbuan sinetron dan penjajahan teve lewat infotainment perlahan-lahan semua tokoh yang terbangun di benak saya mencair, terganti dengan pribadi-pribadi membumi dan manusiawi. Hilang sudah sosok Mantili yang galak dan sakti, berganti dengan sosok Elly Ermawati si pengisi suara Mantili yang bercerai dengan suami dan diduga selingkuh dengan Benny G Harja (lawan mainnya di beberapa film), Fendy Pradhana yang bolak-balik memerankan Brama dan Sembara, dan Murti Sari Dewi yang juga bernasib sama memerankan Lasmini dan Sakawuni (dalam versi radio kedua tokoh ini memang diisi suara oleh satu orang : Ivonne Rose) Apa dikata, satu persatu tokoh-tokoh pujaan saya yang suci tak terjamah dalam imajinasi saya perlahan pudar, melebur menjadi artis-artis hiburan yang manusiawi, lengkap dengan segala intrik, masalah, berita dan rumor....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/sandiwararadio3.jpg" alt="Tutur Tinular"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dunia yang Lebih Sederhana&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Runtuhnya gambaran tokoh-tokoh sandiwara dalam imajinasi saya membuat saya lambat-laun meninggalkan sandiwara radio. Terakhir saya masih sempat mengikuti Babad Tanah Leluhur hingga lahirnya generasi kedua Kayan Manggala, putra Anting Wulan dan Saka Palwaguna. Setelahnya saya memilih mundur, sebab saat itu bioskop telah menghadirkan visualisasi baru, dengan versi mereka (kebanyakan menuruti selera pasar), dan saya harus menurut pada selera produser dan saudara, tentang bagaimana wajah dan wujud jagoan-jagoan saya, bagaimana rupa Cambuk Kilat atau Pedang Naga Puspa Kresna, bagaimana bentuk Pesanggrahan Kramat dan Padepokan Gualarang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang saya masih merindukan masa di semuasanya masih demikian sederhana, masa di mana dunia hiburan (kanak-kanak) begitu lempang dan tak sesemrawut sekarang. Masa di mana di saat-saat tertentu kami duduk melingkar mengitari radio transistor dengan kuping terpasang cermat. Masa di mana suara derap kuda, denting pedang beradu, dahsyatnya dua aji kesaktian berjibaku, teriakan dan bentakan, menciptakan dunia sempurna dalam imajinasi saya tanpa perlu embel-embel visualisasi teve dan film. Masa di mana desah hangat Lasmini dari speaker radio saat ia merayu Brama, mewujudkan imaji Lasmini sebagai perempuan cantik, sintal, penggoda nomor wahid sekaligus sakti nan pilih tanding. Dan saya tak harus mendapati kenyataan bahwa di layar kaca, (pemeran) Lasmini, ternyata bermasalah dengan jerawat, kini tak sesingset dahulu dan mulai digelayuti lemak di sana-sini. Apa boleh buat, ilmu awet muda 'Lasmini' yang membuat brondong seperti Raden Bentar bertekuk lutut, ternyata kalah sakti menghadapi serbuan jerawat dan gelambir lemak.&lt;br /&gt;&lt;hr&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Teknik dan Montase: &lt;a href="http://www.essowenni.com"&gt;EssoWenni&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(sumber gambar : &lt;a href="http://www.rarekungfumovies.com"&gt;Rare Kungfu Movies&lt;/a&gt;)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size:90%"&gt;&lt;br /&gt;Sekadar catatan kaki, sebagai pengingat masa kejayaan sandiwara radio saya tuliskan sekilas 'curriculum vitae' para tokoh utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saur Sepuh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Brama Kumbara &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Murid Eyang Astagina dengan jabatan Raja Madangkara, Ajian andalan : Gelang-Gelang, Serat Jiwa, Waringin Sungsang dan Lapah Lumpuh, dan yang paling anyar ajian Ciptadewi (untuk menandingi Ciptadewa Lasmini). Brama Kumbara beristri dua : Harnum (dan Pramita. Kelak dari kedua istri ini lahir generasi kedua Saur Sepuh : Raden Bentar, Garnis, Raden Wanapati. Turut bergabung Anjani (anak Lasmini) dan Raden Paksi Jaladara (anak Mantili).&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Mantili&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Adik seibu Brama Kumbara. Pembela kebenaran, meski sedikit pemberang dan judes. Menguasai Serat Jiwa meski tak sempurna, bersenjatakan pedang setan yang mengeluarkan hawa racun berbau busuk, dan pedang perak yang memancarkan sinar menyilaukan dan membutakan. Juga menguasai jurus srigunting yang diajarkan Brama untuk menandingi Lasmini. Kelak dalam pertarungan puncak, Mantili harus mendapati kenyataan bahwa Lasmini ternyata juga menguasai penangkis srigunting. Dalam kebingungan, Mantili menyatukan pedang setan dan pedang perak, yang membuat Lasmini dan muridnya Yulidar kalah telak!&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Lasmini&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Perempuan penggoda, menyimpan dendam pada Brama akibat cinta yang kandas sebelum terbalas. Murid tunggal Nenek Lawu. Menguasai banyak ilmu terutama ilmu pelet, pengasihan, dan sirep (Aji Megananda). Ilmu pamungkasnya adalah Ciptadewa ciptaan Nenek Lawu yang merupakan gabungan ajian Serat Jiwa, Waringin Sungsang dan Lampah Lumpuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lasmini mendirikan sebuah perguruan bernama Anggrek Indah di Gunung Lawu. Satu jurus andalannya Kembang Seribu diajarkannya kepada semua murid-muridnya dan menjadi jurus wajib perguruan ini. Lasmini juga mendirikan Istana Atap Langit yang menjadi salah satu judul episode Saur Sepuh. Dan Episode Langit Membara di Bumi Jamparing menandai berakhirnya era Brama, Mantili dan Lasmini berlanjut dengan generasi ke dua, Raden Bentar dan kawan-kawan. Diceritakan tokoh-tokoh Brama, Mantili, dan kedua istrinya bertapa di suatu tempat yang hanya diketahui oleh anak-anak mereka (mungkin semacam suwung, ruang antara ada dan tiada di dimensi lain).&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tutur Tinular&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Arya Kamandanu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemuda lugu dari desa Kurawan. Anak kedua dari Mpu Hangareksa. memiliki aji Saeti Angin (yang membuat tubuhnya seringan kapas dan gerakannya secepat angin) ajaran Mpu Ranubhaya, guru sekaligus pamannya. Mewarisi pedang Naga Puspa ciptaan gurunya, pedang liar yang mampu membuat orang-orang sekelilingnya mengejang kaku dan tak dapat bergerak. Kelak setelah tergigit oleh siluman naga puspa, Kamandanu menguasai ajian Naga Puspa Kresna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamandanu menaruh hati kepada empat perempuan. Yang pertama kepada Nari Ratih, gadis dari desa Menguntur, yang kemudian dinikahi oleh Arya Dwipangga, kakak kandung Arya Kamandanu. Yang kedua kepada Mei Shin, perempuan pelarian dari tanah Cina yang kemudian 'dinodai' (mind my languange!) oleh Arya Dwipangga hingga hamil. Yang ketiga kepada Luh Jinggan, anak perempuan Mpu Lungga (yang mengajarinya ajian Naga Puspa Kresna). Cinta ini juga tak kesampaian. Yang keempat kepada Sakawuni, kolega sesama pendekar, putri Dewi Tunjung Biru, yang akhirnya dinikahinya. Dari pernikahannya ini Kamandanu beroleh seorang putra. Kelak setelah Singosari runtuh, Kamandanu menjadi senopati Majapahit.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Arya Dwipangga&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Putra sulung Mpu Hanggareksa, mahir dalam bersyair. Mudah jatuh cinta pada perempuan cantik, meski perempuan itu kekasih adiknya sendiri. Pada awalnya tak tertarik dengan ilmu kanuragan. Namun saat ia jatuh ke sumur tua (terhajar hingga cacat oleh Kamandanu yang murka akibat ulah si kakak yang menyakiti semua perempuan yang dicintai Kamandanu), ia bertemu dengan sosok tua misterius yang mengajarinya ilmu kanuragan. Kelak setelah lulus, Arya Dwipangga muncul kembali ke dunia nyata dan menyandang titel Pendekar Syair Berdarah, dengan senjata andalan Pedang Bulan Sabit Kembar. Memendam dendam tak terkira pada Arya Kamandanu yang telah membuatnya cacat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dwipangga memperoleh putra dari Nari Ratih (yang mati merana), bernama Panji Ketawang. Sementara dari Mei Shin yang dinodainya (again watch my language), Arya Dwipangga beroleh putri bernama Ayu Wandira yang kelak diangkat murid oleh Nini Ragarunting dan mewarisi ilmu selendang sakti Emban Gendong Momongan&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Mei Shin&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Pendekar perempuan berdarah Tionghoa. Bersama suaminya Lo Shi Shan, merupakan sepasang pelarian dari tanah Tiongkok. Dikejar-kejar oleh tentara kaisar cina lantaran membantu meloloskan Mpu Ranubhaya yang menjadi tawanan balatentara cina. Dalam pelarian mereka terpaksa menerima titipan Pedang Naga Puspa milik Mpu Ranubhaya (pedang ini sebenarnya pesanan kaisar cina yang memaksa Mpu Ranubhaya untuk membuat senjata sakti). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdampar di pulau Jawa (hebatnya keduanya tiba-tiba mahir berbahasa Indonesia), Mei Shin dan suaminya juga menjadi buronan tentara Singosari. Setelah suaminya tewas, Mei Shin yang terlunta-lunta ditampung oleh Kamandanu. Benih cinta yang tertanam terbentur oleh peristiwa dinodainya (this the last one, I hope!) Mei Shin oleh Dwipangga dengan cara licik. Dalam keadaan hamil Mei Shin kembali terlunta-lunta sebelum ditemukan oleh Nini Ragarunting. Hanya beberapa saat setelah melahirkan Mei Shin harus bertarung dengan prajurit singosari dan terluka parah (hingga nyaris mati) oleh Dewi Sambi (terkenal dengan pukulan Tapak Wisa-nya). Kamandanu, melihat keadaan Mei Shin, putus asa dan mengira Mei Shin telah tewas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun 'jasad' Mei Shin diam-diam diambil seorang tabib bernama Tuan Wong yang berhasil menghidupkan Mei Shin, mengangkat Mei Shin sebagai murid dan mengaruniainya ilmu Kabegjan (semacam ilmu kebatinan yang membuat pemiliknya tak pernah celaka, sepanjang si pemilik tak berdusta kepada diri sendiri). Mei Shin dikemudian hari terkenal sebagai tabib nomor satu dan berganti nama menjadi Nyai Paricara.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/kamandanu.jpg" alt="Arya Kamandanu"&gt; &lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/meishin.jpg" alt="Mei Shin"&gt; &lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/dwipangga.jpg" alt="Arya Dwipangga"&gt;&lt;/center&gt; &lt;br /&gt;Tutur Tinular kemudian berlanjut ke Mahkota Mayangkara, di mana tokoh Panji Ketawang, Ayu Wandira dan Ra Tanca (adik seperguruan Mei Shin) beranjak dewasa dan menjadi tokoh sentral dalam Mahkota Mayangkara. