Thursday, July 14, 2005

Titik Mula ...

Haduh...

sebenarnya beban mental juga nih diajak gabung untuk mengisi blog 'keroyokan' ini ... maklum, benang merahnya kan tahun 80-an ... padahal kalo dirunut-runut, aku ini produk jaman 90-an lho --denial mode on--

seperti sekarang,
kok yo ndilalah untuk episode awal pun aku bingung... apa ya yang mesti aku tulis ?
hemm ... pikir punya pikir... baiklah, aku mau menulis yang satu ini .... meskipun bukan seratus persen tentang trend 80-an ... tapi ini terjadi di dekade 80-an ... boleh yaaa ....

Puji Astono
orang ini adalah tetangga beda 10 rumah ... seniman abis-abisan ... secara ya bo', gue termasuk salah satu --selain adik gue-- yang rajin bener sebelum berangkat sekolah lewat dulu ke depan rumahnya cuma untuk menikmati ritual Mas Puji ini mendongeng untuk pohon mangga dan pohon pepaya di halaman depan rumahnya ...

benar,
aku nggak tau dan sebenarnya nggak mau tau apa alasan orang ini untuk punya ritual mendongeng setiap pagi untuk pohon-pohonnya ... hanya saja Mas Puji selalu bilang bahwa mereka --pohon-- punya perasaan ... kalo kita sayang maka buah yang dihasilkan akan lebih manis ...

aku nggak tau dan sebenarnya pun nggak mau tau apakah buah pepaya dan mangga yang diberi dongeng lebih manis dibanding yang tak ter-dongengi ... tapi yang jelas buah mangga dan pepaya Mas Puji ... rasanya maniiiiis banget ....
Mas Puji sepertinya perpustakaan berjalan untuk semua dongen-dongeng yang sampai sekarang masih menempel di kepalaku ... timun mas, cinde laras, yuyu kangkang, lutung kasarung, semuanya berasa hidup kalo Mas Puji yang mendongeng ... bahkan dia membacakan ulang komik karangan Hasmi "Gundala Putra Petir" dengan sangat hidup ... menyenangkan banget !

Jadi, aku pikir.. saat itu ada empat kepala yang menikmati ritual dongeng paginya .... "Sang Pepaya" ... "Sang Mangga" ... Aku ... Aan adikku ...

eh, salah .... ada lima ... ditambah Mas Dudi ... tukang becak langganan ibuku buat nganter kami berdua ke sekolah ... mas dudi walaupun sok cuek duduk di becak pun sempat aku lihat mencuri dengar kalau Mas Puji mendongeng ...

ada satu hal lagi yang menyenangkan tentang orang ini ... KOLEKSI KOMIKNYA...
gila, aku bisa tersesat di dunia lain setiap masuk ke dalam perpustakaan pribadinya ...
komik bikinan Djair , Man, Gerdy WK, Hasmi ... sampai ke cerita silat khoo ping hoo ... wuiiih seru !

ada satu lagi hal yang seru yang sering kami lakukan dengan Mas Puji ini ... memandikan anjing-anjing peliharaannya ...
berbagai macam anjing ras dia punya ... dalmatian .. siberian husky ... dan bulldog
ada satu Bulldog yang selalu bikin kangen ... namanya Si Jack ... jinak, dan manja ... pendiam ... diapa-apain kok yaa nuruuuut aja ...

begitu banyak hal menyenangkan pernah kami lakukan ... dan sekarang sih terpikir olehku ... Mas Puji yang dulu seingatku kalau tidak salah adalah mahasiswa tingkat akhir sastra indonesia UI kok ya maaau di recoki oleh anak-anak kecil badung ajaib semacam aku dan adikku itu ya .... kami berdua --aku dan Aan-- betah banget deket-deket dia ... dan Mas Puji itu sepertinya tidak merasa terganggu ...

sampai akhirnya aku menyimpulkan ...

Mas Puji ini dulu adalah pengganti sosok ayah bagi kami berdua ...

tapi sayang,
Mas puji ini meninggal ketika aku lulus SD ... leukimia Ibunya bilang ...
sedih banget ...

soalnya, aku jadi kehilangan ritual dongeng pagi ...

4 Comments:

At 14.7.05, Blogger Irvan said...

gw jadi ngebayangin, abis diceritain timun mas itu...dirimu dengan cerianya nyanyi..."denpasar moon, aku anak mentimuuun"
hehehehehehe

 
At 14.7.05, Blogger Nauval! said...

IRVAAANNNN!
nistanya dirimu nak, gariiinnngggg! muahahahahahhahaha :D

 
At 14.7.05, Anonymous Q said...

Denpasar moon itu kan produk 90-an cing!

 
At 10.4.06, Blogger Mak-Dar-It said...

bedanya taun 80an ama 90an... tetep lebih seru tapi norak 80an donx!! Hidup eighties.

 

Post a Comment

<< Home