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Babad Tanah Leluhur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Saka Palwaguna&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Murid kedua dari dari perguruan Goalarang. Tergabung dalam kelompok Ning Sewu. Menguasai ajian Kincir Metu hingga tingkat ke-8. Berwatak jujur, lugu dan lembut. Mencintai Intan Pandini sepenuh hati, tanpa pernah tahu jika adik seperguruannya, Anting Wulan, juga menaruh hati padanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu insiden yang serba kebetulan, Intan Pandini tewas di tangan Anting Wulan, yang membuat Saka Palwaguna menaruh dendam pada adik seperguruannya. Dalam petualangannya, Saka Palwaguna hilang ingatan, dan jatuh bangun kasmaran pada seorang janda bernama Neng yang disangkanya Intan Pandini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelak dendam pada anting Wulan berubah cinta, dan Saka Palwaguna berjodoh dengan Anting Wulan. Sebelum mengawini Anting Wulan, Sakapalwaguna menguasai ajian Jalasukma yang mampu melumpuhkan musuh tanpa melukai. Jalasukma adalah ilmu (kitab) yang diturunkan oleh Resi Sanatadharma kepada cucunya Anting Wulan, yang malah memberikannya kepada Saka Palwaguna sebagai prasyarat perkawinan.&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Anting Wulan&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Murid paling bungsu dari kelompok Ning Sewu (setelah Seta Keling, Saka Palwaguna, dan Dampu Awuk). Menguasai Kincir Metu tingkat ke-6. Dalam suatu pertempuran akbar  di Bukit Tengkorak melawan  Jerangkong Hidup, AntingWulan terperosok ke dalam goa bawah tanah dan mendapatkan salinan ajian Banyucakrabuana di dinding goa. Hanya menguasai pembukaannya, ilmu Anting Wulan meningkat pesat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengembaraannya menghindari Saka Palwaguna (yang saat itu tengah mencari-carinya akibat salah paham yang menyebabkan tewasnya Intan Pandini kekasih Saka Palwaguna), Anting Wulan bentrok dengan Prabu Sana, yang menguasai Banyucakrabuana tingkat pertama, dan memiliki kujang Cakrabuana. Penasaran, Anting Wulan kembali ke goa bawah tanah di bukit tengkorak dan menguasai ajian Banycakrabuana tingkat ke dua. Melalui pengalaman gaib saat mendalami ajian Banyucakrabuana Anting Wulan bertemu dengan Dewi Laut Kidul yang kemudian menjadi guru dan penasehat spiritualnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam episode Rahasia Puncak Gunung Wukir Anting Wulan bersua dengan siluman ular emas dalam wujud pedang Ular Emas yang kelak menyengsarakan hidupnya, menghancurkan perkawinannya dengan Sakapalwaguna, dan membuatnya harus mengasingkan diri dan berganti nama menjadi Nyai Kembang Hitam.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Raden Purbaya&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Putra mahkota kerajaan Karangsedana yang digulingkan. Terusir dari istana, Purbaya mengembara ditemani emban pengasuhnya yang setia, Cempaka. Sempat 'mengecap pendidikan' di padepokan Gualarang,  Purbaya dan Cempaka diangkat murid oleh tokoh misterius bernama Mamang Kuraya. Dari tokoh ini, keduanya mendapatkan ilmu Semadi Dewa Gila (yang menjadi tandingan ilmu Kelelawar Sakti milik Jerangkong Hidup). &lt;br /&gt;Hal yang misterius dari  diri Purbaya dan juga Cempaka adalah bahwa dalam keadaan terancam maut sosok penuh cahaya tiba-tiba bangkit dari dalam tubuh mereka dan menyelamatkan nyawa mereka. Tak kurang Reshi Amista, (penjahat paling berbahaya dalam serial ini, yang memiliki aji Pancawayang dan Rawarontek yang menyebabkan ia nyaris tak bisa mati) selalu bertekuk lutut oleh sosok cahaya penuh misteri yang bersemayam dalam tubuh Purbaya dan Cempaka ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelak,diketahui bahwa sosok agung bercahaya dalam diri Purbaya adalah Sang Hyang Wishnu sementara dalam tubuh Cempaka sendiri bersemayam Nyai Pohaci (Dewi Sri). Kasihan Reshi Amista, tak menyadari kalau ia tak bakalan menang melawan sepasang suami istri dewa-dewi ini. Udah jelas, nggak level kan?&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mestika Dari Gunung Merapi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/sembara.jpg" alt="Sembara"&gt; &lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/farida.jpg" alt="Farida"&gt; &lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/maklampir.jpg" alt="Mak Lampir"&gt;&lt;/center&gt; &lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Sembara&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Murid Kakek Jabat dari puncak gunung Merapi. Sakti mandraguna bersenjatakan Cambuk Kilat (di sinetron nama cambuk berubah menjadi Cambuk Amal Rasuli). Menjalin kasih sehidup semati dengan Farida, meski terkadang Rindi Antika yang memendam cinta pada Sembara, membayang-bayangi. Musuh bebuyutan para setan dan siluman jahat, Sembara juga memiliki ilmu Selimut Kabut, semacam aji halimunan yang membuat Sembara tak kasat mata.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Faridha&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Pada mulanya gadis lemah dan tak berdaya, dan hanya menjadi bulan-bulanan para tokoh jahat. Namun setelah berguru pada Nyai Bidara dari puncak bukit Bidara, Faridha menguasai ilmu Lembayung Senja, sejenis ilmu pukulan yang membuat korban yang terkena mati dengan tubuh berwarna lembayung. Faridha juga menguasai ilmu Semilir Angin, ilmu sejenis halimunan yang tak beda jauh dengan selimut kabut. Cambuk Kilat, Selimut Kabut, dan Semilir Angin adalah ilmu yang termasuk mudah. Cukup dengan menyebut 'Cambuk Kilat/Selimut Kabut/Semilir Angin, datanglah' maka senjata atau ilmu tersebut akan datang. Sepanjang pengetahuan saya, senjata dan ilmu-ilmu tadi tak pernah alpa 'memenuhi' panggilan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Mak Lampir&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Villain of the villains, biang dari segala tokoh jahat sekaligus nenek paling ceria di muka bumi (senantiasa ketawa mengikik di segala kesempatan). Konon merupakan penjelmaan seorang perempuan yang mati penasaran, nenek 'berbahagia' ini menyebar teror di muka bumi. Menghuni Rumah Tua dan Hutan Larangan. Dikokohkan sebagai musuh bebuyutan Sembara, Mak Lampir tak pernah tuntas punah saat terjadi pertempuran antar kedua tokoh ini. Selalu saja lolos. Nenek yang juga selalu beruntung.... &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-114068779247635078?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/114068779247635078/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=114068779247635078&amp;isPopup=true' title='130 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/114068779247635078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/114068779247635078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2006/02/sandiwara-radio-dari-kuping-turun-ke.html' title='Sandiwara Radio : Dari Kuping Turun Ke Hati'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/th_radio.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>130</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-113996807404188910</id><published>2006-02-15T08:42:00.002+07:00</published><updated>2009-06-05T14:54:22.107+07:00</updated><title type='text'>Rumah Mungil di Padang Rumput</title><content type='html'>Sebuah karavan sederhana berjalan pelan-pelan dengan ditarik seekor kuda. Terseok-seok di atas jalan tanah berdebu. Siang yang panas di sebuah bukit landai berpadang rumput luas. Seorang lelaki kekar berwajah ramah menarik-narik tali kekang kuda yang menghela karavannya. Istrinya yang cantik semampai duduk mendampinginya dengan selalu menyunggingkan senyum manis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga orang gadis kecil berbeda usia berlarian menuruni lereng bukit yang dihampari rumput-rumput tinggi menghijau. Bunga-bunga rumput berayun-ayun riang mengikuti hentakan kaki-kaki mungil melompat-lompat turun. Didahului oleh seekor anjing berbulu lebat yang lincah menderap menuju ke bawah. Gadis yang berkepang dua tak kalah lincah segera mengejarnya, diikuti kakaknya yang berambut panjang indah. Sedangkan si adik terkecil tertatih-tatih di belakang berusaha mengikuti lompatan-lompatan kedua kakaknya... Ups, kaki mungilnya tersandung dan jatuh terguling beberapa depa di lereng bukit. Tapi untunglah lapisan rumput itu cukup empuk, sehingga si kecil bisa segera bangkit dan kembali tertawa riang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/lh-landon.jpg" alt="Charles &amp;amp; Caroline" /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/lh-girls.jpg" alt="Ingalls Girls" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara hari minggu di 80-an bagi yang ingin tinggal di rumah saja sambil menonton tivi tampaknya sudah tercetak di sebuah prasasti batu yang tidak mungkin diubah lagi. Nonton Unyil, Ria Jenaka, dan Album Minggu. Lalu sebagai penutup menjelang waktu tidur siang di hari yang terik, suguhan tetap setiap akhir minggu adalah kisah tentang keluarga sederhana yang hidup di kota kecil dengan berbagai intrik dan kejadian menyentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/lh-intro.jpg" alt="Title" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga Ingalls dalam serial LITTLE HOUSE ON THE PRAIRIE, Si Babe Charles Ingalls yang rambutnya gondrong megar, bersama Emak Caroline yang berwajah manis tapi teduh, bersama tiga anak gadisnya Mary, Laura, dan Carrie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/charles.jpg" alt="Babe Charles Ingalls" /&gt; &lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/caroline.jpg" alt="Emak Caroline" /&gt; &lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/mary.jpg" alt="Mary" /&gt; &lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/laura.jpg" alt="Laura" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/oleson.jpg" alt="Keluarga Oleson" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/whole-family.jpg" alt="Keluarga Ingalls lengkap dengan menantu" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai nonton film ini... waktunya buat bobo siang ...&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;By: Little &lt;a href="http://qyu.blogspot.com/"&gt;Q&lt;/a&gt; on the 80's&lt;br /&gt;Sources: &lt;a href="http://www.delsjourney.com/travels_2001-02/story_list/us/little_house_on_the_prairie.htm"&gt;Delsjourney&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nostalgiacentral.com/tv/drama/littlehouse.htm"&gt;Nostalgia Central&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.bright.net/%7Ehohenbri/aaron.htm"&gt;Aaron's&lt;/a&gt;, &amp;amp; &lt;a href="http://www.imdb.com/"&gt;imdb&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Tulisan lengkap dari artikel ini&lt;br /&gt;sekarang sudah diterbitkan dalam bentuk buku&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;berjudul "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gaul Jadul&lt;/span&gt;" oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Q Baihaqi&lt;/span&gt;,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;terbitan Gagas Media, Juni 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);" src="http://i285.photobucket.com/albums/ll45/qyu2/gauljaduls.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera aja dapatkan di toko buku langganan kalian yah cing... &lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-113996807404188910?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/113996807404188910/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=113996807404188910&amp;isPopup=true' title='42 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/113996807404188910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/113996807404188910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2006/02/rumah-mungil-di-padang-rumput.html' title='Rumah Mungil di Padang Rumput'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/th_lh-landon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>42</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-113910914755388854</id><published>2006-02-05T09:59:00.002+07:00</published><updated>2009-06-05T14:54:41.413+07:00</updated><title type='text'>Festival Film Indonesia Era 80-an</title><content type='html'>Film Indonesia bisa dibilang mencapai salah satu puncaknya di dekade 80-an. Banyak film diproduksi dengan berbagai macam karakter.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Film pop remaja, berjubel bahkan dibikin dalam beberapa seri seperti Lupus dan Catatan Si Boy.(&lt;em&gt;maap, belum nemu gambar2nya :(&lt;/em&gt;)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Film komedi, tidak perlu ditanyakan lagi rajanya, Warkop DKI tentu saja.&lt;br /&gt;Di samping ada juga deretan film komedi situasi macam "Kejarlah Daku Kau Kutangkap". &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/warkop.jpg" alt="Warkop DKI" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Film laga, sudah pernah dibahas kan? dengan Eva Arnaz dan Barry Prima sebagai ratu dan rajanya. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/laga.jpg" alt="Film Laga" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Film horror, misteri, dengan Suzanna sebagai ratunya&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/suzanna.jpg" alt="Suzanna Ratu Misteri" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Film2 musikal Rhoma Irama juga mencapai masa kejayaannya. Penontonnya selalu membludak, apalagi kalo diputer pas liburan lebaran&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/rhoma.jpg" alt="Film Rhoma" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Film drama percintaan, banyak novel Mira W yang difilmkan di dekade ini. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Hingga film yang membutuhkan pemadam kebakaran alias film panas. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Film2 itu bukan sebatas diproduksi dan ditayangkan di bioskop, tapi juga ditonton banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inget nggak kalo di iklan2 bioskop di koran, yang dipajang berderet kecil2 di halaman belakang, selalu dengan bangga mencantumkan tulisan "Minggu ke-10!!" pada film2 laris yang masih bertahan tetap diputar. Kebayang? ada film yang masih diputar hingga minggu ke-10!! Hari gini apa ada ya? Tapi itu benar2 terjadi di 80-an. Mestinya bukan karena stok film cuma sedikit, tapi memang karena masih ada yang mau nonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;Bukan cuma film yang disesuaikan sama selera pasar saja yang banyak muncul, tapi juga banyak diproduksi film2 berkualitas festival. Film2 itu dilahirkan dari tangan dingin para sineas kawakan yang sedang berada di masa kejayaannya. Lihat aja, ada Teguh Karya, Syumandjaja, Arifin C Noer, Slamet Rahardjo, hingga Christine Hakim semua masih aktif berkarya dengan penuh komitmen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/tokohfilm.jpg" alt="Tokoh Film Indonesia" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber: Wikipedia dan Buku Pintar Seri Senior karya Iwan Gayo&lt;/strong&gt;... hehehe :D&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gambar2: &lt;a href="http://www.cinemashop.com/" target="_blank"&gt;CinemaShop&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Tulisan lengkap dari artikel ini&lt;br /&gt;sekarang sudah diterbitkan dalam bentuk buku&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;berjudul "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gaul Jadul&lt;/span&gt;" oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Q Baihaqi&lt;/span&gt;,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;terbitan Gagas Media, Juni 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);" src="http://i285.photobucket.com/albums/ll45/qyu2/gauljaduls.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera aja dapatkan di toko buku langganan kalian yah cing... &lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-113910914755388854?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/113910914755388854/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=113910914755388854&amp;isPopup=true' title='39 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/113910914755388854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/113910914755388854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2006/02/festival-film-indonesia-era-80.html' title='Festival Film Indonesia Era 80-an'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/th_warkop.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>39</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-113766684532208196</id><published>2006-01-19T17:31:00.000+07:00</published><updated>2006-01-19T17:44:53.540+07:00</updated><title type='text'>Ria Jenaka</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;em&gt;Aku ingat.....&lt;br /&gt;Sayup-sayup terdengar alunan gamelan berlagu...&lt;br /&gt;Lalu ada sebuah animasi kepala besar sederhana namun berkesan besar dan lucu&lt;br /&gt;Di bawah si kepala itu berbaris bak tentara siluet hitam animasi anak-anak&lt;br /&gt;Si kepala itu mengawasi dan mengeluarkan sepasang tangan&lt;br /&gt;yang kemudian mengapit deretan anak-anak itu&lt;br /&gt;Lalu kedua tangan itu menyatu, memberengus kumpulan siluet itu&lt;br /&gt;Satu siluet mencoba menololkan diri di sela jemari kukuh tangan itu&lt;br /&gt;Namun si kepala dengan nakal menekan kembali&lt;br /&gt;sehingga semuanya ada dalam genggamannya&lt;br /&gt;Mengkremus-kremus, lalu tangan itu itu terbuka &lt;br /&gt;Dan munculah tulisan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:125%"&gt;&lt;b&gt;RIA JENAKA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Suara gamelan itu masih mengalun...&lt;/em&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu satu demi satu karaker tetap acara ini yang berkostum ala punakawan muncul (not in alphabetical order!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mulai Bagong, Petruk, Gareng, Semar (alias Romo) dan Mono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/rj1.jpg" &gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara masuk dan keluar panggung setiap karakter tetapnya sangat khas. Susah di visualisasikan disini, tapi dulu aku termasuk suka meniru gerakan-gerakan itu dan memperagakannya di depan ponakan dan keluarga lainnya, lalu suruh mereka menebak gerakan siapa itu.... Sejauh yang aku ingat, jawaban mereka selalu tepat karena aku memeragakannya dengan sempurna. Termasuk cara ketawa Iskak yang sebenarnya artifisial namun sukses menjadi ciri khas beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang menyangka Ria Jenaka menjadi tontonan yang popular dan berumur panjang di era 80-an. Padahal isinya tidak lebih dari sekedar propaganda dan penyuluhan. Sampai salah seorang pengamat televisi dan kebudayaan pernah menyatakan bahwa punakawan (&lt;em&gt;kok ga ada punalawan ya....? &lt;/em&gt;) di RIA JENAKA hanya punya satu mata karena menyampaikan pesan dari satu sisi saja.  Dalam hal ini sisi penguasa. Sejatinya punakawan adalah simbol rakyat atau dewa yang bernurani rakyat. Namun dalam acara ini punakawan malah jadi corong pemerintah. Sama sekali tidak mengejutkan, mengingat memang itu acara yang tayang di televisi yang nota bene punya pemerintah. Jadi ga heran para punakawan ini dengan lancar suatu saat bertutur nyinyir tentang KB, transmigrasi, banjir, Aku Cinta Produksi Indonesia,dan macem-macem lainnya. Tergantung departemen atau lembaga atau instansi terkait mana yang memesennya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ria Jenaka termasuk acara tema penyuluhan multi sektoral yang bertahan lama. Cuma kalah sama si Unyil namun unggul telak dari kartun najong berjudul SI HUMA yang isinya benar-benar Penataran P4. Membayangkan Huma dan Windi, visualisasinya jadi inget sama tuyul. Beda jauh sama kartun favoritku jaman dulu, KUM KUM...!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mulai tayang Maret 1981, adalah Drs. H. Subrata yang waktu itu Direktur TVRI ingin agar program pemerintah  bisa sampai pada masyarakat dengan lancar, Figur punakawan dipilih jadi media ungkap mengingat sifatnya yang dekat dengan masyarakat. Namun penggunaannya lantas lebih bersifat idiom. Jadi ya sah-sah saja kalau akhirnya para punakawan itu menjadi hanya 'BERMATA SATU' .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuat Ria Jenaka digemari mengingat sebenernya ‘pesan sponsor’ dalam acara tersebut sangat besar dan kuat? Bisa jadi karena masih sedikitnya hiburan di televisi pada masa itu. Pemirsa tidak punya pilihan. Dan  Ria Jenaka lumayan dibalut dengan suatu plot cerita dan komedi serta bumbu slapstick yang membuat orang menanti. Aku ingat setiap hari minggu, begitu dengar suara gamelan yang khas itu, rasanya apapun kegiatan bermain (apalagi belajar dan bekerja) yang sedang dilakukan langsung ditinggal demi melihat penampilan brilian Ateng dkk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/rj2.jpg" &gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup, Ria Jenaka memang digawangi grup Ateng dkk. Waktu itu TVRI memberikan order sama beliau untuk mengusung acara ini sebagai pemain tetap. Dan Ateng diberi kebebasan untuk memilih pelakon lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka akhirnya terpilihlah Ateng sebagai Bagong, Iskak sebagai Petruk, Suroto sebagai Gareng, Sampan Hismanto  sebagai Semar/Romo dan Teten sebagai Mono (duhh suara Mono yang males manja dan ada nuansa genit bikin pengen nonjok!! Hehehe).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suroto kemudian diganti sama Slamet Harto. Dan gosipnya nih, Ateng sebenarnya lebih memilih Om Kris Biantoro untuk menjadi Romo Semar, karena beliau sama-sama mengandung basic  komedi juga. Namun si Om waktu itu sibuk bawain acara-acara kuis bikinan Ibu Ani Sumadi. Akhirnya terpilihlah Sampan Hismanto, seorang penata tari tradisionil yang bukan kebetulan kalau kelompok karawitan pimpinannya dipake juga buat  menciptakan, mengalunkan dan mengisi bagian musik acara ini yang sangat khas Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain para tokoh inti itu, kadang ada juga tokoh tambahan yang sifatnya bintang tamu. Pelaku lain yang lumayan menunjang meski tidak kelihatan di layar adalah pasukan penyumbang tawa dan tepuk tangan yang selalu terdengar dari awal sampai akhir acara tergantung momennya. Tak disangka tak dinyana, ternyata mereka adalah tetangga-tetangga Ateng yang sengaja diundang dalam pengambilan gambar yang tiap kali rekaman bisa bikin sampai 5 episode. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lupa kapan tepatnya acara ini berakhir, namun yang pasti RIA JENAKA telah memberi warna buat kenajongan 80-an. Sebuah apresiasi layak di diberikan pada Ateng, Iskak dkk yang telah berpulang dengan meninggalkan sebuah karya dunia kaca yang memang ga mungkin ditayang ulang, tapi tetap dalam kenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adios Amigos Permios&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr&gt;&lt;br /&gt;Ditulis oleh: &lt;a href="http://riadi.blogdrive.com" target="_blank"&gt;Ria(di)&lt;/a&gt; Jenaka :p&lt;br /&gt;Additional Source: nemu dari Majalah HAI yang sudah Berubah Warna sangking bulukannya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-113766684532208196?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/113766684532208196/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=113766684532208196&amp;isPopup=true' title='31 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/113766684532208196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/113766684532208196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2006/01/ria-jenaka.html' title='Ria Jenaka'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/th_rj1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>31</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-113638796798159605</id><published>2006-01-04T22:15:00.000+07:00</published><updated>2006-01-05T09:02:14.503+07:00</updated><title type='text'>Kembali ke RETURN TO EDEN</title><content type='html'>Sedikit banyak terinspirasi ama berita beberapa hari yang lalu yang sempat mendominasi semua media massa, muncullah kenangan tentang serial yang satu ini. Tapi cuma terinspirasi ya... nggak ada kaitannya sama sekali lo! Kalo yang di berita2 itu mengaku sebagai malaikat Jibril, yang satu ini kayaknya punya malaikat pelindung yang hebat soalnya celaka berkali-kali tapi nggak mati2 juga. Kalo yang di berita itu menamakan diri sebagai Komunitas Eden, yang satu ini... apalagi kalo bukan... RETURN TO EDEN!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/rte.jpg" &gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan ngaku dibesarkan di 80-an kalo nggak ngerti, nggak ngikutin opera sabun asal Australia yang satu ini. Jaman itu stasiun tivi cuma ada TVRI, jadi gak ada alasan untuk nggak nonton serial ini. Apalagi semua orang membicarakannya, pasti mau nggak mau jadi ikutan nonton. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serial dari Australia ini emang hot banget buat jamannya, nggak ragu menampilkan pemain nya (baik yang cewek maupun yang cowok) dalam balutan baju-baju seksi atau bahkan sekedar ditutupin secarik kain (apapun bentuknya itu). Dengan intriknya yang dibuat seruwet mungkin (meski nggak seajaib sinetron Indonesia sekarang!). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggemar serial ini pasti nggak sabar menunggu-nunggu kehadirannya tiap habis dunia dalam berita (hari apa ya? gw udah lupa :D). Dan meskipun saat itu gw belum seharusnya melihat film-film dewasa, tapi rasa keingintahuan dan juga desakan melihat pameran eeerrrrr…'estetika' yang begitu memancing 'rasa kagum' ;) membuat gw membulatkan tekad untuk nggak tidur sebelum nonton serial ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mestinya sih para orangtua nggak sembarangan ngasih ijin anak2nya yang masih kecil nonton serial ini. Tapi gimana lagi, bapak, emak, ama kakak plus pembokat pada antusias nonton, masak anaknya ikutan nyempil dan ikut kecanduan nggak boleh? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tokoh Utamanya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Stephanie Harper&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/steph.jpg" align="left"&gt;Tokoh utama, diperankan oleh Rebecca Gilling (hihihi.. kalo saja ni pelem maen di 2000-an pasti "Rebecca Gilling" bakal masuk kamus gaulnya Debby Sahertian... hihihihi.. gilingan bener namanya). Matanya mengingatkan pada Glenn Close di film Fatal Attraction, sementara hidungnya agak sedikit mirip dengan mega model Linda Evangelista. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stephanie sebagai tokoh protagonis yang banyak dikelabui dan juga selalu terlibat dalam intrik yang tidak menguntungkannya. Kekayaan nya diperebutkan, suaminya mengkhianati bahkan mencelakakannya, kemudian juga trauma-trauma yang menghantuinya kembali (anjrit, bahasanya udah saingan ama sinopsis telenovela banget!). Pokoke tipe tokoh yang akan selalu menarik simpati penonton deh, dengan melupakan betapa dia juga tidur dengan beberapa orang yang bukan suaminya *moralis mode on*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas Rebecca Gilling (gw masih pengen ketawa ama namanya :D) datang ke Indonesia buat liburan (lupa tahun berapa), itu yang namanya fans dia udah berjubel di bandara buat foto2 atau sekedar salaman ama dia!!! Bukti kalo Return to Eden emang tontonan semua orang di 80-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu lagi, salah satu merk sabun yang banyak memajang bintang-bintang cantik kayak Ida Iasha (inget ya ini 80-an! Jadi belum Dian Sastro ato Mariana Renata) memajang wajah si Rebecca ini buat jadi modelnya. Wuiiiih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jilly Stewart&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/jilly.jpg" align="left"&gt;Tokoh antagonis, diperankan oleh Peta Toppano. Pada miniserinya, Jilly ini diperankan oleh Windy Hughes, tapi memang Peta Toppano lebih cocok memerankannya (mengingat pemeran Jilly sebelumnya rada-rada 'unrep'). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang patut dicatat dari Jilly ini adalah, sangat manipulatif dan juga sangat gemar tidur dengan lelaki…nyaris siapapun itu. Ada dalam satu episode diceritakan bahwa Jilly dan Dennis yang sama-sama manipulatif menggunakan ranjang sebagai wadah mereka berdua bertransaksi mendapatkan apa yang mereka berdua inginkan (selain yang satu hal itu tentyunya!). Di lain episode, Jilly didatangi oleh tokoh bernama Johno, yang menawarkan informasi mengenai adanya tambang minyak di wilayah Northern Territory, dan diskusi dilakukan (kembali) di tempat tidur. Dengan banyaknya adegan di ranjang yang bikin mata melotot ini, jadi nggak heran RTE ditayangkan setelah acara Dunia Dalam Berita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi tentang Jilly ini, doi selalu tampil dengan topi-topi yang gw rasa bisa bikin Philip Treacy si desainer topi itu ngerasa minder. Entah yang motif polkadot lha, trus ada juga yang mirip cone ice cream diterbalikin (butuh berapa jepitan ya buat bikin topi itu tetap pada tempatnya?). Pokoke ide banget deh topi-topinya itu. Tapi kok kalo gw liat somehow si Jilly ini keliatan kayak Estee Lauder versi bitchy nya gitu.... hihihihihihi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/topisayabundar.jpg" &gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jake Sanders&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/jake.jpg" align="left"&gt;Diperankan oleh Daniel Abineri. Pengusaha kaya yang dengan gigih berusaha merebut Harper's Mining dari tangan Stephanie, selain diam2 juga menginginkan Stephanie nya sendiri untuk diperistri. Semua itu entah didasari dendam, entah karena terobsesi ama bekas istri kakaknya sendiri. Yup, Jake Sanders adalah adik dari Greg Marsden, mantan suami Stephanie yang melemparkannya ke rawa penuh buaya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jake Sanders ini emang cowok flamboyan, ambisius yang 11-12 alias beda-beda tipis ama Jilly dalam hal menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Penampilan Jake Sanders ini cukup membikin heboh dengan celana renangnya, dan juga tampangnya yang emang ngganteng itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dan Marshall&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/dan.jpg" align="left"&gt;Dokter bedah plastik yang berhasil mengembalikan kecantikan Stephanie dan kemudian menjadi suami dari Stephanie Harper (entah suami ke berapa). Ya seperti tipikal suami baik-baik di soap opera, mudah diperdaya, baik hati, nggak punya tendensi apa-apa selain membahagiakan istri dan keluarga…aaaiiiiiiiiiih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cassie Jones&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/cassie.jpg" align="left"&gt;Sebenernya bukan tokoh penting banget di RTE ini, tapi perannya sempat membuat tokoh yang lain kalang kabut. Dan kehadirannya patut diangkat karena, yaolo, sangat 80-an!!! Dengan blazer ber-pundak rugby nya, rambut kriwil yang dikuncir samping, kacamuka dan juga make up. Pokoke if you need something represented from 80s decade, you may find it in a person which is her! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sheik Ahmal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/ahmal.jpg" align="left"&gt;Seorang ‘kawan’ Stephanie. Nggak tau kenapa tokoh arab ini muncul, apa kaitannya ama tambang minyak, nggak ngerti juga gw. Digambarkan sebagai arab yang moderat (lebih moderat mana ya, sama arab-arab yang di Hotel Sentral hihihihihihihi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dennis Harper&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/dennis.jpg" align="left"&gt;Nggak ketahuan ini anak Stephanie darimana. Soalnya nggak diceritain, Stephanie itu janda dari siapa, pokoke janda aja! Digambarkan sebagai anak manja, yang doyan cewek, judi, dan mobil bagus (payah loe Dennis, masa kalah ama si Boy!!!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sarah Harper&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/sarah.jpg" align="left"&gt;Sodaranya Dennis. Saingan nya Cassie dalam hal dandanan tahun 80-an, rambut kriwil dan bahu rugby hehehehe. Dapet pacar kok ya diisukan sedarah ama dia, gimana nggak bikin stress. Mana udah mengandung anak dari pacarnya pula, nasib…nasib!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;RINGKASAN CERITA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Miniseri, 3 episode&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/ms1.jpg" align="left"&gt;Janda kaya raya pewaris Harper Mining, Stephanie Harper  dinikahi oleh seorang pemain tenis profesional juara Wimbledon, Greg Marsden. Mereka tinggal di Eden, rumah mewah milik Stephanie di Northern Teritory Australia. Ketika Greg bertemu Jilly Stewart, yang seharusnya adalah teman baik Stephanie, keduanya jatuh cinta. Begitu dalamnya cinta Greg, hingga memutuskan untuk melenyapkan istrinya. Dalam suatu perburuan buaya, Greg mendorong Stephanie jatuh dari kapal ke sungai yang penuh buaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/ms3.jpg"&gt;  &lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/ms2.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stephanie ternyata masih mampu bertahan hidup dan ditolong oleh seorang pertapa di suatu rawa2. Selanjutnya Stephanie ditangani oleh seorang dokter bedah plastik Dr. Dan Marshall. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan wajah barunya Stephanie memasuki dunia model sebagai Tara Welles. Sesuai dengan rencana, Greg jatuh hati kepada Tara. Saat Tara di ajak ke Eden oleh Greg, mereka bertemu Jilly. Rahasiapun dibongkar dan terjadilah perkelahian. Jilly sempat melukai Greg. Malangnya Greg tewas saat mencoba melarikan diri dengan pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilly ditangkap atas tuduhan percobaan pembunuhan. Sementara Stephanie jatuh cinta dengan dokter bedah plastiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Serial, 22 episode&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi untuk lengkapnya kenangan akan telenovela 80-an ini, sinopsis ini diusahakan menceritakan semua bagian. Karena itu.... perlu diperingatkan sejak dini bahwa sinopsis ini bakalan panjaaaaaaaang... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/rte01.jpg" align="left"&gt;Diawali oleh cerita kebahagiaan Stephanie yang telah menikah dengan Dan Marshall. Tapi kebahagiaan itu ternyata harus diguncang oleh surat wasiat ayahnya Max Harper yang baru ditemukan. Wasiat itu menyatakan bahwa Jilly Stewart, yang kebetulan baru saja keluar dari penjara setelah di hukum tujuh tahun, diakui sebagai saudara Stephanie (walah segitunya... si om kayaknya udah pernah tidur ama Jilly nih :P). Dan tentunya berhak atas sebagian warisan Harper. Jilly pun tinggal bersama keluarga Harper di Eden dan kembali menjadi biang kerok (kalo nggak ada Jilly sebagai biang kerok, ya nggak bakalan ada opera sabun ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/rte02.jpg" align="right"&gt;Harper Mining, perusahaan milik ayah Stephanie, pada saat yang sama sedang berusaha direbut dengan segala cara oleh seorang pengusaha bernama Jake Sanders (Yang sejak pemunculan pertama sudah digambarkan sedang berada di ranjang dengan Cassie Jones, analis di Harper Mining). Merasa memiliki kepentingan yang sama, Jilly pun mendekati Jake. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/rte03.jpg" align="left"&gt;Berkomplot dengan Jake, Jilly berusaha mencelakakan Stephanie. Jilly menghubungi Olive, temannya di penjara, untuk menghabisi Steph. Berbagai cara dilakukan Olive, dari menembaknya saat sedang berkuda, memasukkan buaya di kolam renang Eden, meledakkan kapal motor, tapi tidak ada yang berhasil (kali Stephanie ada keturunan kucing nih.. nyawanya sembilan :D). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/rte04.jpg" align="right"&gt;Jilly memutuskan menikah kembali dengan mantan suaminya Phillip (yang udah tua renta dan jelas nggak "Jilly" banget). Sebagai hadiah pernikahan Steph memberikan sebagian saham Harper Mining untuk Jilly (aduuuh.. baik hati sekali kakak ini ya? nggak inget pernah hampir dibunuh?). Jilly pun menerimanya dengan gembira dan segera menyatukannya dengan saham yang dimiliki Jake. Dan Jake akhirnya memiliki jumlah saham yang cukup untuk duduk di kursi direksi Harper Mining (Stephanie emang giling kok.. :P).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/rte05.jpg" align="left"&gt;Dan Marshall merasa dinomer-duakan oleh Stephanie daripada perusahaan (ngambek juga akhirnya). Dia pergi ke pulau dimana mereka berdua bertemu pertama kali. Sempat bimbang antara menyelamatkan perusahaan atau pernikahannya, Steph akhirnya menyusul Dan ke pulau. Pada saat itulah Jake Sanders berhasil secara sepihak mengambil alih pimpinan perusahaan Harper Mining. Sementara Steph dan Dan malah mengalami kecelakaan di boat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*ambil nafas dulu... *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/rte06.jpg" align="right"&gt;Philip, suami Jilly, mengetahui persekongkolan dan perselingkuhan antara Jake dan Jilly. Dia sempat merekam pembicaraan Jake dan Jilly. Sebelum bunuh diri karena malu, Philip sempat mengirim kaset itu kepada Steph dan Jessica, keponakannya. Kaset untuk Steph berhasil diambil Jilly, tapi Jessica muncul dan mencoba memeras Jilly (cucian kali....) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/rte07.jpg" align="left"&gt;Bill Mc Master, teman ayah Stephanie yang masih ikut memimpin Harper, memiliki anak bernama Tom yang juga dipercaya bekerja di Harper. Tom menjalin hubungan dengan Sarah, anak perempuan Stephanie. Tapi Bill dan istrinya berusaha menghalangi berlanjutnya hubungan itu, karena Tom menurut mereka adalah anak dari Stephanie yang dilahirkan saat Steph berusia 18 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/rte08.jpg" align="right"&gt;Jilly yang atas bantuan Olive berhasil mengetahui rahasia tentang anak Bill, mencoba memeras Bill dengan meminta agar rumah mode Tara mejadi miliknya. Tapi Jilly didahului oleh Casey yang mengancam Jake akan membocorkan asal sahamnya jika tidak mendapatkan Tara (Gw baru ngeh... kenapa kok serial kayak gini dikasi nama opera sabun. Ternyata karena memang banyak yang harus dicuci lalu diperas..:D).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/rte09.jpg" align="left"&gt;Sarah dan Tom yang terlanjur mengumumkan pertunangan akhirnya harus membatalkannya ketika Bill membuka rahasia. Steph bersama temannya Seikh Ahmal, yang ia minta bantuan untuk menyelamatkan Harper, akhirnya mengakui kalau Tom adalah anak mereka. Tapi Tom tidak percaya, dan berusaha menemukan bukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/rte10.jpg" align="right"&gt;Atas bantuan Ahmal, Steph berhasil kembali menguasai saham Harper. Tapi aset perusahaan telah dialihkan oleh Jake ke perusahaannya sendiri pada saat2 akhir. Stephanie pun bangkrut. Dan Marshall berhasil dijebak oleh Jilly untuk tidur seranjang, agar dipergoki Steph. &lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/rte11.jpg" align="left"&gt;Semakin frustasi, Stephanie nekat menceburkan diri ke laut dan hilang. Semua orang di Eden menganggapnya telah mati (kenapa sih harus bikin skenario yang mirip2 ama miniserinya? Nggak ada ide lain apa? ... errrrr.. asal jangan ide amnesia aja ya .. hehehe emangnya sinetron indo :D).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*ambil nafas lagi...*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/rte12.jpg" align="right"&gt;Tom berhasil menemukan bukti bahwa dia bukan anak Steph. Tapi saat hendak mengumumkan hal itu, Tom mengalami kecelakaan hebat dan koma (opera sabun gitu loh! :P). Sarah yang ternyata hamil akhirnya memutuskan untuk menikah dengan Angelo. Sementara Dan Marshall mulai dekat Jessica setelah menyerah terhadap hubungannya dengan Stephanie (ini yang diluar pakem opera sabun. Biasanya tokoh utama pasti akan kembali bersatu dengan pasangan hidupnya, tapi yang ini ternyata enggak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/rte13.jpg" align="left"&gt;Olive yang sudah tidak dibutuhkan lagi oleh Jilly, mencoba mengganggu Jilly. Akhirnya Olive mati oleh ular berbisa yang dibawanya sendiri. Jake dan Jilly membuang mayat Olive di dekat rumah mode Tara. Cassie memergoki mereka dari jendela dan memotret kejadian itu. Foto2 itu pun dijadikan alat oleh Cassie untuk memiliki Tara sepenuhnya (see?... emang banyak cuciannya, pada bantuin gih! :P).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/rte14-17.jpg" &gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stephanie selamat, dan ditemukan oleh Johno, yang ternyata adalah ayah kandung dari Tom. Steph tidak ingin kembali ke Eden dan tinggal di perkemahan Dave Wells, orang yang pernah menyelamatkannya saat digigit buaya pertama kali. Atas dorongan dan sedikit modal dari Dave, akhirnya Steph merencanakan kembali ke Eden. Kembali ia menghubungi Ahmal. Steph kembali ke Sydney sebagai Putri Talitha, adik dari Ahmal. Fashion Show yang diadakan rumah mode Tara, dijadikan momen oleh Steph untuk muncul kembali di depan hidung Jake dan Jilly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/rte18-20.jpg" &gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/rte22.jpg" align="left"&gt;Jilly memaksa Jake segera menikahinya, padahal Jake sedang terpesona kembali pada Stephanie. Merasa terganggu oleh ulah Jilly, Jake menyuruh Anton melenyapkan Jilly. Tapi saat tahu Jilly sedang hamil anaknya, Jake menyelamatkan Jilly yang sempat ditenggelamkan di kolam renang (sooo... sweeeet..). Merekapun menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/rte23.jpg" align="left"&gt;Pacuan kuda Melbourne Cup menjadi klimaks segala intrik (emang.. maksa banget nih endingnya). Kuda milik Jake dan Jilly "Revenge" akan bertarung satu arena dengan kuda "Tara's Pride" milik Stephanie. Steph mengajukan tawaran taruhan kepada Jake, siapa yang menang akan mendapatkan semuanya. Jake menerima, kontrak dibuat secara resmi untuk taruhan tersebut (errr... harus bilang apa ya buat kebodohan ini?). Dan pemenangnya... ya udah pasti kudanya Stephanie lah... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Steph mengadakan pesta di Eden untuk merayakan kemenangan, yang dihadiri juga oleh Jake dan Jilly (demi harga diri... dan siasat licik terakhir). Saat Jilly diantar ke kamar oleh Steph karena pura2 sakit (kok ya baik bener mbak Stephanie ini :P), Jilly menodong Steph dengan pistol dan membuka rahasia bahwa Jake adalah saudara Greg Marsden. Jake masuk dan berusaha merebut pistol Jilly, tapi malah tertembak dan rubuh. Steph berhasil merebut pistol Jilly. Jake jatuh terguling di tangga. Steph memandanginya dari ujung tangga dengan pistol di tangan. Jilly keluar kamar dan berteriak di depan pengunjung pesta, "She did it. I saw her. She shot him in cold blood!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/rte24-27.jpg" &gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Huh...!! penonton udah dibikin berbunga2 melayang ke udara... eh, akhirnya dibanting lagi dengan ending yang menyesakkan. Maunya menangis bahagia di episode terakhir, ternyata harus kembali mencaci maki si Jilly !!... dasar opera sabun!! .. *banting2 cucian* :P)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SPESIAL: Episode Tambahan!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai disitu akhir dari season 1 dari serial ini. Rencananya sih mau dibikin season 2. Tapi nggak tau kenapa akhirnya nggak jadi dibikin. Untuk menutup serial ini dibuatlah episode tambahan yang mengakhiri semua konflik. Dan sayangnya nggak pernah disiarkan TVRI. Ini dia bocoran ceritanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/rte28.jpg" align="left"&gt;Dennis yang pada episode terakhir diperlihatkan diserang oleh seseorang di jalan sesaat sebelum pesta, berada dalam tawanan seorang laki2 misterius. Laki2 itu berniat hendak meminta tebusan kepada Steph untuk pengganti jiwa Dennis. Ia mengaku bernama Chris, dia adalah anak Stephanie yang dibuang sejak bayi. Dennis meyakinkan Chris bahwa dia bisa mendapat lebih kalo mengaku di depan Steph dan Ahmal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/rte29.jpg" align="left"&gt;Jilly mengunjungi Stephanie di penjara. Beberapa saat kemudian Dennis dan Chris muncul. Dennis menceritakan bahwa Chris adalah anak Steph, dan saat Jake terbunuh Chris berada di balkon dan memotret kejadian tersebut. Jilly kembali diringkus polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/rte30.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gitu deh... akhirnya happy ending juga.&lt;br /&gt;Eh, kalo nggak salah setelah hebohnya serial ini ada satu film Indonesia yang plot ceritanya mengekor serial ini. Dibintangin Marissa Haque ama Ray Sahetapy, judulnya "Pesona Natalia" (Thanks to Rudi Riadi yang masih inget, lo bener2 membuktikan sebagai penguasa 80-an... top deh :D). Orang indonesia emang nggak bisa liat ide bagus sukses sendirian tanpa dicontek :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Diolah oleh &lt;a href="http://inijore.blogspot.com" target="_blank"&gt;Irvan&lt;/a&gt;, dilengkapi oleh &lt;a href="http://qyu.blogspot.com" target="_blank"&gt;Q&lt;/a&gt;, &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keduanya mengaku bukan pengikut Komunitas Eden :P&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.geocities.com/TelevisionCity/Stage/4791/" target="_blank" &gt;Unofficial Website for Return to Eden&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-113638796798159605?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/113638796798159605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=113638796798159605&amp;isPopup=true' title='45 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/113638796798159605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/113638796798159605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2006/01/kembali-ke-return-to-eden.html' title='Kembali ke RETURN TO EDEN'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2006/th_rte.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>45</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-113567773165999899</id><published>2005-12-27T16:48:00.000+07:00</published><updated>2005-12-28T11:21:01.916+07:00</updated><title type='text'>Di Dadaku Ada.... VINA!</title><content type='html'>&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2005/vinvin.jpg" align="left"&gt;Tak ada yang tak kenal sama cewe yang satu ini. Penyanyi mungil itu muncul dengan karakter beda dari teman-teman seprofesinya waktu itu yang cenderung se&lt;strong&gt;Nada&lt;/strong&gt; dan se&lt;strong&gt;Irama&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;udah kayak judul acara musik di TVRI jaman baheula saja&lt;/em&gt;). Dia memang produk aseli 80-an yang kecemerlangannya tidak hanya pada dekade itu namun memanjang sampai sekarang. Dengan kelebihannya tak salah bisa terus eksis melewati masa kepemimpinan 4 presiden, dan memberi inspirasi dan tauladan pada penyanyi-penyanyi cewek tenar berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="padding:0 20px; text-align: justify; color: #A6702A;"&gt;Vina, nama panggilan yang manis dan mudah diingat. Namun lengkapnya VINA DEWI SASTAVIYANA PANDUWINATA, lahir dikota hujan Bogor tanggal 6 Agustus 1959. Ayah berasal dari suku Sunda, sedangkan ibu dari Kawanua-Ambon&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu intro &lt;strong&gt;James F. Sundah &lt;/strong&gt;yang membidani (&lt;em&gt;ciee... orok kaleee!&lt;/em&gt;) kelahiran album perdana mojang geulis ini......................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil  Vina telah menampakkan bakatnya. Dia pernah menjuarai 'Festival Pop Remaja' antar sekolah dan lomba nyanyi Sunda dikota kelahirannya, juga sebagai finalis Festival Pop Remaja se-Jabar. Bakat seni anak ke-8 dari 10 bersaudara ini diwarisi dari ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vina mulai bikin album awal dekade 80-an, tak lama setelah dia  kembali ke Indonesia. Sampai  akhir 1979 dia masih warawiri ngikut orang tuanya yang pindah-pindah di Luar Negeri. Negara seperti India, Belanda dan Jerman Barat pernah jadi tempat tinggalnya.  Di negri terakhir itulah, dia sempet ditarik perusahaan rekaman Hamburg dan bikin single berbahasa Inggris berjudul 'JAVA'. Duhh, penasaran pengen denger suaranya waktu masih umur belasan. Baik yang menyanyikan lagu Inggris... apalagi yang lagu SUNDA!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Citra Biru&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album perdananya di Indonesia diberi judul 'CITRA BIRU', ciptaan James F. Sundah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2005/citrabiru1.jpg" align="left"&gt;Pada cover album itu Vina tampil anggun (untuk masa itu). Kalau sekarang mungkin agak bikin geli. Hihihi, Pose dan ekspresinya ga keliatan enjoy. Campuran jutek, judes, kikuk dan ga tahu mau ngapain. Foto yang di dalem pun sama ngambangnya. Maunya keliatan ceria, eh keliatan kagook juga. Maaf ya teteh Vin... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mungkin selaras juga kali dengan cara membawakan pokal, eh vokalnya. Masih kedengeran polos meski membuai. Lagu-lagunya campuran antara sendu-lembut, riang-merayu dan juga folksie yang memadukan Vina dengan suara latar macem &lt;strong&gt;Pahama&lt;/strong&gt; atawa &lt;strong&gt;Chaseiro&lt;/strong&gt;..... harmonis dan kompak, meski suara Vina rada-rada kurang power dikit (kata telinga saya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan salah. Dengan album perdananya ini, Vina menapakkan diri dan langsung menyabet predikat 'Penyanyi Wanita Terbaik' versi Majalah Gadis. Gelar yang tidak hanya sekali disabetnya. Berarti popularitas dan kualitasnya memang selayaknya tidak diragukan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Citra Pesona&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album kedua Vina dibikin tahun 1982-1983. Waktu itu harga kasetnya dibanderol 1250 perak. Pake pita BASF. Jadi meski lakunya bisa sampe jutaan kopi, sampai kiamatpun ga bakalan Vina dapet HDX AWARD. Judulnya CITRA PESONA. Lagunya yang nge-hit, apalagi kalau bukan &lt;strong&gt;September Ceria&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2005/citrapesona.jpg" align="right" &gt;Dan Vina sudah ga lugu lagi. Gambar di covernya memperlihatkan dia lagi berendem. Kalau yang berpikiran tak senonoh, pasti menduga dia ga pake apa-apa karena memang cuma bahu telanjangnya yang keliatan,  sementara bagian bawahnya ketutup air. Dan rambut ikal berponi yang pada album pertama keliatan &lt;em&gt;besar mengembang bray &lt;/em&gt;kayak kap lampu, sekarang keliatan &lt;em&gt;kriwil-berbasah-basah&lt;/em&gt;. Seksi buanget. Kayaknya baru sekali itu cover kaset lokal memajang foto penyanyinya yang lumayan seronok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kata orang, &lt;em&gt;don't judge the record by its cover&lt;/em&gt;. Meski keliatan agak-agak melanggar batas susila, bukan berarti isinya kapiran. Ada seuntai kapur sirih yang patut disimak dan memang membuktikan Vina ga cuma pamer fisik, tapi ada kualiteit yang dijual juga di sana. Begini ceritanya... (ehh kok malah jadi kayak Kismis!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="padding:0 20px; text-align: justify; color: #A6702A;"&gt;Dia memiliki vokal berciri mandiri di antara sebegitu banyak penyanyi bani Hawa (&lt;em&gt;cailahh Bani Hawa....... Sangat awal 80-an!!!&lt;/em&gt;) di negeri ini.&lt;br /&gt;Dalam album ini terangkai sepuluh lagu apik ciptaan komponis-komponis muda yang sudah mahsyur. Ditopang pula peranan dua arranger muda, Addie MS dan Dodo Drakhma (aka Zakaria), musik terasa erat merangkul vokal khas Vina. Saling mengisi yang cermat antara tatanan musik dengan vokal ternyata membuahkan perpaduan yang utuh. Suaranya yang khas kian gempal dan kokoh dalam kemandiriannya. &lt;br /&gt;"Vina merasa lebih mantap dalam album rekaman ini" begitu diakuinya&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan yang bisa dikatakan standar. Setiap artis yang melemparkan album berikut, pastilah berkomentar demikian kalau ga mau dibilang statis, ga berkembang, ga ngasih yang baru. Hehehe. Tapi dia bener kok. Menurutku pada album inilah Vina mulai memantapkan diri dengan ciri khas yang kemudian menjadi andelannya lahir-batin. Klop pula ditunjang oleh seorang Addie MS yang pegang kendali musik. Hasilnya lebih banyak bunyi-bunyian orkestrasi. Vina dan orkes-trasi, jadi trade-mark untuk album-album selanjutnya.... Makanya dia lantas kepake juga buat membawakan satu lagu dalam Festival Lagu Populer 1983 yang note bene selalu menggunakan aransemen orkes-trasi pada setiap pagelarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ratu Festival&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2005/vina84.jpg" align="left"&gt;Dalam ajang musik bergengsi yang mencari wakil Indonesia buat di kirim ke &lt;strong&gt;World Song Festival &lt;/strong&gt;di Jepang itu, Vina membawakan lagu &lt;strong&gt;Salamku Untuknya&lt;/strong&gt;, ciptaan &lt;em&gt;Adjie Soetama/Irianti ErningPraja&lt;/em&gt;. Dia menyabet gelar Penyanyi Berpenampilan Terbaik. Dan dipuji para dedengkot musik pop Indonesia. Namun sayang, Juri Asli yang dari Jepun lebih memilih lagu &lt;strong&gt;Randu&lt;/strong&gt; ciptaan  &lt;strong&gt;Elfa Secioria &lt;/strong&gt;yang dibawakan &lt;strong&gt;'Mutiara dari Selatan' – Andi Meriem Mattalatta&lt;/strong&gt;. Jadilah beliau gagal tampil di Budokan Hall!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan itu ditebus tahun berikutnya, dengan lagu &lt;strong&gt;Aku Melangkah Lagi  &lt;/strong&gt;ciptaan &lt;strong&gt;Susanto Gondowidjojo&lt;/strong&gt;. (&lt;em&gt;Btw, bapak ini bener-bener Dodolibret, alias sekali muncul langsung ilang sehingga penampakannya sukar lagi dilacak. Ga ketauan karya lainnya!!&lt;/em&gt;). Meski ga dapat award, tapi penampilannya yang tampak di televisi menimbulkan kekaguman juga. Cara membawakannya itu lho. Dia benar-benar menguasai lagu dan panggung sekaligus! Tidak salah Majalah Gadis kembali menobatkan dia sebagai &lt;strong&gt;'Penyanyi Pop Wanita Terbaik' &lt;/strong&gt;tahun 1984 mengalahkan si Mer, Neno Warisman, Iis Sugianto dan Hetty Koes Endang. Sedangkan untuk kategori penyanyi Jazz/Jazzy Vina hanya urutan ketiga, di bawah Ermy Kullit dan Nunung Wardiman, namun masih lebih popular daripada Mergie Seeger dan Rien Djamain ( &lt;em&gt;Yo oloh... itu mah angkatan tahun kapaaaaan... Memang Binu dan Emil S. Praja dari Black Fantasy blom bgetu dikenal ya???&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2005/burungcamar.jpg" &gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Waktu bawain Burung Camar itu, &lt;br /&gt;salut buat penata kostumnya ...&lt;/em&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1985 Vina kembali merajai, eh meratui festival. Ga tanggung-tanggung dua lagu yang dia bawakan dua-duanya unggul dan secara meyakinkan dikirim buat festival di luar negeri. Lagu &lt;strong&gt;'Burung Camar' &lt;/strong&gt;ciptaan &lt;strong&gt;Aryono Huboyo Jati/Iwan Abdulrahman&lt;/strong&gt; terbang ke Budokan dan menggaet &lt;strong&gt;Kawakami Award&lt;/strong&gt;. Satunya lagi &lt;strong&gt;'Satu Dalam Nada Cinta' &lt;/strong&gt;ciptaan &lt;strong&gt;Bartje Van Houten &lt;/strong&gt;(&lt;em&gt;Om, namanya kayak coklat!&lt;/em&gt;) menjadi peserta dalam festival yang diadakan ABU alias kumpulan-kumpulan broadcasting se-Asia-Pasifik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Citra Ceria&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2005/citraceria.jpg" align="left" &gt;Album ketiga Vina (1984), &lt;strong&gt;CITRA CERIA&lt;/strong&gt;, juga dapet penghargaan (sebagai album terbaik kedua setelah Reinkarnasi dari Jakarta Rhythm Section) dari sebuah media cetak nasional. Album itu tidak hanya lebih ceria namun juga jauh lebih seksoy coy. Ga kuat....! Sudah lagu andelannya &lt;strong&gt;Di Dadaku Ada Kamu &lt;/strong&gt;(Dodo Zakaria)  penuh lirik menggoda dan suara mendesah manja yang cuma Vina punya...., foto depannya pun bergambar doi pake busana senam warna fuschia campur biru muda berbintang-bintang nan ketat dengan posisi (maaf) &lt;em&gt;nonggeng&lt;/em&gt;. Sudah gitu Vina pake memonyongkan bibir pula biar sensual (&lt;em&gt;meski ga se-ekstrem monyong KIPLI dalam Kiamat Sudah Dekat.....&lt;/em&gt;). Duhhhhh. Tobat tobattt....! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum diprotes FPI (&lt;em&gt;eh, dulu kayaknya belum ada..&lt;/em&gt;), untunglah di dalam album ini Vina mengekspresikan 'penyesalannya' dengan membawakan sebuah lagu ciptaan  Adjie Soetama/Chandra Darusman yang berjudul &lt;strong&gt;'Mohon Ampun' &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: #A6702A;"&gt;Yang Maha  Kuasaaaaa... bimbinglah hamba&lt;br /&gt;Kau Maha Pencipta ..... maafkan beta&lt;br /&gt;Berikan se'gra jalan yang lurus sejahtera damai sentosa dalam jiwa raga&lt;br /&gt;Kupasrahkan diri pada Illahi dan kutrima karma &lt;br /&gt;Semua dosaku&lt;br /&gt;Sujud padaMu &lt;br /&gt;Mohon ampunan bagi diri &lt;br /&gt;Kumohon kini hanya ampunanNya&lt;br /&gt;'tuk hambaaa......&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu Didadaku.... juga membuat Vina Mewakili Indonesia dalam &lt;strong&gt;ASEAN POP SONG FESTIVAL &lt;/strong&gt;1985. So tahun 1985 menjadi tahun yang sibuk dan full prestasi buat teteh Vin. Tiga kali dia mewakili Indonesia dalam festival bertaraf internasional. Dan banyak penghargaan disabetnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan Vina memang pada penampilan keseluruhan  (vocal dan aksi panggung) yang berkesan genit. Bukan genit yang dibuat-buat. Suaranya sebenarnya tidak bagus benar, kata seorang pengamat musik 80-an, bahkan ambitiusnya tak lebih dari 2 oktaf. Dimana daya tariknya? Pada kesan genitnya tadi. Vina gampang menafsirkan sebuah lagu dengan lirik becanda dan melodi yang riang. Dia juga jempolan menafsirkan lagu yang digarap dalam tema-tema musik tertentu seperti Dixie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan prestasi nyata tersebut merupakan tantangan bagi Vina untuk berolah vokal lebih baik. Segala kemampuannya kemudian dicurahkan dalam album berikutnya dengan harapan akan lebih memuaskan fans-nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cinta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya album keempat yang bertitel &lt;strong&gt;Cinta&lt;/strong&gt; ternyata merupakan kerja sama terakhirnya dengan Jackson Record. Album ini melejitkan apalagi kalau bukan &lt;strong&gt;Cinta&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Kumpul Bocah&lt;/strong&gt;.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2005/cinta.jpg" align="left"&gt;Terbit tahun 1985/1986, untuk pertama kalinya Vina menyumbangkan dua lagu ciptaannya pada album ini. Salah satunya berjudul &lt;strong&gt;'Dua Anak Manusia'&lt;/strong&gt;, dan laris manis sebagai lagu cinta ABG pada masa itu. Para pelaku cinta monyet pasti mengandalkan lagu ini sebagai sarana ekspresi diri akibat pengaruh testoteron dan estrogen yang mulai menyeruak. Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu cinta yang lebih matang hadir lewat &lt;strong&gt;'Aku Cinta Padamu'&lt;/strong&gt;, yang cuma diiringi piano dan strings. Bikin miris merinding dan pingin &lt;em&gt;'belah dada ini (sebab), pasti ada kamu'&lt;/em&gt;, seperti yang tertuang pada lirik lagu yang amat pendek ini. Soal belah-membelah dada, bagi yang curiga lagu ini ciptaan Dodo Zakaria, Anda benar!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cium Pipiku&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2005/ciumpipi.jpg" &gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Setelah album Cinta itu, dua tahunan Vina ga bikin album. Mungkin gara-gara pindah label rekaman. Kabarnya uang transfernya gede juga. Hihihi. Kayak  pemain bola saja. Tapi wajarlah. Namanya juga lagi di puncak karir.  Dengan berbagai prestasi segudang dan popularitas yang tidak diragukan itu, orang pun tidak ragu untuk menganggap bahwa........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="padding:0 20px; text-align: justify; color: #A6702A;"&gt;&lt;center&gt;&lt;strong&gt;VINA ADALAH TONGGAK&lt;/strong&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(begitu judul prakata Yudhie NH dalam album CIUM PIPIKU. Btw, who's Yudhie???)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keperkasaan apa yang dimiliki, kekuatan apa yang dipunyai, sehingga lewat alunan suaranya, Vina Panduwinata sanggup mengubah lagu menjadi pesona&lt;br /&gt;Bisa jadi sentuhan sensual, atau dia sanggup menggerayangi kuping pendengarnya dengan mesra. Memang Vina Panduwinata tidak sekedar menyanyi, tetapi sekaligus memainkan rasa setiap pendengarnya &lt;br /&gt;Lebih dari itu Vina sanggup membawa pendengarnya ke alam mimpi&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Yummy juga komentarnya. Sedikit hiperbolis, meski ada benarnya ...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2005/ciumpipi1.jpg" &gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau boleh berpendapat, setelah ga di Jackson.. rasanya ada sedikit beda sentuhan. meski doi tetep sama Addie MS yang megang musiknya. Mungkin waktu itu telingaku mengalami perubahan abnormal  yang membuat diri tidak bisa menerima kepindahan dia dari Jackson (apa coba?? Hehehe). Yang jelas album Cium Pipiku dari Harpa Record ini menjadi album Vina terakhir yang menjadi koleksiku. Selanjutnya, aku ga rajin lagi koleksi kaset apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;***&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada lagi cerita-cerita tentang Vina. Album kelimanya memang tidak semenggelegar album-album sebelumnya. Tapi bukan berarti  neng geulis ini sepi proyek. Dia terlibat bikin album keroyokan bareng &lt;strong&gt;Trie Utami, Malida dan Atiek CB&lt;/strong&gt; dalam &lt;strong&gt;Rumpies&lt;/strong&gt;. Dan lumayan beken juga dengan lagu riang gembira berjudul &lt;strong&gt;Nurlela&lt;/strong&gt;. Video klip di TVRI aku ingat, berlokasi di sebuah dermaga dengan beberapa kapal pesiar yang bersandar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu dia juga masih tampil di festival lagu popular lagi, meski seringnya berduet. Lagu &lt;strong&gt;Bahasa Cinta &lt;/strong&gt;misalnya, dinyanyikan bersama  &lt;strong&gt;Broery &lt;/strong&gt;Marantika, eh Pesolima eh, Abdullah (begitu kawin sama Anita Sarawak), eh balik lagi Marantika (begitu cerai dari Anita Serawak).  Lalu bareng &lt;strong&gt;Harvey Malaiholo &lt;/strong&gt;menembangkan &lt;strong&gt;Begitulah Cinta&lt;/strong&gt;. Naga-naganya si Neng mulai meredup. Soalnya untuk festival pun, gantian Bung Harvey yang selalu memborong penampilan terbaik. Sangking seringnya juara, Titiek Puspa pun sampe 'bosen' dan pernah salah menyerahkan tropi yang mestinya buat Harvey, tapi malah dikasihkan ke duet Utha Likumahuwa dan Trie Utami. Skandal! Juri lain sampe harus turun tangan, dan Mbak Titiek pun berdalih dia kesirep penampilan duo itu dan memang dia lebih vote ke mereka. Hihihi, emang ini festival mbahmu Mbak Tiek? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi neng Vina memang ga ada matinya. Jelang pergantian dekade ketika orang mulai tidak menganggapnya di puncak dunia, dan tersiar berita dia mau nikah dengan pereli &lt;strong&gt;Boy Haryanto&lt;/strong&gt;, justru dia menggebrak lagi dengan album baru yang berkolaborasi dengan &lt;strong&gt;Fariz RM&lt;/strong&gt;. Tahu sendiri kan hukum yang berlaku buat artis cewe, begitu nikah biasanya karir gemilangnya langsung redup. Tidak buat Vina.  Album-album barunya pun masih tetap terus hadir. Dan masih meninggalkan kesan yang kuat buat dunia musik Indonesia. Tapi itu lain cerita, karena sudah tidak sesuai dengan konteks BLOG ini yang mengagungkan era 80-an. Jadi mohon maaf sampai disini saja dulu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TABIK!!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Album Solo Vina 80-an &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Citra Biru (1980/1981)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mawar Merah (jangan ketuker sama lagunya Ummi Hajjah Elvie ya...Sekuntum mawar meraaaahhh, yang kauberikan kepadaku, di malam itu... ku tak tahu apa maksudmu...)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Citra Biru (lagu yang kalem dan berkesan inosen)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Aku Cinta Kau (lagu jatuh cinta yang riang namun romantis ...inikah isyaratmu, inikah mula, membelitnya sutra indah di antara kita, ataukah hanya bunga khayalku..... Oh so sweeet!)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bahagia&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Rindu&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Khusuk&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Denny (mirip lagu 'Daniel' Elton John yang dinyanyiin lagi sama Wilson Phillips pada pergantian dekade 80-90)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Jejaka Sendu (Gubraakkkk...! Judulnya ga kuku. Sangat mewakili sosok bernama Rio. hehehe )&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Murka (ihhh, syeremmmm...!)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Salam Kami Dalam Lagu (aransemen vokal yang  asik...!)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Citra Pesona (1982/1983)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dunia Yang Kudamba (gue bangettt!)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;September Ceria ( yang ga tahu, sakit jiwa loo.. :D)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Rembulan&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Maaf (#1 broken-heart song! Salut buat Titiek Hamzah)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Resah&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bisikku&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kasmaran&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bunga Cinta&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Masih Adakah Ceria&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Nelayan Tua (pernah nyanyiin di kelas, dan ketinggian ambil nada. Akhirnya jadi kisah yang memilukan sekaligus memalukan, ... kolaps dan fales pada penghujung refrain)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Citra Ceria (1984)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Di Dadaku Ada Kamu (lagu kojo ....)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Dia (di-remake sama yang mengidolainya, yaitu Sheila Madjid, lalu di-remake lagi sama yang mengidolai Sheila, yaitu Reza. Tetep yang untung Randi Anwar. Royalti-nya ga putus!)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Duniaku Tersenyum (on the contrary... ini lagu patahhatiku!)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Apakabar&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Selamat Tinggal Kenangan (ciptaan Ricky Basuki, pentolan Niagara... Kemana kabar dia?)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Mohon Ampun&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Segenggam Harapan&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Diantara Kita&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Rintangan (nama penulis liriknya P4 bangget Pancasilawan)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bernyanyilah&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Cinta (1985/1986)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kumpul Bocah&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Cinta&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kawan (ciptaan Ria Radius Prawiro, yang tak lain sepupunya dan pernah dikabarkan 'deket' sama Harvey Malaiholo. Salah satu gosip selebriti yang lumayan 'muncul' di medio 80-an)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kau Dambaku&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Dua Anak Manusia (lama-lama jadi lagu jijay 80-an..hehehe)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Agar kau Mengerti (Lagu patah hati berikutnya... Kejadian di bis, sepulang belajar-piknik dari Jogja.)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Suasana Saat Itu Indah (yang aku tahu, suasana saat itu indah...)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Aku Cinta Kepadamu (aku juga, Vin...)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Malam Kedua (ciptaan Bagoes A.A. Duhh, bapak ini kemana ya. Awalnya adalah K3S alias Kelompok 3 Suara bersama Dian PP dan Deddy Dhukun. Setelah menjadi 2D, piye kabare mas bagoes ...???)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kasih&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Cium Pipi (1988)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Surat Cinta (hari ini kugembira.... Pak pos melayang di udara....! Itu kata Lupus)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Cium Pipiku&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Biru (lagunya 2D)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Jangan ragu&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Si Bogel (judul ini tidak mencirikan bahwa lagu ini adalah lagu cinta...)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Logika (pantesnya jadi lagu cinta anak jurusan A1 dan A2)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Jati Diri (Waktu itu masih bingung apa tuh Jati Diri?Apakah kau punya?)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Sepercik Damai&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Cinta Ada DiSini&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Selamat Malam&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2005/citrabiru2.jpg" &gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Oleh &lt;a href="http://riadi.blogdrive.com" target="_blank"&gt;Rudi&lt;/a&gt;, Anggota Kehormatan FBV &lt;/strong&gt;(Fans Berat Vina... saingannya FBR :D)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-113567773165999899?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/113567773165999899/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=113567773165999899&amp;isPopup=true' title='82 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/113567773165999899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/113567773165999899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/2005/12/di-dadaku-ada-vina.html' title='Di Dadaku Ada.... VINA!'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2005/th_vinvin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>82</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14176644.post-113523107940684290</id><published>2005-12-22T12:53:00.002+07:00</published><updated>2009-06-05T14:55:17.109+07:00</updated><title type='text'>Jajanan 80-an</title><content type='html'>Jaman tahun 80-an aku itu masih anak-anak... Beneran, brani sumpah masih anak-anak :P Dan namanya anak-anak selain pengennya maen mulu, juga paling seneng yang namanya jajan di warung. Hayo.. ngaku! :D Memang, ternyata yang bisa menikmati kesenangan shopping bukan cuma didominasi wanita dewasa, anak kecilpun sebenernya suka membelanjakan uang. Ada suatu kebanggaan dan kesenangan tersendiri bisa mengeluarkan uang miliknya untuk dibelikan sesuatu yang disukai. Kayaknya udah merasa seperti orang dewasa karena bisa melakukan suatu transaksi jual-beli ... walopun itu cuma permen :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya jajanan anak-anak, umumnya identik dengan yang manis-manis atau yang gurih-gurih. Doyanannya anak-anak tuh. Dari mulai permen beraneka rupa, biskuit, jajanan basah, minuman ringan... macem-macem deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo di-inget2 lagi, jajanan anak-anak pada masa itu ada beberapa yang khas dan identik banget dengan 80-an. Yang aku maksud disini jajanan dari pabrik yang diproduksi massal, dipasarkan ke banyak daerah, dan kadang dipromosikan di media2 nasional. Soalnya jajanan yang ini pasti banyak yang tahu, jadi bisa buat kenangan bersama. Kalo jajanan produk lokal apalagi rumahan kan tiap2 daerah bisa beda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2005/chelsea2.jpg" /&gt; &lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2005/cocorico.jpg" /&gt; &lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2005/chiclets.jpg" /&gt; &lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2005/tictac.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2005/chiki.jpg" /&gt; &lt;a href="http://www.malesbanget.com/artikel/mknsd/2.php"&gt;&lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2005/wafer.jpg" alt="wafer superman dari malesbanget.com" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;img src="http://i28.photobucket.com/albums/c231/lapanpuluh/2005/anakmas.jpg" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjaga toko: &lt;a href="http://qyu.blogspot.com/"&gt;Q&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" &gt;Tulisan lengkap dari artikel ini&lt;br /&gt;sekarang sudah diterbitkan dalam bentuk buku&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;berjudul "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gaul Jadul&lt;/span&gt;" oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Q Baihaqi&lt;/span&gt;,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;terbitan Gagas Media, Juni 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);" src="http://i285.photobucket.com/albums/ll45/qyu2/gauljaduls.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera aja dapatkan di toko buku langganan kalian yah cing... &lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14176644-113523107940684290?l=lapanpuluhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lapanpuluhan.blogspot.com/feeds/113523107940684290/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14176644&amp;postID=113523107940684290&amp;isPopup=true' title='148 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/default/113523107940684290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14176644/posts/defau
